Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
gara-gara perkara sambel!


__ADS_3

di kampus. Renita berjalan gontai menelusuri lorong kampus wajah nya terlihat pucat. setelah selesai dari kelas Renita merasa tubuh sangat lemas padahal tadi pagi dirinya sarapan nasi goreng bersama suami nya tapi sekarang perut nya sangat lapar, malah rasanya sangat lapar seperti belum ada masuk makanan ke dalam perut nya.di tambah lagi, Kepala nya terasa pening dan berat.


"pusing sekali kepala ku" gumam Renita satu tangan nya memijit ringan kening nya.


krucuk


Renita meringis sambil tengok kanan dan kiri melihat situasi karena khawatir malu suara perutnya yang kosong kedengaran oleh orang lain.


sontak saja Renita tersenyum lega karena tidak merasa tidak ada yang mendengar suara demo dari dalam perut nya yang minta di isi.


"seperti nya aku pusing karena belum makan" Renita bicara di benak nya.merasa perutnya sudah berteriak agar di isi oleh makanan, lalu Renita melipir ke arah kantin. tiba di kantin, Renita menghampiri salah satu stand yang menjual mie ayam, makanan favorit nya.


memang Renita sangat memfavoritkan makan yang satu ini ke dalam daftar makanan favorit nya.


"eh ibu bos,, mau pesan mie ayam nya?"


Renita tersenyum ramah karena sapaan mas Yono, penjual mie ayam yang ada di kantin kampus nya.


"iya mas, pake pangsit rebus nya ya yang banyak kan"


suka sekali Renita kalau makan mie ayam ada pangsit rebus nya nah, kebetulan mie ayam nya mas Yono menyediakan nya jadi, Renita pasti minta lebih pada penjual mie ayam tersebut dan mas Yono sudah tahu kalau dosen cantik kampus ini sekaligus istri pemilik kampus ini suka sekali dengan pangsit rebus dan tentu saja dengan senang hati ia akan memberikan lebih, pada dosen cantik itu.


"siap bu bos..di tunggu sebentar ya. silahkan duduk dulu nanti mie ayam nya saya antar" ucap mas Yono dengan senyum lebar nya.


Renita tersenyum tipis, mengangguk


"oke mas. saya duduk di pojok sana ya" Renita menunjuk bangku bagian pojok yang ada di kantin itu.


"siap bu bos" sekali lagi mas Yono menimpali ucapan Renita dengan antusias nya.


Renita berjalan ke arah bangku yang dia tuju sambil menggelengkan kepalanya karena panggilan mas Yono ke dirinya. berlebihan dia pikir,


sudah beberapa kali di peringatkan agar penjual mie ayam itu merubah panggilan terhadap dirinya. tapi tetap saja kembali seperti itu yang akhirnya Renita enggan protes lagi

__ADS_1


dalam hatinya bicara 'terserahlah!'


karep mu'


Renita duduk dengan nyaman di bangku kantin, menunggu mie ayam nya yang di pesan nya cukup lama memang karena tadi dia lihat mas Yono sedang kebanyakan yang dia layani. sambil menunggu Renita membuka media sosial nya berlogo burung biru banyak sekali berita yang sedang trending.


"sendiri aja nih"


suara seorang lelaki menyapa Renita dengan senyuman nya.


"hm?"


Renita yang sedang fokus dengan ponsel nya mengangkat wajah nya melihat seorang lelaki berdiri di hadapan nya.


"Raga?"


lelaki itu yang ternyata Raga tersenyum pada Renita.lalu tanpa meminta izin lagi Raga duduk di hadapan Renita yang terhalang oleh meja persegi yang terbuat dari kayu


"sendiri kamu Ren?"


"iya. kamu bisa lihat sendiri kan?" ucap Renita santai lalu kembali fokus dengan ponsel nya seolah tidak perduli keberadaan Raga duduk di bangku yang ada di depan nya.


"ah, iya. kamu memang sendiri sih kelihatan nya jadi boleh dong aku duduk di sini temenin kamu makan siang" sambil bicara, Raga mendudukkan tubuh nya pada bangku berbahan kayu dengan panjang kira-kira satu setengah meter.


Renita tersenyum tipis mengangguk, merasa konyol melihat sikap lelaki tampan berkacamata itu yang menjadi teman lama nya. ah bukan teman lama sih, lebih tepatnya kenalan lama karena mereka dulu pernah satu sekolah sewaktu SMA di Jogja. sempat dekat karena waktu kelas XII Raga adalah ketua OSIS dan Renita salah satu siswi aktif di OSIS karena itu Raga kenal dan ya... tidak terlalu dekat sebenarnya. mungkin karena Raga melihat wujud sekarang Renita yang semakin cantik jadi lelaki yang dulu sempat menjadi rebutan atau di idolakan oleh kaum hawa di sekolah nya dulu di SMA itu, terpesona atas perubahan yang terjadi pada Renita sekarang. wanita yang dulu dia anggap biasa saja tapi sekarang menurut nya luar biasa dan hanya Renita gadis yang tidak pernah caper terhadap dirinya dulu, tapi sekarang? Raga yang ceper pada Renita. tapi sayang, semua nya terlambat Raga sangat menyesali atas kekalahan tidak bisa memiliki gadis cantik yang dulu pernah dia Anggap biasa saja.


"bukan nya kamu nggak perlu izin lagi pada ku? karena kamu sudah duduk terlebih dahulu"


bahasa Renita memang terdengar akrab pada Raga bila sedang hanya berdua saja.


Raga menggaruk tengkuknya dan terkekeh pelan, karena apa yang di ucapkan Renita membuyarkan pikiran nya yang kemana-mana.


"kalau gitu makasih kalau kamu tidak terganggu"

__ADS_1


ucap Raga pelan tersenyum kaku menatap lekat wajah wanita yang sempat menawan hati nya mungkin sampai detik ini Raga masih belum bisa menghilangkan rasa suka nya pada teman lama nya ini. tapi sayang dia kalah cepat dan kalah saing tentu saja oleh Anggara.


lelaki yang umurnya lebih muda dari Renita dan dirinya bukan hanya itu saja, lelaki itu punya segalanya yang tidak Raga miliki.


tak lama mas Yono datang dengan suara khas Jawa tegal nya, menyela pembicaraan canggung antara Renita dan Raga.


satu mangkok mie ayam dan jus jeruk hangat berada di atas baki yang di bawa mas Yono.


"Monggo Bu bos... pesanan nya"


dengan suara terdengar sopan, dengan hati-hati mas Yono meletakkan kedua pesanan Renita di atas meja, hadapan Renita.


netra coklat terang Renita berbinar seketika melihat pesanan nya mie ayam favorit nya datang. rasanya air liur nya hampir menetes kalau saja tidak dia tahan karena sudah membayangkan enak nya mie ayam mas Yono yang sebentar lagi akan habis pindah kedalam perut nya. yang semakin lapar saja entah Renita juga bingung akhir-akhir ini selera makan nya meningkat drastis membuat dirinya meringis sendiri membayangkan kalau tubuh nya bisa bengkak akibat kebanyakan makan.


"terima kasih mas Yono...mie nya"


ucap Renita mengucapkan rasa terima kasih nya sekaligus rasa bahagia nya hanya karena semangkuk mie ayam, sudah ada di depan matanya. mas Yono tersenyum mengangguk ramah, lalu pergi dari hadapan Renita dan Raga.


pria itu tersenyum tipis memperhatikan setiap gerakan Renita yang sedang mengaduk mie ayam. saat Renita mengambil mangkuk kecil yang berisi sambal dan menyendok nya dengan takaran cukup... banyak. mata Raga melebar


dengan cepat satu tangan besar nya menahan pergelangan tangan Renita yang akan memindahkan satu sendok sambal berwarna merah pekat dengan takaran yang cukup banyak ke arah mangkuk berisi mie ayam milik Renita, agar tidak bergerak. dengan mimik wajah meringis ngeri.


"stop, Renita.ingat penyakit lambung mu, jangan terlalu banyak pake sambal nya" Raga memperingati Renita karena dia tahu penyakit Renita yang satu itu sejak dulu. Raga tahu kalau Renita punya penyakit lambung. Raga menatap khawatir namun ada ketegasan di sorot mata lelaki itu.Renita balik menatap Raga dengan tajam ada raut tidak suka dari tatapan Renita pada Raga.


tatapan Renita pun berpindah ke arah tangan nya yang di cekal oleh tangan Raga sesaat, lalu kembali menatap tajam Raga. baru saja Renita ingin mengangkat mulut nya hendak bicara untuk protes atas sikap yang Raga tunjukkan, tapi sudah di dahului oleh suara berat seseorang yang sangat dia kenal.


"lepaskan tanganmu dari tangan istriku!"


Renita dan Raga seketika menoleh ke arah sumber suara dan orangnya tau-tau nya sudah berdiri di samping nya dengan tatapan mata setajam silet ke arah Raga rahang lelaki itu mengeras karena Raga masih mencekal lengan Renita belum melepaskan nya walaupun dirinya sudah berdiri di situ.


"sial,, gara-gara perkara sambel!"


rutuk Renita dalam benak nya ketika menyadari situasi.

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2