Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
seperti di khianati.


__ADS_3

semenjak Salma mengetahui suami kedua nya yang sebenarnya adalah cinta pertama nya yang telah di tinggalkan oleh istri nya ibu Dari Razetta, akan menjalin hubungan kerja sama dalam satu proyek sebuah kompleks apartemen terbesar di Swiss dan melibatkan beberapa perusahaan asing dari Eropa maupun asia termasuk perusahaan milik Rahman mantan suami nya. ya, Salma sudah mengikrarkan diri nya kalau dia sudah bercerai dari suami pertama nya Rahman Hakim Subianto ayah dari anak lelaki yang dia tinggalkan begitu saja di usia tujuh tahun.


sebenarnya hati nya sebagai seorang ibu sangat lah tersiksa ketika dia harus memutuskan satu hubungan yang pada akhirnya menghancurkan jiwa nya sebagai seorang wanita manapun seorang ibu. tapi kenyataannya rasa sakit hati nya pada Rahman akhirnya menutupi hati nya untuk tega meninggalkan Anggara yang pada waktu itu, menyayangi mama nya dan membutuhkan sosok seorang ibu.


setelah delapan belas tahun akhirnya Salma memutuskan untuk memberanikan diri untuk menunjukkan dirinya pada orang masa lalu nya terutama pada anak lelaki nya satu satunya yang telah dia tinggal kan. dan dengan rasa egois serta di dukung oleh kuasa yang di miliki oleh suami nya yang sekarang ini. dengan mudah nya Salma mengetahui kehidupan Anggara sekarang. dia menyuruh orang untuk mencari tahu bagaimana kehidupan anak nya itu dan setelah semua nya sudah valid, Salma sudah tidak sabar ingin bertemu langsung dengan putra tampan nya yang memiliki netra biru,sama seperti dirinya. apa lagi setelah Salma mengetahui kalau putra tampan nya itu tumbuh dengan baik, menjadi lelaki tampan yang cerdas dan berhasil satu lagi informasi yang membuat nya tambah bahagia perihal putra tampan nya itu adalah, sudah menikah dengan gadis baik-baik dan yang terutama gadis itu sangat cantik. Salma sudah menerima foto-foto keseharian Anggara dan Renita dari orang suruhan nya. dan itu cukup bagi nya untuk mengetahui bagaimana paras sang calon menantu nya. ya, egois bukan? sekarang dengan mudah nya Salma mengklaim semua yang pernah dia abaikan begitu saja dan dengan keserakahan nya dia ingin kembali memiliki nya. bahkan ingin menarik anak dan menantunya itu ke sisi nya.


semudah itu kah pemikiran yang ada di otak cantik wanita itu?


dengan bibir bergetar, mata yang menganak sungai Salma berusaha menampilkan senyum terbaik nya pada sosok pria muda yang ada di depan nya. perlahan dia melangkah maju mendekati Anggara yang raut wajahnya seperti sedang bertemu sosok hantu, wajah nya pias, tubuh nya bergetar entah apa yang sedang di rasakan oleh Anggara saat ini ketika melihat sosok yang dia ketahui sudah meninggal delapan belas tahun yang lalu walaupun memang, Anggara tidak tahu di mana makam sang mama karena yang dia tahu, kalau makam sang mama berada di Amerika. ketika dia menginginkan untuk kesana, papah nya tidak pernah mengizinkan entah apa alasannya Anggara tidak pernah di jelaskan sama sekali sampai saat ini.


"my boy.. Anggara pramuja. iya nak, ini mamah" Salma dengan suara bergetar mendekati Anggara, mengulurkan satu tangannya ke arah wajah Anggara, menyentuh pipi putra nya itu.


Renita yang melihat kejadian itu buru-buru keluar dari mobil dan berdiri di samping mobil tersebut dengan wajah yang kaget sekaligus penuh tanda tanya apalagi melihat sang suami yang terlihat seperti shock melihat wanita paruh baya yang masih cantik dan wajah nya ada kemiripan dengan suami nya netra biru yang wanita itu miliki sama dengan netra milik suami nya.


Renita terpaku memperhatikan


seakan baru tersadar dari keterpakuan nya Anggara menepis pelan tangan Salma yang menyentuh wajah nya. dengan cepat itu pula Anggara mundur beberapa langkah dari Salma.


"tidak, ini tidak mungkin! mamah ku sudah meninggal!"


Anggara memekik tak percaya apa yang sudah dia lihat saat ini. mata Anggara bergerak keatas hingga ke bawah menelisik keseluruhan tubuh wanita yang mengaku sebagai mamah nya. seolah apakah yang dia lihat adalah benar atau hanya halusinasi nya saja.


Salma tersenyum menanggapi sikap putra nya dia mengerti reaksi putra nya yang seperti itu.


"benar Angga, ini mamah mu, salma indriana Handersson itu kan nama mama mu?"


Salma menatap rindu putra nya kembali mencoba meyakinkan dengan menyebut nama lengkap nya. mata Anggara melebar mendengar penjelasan Salma. memang benar itu nama Mama nya. dan wujud nyata yang dia lihat sekarang ini pun benar adalah mamah nya walaupun usianya tidak lagi muda seperti dulu, tapi wajah cantik Mama nya tidak banyak berubah masih seperti waktu dulu yang Anggara kenal. dahi Anggara berkerut seperti sedang berpikir keras antara logika dan perasaan nya. Ada rasa rindu yang membuncah di dada nya di saat melihat sosok wanita yang ada di depan nya sekarang ini. tapi ada keraguan serta rasa kecewa. dan dia tidak mengetahui rasa kecewa atas apa yang sedang dia rasakan.


Anggara menoleh ke arah istrinya yang sudah berdiri di samping mobil.


"sayang, masuk ke dalam mobil sekarang!" pinta Anggara seperti tidak mau ada bantahan dari istri nya. dan seperti nya Renita paham dia pun hanya bisa menuruti keinginan suaminya dan tanpa banyak tanya lagi walaupun berbagai pertanyaan sudah bersarang di pikiran nya untuk di ajukan pada suami nya tapi saat ini Renita memilih diam. tak ingin menambah setuasi tambah berat. itu yang sekarang ada di otak pintar Renita. dengan gegas Renita langsung masuk ke dalam mobil yang tak lama di ikuti oleh Anggara yang langsung masuk dan memposisikan dirinya di kursi kemudi, menyalakan mesin mobil nya.


"pakai sabuk pengaman mu sayang"


lirih Anggara. bisa Renita lihat wajah sang suami yang merah padam, seperti menahan sesuatu di dalam dirinya lebih tepatnya emosi yang bergejolak di dalam jiwa Anggara.


Renita mengangguk dan memasang sabuk pengaman untuk dirinya.


Salma yang melihat Anggara bergerak cepat masuk ke dalam mobil, terkejut dengan gerak cepat Salma sedikit membungkukkan tubuhnya dan menggedor pelan kaca jendela mobil Anggara. dengan wajah panik seperti memohon.


"Angga, Angga..buka dulu nak.. dengar penjelasan mamah dulu,, jangan pergi nak!" Salma setengah berteriak memanggil Anggara dari luar mobil Anggara yang perlahan bergerak. Anggara tidak menggubris wanita yang mengaku sebagai mamah nya itu yang masih saja terus menempel di jendela mobil nya. hingga sampai seorang lelaki paruh baya berdiri menghampiri Mama nya itu dan meraih tubuh nya agar tidak lagi mengikuti mobil Anggara yang perlahan berjalan bergerak meninggalkan area parkir restoran.


"sudah dear, biarkan dulu anak mu itu.. mungkin ini semua terlalu tiba-tiba dan sangat mengejutkan nya. kasih anak mu itu ruang untuk menenangkan diri nya dulu beberapa hari ini, setelah itu baru kamu temui lagi oke?!"

__ADS_1


Robert memeluk tubuh istrinya yang bergetar karena terisak yang akhirnya membalikkan badannya dan membenamkan wajahnya di pelukan suami nya itu sambil terus menangis.


Anggara melihat interaksi kedua orang paruh baya itu dari spion mobil nya. hatinya berdenyut nyeri melihat pemandangan itu.


apa ini semua? kenapa aku seperti dikhianati oleh mamah ku sendiri? selama delapan belas tahun dia di tinggalkan kini wanita itu muncul kembali dengan tubuh segar bugar di matanya dan dalam pelukan lelaki lain bukan dengan Papah nya? batin Anggara terus berperang dalam pikiran nya. mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi di depan matanya.


selama perjalanan di dalam mobil hanya keheningan yang tercipta. Anggara hanya diam membisu wajah nya yang masih terlihat tidak baik-baik saja membuat Renita ragu untuk berucap dia takut ucapan nya malah menambah rumit pikiran sang suami. tapi ketika sudah separuh perjalanan Renita menautkan kedua alisnya menelisik jalan yang seperti nya bukan menuju rumah mas Adam ataupun ke arah keluarga Anggara.


"bang?"


Anggara masih diam tak menggubris ucapan Renita. matanya tetap fokus dengan jalanan.


"bang"


Renita kembali memanggil Anggara sambil tangannya menyentuh pundak lebar suami nya dan sedikit memberikan tekanan pada pundak lebar itu. dan seperti nya usaha nya berhasil Anggara sekilas menoleh ke arah istrinya dengan sedikit kaget.


"ada apa sayang?"


"kamu kenapa sih bang? di panggil dari tadi nggak nyahut sama sekali" bibir Renita mengerucut


Anggara tersenyum tipis melihat istrinya yang seperti itu.


"maaf sayang, aku terlalu fokus, ada apa?" Anggara menanggapi istri nya dengan tenang ya seperti nya Anggara mencoba mengendalikan dirinya. dia tidak mau istri nya kena imbasnya Dari kejadian yang membuat dirinya seperti melihat hantu.


Anggara tersenyum tipis dia lupa memberi tahu kalau arah yang dia ambil.


"ah, maaf aku lupa kasih tau ke kamu. kita akan ke apartemen Aku ya" jelas Anggara


"apartemen? kamu ada apartemen? di mana?"


"iya, apartemen yang sudah Abang siap kan jauh hari sebelum pernikahan kita dan tidak jauh dari kampus, jadi enak jarak nya tidak terlalu jauh dari kampus liat saja, pasti kamu akan menyukai nya"


tak lama kemudian Anggara dan Renita sudah sampai di sebuah apartemen mewah di daerah Casablanca apartemen orang-orang berkelas dan berduit tebal.


setelah menekan beberapa angka pada kunci digital pada pintu apartemen itu pun terbuka lebar.


"silahkan masuk nyonya Anggara"


dengan meraih pinggang istri nya Anggara menarik tubuh istrinya untuk masuk ke dalam apartemen mewah nya. mata Renita membola karena kagum dengan tatanan interior serta design mewah yang di usung apartemen milik suami nya.


"sejak kapan kamu memiliki apartemen ini?"


tanya Renita menatap lekat wajah suaminya.

__ADS_1


"setelah aku resmi melamar mu"


Anggara menoel ujung hidung Bangir istrinya.


"oh ya?"


ucap Renita kemudian melepaskan diri dari dekapan tangan suaminya dan berjalan meneliti semua sudut apartemen dengan mimik wajah yang masih terlihat kagum.


Anggara hanya tersenyum lebar melihat respon yang di perlihatkan oleh sang istri yang sanggup membuat dirinya selalu nyaman dan bahagia. karena itu pula dia seperti nya sedikit mengurai emosi nya yang tadi bersarang di dadanya, dengan hanya melihat istrinya.


kini Renita memasuki sebuah kamar besar yang di dalamnya ada ranjang berukuran besar serta lemari besar empat pintu yang tertanam di dinding sebelah kanan kamar tersebut. satu meja rias jati solid berdiri di sudut ruangan tersebut. lengkap dengan aksesoris serta peralatan rias wajah? Renita jadi tertarik untuk mendekati nya dan kini dia memperhatikan setiap detail apa yang telah tersusun di atas meja rias tersebut. lalu pandangan nya teralih pada Suami nya yang sedang berdiri di ambang pintu kamar sambil kedua tangannya di bersarang di dalam kedua kantong saku celana nya. memandang penuh cinta pada istri nya. seolah mengerti arti tatapan mata sang istri yang sekiranya penuh pertanyaan. Anggara melangkah mendekati Renita.


"semua aku persiapkan untuk kamu sayang" lirih Anggara menangkup wajah cantik istri nya. pandangan mereka bertemu saling mengunci.


Renita hanya terdiam dada nya berdebar kencang di tatap sedemikian rupa oleh suami nya. ada perasaan yang sangat membuat dirinya bahagia karena merasa sangat di perhatikan dan di manjakan. tak sanggup menatap lama suami nya, Renita menabrak kan diri nya masuk ke dalam pelukan suami nya.


Anggara terkekeh kecil lalu memberikan hujan kecupan mesra di pucuk rambut milik istri nya.


sejenak dia melupakan kegundahan hati nya dengan istri nya yang ada di dalam pelukan nya.


tak lama ponsel nya yang berada di saku celana nya bergetar, seperti ada pesan masuk ke aplikasi hijau nya.


"sebentar sayang"


Anggara mengurai pelukan nya pada Renita tanpa melepaskan pelukan nya satu tangan nya yang bebas merogoh kantong nya untuk mengambil ponsel di dalam nya.


dahi Anggara berkerut melihat sebuah pesan dari nomer telpon yang tidak tersimpan di ponselnya.


dengan rasa penasaran Anggara membuka aplikasi pesan itu.


maafkan mamah Angga, beri waktu untuk mama untuk menjelaskan semua nya.


seperti itu lah pesan itu. Anggara tersenyum sinis setelah membaca pesan terakhir yang bisa Anggara tahu dari siapa pesan itu.


"pesan dari siapa bang?"


Renita bertanya kapan melihat perubahan wajah pada suami nya yang seperti kesal dan sedikit muram?


"ah, bukan pesan dari siapapun, dan itu tidak penting sayang yang penting sekarang aku mau..."


Anggara menatap mesum istri nya dan..


*

__ADS_1


TBC..


__ADS_2