Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
karena cinta mati.


__ADS_3

tak ada yang membuat sela terkejut kala melihat sang adik ipar, ada balutan perban di di siku tangan dan kedua telapak tangan Renita.hingga membuat sela berhambur ke arah Renita.


"ya ampun Ren... kenapa kamu?! kok pada luka begini?"


tatapan sela men, scan seluruh tubuh Renita bahkan sela langsung mengambil alih tubuh adik ipar nya itu dari tangan Anggara, dengan wajah paniknya.


"ya ampun mba.. jangan berlebihan begitu ah! aku nggak apa-apa kok, cuma lecet ringan ajah? kenapa sih kalian ini jadi berlebihan begini?" tanya Renita sekaligus protes dengan sikap orang yang hari ini dia temui.


dan secara bersamaan Anggara dan sela menjawab perkataan Renita


"Karena sayang kamu!"


kontan membuat ketiga orang itu diam membeku dengan masing-masing pemikirannya.


Renita melotot ke arah Anggara karena ucapan pria itu.


sedangkan sela menatap Renita dan Anggara bergantian.dengan tatapan kepo akut.seolah meminta penjelasan


kalau Anggara? pria itu berusaha tetap tenang, padahal dalam hati nya merutuki dirinya telah mengucapkan kata Kramat tadi, dan parah nya di depan kakak ipar Renita.


tapi otak jenius Anggara sudah menyiapkan jawaban bila ada pertanyaan mendadak mencecar dirinya.


dan akhirnya sela sudah tak tahan untuk bertanya Pada Anggara.


"kamu siapa nya Renita? dan apa maksud ucapan mu tadi ha?"


"kak sela.. sudah ah, abaikan saja ucapan pak Anggara tadi" pinta Renita dengan wajah memelas nya karena dia tidak mau ada pembahasan panjang lebar saat ini.


tapi sela tak menggubris perkataan Renita dia tetap menunjukkan sikap, seolah menunggu jawaban dari Anggara.


Anggara hanya tersenyum tipis merespon sikap ke kepoan sela itu.dan.dia sedikit membungkuk kan kepalanya, lalu..


"perkenalkan nama saya Anggara pramuja Subianto, saya adalah atasan Renita di kampus, tepat nya sebagai pimpinan yayasan.


ucap Anggara dengan tenang memperkenalkan dirinya pada sela.

__ADS_1


dan menceritakan tentang kejadian kecelakaan tadi pagi yang menimpa Renita. hingga dia bawa ke rumah sakit untuk di Obati luka nya.


sela dengan seksama mendengar kan ucapan sang Arjuna bule itu dengan khidmat.hingga manggut-manggut.


"lalu apa hubungannya kamu dengan Renita?" tanya sela tetap kepo.


"untuk saat ini baru sebagai atasan saja" jawab Anggara terksan penuh arti.membuat Renita memicingkan matanya menatap sang Arjuna bule itu. tapi lain Renita, lain sela, rupanya kakak ipar Renita ini cepat tanggap dengan ucapan ambigu Anggara.


dan sela hanya senyam senyum nggak jelas sambil melirik ke arah Renita.


"oh begitu ya, baik lah.. terima kasih kamu sudah mengantarkan adik saya selamat sampai tujuan" ucap Sela ramah.


"nggak masalah, dan sudah kewajiban saya kakak ipar" ucap Anggara dengan entengnya memanggil sela dengan sebutan kakak ipar, membuat kedua wanita cantik itu membulatkan matanya.


"nggak masalah kan saya memanggil Anda kakak ipar?" pinta Anggara sambil tersenyum tipis.ekor matanya melirik sekilas ke arah Renita yang wajahnya merona.dan dalam hati sang Arjuna bule itu pun bersorak gembira.


"oh, nggak masalah.. silahkan kalau kamu mau, silahkan.. saya nggak keberatan kok" ucap sela tertawa kecil dengan khas gaya ibu ibu komplek.


"issh,kak sela..." ucap Renita tak enak hati dengan sikap kakak ipar nya itu yang mengeluarkan jurus ibu ibu komplek nya.


"ya sudah kalau begitu, bapak sebaiknya pulang, terima kasih atas bantuan dan tumpangan nya" ucap sela menyuruh Anggara agar pulang tidak secara langsung.


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu, kalau kamu belum bisa datang ke kampus, nggak masalah, nanti bisa aku urus.yang penting kamu istirahat saja agar luka mu itu cepat sembuh Renita"


"terimakasih pak, saya usahakan saya cepat mengajar, maafkan saya atas kejadian yang menimpa saya ini, yang mungkin mengganggu kegiatan saya mengajar di universitas x" ucap Renita pelan rasanya tak enak hati, baru pertama mendapatkan kesempatan untuk mengajar sebagai dosen di universitas x milik yayasan Handerson.malah begini kejadian nya.


"sembuh kan dulu luka mu itu, jangan kamu pikirkan yang lain nya"


setelah berkata seperti itu, Anggara langsung pamit pergi, dan pria tampan itu pun berjalan menuju mobil nya yang terparkir di luar halaman rumah Adam, mobil itu pun berjalan melaju pergi.


setelah Anggara pergi Renita melihat wajah sela yang sedang senyam senyum saja menatap Renita.


"kakak kenapa?" tanya Renita sambil berjalan melangkah masuk ke dalam rumah Adam beriringan dengan sela.


"seperti nya pria tadi itu, menyukai mu Renita.. kamu nggak peka amat sih?!" ucap Sela gemas pada Renita yang kelewat santai kalau urusan lelaki.

__ADS_1


"Kakak ini.. semua lelaki yang kakak liat ngobrol dengan ku di bilang suka dengan aku" cibir Renita.


"loh, emang bener begitu kan,, kamu ini jangan pura pura nggak tahu, kamu itu sudah usia dewasa, pasti tahu sikap lelaki yang menaruh hati pada mu Renita.. tapi kalau di banding kan dengan Darwin,kayanya Anggara lebih baik dari Darwin"


Renita tergelak mendengar ucapan sela yang aneh menurut nya.


Renita merebahkan tubuh nya di atas sofa ruang tengah rumah.lalu sela ikut duduk di sofa itu berhadapan dengan Renita.


"jangan tertawa begitu kamu.. dengar ya, kalau si Darwin itu, wajah nya mencurigakan, seperti banyak intrik, dengan kata lain, player lah gitu" ucap Sela yakin.


"ya ampun kak sela... dari mana kakak tahu kalau Darwin itu player? sok tahu ah" tanya Renita penasaran


"eh, kamu lupa ya aku ini pendidikan nya apa?" ucap sela telak membuat Renita diam tak enak hati, Karena memang kakak ipar nya ini adalah lulusan universitas Stanford California Amerika, jurusan spikolog.karena cinta mati dengan kakak nya Adam,sela rela pulang ke Indonesia untuk menikah dengan Adam yang awalnya tidak di setujui oleh keluarga sela yang menginginkan anak nya berkarir di luar negeri. tapi dia lebih memilih seorang Adam yang kini hanya bekerja sebagai PNS. sela bukan hanya cantik di luar, tapi hati nya juga cantik, menjadi istri idaman untuk Adam.dan kini sela hanya menghadiri seminar seminar saja.sedangkan waktu nya lebih banyak sebagai seorang istri yang mengurusi anak dan suami tercinta nya.


sela tersenyum tipis melihat Renita diam.


"maafkan aku kak, Aku hampir lupa, siapa kakak ipar ku ini, karena ke egois an aku" ucap Renita pelan menatap sendu wajah sela.


"eh, nggak masalah, kadang namanya orang, suka khilaf perkataan karena terbawa arus percakapan di antara mereka, jadi tenang saja..cuma.. kalau aku boleh berpendapat, Antara Darwin dan Anggara..kaya nya lebih baik si wajah bule itu deh"


"kak ih"


"eh, aku bukan nya sedang menjodohkan mu loh Renita... itu sih kembali pada penilaian mu sendiri"


lalu Sela berdiri dari duduknya dan..


"ikuti kata hati mu, jangan kamu lawan" ucap sela pelan menatap tajam ke arah manik mata Renita.


"


"


***To be continued.


hai mom's and sister, terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊

__ADS_1


jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya 😊


happy reading***.


__ADS_2