
Anggara berjalan cepat,mata nya mengedar mencari gadis yang telah menyita perhatiannya sekarang ini.
dan tiba-tiba saja telinga Anggara mendengar sayup-sayup suara tangisan, Anggara terus berjalan mencari arah suara itu, dan ketika dia mendekati toilet wanita yang sedang keadaan sepi.suara tangisan itu semakin jelas, Anggara celingukan takut ada orang yang akan melihat dia masuk ke toilet wanita.
Anggara pun melangkah masuk ke dalam toilet wanita berjalan mengendap-endap dan benar saja, Itu suara yang Anggara kenal dengan baik.sekejap hati nya mencelos setelah tahu suara itu.
"Renita?" ucap Anggara langsung menyebut nama itu.seketika suara tangis itu berhenti tak terdengar lagi.tapi bisa Anggara dengar gadis itu masih terisak.
"Renita, jawab aku.. Aku tahu itu kamu yang di dalam"
tetap tidak ada jawaban dari dalam bilik toilet yang sepi itu, yang memang khusus untuk para Dosen.
"kalau kamu tidak mau menjawab aku akan mendobrak pintu toilet ini satu persatu" ancam Anggara.
tapi tetap saja tidak ada suara dari dalam bilik toilet.
"baik lah, seperti nya kamu mau cara yang kedua,, jangan salah kan aku ya"
Anggara mulai berhitung mundur untuk mengambil aba-aba untuk mendobrak pintu toilet.
"tiga"
"dua"
"sa... belum selesai Anggara menyelesaikan ucapannya tiba-tiba pintu toilet yang paling pojok terbuka, tapi tidak ada orang yang keluar dari situ.Anggara tersenyum tipis melihat itu, dengan cepat dia melangkah ke arah Bilik toilet yang paling pojok itu.
lalu membuka lebar pintu itu.
"Renita?" Anggara melihat Renita duduk di atas kloset duduk yang tertutup dengan mata, hidung yang memerah karena menangis.Anggara langsung menarik tubuh Renita agar berdiri dan memeluk nya.
"apa aku menyakiti mu? maafkan aku" lirih Anggara.terus mendekap erat tubuh Renita.
sedangakan Renita bergeming, tidak membalas pelukan Anggara.gadis itu hanya diam, hanya terasa dada nya turun naik karena masih terisak.Anggara merasakan nya itu.dan memeluk lebih erat lagi hati nya Terasa sakit melihat gadis yang dia cintai itu menangis.
"lepasin aku"
Renita mencoba mendorong tubuh tegap Anggara yang begitu erat mendekap tubuh nya.karena dorongan Renita yang sangat kuat, Akhirnya Anggara melepaskan pelukannya pada Renita. dan setelah Anggara melepaskan pelukannya.Renita dengan cepat melangkah keluar dari toilet itu, tapi dengan cepat Anggara mencekal lengan Renita.
"mau kemana kamu Ren?"
"mau keluar lah,, kamu sadar sedang ada di toilet wanita? gimana nanti kalau ada yang masuk ke sini dan melihat kamu di sini, nanti bisa bisa di kira kita sedang berbuat aneh di sini ?!" ucap Renita ketus menatap tajam ke arah Anggara.
Anggara tersenyum merespon ucapan Renita.tapi tidak melepaskan cekalan tangan nya pada Renita.
__ADS_1
"biarin ajah,toh memang kita di sini sedang berbuat yang iya,iya"
"apa maksud mu? lepasin tangan ku Anggara.."
"kenapa kamu menangis hm?"
Anggara kembali menarik tubuh Renita merapat ke tubuh nya.dan melingkar kan tangan nya di pinggang Renita.hingga tak ada jarak antara kedua nya.membuat Renita sedikit gugup dengan posisi nya sekarang ini.
"aku tidak apa apa, aku hanya kepedesan tadi habis makan pake sambel kebanyakan" Renita berkilah, dan sungguh kata kata yang tidak masuk akal,lain dengan kenyataan nya.
Anggara terkekeh geli mendengar alasan yang tidak masuk akal dari mulut Renita.
"kamu cemburu?"tanya Anggara menatap lekat.
"tidak, siapa yang cemburu.. buat apa aku cemburu..pada siapa aku cemburu..apa ada orang yang layak aku cemburui? kamu? memang nya siapa kamu? memang nya kamu siapa aku yang harus aku cemburui ha?!" ucap Renita dengan berapi-api menatap dalam manik biru Anggara.
Anggara hanya diam tak bicara.pria ber netra biru itu hanya memandangi wajah cantik Renita yang nampak frustasi.dengan tatapan penuh arti.
dia diam, Anggara mengerti gadis yang ada di hadapannya ini sedang marah, karena terbakar oleh cemburu.
dia tidak menyangka niatnya hanya ingin iseng menggoda Renita dengan mengajak Anita makan siang bersama nya,malah akhirnya memperkeruh keadaan.yang berakhir Renita meradang.
kemudian Anggara meremas pelan kedua bahu Renita dan menatap lekat wajah gadis nya itu.
"tapi aku hanya rasa tak enak hati saja,, dan juga aku dan Raga itu kan pernah kenal dan berteman, jadi tidak ada salahnya kan? hanya makan siang Anggara...dan kau? apa kamu berniat membalas ku? ya, dan itu berhasil!" ucap Renita dengan suara tertahan.
Anggara kembali di buat diam oleh ucapan Renita.
"seperti nya, hubungan ini tidak akan berhasil, lebih baik kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini, sebelum kamu melangkah lebih jauh dalam hubungan ini" ucap Renita suaranya terdengar bergetar.
kontan saja wajah Anggara pias mendengar ucapan Renita yang seperti itu.
"apa yang kamu bicarakan Renita?!
sadar kamu?"
"iya, aku sadar! seperti nya aku tidak bisa bersaing dengan wanita-wanita cantik berikut nya ada di sekeliling mu, dan seperti nya kamu menikmati nya"
"Renita.. aku tidak mau hubungan kita berakhir! itu tidak akan terjadi kamu harus tahu itu! jangan bicara sembarangan,wanita cantik yang lain yang mana ha? tidak ada.. maafkan aku kalau aku menyakiti perasaan mu, tapi bukan itu maksudku"
Renita mencebik merespon ucapan Anggara, dengan memalingkan wajahnya dari sang Arjuna.
"sudah, aku lelah, mungkin lebih baik memang Kita tidak berhubungan.. dan seperti nya memang benar sikap ku selama ini selalu tidak pernah lagi mempunyai hubungan dengan seorang pria, karena itu akan menyakitkan..apa lagi dengan pria setampan diri mu" tanpa sadar Renita memuji ketampanan Anggara di tengah kemarahan nya.dan itu membuat Anggara tersenyum lebar.
__ADS_1
"benarkah aku tampan hm? ah.. ternyata wajah calon suami mu ini sangat tampan ya,makanya kamu harus menjaga nya dari wanita wanita yang menggoda di luar sana Renita" ucap Anggara dengan nada menggoda.
membuat Renita salah tingkah malu dengan ucapan nya sendiri.
"merepotkan"ucap Renita pelan.
"apa nya yang merepotkan?" tanya Anggara bingung.
"kamu"
"aku?"
"iya, karena wajah mu itu,coba kalau wajah mu jelek, pasti tidak serepot ini" cibir Renita.
Anggara tersenyum tipis merespon ucapan Renita, kemudian dia menangkup wajah Renita dengan kedua tangannya.
"apa kamu tidak sadar, wajah mu seperti apa Renita,apa kamu tidak sadar, dengan wajah mu ini, aku harus bergerak cepat, karena kalau tidak..Darwin dan si lelaki berkacamata tipis itu berusaha mendapatkan mu, dan aku tahu mereka itu bukan lawan yang enteng buat ku, dan kamu tahu karena apa itu? karena wajah cantik serta menawan ini yang membuat para lelaki itu mengejar mu" ucap Anggara dengan suara sedikit berbisik jari telunjuk nya menelusuri rahang halus milik Renita.
"dan aku tidak mau itu, ada lelaki lain selain diriku, menyentuh tubuh mu ini Renita Khadijah" Anggara menatap lekat wajah cantik Renita.membuat gadis itu jadi salah tingkah.
"aissh, gombal kamu, hanya karena wajah cantik, pria suka dengan wanita,maka akan ada banyak sekali wanita cantik di luaran sana yang lebih cantik dari aku, dan kamu akan berpaling dari aku, kalau kamu hanya melihat kecantikan wajah saja"
"loh, memang itu sifat alami seorang pria, yang pertama dia Lihat memang rupa dan pisik, setelah itu baru kepribadian nya"
"sudah ah, ayo kita keluar dari sini, kenapa jadi bicara di toilet begini"
Anggara hanya terkekeh
"ya,kan karena kamu, aku kesini" kilah Anggara.
"siapa yang suruh?"
lalu Renita keluar dari toilet wanita tersebut.dengan hati hati Renita melihat ke adaan di luar khawatir ada orang yang melihat Anggara di dalam toilet wanita.
"aman,ayo cepetan kamu keluar" Renita mengerakkan tangan nya memberi kode pada Anggara.
dan Anggara pun mengikuti perintah Renita melangkah keluar setelah merasa semua aman dan terkendali.
tapi baru saja Anggara hendak melangkah keluar dari toilet wanita tersebut,Renita buru buru kembali masuk ke dalam toilet wanita itu dan menarik cepat tubuh Anggara kedalam bilik toilet itu.membuat Anggara terkejut karena sikap gadis nya itu.
"
To be continued.
__ADS_1