Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
tolong jaga wibawa anda.


__ADS_3

sesaat Renita diam membeku karena kecupan Anggara yang tiba-tiba.bukan perkara kecupan nya yang bikin Renita kaget dan pias tapi karena Anggara melakukan nya di tempat umum, masih di ruang dosen.


"ya ampun Anggara kamu nggak waras ya, ini kan di tempat umum bagaimana kalau ada yang melihat perbuatan mesum mu ini" ucap Renita dengan wajah paniknya celingukan ke sekitar tempat tersebut


Anggara tersenyum lebar tanpa beban


"biarin aja, kenapa kamu panik begitu Sayang.." ucap Anggara Santai malah dia menakup pipi tirus Renita dengan satu tangan besar nya tanpa rasa sungkan mengingat di mana dia berada sekarang ini


dan sudah bisa di tebak, Renita menepis tangan Anggara yang menempel di wajah nya serta mendorong tubuh tegap dan jangkung pria itu keluar dari ruangan tersebut.


"eh, sayang, sebentar.. aku belum selesai dengan kamu"ucap Anggara tidak terima dirinya di dorong keluar walaupun bisa saja dia menahan tubuh nya tapi Anggara membiarkan gadis itu berlaku sesukanya pada dirinya dan itu sangat menyenangkan buat nya. dan itu membuat Anggara tersenyum Puas karena bisa menggoda Renita satu hiburan untuk dirinya membuat Renita marah dan itu sangat menggemaskan tentu nya buat Anggara.


"kamu bisa bikin aku mati berdiri di sini bapak Anggara yang terhormat,, dan satu lagi, jangan pernah panggil saya sayang di di area kampus ini ingat itu, kalau kamu masih sengaja melakukan nya aku beneran marah" ucap Renita ketus setelah Anggara sudah berdiri di luar pintu. pria itu hanya nyengir kuda menanggapi Omelan kekasih hati nya tanpa dosa.


tak sadar tingkah mereka menjadi perhatian oleh setiap orang yang hendak melewati jalan itu yang harus terpaksa memilih jalan memutar memilih jalan lain karena sungkan melihat orang nomor satu kampus mereka tempati sedang bertingkah absurd dengan seorang dosen wanita, menurut kabar yang beredar dosen wanita itu adalah calon istrinya.


termasuk para dosen yang sudah kembali dari jam makan siang nya mereka sengaja menahan diri untuk tidak masuk dulu karena mereka ingin memberikan waktu untuk sang pemilik yayasan yang sedang memuja cinta nya.


dan baru kali ini pula mereka melihat pemilik yayasan itu bertingkah seperti anak remaja yang sedang kasmaran yang biasanya dia lihat seorang Anggara selalu berwajah kaku dan selalu memasang wajah serius dengan kata lain penuh wibawa.


tapi apa yang mereka lihat sekarang ini? seorang Anggara pramuja Subianto, bertingkah absurd dan tak tahu malu nya terus saja menggoda Renita hingga gadis itu marah dan jangan tanya lagi bagaimana wajah gadis itu yang terlihat memerah seperti kepiting rebus dengan kulit nya yang putih lobak sangat kentara sekali.dan ketika Renita menyadari kalau ada beberapa pasang mata yang memperhatikan kelakuan mereka termasuk Anita yang baru saja tiba merasa heran dengan para teman sejawat nya yang sedang berkerumun Anita pun menyeruak di antara kerumunan itu dan menuruti arah pandang para dosen itu dan wajahnya terlihat tidak senang setelah mengetahui apa yang yang sedang terjadi di depan sana, tepat nya di depan pintu ruang dosen sedang ada drama cinta yang sedang berjalan yang menjadi perhatian oleh para teman sejawat nya parah nya lagi para mahasiswa yang kebetulan berada di area tersebut pun ikut tidak melewatkan kesempatan langka tersebut. wanita itu berdecak kesal kedua tangan nya mengepal kuat menahan rasa gejolak emosi di dada nya..ketika dengan masa bodoh nya Anita Hendak melangkah maju, tangan nya dengan cepat di cekal oleh sari


"eh,bu Anita mau kemana?" tanya sari dengan kedua alisnya yang bertaut menatap tajam Anita.


Anita merasa kaget sekaligus tidak senang dengan tindakan sari terhadap nya

__ADS_1


"mau masuk lah, ngapain kalian masih berdiri di sini?!" ucap Anita ketus wajah nya merengut pandangan nya tertuju pada tangan sari yang mencekal tangan nya


"lepaskan tanganmu bu sari" pinta Anita datar mencoba


menghela nafasnya kasar dan menormalkan kembali dirinya.


sari melepaskan cekalan tangan nya pada tangan Renita.


dan setelah tangannya lepas dari cekalan Sari Anita mendengus kasar dan kembali melangkah


"eh,bu Anita tunggu!" ucap Sari sedikit berteriak kaget Anita tetap melanjutkan langkahnya menuju ruang dosen.sari hanya menggeleng kan kepala melihat sikap Anita mereka hanya bisa saling pandang melihat sikap Anita yang seperti itu karena bukan rahasia lagi kalau Anita menyukai seorang Anggara tapi tersingkir kan setelah mengetahui Anggara sudah mempunyai calon istri. dan yang menjadi kejutan lagi wanita yang beruntung itu adalah Renita dosen yang baru saja mengajar di kampus ini.


dengan santai nya Anita berjalan ke arah ruang dosen tersebut di mana masih ada Anggara dan Renita yang sedang berulah di situ. kedua nya menoleh di saat Anita sudah dekat dengan mereka berdua dan dengan sengaja nya Anita masuk ke dalam ruangan itu sembari menabrak kan bahu kanan nya pada bahu Renita dengan kasar sehingga membuat Renita yang tanpa persiapan sedikit oleng ke samping.


kalau saja Anggara tidak cepat meraih tubuh kekasihnya itu maka sudah di pastikan kepala Renita akan membentur daun pintu.


dan kejadian itu tentu saja tak luput dari perhatian oleh para dosen yang ada di situ kaget dengan sikap nekad Anita.


"kamu tidak apa-apa?" Anggara memeriksa keadaan kepala Renita khawatir ada yang terluka


sementara Anita seolah tidak merasa bersalah menoleh ke arah Renita dan tersenyum miring lalu kembali berjalan menuju meja kerja nya.


Anggara sangat geram melihat tingkah memuakkan Anita.


dan ketika Anggara melepaskan tubuh Renita dan hendak berjalan ke arah Anita.. dengan cepat Renita menarik tangan kekar itu menahan nya agar tidak bertindak yang bikin jatuh wibawa nya.Anggara menatap lekat Renita gadis itu menggeleng kan kepala pelan membalas tatapan Anggara.dan pria itu hanya mendengus kasar.menghempaskan kembali emosi nya.

__ADS_1


"pak Anggara yang saya hormati dan saya cintai, tolong pergi dari sini ya, lihat di sekitar anda sekarang ini sudah banyak orang yang memperhatikan kita.tolong jaga wibawa anda" ucap Renita sedikit berbisik namun menekankan kata-kata nya.


Anggara pun paham dengan setuasi yang di ucapkan Renita dan akhirnya menghentikan aksi nya menggoda Renita kembali ke mode serius nya walaupun masih ada senyuman ganteng nya masih terlihat di wajah tampan nya yang kini berubah menjadi wajah ke khawatiran.


"kheem! Anggara berdehem menormalkan kembali dirinya dan merapikan lengan kemejanya yang terlihat sedikit kusut karena tarikan tangan Renita tadi Anggara melirik sekilas ke arah kanan koridor kampus dan memang sudah banyak dosen yang kembali dari jam makan siang nya mereka masih berdiri tidak berani untuk berjalan masuk ke dalam ruangan itu.


"baik lah aku pergi, tapi jangan lupa nanti pulang kita bersama karena kita akan ke butik Tante Bella untuk fiting baju pengantin kita, jangan lupa ya sayang " ucap Anggara mengingat kan Renita dan Anggara kembali memanggil Renita dengan sebutan sayang dan itu membuat Renita gugup wajah nya kembali merona karena malu karena ucapan Anggara tadi membuat sebagian dosen yang mendekat nya kasak kusuk dan tersenyum ke arah mereka berdua.


"kamu dengar Renita?"


"iya..pak Anggara yang terhormat saya denger ya udah sana hus,hus" sahut Renita seraya menggerakkan telapak tangan nya mengusir Anggara.pria itu mencebik merespon tingkah Renita


"awas ya kamu, nanti aku hukum perbuatan mu ini" ucap Anggara dan melangkah pergi dari depan pintu itu


Renita hanya tersenyum seraya mengerutkan hidung mancung nya meledek Anggara.pria itu menggeleng pelan kepala nya melihat tingkah Renita lalu berjalan


menuju kantor nya melewati para dosen dan mahasiswa yang kebetulan berada di tempat itu


dengan wajah datar nya Anggara hanya mengangguk pelan merespon sapaan para dosen dan mahasiswa yang menyapa nya.


*astaga Renita kamu benar-benar ingin aku terkam ya.batin Anggara melihat sikap yang menggemaskan Renita.


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2