Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
pertalian darah.


__ADS_3

terkadang hubungan yang kuat pun akan menjadi retak begitu jika tidak ada lagi rasa penguat yang menyertai hubungan tersebut. apalagi hubungan yang melibatkan pertalian darah yang pasti nya selalu mengklaim itu adalah milik nya, dan tidak ada yang berubah sampai kapan pun walaupun waktu telah menggerus kental nya darah itu menjadi encer bagaikan air. tetap saja darah itu tetap mengalir deras pada setiap persendian dan tulang


itu pula yang di rasa dan di pikir oleh Salma Anggara tetaplah anak nya sampai kapan pun tidak ada yang namanya mantan anak. karena yang ada mantan suami. tapi masalah nya di sini Salma telah mempertaruhkan satu hubungan darah demi rasa sakit yang dia rasakan selama menjadi istri Rahman hakim Subianto yang menikahi nya dua puluh lima tahun yang lalu yang yang hanya dia rasakan kebahagian itu hanya lima tahun sedangkan dua tahun Salma dalam kepesakitan yang begitu dalam serta bertubi-tubi.


tapi apakah Anggara akan mengerti semua yang di alami oleh Salma?


entah lah Salma bingung harus memulai dari mana menjelaskan pada Anggara.


"kamu akan pindah hari ini Ren?"


Sela sedang melihat kedua adik ipar nya y yang sibuk mengepak beberapa barang pribadi nya.


hari ini Anggara akan mengajak Renita pindah ke apartemen nya


sudah tiga Minggu semenjak pernikahan nya mereka tinggal di rumah Adam dan hari ini Anggara sudah tidak mau menunda lagi untuk mengajak istrinya pindah ke tempat yang baru.


Renita menoleh ke arah sela yang duduk di kursi tunggal dekat jendela kamar nya.


"iya mba"


jawab Renita cepat lalu kembali melanjutkan aktivitas nya mengepak beberapa barang nya.


"belum ada sebulan kalian di sini"


wajah sela nampak tidak suka karena Renita harus pergi dari rumah nya. memang sela sosok kakak ipar yang baik dan hangat pada Renita.


Renita tersenyum dan berdiri, melangkah mendekati sela.


"mas Adam kemana Mba?"


Anggara menyela pembicaraan antara kedua wanita itu


"di teras sedang ngurus burung nya"


sahut sela santai tetap dengan raut wajah yang nampak masam


"burung?"


Anggara menautkan kedua alisnya


karena bingung sejak kapan Adam punya burung eh, maksud nya memelihara burung?


"mas Adam hobi pelihara burung mba?" Anggara kembali bertanya karena kurang yakin


"hobi lama mas Adam itu sih, seperti nya sekarang di kembali ke hobi nya"


bukan Sela yang menjawab tapi Renita yang tentu nya tahu hobi kakak lelaki nya itu yang suka memelihara burung.


Sela hanya bisa mencebik


"iya, karena hobi nya itu kadang susah di suruh ngapa-ngapain kalau lagi libur di rumah seperti sekarang ini hari Minggu. termasuk di suruh makan.


Anggara terkekeh mendengar penuturan sela.


"baik lah kalau begitu aku mau ke mas Adam dulu. cepat sayang beberes nya, kalau sudah selesai kita berangkat biar tidak kesorean"


Anggara tersenyum lalu sebelum meninggal kan kamar tersebut mengusap lembut pucuk rambut Renita.


"iya" Renita mengangguk


sela tersenyum penuh arti melihat interaksi kedua adik ipar nya.


"seperti nya suami mu itu sayang banget sama kamu Ren"

__ADS_1


Renita tersenyum tipis merespon ucapan sela.


"seperti itu kelihatan nya mba?"


"lho memangnya kamu tidak merasakan nya? mba saja yang lihat sikap Anggara seperti itu ke kamu bisa merasakan ketulusan dan besarnya cinta nya ke kamu"


memang seperti itu yang sela tangkap dari sikap dan tatapan Anggara ke Renita dan jangan lupakan apa profesi dan pendidikan sela saat ini dia adalah seorang psikolog handal dan terbaik di dunia nya jadi jelas dengan mudah sela bisa membaca sikap yang di perlihatkan oleh Anggara ke Renita.


Renita tersenyum malu dia sadar memang seperti nya suami nya itu sangat besar cinta nya untuk nya. dia pun kadang masih tidak percaya seorang lelaki seperti Anggara yang keseluruhannya penampilan nya adalah lelaki yang sangat di inginkan setiap wanita itu bisa jatuh cinta terhadap dirinya yang notabene nya umurnya lebih tua empat tahun dari usia Anggara.


"entah lah mba, aku pun rasanya masih tidak percaya sebegitu di cintai nya oleh Anggara padahal dia lebih muda dari ku"


ucap Renita pelan tersirat ada rasa tak percaya diri dalam perkataan nya dan wajah nya. lalu Renita duduk di sofa, berhadapan dengan sela yang duduk di sofa tunggal


"cinta tak mengenal usia Ren, tapi kita sebagai wanita wajib bisa memanjakan mata suami lho"


"memanjakan mata suami? maksud mba?" Renita tak mengerti maksud sela. sela tersenyum lalu pindah duduk nya di sebelah Renita lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Renita dan berbisik.


"kalau tidur pake baju yang seksi, jangan pakai baju piyama gambar Rapunzel begini Renita...." Sela menarik gemas baju tidur yang di kenakan Renita sekarang yang bermotif putri Rapunzel. Renita menatap horor sela karena tangan sela tanpa sengaja menarik baju Renita pas, bagian dada nya hingga tak sadar tangan sela ikut mencubit pucuk dada Renita. dan Sela menyadari itu.


"UPS! maaf" Sela nyengir kuda menutupi kesalahan yang tidak di sengaja nya. Dan Renita hanya mencebik menanggapi sikap sela.


"tapi ini kan nyaman mba"


Renita mencoba membenarkan pilihan pakaian tidur nya.


"ih, ya ampun Renita.. kamu tuh sekarang wanita bersuami! bukan seorang gadis lagi. kamu perlu menjaga keharmonisan rumah tangga mu di mulai dari ranjang mu yang harus membuat suami mu menemukan kehangatan bersama mu. apakah kamu pingin suami mu mempunyai pikiran liar di tempat lain ha?!" Sela terus memprovokasi Renita dan itu untuk kesadaran Renita kan? jadi seperti nya Sela berusaha untuk mendoktrin adik ipar nya yang kelewat polos padahal umur nya sudah sangat dewasa.


"tentu tidak!". Hati Renita tiba-tiba saja terasa terbakar saat mendengar ucapan terakhir sela.


Sela tersenyum puas melihat reaksi Renita.


"jadi apakah kamu masih betah memakai baju piyama bergambar Rapunzel ini ha?"


"baju ini pantes nya yang make mila ponakan mu" cibir sela


"issh,, mba sela bisa ajah ini kan tokoh anime favorit ku" bela Renita tak mau kalah.


"tapi sekarang sudah kadaluarsa buat kamu Renita ku sayang... "


dengan gemas nya Sela mencubit kedua pipi halus Renita hingga wajah itu memerah karena cubitan tangan sela.


"mba... sakit!" pekik Renita tertahan


lalu tak lama keduanya tergelak


"seru sekali seperti nya pembicaraan kalian"


Renita dan sela menoleh ke arah sumber suara bariton masuk ke pendengaran mereka. di lihat nya Adam berdiri di depan pintu kamar Renita yang tak lama di belakang nya muncul Anggara kemudian masuk melewati Adam yang masih berdiri di ambang pintu kamar.


"bagaimana sayang sudah siap semua?"


Anggara mendekati Renita memastikan semua nya kembali.


"sudah bang, aku tinggal mandi ajah"


sahut Renita lalu berdiri dari duduknya begitu juga dengan sela.


"baik lah, kalau begitu kalian siap-siap dulu"


Sela berjalan ke arah pintu dan langsung menggamit tangan besar Adam dan menarik tubuh besar itu untuk meninggalkan kamar Renita.


"ayo mas"

__ADS_1


Adam mengikuti saja di saat istri nya menarik tubuh nya.


setelah Adam dan sela meniggalkan mereka berdua.


"aku mandi dulu ya bang"


Renita melangkah ke arah kamar mandi tapi dengan cepat Anggara menahan tangan Renita


"mandi bareng" ucap Anggara pelan dengan tatapan penuh misi ke arah istrinya. Renita melotot mendengar Anggara ingin mandi bersama seketika tubuh nya meremang dan pikiran nya kemana-mana.


"nggak! kita mandi sendiri-sendiri"


tolak Renita langsung dan penuh ketegasan karena dia tidak mau ada misi tersembunyi dari tatapan suaminya. tapi sepertinya bukan Anggara namanya kalau menyerah begitu saja karena kalau sudah ada keinginan untuk sesuatu hal yang mendesak jiwa raga nya itu dia tidak akan membiarkan istrinya menolak. kalau begitu buat apa dia pakai izin segala meminta, itu kan cuma formalitas belaka saja dari bibir Anggara nyata nya? dia tetap mewujudkan keinginan nya itu dan...


AAAA... Abang! turunin aku ih!"


Renita berteriak karena kaget bin panik seketika tubuh nya sudah melayang dan kini sudah ada di gendongan suami nya dengan gaya bridstyle Anggara dengan tangan besar nya dengan mudah nya membawa tubuh mungil Renita ke dalam kamar mandi. Renita melingkar kan kedua tangan nya kuat-kuat di leher suami nya berpegang karena takut jatuh.


sampai di dalam kamar mandi


Anggara langsung melucuti piyama Renita satu persatu hingga semua nya lolos begitu saja dari tubuh sintal sang istri.


glek


Anggara menelan Saliva nya berkali-kali matanya tak berkedip sedetik pun melihat pemandangan indah terpampang jelas di depan mata mesum nya. matanya sudah berkabut menatap betapa indahnya dan tiada cacat di tubuh mulus istrinya. Renita hampir saja terasa mau pingsan karena saking malunya di tatap sedemikian rupa oleh suami nya seperti serigala lapar bersiap melahap mangsanya.


"Abang..mata mu itu, kenapa melihat ku seperti itu" lirih Renita suara nya sudah bergetar karena tak tahan dengan tatapan mata suami nya.


padahal sudah sering kali Anggara melihat bentuk tubuh polos istri nya tapi tetap saja dia selalu terpesona dengan makhluk hawa yang tuhan ciptakan untuk nya yang ada di hadapan nya sekarang ini.


"indah, tubuh mu sangat indah sayang.. aku selalu terpesona dengan bentuk tubuh mu yang sempurna ini apa lagi..." Anggara menjeda ucapan nya lalu berjalan perlahan mendekati Renita kedua tangan nya meraih kedua bahu istri nya lalu perlahan kedua tangan besar Anggara bergerak turun naik memberikan usapan lembut, lalu wajah nya di arahkan ke telinga Renita dan berbisik dengan suara yang sudah parau "apa lagi rasa mu sayang sangat nikmat, dan itu membuat ku selalu menginginkan diri mu dan membuat aku hangat dan nikmat di dalam mu"


seketika tubuh Renita lemas dan ada desiran hebat yang mengalir dari dalam tubuh nya mendengar ucapan Anggara. lalu pria itu memberikan gigitan kecil di telinga Renita kemudian berjalan ke leher jenjang nan mulus istrinya memberikan kecupan serta sesapan nikmat hingga membuat Renita meloloskan suara syahdu terdengar di telinga Anggara membuat lelaki itu terbakar gairah nya. tak cukup di situ Anggara dengan cepat menyambar bibir ranum berwarna pink itu masuk ke dalam rangkuman mulutnya bagai sebuah hidangan yang dia lahap dengan laparnya menerobos masuk ke dalam rongga mulut Renita menyapa setiap sisi dalam rongga wangi strawberry yang manis yang menjadi candu untuk nya hingga sampai kapan pun.


aahhh..bang


rintihan penuh kenikmatan terus lolos dari mulut Renita. menikmati setiap jamahan tangan dan bibir sang Arjuna yang tidak dia lewat kan satu senti pun membuat Renita terus menggelinjang hebat


hingga Anggara sudah tak tahan dia yang masih berpakaian utuh langsung melucuti pakaiannya sendiri satu persatu hingga terpampang lah bukti gairah lelaki tampan itu berdiri tegak menantang di hadapan Renita membuat wajah wanita itu memerah karena malu melihat pusaka keramat milik suami nya yang sangat perkasa Renita menelan Saliva nya matanya mengerjap berkali-kali karena kaget dengan ukuran pusaka suami nya yang besar nya nyaris sebesar pergelangan tangan nya. dia masih tidak menyangka kalau benda sebesar itu bisa masuk ke tubuh nya dengan seutuhnya.


Anggara terkekeh melihat respon istri nya melihat pusaka milik nya.


"kenapa sayang? kamu masih saja kaget lihat pusaka milik suami mu ini" ucap Anggara pelan dengan suara yang sudah parau dan berat satu tangannya mengurut pelan pusaka nya. dengan tatapan tak lepas dari wajah istrinya.


"sentuh lah" Anggara menarik satu tangan Renita, mengarah kan nya pada pusaka nya yang berdiri tegak


"aku.. aku"


"nggak apa-apa ayo sentuh dia, kamu pasti suka"


awalnya Renita terlihat ragu dan takut untuk menyentuh pusaka milik suami nya yang panjang, besar serta berurat itu. tapi perlahan dia memberanikan diri untuk menyentuh nya dan.. nafas Renita seolah berhenti sesaat katika telapak tangan nya mencengkeram pelan pusaka berurat itu. hangat, keras itu yang pertama kali Renita rasakan ketika menggenggam pusaka milik suami nya. memang baru kali ini Renita menyapa pusaka berurat itu dengan tangannya. Anggara terkekeh pelan karena reaksi yang di perlihatkan oleh istri nya tapi sedetik kemudian..


"aarrhhgg..iya sayang.. begitu enak banget" Anggara mengerang pelan di saat Renita dengan naluri nya, tangan bergerak turun naik mengurut pusaka berurat itu membuat sang empunya terpejam mulut nya mendesis nikmat dan reaksi yang di tunjukkan oleh sang suami membuat Renita menjadi semangat untuk terus menggerakkan tangan nya tak hanya sampai di situ Renita berinisiatif mendekat kan wajah nya tepat nya mulutnya ke arah pucuk pusaka yang sudah mengkilat dengan pelumas alami nya. Anggara melotot kaget karena gerakan Renita yang tidak di sangka nya


"sayang..ka_kamu belajar dari mana bisa tahu begini" dengan suara yang terbata Anggara bertanya karena heran istri nya mengetahui teknik seperti ini. Renita tersenyum puas lalu berkata setelah sejenak menghentikan aktivitas nya dan mengeluarkan pusaka berurat itu dari dalam mulutnya dan menatap penuh gairah ke arah Anggara


"kamu suka my hubby?"


"tentu saja, ini sangat nikmat sayang lanjutkan terus"


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2