Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
ragu dan takut.


__ADS_3

Anggara hanya diam saja rasanya untuk bicara saja seperti nya saliva nya mengental hingga membuat seolah menyumbat tenggorokan nya untuk mengeluarkan suara.


Anggara seperti pria lugu saja yang baru pertama kali melihat gadis setengah nude.padahal separuh masa remaja nya di habis kan di Australia yang tentu saja dia sering melihat gadis bule yang seksi bahkan hampir nude yang berjemur di pantai.tapi apa ini? hanya melihat Renita memakai handuk sebatas dada nya.Anggara sudah gelagapan, darah nya mendesir hebat.mampu membangun kan sesuatu yang ada di dalam diri nya.


*ya Tuhan tolong aku...batin Anggara teriak.


sedangkan Renita masih saja belum sadar akan penampilan nya karena merasa kesal dengan ucapan Anggara yang menurut nya tidak lucu malah membuat nya takut.


"Anggara kenapa kamu diam saja?! kembali sana ke kamar mu!" sungut Renita.


Anggara tersadar dari keterpakuan nya.pria itu langsung membalikkan badannya membelakangi Renita.


"Renita.. cepat kamu masuk ke dalam kamar mandi" ucap Anggara dengan suara yang berat.


"kenapa kamu ngga?" tanya Renita heran karena Anggara berdiri membelakangi dirinya.


Anggar yang mendengar langkah Renita seperti mendekati nya..


"STOP! Renita! kamu jangan melangkah ke sini!!"


teriak Anggara. menahan langkah Renita. gadis itu menatap heran Anggara


"kamu tidak sadar keadaan mu sekarang? lihat dirimu Renita"


pandangan Renita tertuju pada dirinya dan.. matanya melebar ketika melihat dirinya yang hanya memakai handuk menutupi tubuh polos nya.dan berdiri begitu saja di depan Anggara pantas saja pria itu diam berdiri menatap dirinya dengan tatapan mata yang aneh.dan ..


AAA...! teriak Renita langsung lari masuk ke dalam kamar mandi dan menutup dengan keras pintu kamar mandi.


BRAKK!


"Angga kamu mesum!!!" pekik Renita


Anggara terkekeh, menggeleng kan kepalanya menyikapi tingkah Renita.


"siapa yang mesum sayang.. kamu yang memancing. siapa pun lelaki nya, kalau melihat seorang wanita cantik berdiri di depan matanya dengan kondisi seperti tadi.. pasti lelaki itu akan tergoda sayang.."membela diri nya.


tidak ada lagi suara dari dalam kamar mandi,Renita tidak lagi menyahut ucapan Anggara.


"untung saja aku masih bisa mengendalikan diri ku, tidak khilaf" gumam Anggara.lalu berjalan menuju pintu keluar. tapi sebelum Anggara benar benar keluar dari kamar tempat Renita menginap Anggara berhenti di depan pintu kamar mandi dan mengingat kan Renita.


"aku keluar Renita.. kamu kunci kamar mu ya! hati-hati kamu di kamar jangan sembarang membuka kan pintu untuk orang"


tak ada jawaban dari dalam kamar mandi.Anggara mengetuk pelan pintu kamar mandi.


"Ren, kamu kok diam saja? kamu tidur? jawab dong Ren.. jangan bikin aku khawatir" Anggara terus saja mengetuk pintu kamar mandi berharap Renita menyahut.

__ADS_1


"iya.. aku dengar, sudah sana buruan keluar bapak Anggara yang terhormat.." sahut Renita akhirnya.


Anggara tersenyum mendengar sahutan Renita.


"begitu dong,di jawab kalau calon imam mu bicara,ya sudah aku keluar ya, hati hati kamu"


"iya.. calon imam.. sudah ah!" sahut Renita lagi lama-lama Anggara bikin hati nya jengkel.


Anggara hanya tersenyum simpul menanggapi tingkah Renita.dan kali ini pria tampan itu pun keluar dari kamar Renita.


sedangkan Renita terduduk lemas di atas closed yang tertutup.


jantung nya belum juga berdetak normal.jantung nya masih saja berdebar kencang, wajah nya merona karena saking malunya.


"ya Tuhan..kanapa aku bodoh sekali sih,sampai tidak menyadari aku dalam keadaan polos di depan Anggara" gumamnya. Renita merasa malu.kalau saja acara seminar nya sudah selesai,di pastikan dirinya akan segera pergi dari hotel ini.


setelah Renita sudah membersihkan tubuh nya gadis itu keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah fresh, sekalian mandi karena tubuh nya sangat lengket akibat dari tumpahan orange juss Siang tadi di restoran.


_____


hari sudah menjelang malam jam menunjukkan pukul tujuh malam.Renita nampak sedang mematut diri nya di depan cermin.


suara ketukan pintu kamar nya terdengar di ketuk orang dari luar.


Renita mendekati pintu dan mengintip siapa yang mengetuk pintu kamar nya dari lobang kecil yang terdapat di pintu tersebut.


"Angga" gumam Renita dia masih saja berdiri di depan pintu. diam belum membukakan pintu untuk Anggara.


rasanya Renita masih malu untuk bertemu dengan Anggara karena kejadian tadi siang.


"Ren, kamu di dalam kan? buka dong pintunya" pinta Anggara sudah tidak sabar pintu kamar Renita tak kunjung di buka oleh gadis itu.


Anggara kembali mengetuk pintu kamar Renita.dan..


CKLEKK


akhirnya pintu itu terbuka. Renita tersenyum canggung menatap Anggara.


"A_ada apa?" tanya Renita.sedikit gugup.


"kamu lama banget sih bukain pintu doang" protes Anggara bukan nya menjawab ucapan Renita dengan Santai nya.Anggara tahu Renita malu bertemu dengan dirinya terlihat dari sikap Renita yang nampak canggung.maka itu Anggara berusaha bersikap tenang


'kita makan, kamu belum makan kan? apa kamu nunggu si Raga ngajak kamu makan lagi, seperti nya kamu lebih suka pergi makan bersama lelaki itu"


"ngomong apaan sih kamu, itu kan hanya kebetulan saja" terang Renita.

__ADS_1


Anggara tidak mau berdebat lagi.


"ya sudah kalau begitu,ayo kita turun ke bawah, pasti kamu udah lapar" Anggara menarik tangan Renita.


"sebentar" Renita melepaskan genggaman tangan Anggara.Renita masuk ke dalam kamar nya mengambil ponselnya serta tas kecil nya yang dia letakkan di atas nakas.lalu keluar dari kamar berjalan bersama Anggara menuju lantai tiga tempat Restoran yang berada di hotel tempat dia menginap ini.


ketika mereka tiba di depan restoran hotel yang berada di lantai tiga wajah Renita nampak menegang.karena dia melihat beberapa dosen satu tim nya sedang berada di dalam Restoran tersebut.


Renita menahan tangan Anggara dan menghentikan langkahnya.


Anggara menoleh ke Renita.


"kenapa Ren?"


"aku mau ke toilet dulu ngga, kamu duluan saja ya"


"kita bersama saja, aku tunggu kamu"


"eh, nggak usah ngga, kamu masuk ajah duluan, nanti aku menyusul"


Anggara memicingkan matanya menatap Renita.


"kamu sedang tidak lagi menghindar kan Ren?"


"tidak, siapa yang menghindar sih, sudah sana kamu duluan"


Renita mendorong pelan tubuh tegap Anggara agar masuk ke dalam Restoran. akhirnya dengan terpaksa Anggara masuk ke dalam restoran tersebut tanpa Renita.


Anggara berjalan ke arah pantry untuk mengambil piring dan mengisi nya dengan makanan yang berjejer menggugah selera.


merasa sudah cukup dan piring nya sudah terisi dengan makanan pilihan nya. Anggara mengambil buah semangka yang sudah di potong kecil-kecil serta semangkuk puding.setelah pria itu berjalan ke arah kursi yang berada di sudut ruang Restoran tersebut. matanya mengedar mencari Renita yang belum muncul juga.


"kemana gadis itu sih, lama banget ke toilet nya" walaupun Anggara sudah mengambil makanan tapi dia belum mau menyentuh makanan yang sudah tersaji di depan nya karena Anggara masih menunggu Renita.gadis itu sudah Lima belas menit pergi ke toilet dan belum kembali. dan Anggara rasanya sudah tidak sabar yang akhirnya memutuskan untuk menyusul Renita ke ke toilet.


dan ketika Anggara hendak beranjak dari duduknya senyum terukir di bibirnya karena melihat Renita sudah masuk ke dalam Restoran.pandangan mereka pun bertemu.


"aku Ambil makanan dulu ya" Renata bicara tanpa suara pada Anggara dengan telunjuk nya mengarah ke meja prasmanan.Anggara pun mengangguk dan tersenyum.


setelah Renita sudah mengisi piring nya dengan berbagai lauk kesukaan nya serta segelas jus strawberry gadis itu berjalan ke arah meja di mana Anggara duduk menunggu nya.dia senang karena Anggara memilih tempat duduk di sudut ruang tersebut sehingga tidak terlalu terlihat dengan pengunjung lain nya.karena terus terang saja Renita masih ragu dan takut kalau para rekan dosen nya melihat dirinya duduk berdua makan bersama sang pemimpin yayasan.


"tapi ketika dia tinggal beberapa langkah lagi sampai pada Anggara


dia menghentikan langkahnya karena..


*

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2