
Renita senang melihat Anggara menunggu nya di tempat yang tidak terlalu memancing perhatian orang dia pun melangkah menuju di mana Anggara duduk, tangan nya sudah melambai ke arah nya dengan tersenyum manis,CK.senyum yang pastinya bikin para gadis pada meleleh.ribet emang punya suami tampan harus punya tameng hati berlebih.eh, Suami? aduh Renita bisa-bisanya Anggara kamu sebut suami padahal baru calon.rasanya wajah nya pasti merona dengan pikiran aneh nya.
Dan ketika Renita tinggal beberapa lagi langkah nya mencapai Anggara tiba-tiba saja dari Arah belakang badan nya terdengar suara seorang perempuan memanggil Anggara.
"pak Anggara!" suara itu manggil nama Anggara dengan sedikit lantang.
senyuman manis di bibir Anggara pun seketika hilang.begitu juga dengan Renita gadis itu menjadi diam menghentikan langkahnya, tak tahu harus bagaimana.
tampak wajah Anggara tak senang melihat siapa yang datang menghampiri nya.
"Anita?dia kok di sini?" gumam Renita kaget melihat Anita ada di Bandung tepatnya di hotel tempat para dosen mengadakan seminar.
berjalan dengan di buat gemulai, Anita mendekati Anggara yang sedang duduk di kursi.
tapi kini tatapan Anggara tidak tertuju pada Anita.tapi pria itu menatap khawatir pada Renita ketika gadis itu membalikkan badannya hendak melangkah pergi.
Anggara langsung berdiri dari duduknya dan mengejar Renita dengan melewati Anita begitu saja.
Anita tampak heran karena Anggara mengabaikan nya.dia pikir Anggara bangun dari duduknya untuk menyambut nya.
pandangan Anita mengikuti langkah Anggara dan matanya melebar ketika melihat Anggara berjalan cepat mendekati Renita.dan yang bikin tambah kaget Anita adalah..
Anggara dengan cepat memegang bahu Renita menahan agar gadis itu tidak pergi kemanapun.
"Ren, mau kemana kamu?" tanya Anggara padahal dia tahu penyebab nya.
Renita menoleh ke arah Anggara.
"lepas kan tangan mu Angga.. nggak enak tuh di lihat Anita" ucap Renita tampak khawatir.
"peduli amat, aku tidak peduli dengan mereka Renita.. yang aku tahu itu hanya kamu paham?"
tanpa minta persetujuan dari Renita Anggara merangkul mesra bahu Renita membimbing nya untuk duduk di meja di mana dia tadi duduk.
"ayo,kita makan.lihat tuh makanan aku udah dari tadi belum di makan karena nunggu kamu kelamaan" keluh Anggara dengan nada memelas.
dengan sedikit canggung Renita menurut saja ajakan Anggara bahkan pria itu menarik kursi untuk Renita mempersilakan gadis itu duduk di hadapan nya.tanpa perduli dengan Anita yang sedari tadi berdiri diam dengan wajah keterkejutan nya.
"pak Anggara" ucap Anita Dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
Anggara menoleh ke Anita.
dengan wajah datar nya.
"ada apa Bu? oh, maaf saya mau makan siang dengan CALON SAYA"
ucap Anggara tegas dengan menekankan kata calon saya pada Anita.dan Kontan saja.wajah Anita pias karena saking kagetnya dan tidak percaya apa yang baru saja dia dengar dari mulut Anggara.
"ca_calon pak Anggara? dia?" Anita menunjuk ke arah Renita tak percaya.sedangkan Renita bersikap biasa, terkesan acuh Renita berpikir dia sudah pasrah dengan sikap Anggara yang berterus terang tentang hubungan nya.karena Renita tidak mau Anggara marah, dan memperburuk hubungan nya.
sedangkan pernikahan nya tinggal tiga Minggu lagi.di tengah ke acuhan nya Renita hanya menghela nafas berat menyikapi hubungan nya dengan pria yang lebih muda dari dirinya.dan parah nya pria itu pemimpin dan pemilik yayasan tempat dia mengajar.
"ya sudah lah, nikmati saja apapun yang terjadi"gumam Renita pelan.mungkin Anggara maupun Anita tidak mendengar nya karena mereka masih sibuk berargumen.
"iya betul,Renita calon istri saya, dan tiga Minggu lagi kami akan menikah.tunggu saja undangan nya pasti sampai ke semua dosen dan pengajar"
"tapi pak,dia dosen baru di kampus, sejak kapan bapak mengenal nya?" tanya Anita Heran merasa tidak terima.
"siapa bilang aku baru mengenai nya.malah saya lebih dulu bertemu dengan Renita dari pada kamu.lagian ngapain Bu Anita ngurusin pribadi saya? mau bertemu nya kapan kek,bu Anita tidak perlu ikut campur yang penting saya mencintai wanita yang ada di depan saya ini.jadi tolong ya Bu, jaga sikap anda dan kalau tidak ada lagi yang mau di bicarakan, tolong ibu pergi karena saya mau makan dengan CALON SAYA dengan nyaman"
jelas Anggara menatap dingin Anita.
Akhirnya Anita Dengan membawa kemarahan di dada nya wanita itu berlalu dari hadapan Renita dan Anggara.
mengetahui Anggara pergi ke Bandung Anita merengek pada ayah nya Handoko yang notabene nya rektor kampus.untuk mengizinkan diri nya pergi ke Bandung untuk bertemu dengan Anggara.tapi setelah dia sampai di Bandung Anita malah kecewa, menelan pil pahit bertemu dengan Anggara hanya untuk mendengar kalau Anggara akan segera menikah dan yang bikin Anita marah ternyata calon istri Anggara adalah Renita dosen baru yang tidak pernah dia pikir sama sekali malah dia anggap remeh.
setelah mengetahui calon istri Anggara adalah Renita yang dia tahu dosen yang baru saja mengajar belum ada sebulan.
aakkkh!! Anita menghentak kan kaki nya yang teralas dengan sepatu high heels hingga hentakan nya mengundang perhatian orang yang di sekitar nya.
sedangkan Renita tampak sibuk dengan makanan yang ada di piring nya.
"kamu baik baik saja Ren?" tanya Anggara melihat Renita hanya diam sedari tadi.
Renita yang sedang asik dengan makanan nya menatap Anggara.
"aku baik baik saja, kenapa?"
Anggara menggaruk kening nya
__ADS_1
"kamu tidak marah?"
tanya Anggara lagi dia bingung dengan sikap diam nya Renita.
"tidak, kenapa aku harus marah? bukan kah itu hal wajar dan mungkin aku harus terbiasa dengan kejadian seperti tadi" jawab Renita tambah buat Anggara bingung.
"terbiasa apa nya Ren? maksud kamu apa sih?"
Renita hanya tersenyum tipis
"iya, aku harus terbiasa dengan kejadian tadi, mungkin entah berapa gadis lagi yang akan datang pada mu ingin mengklaim diri mu CK.. resiko kalau punya calon suami tampan harus banyak stok Sabar nya"
Anggara diam tak membalas ucapan Renita netra biru nya menatap lekat wajah cantik gadis nya menelisik raut wajah Renita yang tampak tenang namun menyimpan kekesalan.
Anggara mengangkat kedua tangan dan meraih satu tangan Renita dan menggenggam nya.
mata Renita melebar menatap horor ke arah Anggara.
"Angga..lepas ah, nggak enak di lihat orang" Renita buru buru melepaskan tangan nya yang di genggam Anggara tapi pria itu menahan tangan kecil itu tetap dalam genggaman nya.
"kamu kecewa memgenal ku Ren?"
tanya Anggara pelan.
"tidak, aku tidak menyesal ataupun kecewa mengenal kamu Anggara pramuja Subianto.. aku malah bahagia karena kamu memberikan kepercayaan pada ku untuk mengenal kembali rasanya memiliki,di miliki, mencintai dan di cintai hati ku kembali menghangat sekian lama nya hati ku dingin enggan mengenal rasa itu lagi"
jelas Renita wajah nya tiba tiba saja terlihat muram.
"benarkah? tapi kenapa kamu memilih aku di antara pria yang mengejar mu" tanya Anggara dengan tatapan menggoda.
"karena kamu tukang paksa!" sungut Renita mengingat kalau memang Anggara itu tipe lelaki yang suka maksa.
"ya.kalau nggak di paksa kamu mana mau Ren akhirnya aku kan yang jadi pemenang nya" timpal Anggara tanpa dosa.
"issh, pemenang.. emang nya kamu lagi berkompetisi dan aku taruhan nya gitu?"
"bukan gitu sayang... terima kasih sudah mau bersabar dan tetap berdiri di sisi ku"
*
__ADS_1
to be continued..