Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
keserempet mobil.


__ADS_3

karena tangan nya terlanjur terulur dan ternyata Renita tidak mau bersentuh tangan.Darwin jadi salting, tersenyum kikuk.


"saya Darwin, teman sepekerjaan mas Adam"


"oh,saya Renita" kalau begitu silahkan di minum teh nya"


"terimakasih"


Darwin tersenyum menatap Renita yang pergi kembali ke dalam.


Adam yang memperhatikan sedari tadi tingkah Darwin hanya tersenyum, menggeleng pelan kepala nya.


dia tahu Darwin tertarik dengan Renita,tapi dia juga, tidak mau memaksa Renita untuk menyukai seseorang alih-alih menjodohkan Renita.karena Adam tidak mau kejadian empat tahun yang lalu terjadi lagi karena memaksa menjodohkan Renita dengan seseorang yang menurut keluarga nya baik,tapi kenyataannya, itu memperburuk keadaan Renita, menjadi trauma menjalin hubungan dengan seorang pria.


"khemm! Adam berdehem untuk mengalihkan pandangan Darwin yang sedari tadi tak lepas dari Renita.


membuat Darwin kaget dan kembali menetralkan wajah nya di hadapan Adam.


"adik mu cantik mas" aku Darwin tersenyum canggung.


"kalau cuma cantik doang,di luaran juga banyak wanita yang cantik, nggak cuma Renita ajah" ucap Adam tenang


"bukan itu maksudku, memang banyak wanita cantik di luaran sana, tapi, aku lebih menyukai adik mu"


Adam manggut-manggut tangan kanan nya menggaruk garuk dagu nya


"oh gitu ya, itu sih hak kamu lah"


"apa aku boleh mendekati Renita mas?"tanya Darwin, hati hati.


"silahkan,aku tidak keberatan.tapi satu yang harus kamu ingat, perasaan itu tidak bisa di paksakan, aku tidak pernah memaksa Renita atau sengaja menjodohkan nya.semua tergantung keputusan Renita, biarkan semua mengalir dengan berjalan nya waktu"


Adam tahu walaupun dia cukup riskan dengan usia Renita untuk kebanyakan perempuan, di negara yang masih menjunjung nilai-nilai adat istiadat, orang timur salah satunya Indonesia.


bibit, bobot yang kadang menjadi sangat masalah kalau gadis se usia nya belum menikah, kadang menjadi cibiran.tapi saat ini dia tidak peduli dengan omongan orang, karena ada yang lebih dia perduli kan dari adik nya itu.menghilangkan rasa trauma nya.


"tidak masalah, yang penting aku sudah minta izin pada mu untuk mendekati adik mu itu" ucap Darwin tersenyum lebar merasa senang sudah dapat izin dari Adam untuk mengejar Renita.


*tidak ada wanita yang menolak pesona ku, termasuk Renita*batin Darwin dengan pede nya yang setinggi gunung Semeru.


_______________


pagi menjelang,di kediaman keluarga Rahman hakim Subianto.


tampak Anggara menuruni anak tangga, dengan penampilan yang sangat rapi dengan style nya postur tubuh yang tinggi tegap, memakai kemeja berwarna navy dengan celana bahan warna hitam rambut nya yang tersisir rapi sedikit kebelakang. wajah bule nya menambah kombinasi lengkap pada wajah tampan nya, tak heran banyak wanita yang terpesona dengan ketampanan sang Arjuna bule


Anggara berjalan ke arah ruang makan untuk sarapan pagi nya.


sudah ada papah nya, ummi Aisyah di meja makan,dan juga Adik perempuan nya yang ceriwis Madina.


"good morning semua" sapa Anggara pada semua orang yang berada di meja makan.lalu dia pun menarik kursi yang ada di dekat meja makan untuk menyantap sarapan pagi nya.

__ADS_1


"pagi sekali kamu"tanya Rahman.


"iya,pap selain ke kantor yayasan,aku ada perlu yang lain"


"kak, kemarin ada kak Debi datang mencari mu, datang ke rumah" ucap madina dengan wajah masam, karena memang Madina tidak menyukai Debi yang kecentilan.


Anggara hanya diam tak menjawab pertanyaan Adik nya itu.


Rahman dan Aisyah saling pandang lalu..


"bagaimana hubungan mu dengan Debi Angga?"


akhirnya Rahman tak tahan ingin bertanya juga tentang hubungan Anggara dengan Debi.bukan tanpa alasan Rahman bertanya karena dia pikir selama ini, Anggara dan Debi terlihat akrab.dan pak marko juga dekat dengan keluarga Subianto malah menjalin kerja sama di bidang properti dengan perusahaan miliknya.


"hubungan yang seperti apa pap?" tanya balik Anggara


"ya, kamu tahulah, kalau kamu sudah cocok.. jangan lama-lama di biarkan anak gadis orang,apa lagi kalau papah bertemu dengan pak Marko, beliau seperti menyindir papah terus"


keluh Rahman.


Anggara yang sedari tadi diam sambil melahap sarapan pagi nya, mendengar kan ucapan papah nya akhirnya dia letakkan sendok yang dia pegang, belum lagi habis sarapan nya, menghela nafasnya pelan lalu menatap lekat wajah Rahman.dan menegakkan tubuhnya


Angga, tidak ada hubungan apapun dengan Debi pah,kami hanya berteman, HANYA BERTEMAN" sekali lagi Anggara menekankan kata kata hanya berteman pada Rahman.


"kalau dia menganggap aku lain dari teman, itu urusan dia..aku tidak peduli, karena Angga tidak pernah mempunyai perasaan apapun walaupun se cuil,, tidak ada! jadi kalau siapa pun yang meminta kejelasan apa hubungan Debi dengan aku, Aku jawab tidak ada!"


"ternyata gadis itu salah paham dengan sikap baik mu selama ini pada dia Angga" ucap ummi pelan menyela pembicaraan kedua lelaki berbeda usia itu.


"wah,kaya nya, kak Angga udah punya gebetan nih" goda Madina.


Anggara melirik sekilas adik nya,ada senyuman tak kentara di wajah tampan nya.


"sok tahu kamu"


"kalau memang kamu ada calon,bawa ketemu kami Angga,papah tidak mau kamu pacaran tanpa kami tahu dan jangan terlalu lama pacaran, tidak baik.kalau sudah cocok langsung lamar saja" ucap Rahman dengan nada yang tenang.


Anggara hanya mengangguk dengan mantap merespon ucapan Rahman.


"ya sudah kalau begitu Angga berangkat dulu, kamu mau ikut bareng kakak,Dina?" Anggara menawarkan mengantar kan Madina ke sekolah nya karena searah.


"tidak, aku antar sopir"


"kenapa nggak sekalian saja sama kakak"


"nggak lah, udah sana jalan nanti kak Angga telat"


Madina mendorong tubuh tegap Anggara yang berdiri di samping nya.


lalu tanpa banyak bicara lagi Anggara menghampiri kedua orang tua nya itu dan satu persatu mencium punggung tangan kedua nya.


"Angga berangkat, assalamualaikum!"

__ADS_1


"waallaikumu sallam... jawab mereka bertiga.


Anggara pun melangkah keluar rumah nya.menuju mobilnya yang masih terparkir di garasi.


______


katika dia sedang ada di persimpangan jalan x di daerah Jakarta barat jalanan yang sangat macet tidak seperti biasanya, hampir tidak bergerak.


"ada apa sih ini, tumben sampe tidak bergerak begini macet nya? dan kenapa jantungku berdegup kencang begini?" gumam nya dan ketika ada tukang asongan dari arah depan yang berjalan ke arah nya, Anggara membuka kaca mobil nya dan bertanya.


"pak, permisi mau tanya"


"oh iya pak?"


"di depan macet apa ya pak? padahal sudah dua kali lampu hijau,tapi hanya bergerak sedikit" tanya Anggara penasaran.


"oh itu pak,ada kecelakaan tadi seorang gadis pake motor Scoopy bewarna putih, keserempet mobil, kasihan,mana cantik"


Deg.


Anggara terkesiap mendengar cerita tukang asongan itu.dan mengetahui ciri ciri gadis yang di sebut kan tadi oleh tukang asongan tadi.


"semoga kali ini filling ku salah" ucap Anggara jantung nya menjadi berdebar-debar dengan tebakan yang ada di kepala nya.lalu tanpa bicara lagi Anggara menepikan mobilnya, kemudian turun dari mobil, lalu berlari sekencang nya, menuju ke arah dekat lampu merah,di mana katanya gadis yang keserempet itu berada.


dan ketika dia sampai di persimpangan tepat nya di lampu merah, ada beberapa orang mengelilingi seorang gadis yang duduk di sebuah bangku kecil di depan sebuah mini market, Anggara langsung mendekati kerumunan itu, dan menyeruak di antara orang orang itu. dan.


Deg.


kali ini tebakan Anggara benar, wajah pria tampan itu panik setelah tahu siapa gadis yang keserempet itu.


"ya Tuhan Renita, kamu?" ucap Anggara panik,apa lagi seorang lelaki muda sedang memberikan pertolongan pertama, sedang membersihkan luka luka lecet pada telapak tangan Renita yang pada lecet, sungguh tidak rela. Anggara langsung menggeser pria itu, dan mengambil kotak obat dari tangan pria muda itu.


membuat Renita dan juga pria itu terkejut dengan kedatangan Anggara yang tiba tiba.


"pak Anggara" ucap Renita pelan matanya membola


"anda siapa? kok Dateng tiba tiba gini?" protes pria muda itu tidak terima.


"aku pacar gadis ini" ucap Anggara entengnya.membuat mata Renita kembali membola dan ketika ingin bicara.Angga sudah menatap tajam ke arah Renita, seolah memberi peringatan agar diam saja.


dan seperti nya Renita,lagi lagi paham apa arti tatapan tajam yang di arahkan Anggara ke pada dirinya, walaupun kesel, akhirnya Renita menurut saja karena tidak mau berdebat di depan orang banyak. membuat Anggara senyum penuh kemenangan.


"


"


***To be continued.


terimakasih sudah mampir ke cerita saya, mom's..


jangan lupa tinggalkan jejak nya ya 😊😍***.

__ADS_1


__ADS_2