Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Melamar seorang gadis.


__ADS_3

"Renita?" Anggara memanggil pelan Renita yang sedang terdiam menatap lurus ke arahnya.


"hm?" sahut Renita sadar dari lamunannya.


"aku tidak meminta mu menjawab lamaran ku saat ini juga, yang penting aku sudah bicara dengan mu dan meminta dirimu pada mas Adam.tapi mulai sekarang aku tetapkan kalau kita sudah mempunyai hubungan" tegas Anggara.


"ish,mana bisa begitu pak.. aku belum bilang iya" protes Renita


"jadi jawaban kamu tidak?" cecar Anggara dengan raut wajahnya seperti khawatir.


"ya.. bukan itu juga jawabannya sih" bantah Renita pelan.membuat sebuah senyuman kambali terulas di wajah tampan Anggara.


"jadi kamu setuju?!" tanya Anggara harap harap cemas


Renita terdiam tidak menjawab, kedua tangannya di katup kan di atas kedua pahanya.lalu tak lama gadis itu pun mengangguk pelan sambil menundukkan wajahnya Renita berpikir, mungkin sudah saatnya dia mengambil keputusan untuk masa depan nya sendiri, dan membuka diri untuk menerima cinta dari seorang lelaki. seperti sela bilang ke padanya.dan menurut penglihatan kakak ipar nya itu Anggara sosok lelaki yang baik, semoga itu benar, dan keputusan nya ini tidak akan dia sesali.


Anggara melihat Renita mengangguk walaupun pelan hampir tidak kentara, tapi dia dapat melihat nya,dan itu membuat Anggara tersenyum lebar karena senang. niat baik nya di terima oleh wanita pujaannya.


flashback on.


*pas kejadian Renita mengalami kecelakaan, Anggara baru mengetahui dari segala sumber yang dia percaya serta dari orang suruhan nya juga ,untuk mencari tahu siapa itu Renita karena dia pun ingin memastikan semua agar sesuai dengan apa yang dia mau. awalnya Anggara sangat terkejut, setelah tahu siapa itu Renita. tapi setelah dia pikir, dan bertanya pada yang lebih mengerti.akhirnya dengan hati yang mantap Anggara tetap meneruskan niat nya untuk mendapatkan Renita untuk menjadi pasangan hidup nya tentunya secara halal.


sore nya Anggara yang baru pulang dari kampus langsung menemui kedua orang tua nya yang sedang duduk di ruang keluarga, tanpa berganti pakaian nya


assalamualaikum...Anggara mengucap salam ketika sudah berada di dalam ruangan itu.dan


waallaikumu sallam..salam balasan dari kedua orang tua nya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga tengah asik menonton acara televisi.


Anggara menghampiri mereka berdua dan mencium punggung tangan kedua orang tua nya bergantian. kemudian langsung duduk di sofa yang ada di samping mereka.


Rahman melihat tingkah Anggara yang tidak biasa nya itu, mengerutkan dahinya menatap tajam ke arah Anggara.tapi dia tetap berusaha menunggu apa yang akan di bicarakan oleh putra sulung nya itu dengan wajah nya yang nampak sangat serius.


sedangkan Anggara menghela nafasnya pelan lalu..


"papah" ucap Anggara pelan namun terdengar tegas membuka pembicaraan.


"ya? apa ada yang mau kamu sampai kan Anggara ?" tanya Rahman.


"iya pah" Anggara kembali terdiam sejenak mengatur nafas lagi karena memang apa yang akan dia bicarakan pada papahnya bukan pembicaraan biasa.


Rahman hanya tersenyum tipis melihat gelagat Anggara yang seperti itu.dan tetap diam, menunggu apa yang akan di katakan oleh Anggara.


"aku ingin melamar seorang gadis"

__ADS_1


akhirnya Anggara bisa mengatakan nya walaupun tadi tenggorokannya terasa tercekat.


Rahman dan Aisyah kaget dan saling pandang.hingga Rahman yang tadi duduk bersender pada sofa, langsung menegakkan posisi duduk nya.


"melamar seorang gadis? apa kamu sudah punya calon yang mantap untuk di lamar Anggara,, karena yang papah tahu kamu tidak pernah berhubungan serius dengan gadis manapun, dan tidak pernah membawa ke sini untuk di perkenalkan pada kami,dan sekarang dengan tiba tiba kamu bilang ingin melamar seorang gadis? kamu serius Angga?!" tanya Rahman dengan raut wajah yang serius sekaligus tidak percaya dengan apa yang di pinta Anak sulung nya ini.


"Angga sudah punya calon pah, dan Angga sudah mantap dengan pilihan Angga ini" jelas Anggara dengan mantap.


"siapa gadis itu?" tanya Rahman


Anggara diam sejenak tak langsung menjawab pertanyaan papah nya.


"Renita Khadijah pah"


kontan saja kedua orang tua nya itu kaget bukan main, setelah Anggara menyebutkan nama sang gadis pilihan nya itu.begitu juga dengan Aisyah tak kalah terkejutnya mendengar nama gadis itu di sebut oleh Anggara.


"ANGGARA!" teriak Rahman.


"iya,ayah.. aku tahu dia itu Tante ku..tapi itu hanya status saja.. karena aku bisa menikahi nya, karena kita tidak mempunyai hubungan darah sama sekali, aku tahu dia itu adik bungsu ummi Aisyah"


Anggara langsung bicara panjang lebar berusaha untuk menjelaskan, karena saat ini rasa cinta yang dia miliki pada Renita membuat dirinya yakin untuk memperjuangkan cinta nya.walaupun ada status yang bisa saja menghalangi niat nya untuk mempersunting Renita karena berstatus sebagai Tante nya.


Rahman menggeleng geleng kepala nya,tak percaya dengan keinginan putra sulung nya itu untuk mempersunting Renita yang notabene nya adalah Tante nya.


"kamu waras Angga?" tanya Rahman dengan penuh penekanan menatap heran Anggara.


Rahman mengusap kasar wajahnya


mendengar jawaban Anggara.


"dari sekian banyak gadis di luaran sana, mengapa harus Renita yang kamu pilih Angga?"


"karena gadis seperti dia yang aku mau papah.. karena aku cinta dia papah" ucap Anggara dengan berapi-api.


"cinta? sejak kapan?" tanya Rahman tambah penasaran, sejak kapan putranya itu mengenal Renita adik bungsu dari istri nya yang sekarang.


"satu Minggu yang lalu" jawab Anggara tanpa beban yang sukses membuat Rahman kembali terkejut, begitu juga Aisyah istri nya.


"apa?! satu Minggu yang lalu?! kamu jangan bercanda anak ku... pernikahan bukan untuk di permainkan,mana mungkin kamu akan melamar seorang gadis yang baru kamu kenal satu Minggu, dan kamu langsung jatuh cinta! gak waras kamu Anggara.. papah tahu kamu ini hanya nafsu saja yang kamu rasakan"


dengan berapi-api Rahman mematahkan semua niat dan yang Anggara ucapkan.dan Anggara hanya tersenyum tipis merespon semua ucapan Rahman.


"apa papah lupa,cara papah bisa menikahi ummi Aisyah?"

__ADS_1


pertanyaan Anggara telak membuat Rahman bungkam.karena memang papah nya itu menikah dengan Aisyah boleh di jodohkan oleh keluarga nya yang di Jogja,dan hanya melihat foto ummi Aisyah saja Rahman sudah menyetujui Nya dan akhirnya mereka ta'aruf sebentar dan tak menunggu lama langsung menikah.Anggara tersenyum kemenangan, karena jawaban nya membuat papah nya diam, sedang ummi Aisyah nampak tersipu malu.


"tapi status Renita ini, adalah Tante mu Angga" ucap Rahman walaupun pelan tidak sekeras tadi,tapi tetap saja berusaha membenarkan ucapan nya sendiri.


"oh,come on papah.... itu hanya status!..angga dan Renita tidak ada hubungan darah sama sekali papah tahu itu, dan aku mencintainya.. aku menginginkan Renita sebagai istri ku.. hanya Re_NI_TA! selain gadis itu,NO A WAY!" dengan tegas nya Anggara bicara dengan menekan kan setiap perkataan nya pada Rahman.


"kamu sudah yakin Dengan memilih Renita sebagai istri mu kelak Angga,ingat loh, pernikahan itu harus sekali seumur hidup kalau bisa, pernikahan itu bukan sekedar suka saja atau cinta, tapi juga harus saling sayang, saling menerima satu sama lain,dan satu yang penting SETIA"


kali ini ummi Aisyah yang bicara pada Anggara dia ingin memastikan bahwa Anggara benar benar dengan niat nya untuk menjadikan Adik bungsu nya itu sebagai istri dari anak sambung nya.


Aisyah berpikir, mungkin ini sudah jalan takdir dan jodoh Renita.


"insya Allah yakin ummi" jawab Anggara mantap dan yakin.


"baik lah kalau itu keinginan mu begitu kuat ingin menjadikan Renita sebagai istri mu, papah sebagai orang tua hanya bisa mendukung mu selama itu baik untuk mu"


akhirnya Rahman menyetujui keinginan Anggara setelah mendengar kan ucapan panjang lebar dari Aisyah tadi, dan membuat Anggar tersenyum lebar karena bahagia, keinginan untuk menjadi kan Renita sebagai istri nya di setujui oleh keluarga nya, terutama Aisyah.


lalu Anggara bangun dari duduknya berjalan ke arah pintu keluar rumah nya.


"loh kamu mau kemana lagi Angga? kamu belum mandi dan ganti pakaian mu sudah mau pergi lagi?" tanya ummi Aisyah heran melihat Anak sambung nya itu melangkah keluar dengan tergesa.


"aku akan menemui mas Adam, untuk meminta izin untuk melamar Renita ummi" teriak Anggara yang terus berjalan ke arah luar tanpa menoleh lagi.


Rahman hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya pelan.


lalu Aisyah mengambil ponselnya yang ada di atas meja.


"kamu mau telpon siapa mi?" tanya Rahman pada Aisyah


"Adam, aku mau ngasih tau Adam, niat kedatangan Anggara kerumahnya,biar nggak kaget, aku harus menjelaskan nya semua walaupun lewat telepon, aku tahu Adam itu orang nya bijaksana, tapi tetap saja pasti dia akan terkejut dengan niat Anggara itu*.


flashback off.


jadi akhirnya Adam sudah siap menyambut kedatangan Anggara ke rumah nya. karena sudah tahu dari kakaknya ummi Aisyah dengan maksud kedatangan Anggara itu yang ternyata ingin melamar Renita, walaupun dia tahu status Renita adalah sebagai Tante nya.tapi setelah dia melihat ada kesungguhan dan ketulusan dari niat Anggara itu, akhirnya Adam menerima lamaran Anggara.sedangkan Renita sendiri belum tahu status Anggara yang sebagai ponakan nya tanpa ada hubungan darah.karena memang dari lulus SMP Anggara sudah sekolah di Australi hingga S2 nya.jadi Renita tidak pernah tahu kalau Anggara itu anak sambung dari kakaknya Aisyah.


"


"


to be continued.


hai mom's suka dengan cerita nya?

__ADS_1


jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya 😊😊.


happy reading.


__ADS_2