
pukul sepuluh malam Anggara baru tiba di rumah nya pria itu masuk ke dalam rumah dengan wajah berseri, bersiul kecil sekedar mengekspresikan hati nya yang sedang bahagia.suasana ruangan yang sudah temaram hanya lampu-lampu kecil di sudut yang menerangi seluruh ruangan besar, yang nampak sudah sepi.
ketika Anggara melewati ruang tengah..
"kamu baru pulang Angga" suara seseorang menyapa nya dari arah dapur.Miela berjalan mendekati Anggara dengan segelas air putih di tangan nya.gadis itu memang belum pulang ke negara nya walaupun papah nya sudah menyuruh nya pulang, tapi Miela memohon izin untuk tinggal untuk beberapa hari di rumah nya karena ada pekerjaan dengan alasan ingin kenyamanan sebuah rumah, Miela bersikukuh untuk tinggal di di rumah keluarga Anggara.
Anggara menghentikan langkahnya tanpa menjawab pertanyaan Miela. Anggara menatap dingin Miela lalu kembali berjalan ke arah tangga menuju lantai dua, tanpa memperdulikan keberadaan Miela.
tiba-tiba saja moodnya menjadi rusak karena melihat gadis itu
"kamu pasti lelah, mau aku buatkan teh hangat?" tawar Miela tersenyum manis pada Anggara bicara sedikit keras karena Anggara terus saja berjalan. dalam hatinya merasa kesal karena di abaikan oleh Anggara tapi sebisa mungkin Miela mengendalikan diri agar tidak terbawa emosi nya.
"tidak perlu, aku mau istirahat" sahut Anggara datar tanpa menoleh ke Miela dan terus melangkah cepat menuju ke kamar nya.
"tapi Anggara aku mau bi.. belum selesai Miela bicara.
BLAMM!!
Anggara sudah masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu kamar nya dengan keras.
"****!! Anggara!!!" umpat Miela wajah nya memerah karena marah
kedua tangannya mengepal kuat dan menghentak kan kaki nya.
"makanya jadi perempuan jangan gatel Tante...!"ucap Madina Adik perempuan Anggara dari pernikahan Rahman dengan Aisyah yang entah kapan sudah berdiri di belakang Miela dengan menyeret satu koper besar.ya, Madina yang berkuliah di London baru saja pulang untuk liburan semester nya dan tentu untuk menghadiri acara pernikahan kakak tampan nya
ketika Baru di pintu langkah nya berhenti memperhatikan drama yang ada di depan nya sejauh dia perhatikan interaksi antara Anggara dan wanita yang baru saja dia lihat ini, kini Madina mengerti kalau kakak tampan nya itu tidak menyukai kehadiran wanita cantik yang sedang bicara dengan kakak tampan nya itu.
setelah kakak tampan nya sudah masuk kedalam kamar nya dengan membanting pintu kamar nya, jelas lah sudah untuk Madina untuk mengambil kesimpulan awal, tentang wanita cantik yang membuat kakak tampan nya tidak nyaman.
Madina tersenyum miring melihat penampilan Wanita yang ada di depan nya di pandangi nya wanita yang berdiri di depan nya ini dari ujung kaki sampai ujung rambut nya
memakai baju piyama tipis dan kekurangan bahan.
CK,Ck.. kamu memang bukan sama sekali tipenya kakak tampan ku. dan aku tidak mau melihat kamu memakai baju yang tidak pantas di rumah ini! karena ini beda dengan lingkungan mu kalau kau masih bersikeras memakai baju kekurangan bahan ini.. aku akan mencabik-cabik nya tanpa tersisa! paham kamu?!" ucap Madina sinis.
Miela melotot ke arah Madina
__ADS_1
dengan berkacak pinggang kaget dengan ucapan Madina yang mengintimidasi dirinya.
"hey! siapa kau? berani sekali bicara mu ha?! siapa yang kau bilang wanita gatal!!" sahut Miela setengah berteriak
"mau siapa aku tidak perlu tahu" Madina melangkah melewati Miela begitu saja seraya menyeret satu koper besar dengan tangan ke kecil nya dengan susah payah menuju ke lantai dua menapaki anak tangga
langkah nya terhenti dan membalikkan badannya, menatap tajam ke arah Miela.
"lebih baik kau meninggalkanku rumah ini Tante, jangan pernah berpikir untuk berbuat yang aneh pada kakak tampan ku,, tidak akan aku biarkan itu terjadi" setelah berkata seperti itu Madina melanjutkan langkahnya menuju kamar nya yang ada di sebelah kamar Anggara.
Miela hanya diam memandangi Madina yang masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar Anggara.
"apakah gadis itu adiknya Anggara? ah, ****!!! baru melihat nya saja dia sudah menghina ku dengan mulut cabe nya!" umpat Miela lalu berjalan menuju kamar nya dengan segala pikiran yang kacau.
_____
sarapan pagi hari ini berbeda ya, Madina terasa sarapan pagi nya sangat hambar karena melihat wajah wanita yang tadi malam yang dia temui.setelah bangun pagi pagi sekali gadis itu menemui ummi Aisyah dan bertanya siapa wanita itu.Aisyah menceritakan semua yang telah terjadi di rumah ini termasuk maksud kedatangan wanita itu dengan Tante Verra
Madina menatap sinis ke arah Miela
"kak, bagaimana kabar kakak Renita?" tanya Madina pada Anggara yang sedang meminum susu hangat nya pria itu meletakkan gelas nya yang sudah kosong di atas meja makan melap sudut bibir nya dengan tissue kemudian mengalihkan pandangannya pada Madina.
lalu berdiri dari duduknya.
"oh,ya? .pastinya kakak ipar ku selalu cantik bukan begitu papah?" timpal Madina lalu menatap Rahman mencari dukungan atas ucapan nya.
"tentu, menantu ku memang cantik kalau tidak cantik mana mau kakak mu yang dingin ini tertarik pada Renita" balas Rahman membenarkan ucapan anak gadis nya.
"aku mencintai Renita bukan semata karena kecantikan nya.ada hal lain yang membuat aku jatuh cinta pada gadis itu yang akan menjadi istri ku beberapa hari lagi yang tidak aku temui di diri wanita lain" jelas Anggara kemudian melangkah mendekati Rahman dan Aisyah lalu mencium punggung tangan keduanya bergantian.
"duh, yang sudah bucin, memang beda ya" goda Madina lalu sekilas melirik ke arah Miela terlihat wajah wanita itu memerah tangan nya nampak mencengkram kuat garpu di tangan nya.Madinah tersenyum miring melihat respon Miela yang seperti itu ada rasa puas dalam dirinya melihat Miela terganggu seperti itu.
"baik lah aku berangkat dulu" pamit Anggara menyempatkan tangan besar nya hinggap di atas puncak rambut milik Madina dan mengacak nya.
"issh kakak...!" protes Madina tak senang Anggara mengacak rambut nya sampai berarakan di wajah nya
Anggara hanya tergelak cuek dengan protes Madina pria tampan itu terus saja melangkah keluar dari rumah tersebut menuju garasi mobil di mana terparkir mobil milik nya.
__ADS_1
baru saja Anggara membuka pintu mobil nya.
"Anggara tunggu!" suara Miela memanggil dirinya dan terpaksa Anggara urung masuk ke dalam mobil nya hanya meletakkan tas kerjanya di kursi yang ada di sebelah kursi kemudi.
Anggara menautkan kedua alisnya menatap lurus ke arah Miela yang berjalan tergesa mendekati dirinya.
"ada apa?" tanya Anggara dengan wajah dingin nya
"aku nebeng mobil kamu ya? karena hari ini aku tidak di jemput oleh manager ku"
Miela memang seorang model terkenal keberadaan di Indonesia juga memang karena ada kerja sama satu brand fashion yang bekerja sama dengan dirinya untuk menjadi model fashion yang cukup terkenal di negri ini.
"kita tidak searah, dan aku juga sedang terburu-buru karena ada rapat jadi, aku sudah telat, tidak bisa mengantar mu yang jelas berlainan arah depan ku" jelas Anggara
"tidak apa-apa aku hanya ikut dengan mu cuma sampai dua blok dari sini selanjutnya di situ sudah ada yang menjemput ku"
Anggara memicingkan matanya menatap Miela.dan diam sejenak
merasa tidak ada jawaban dari Anggara Miela tersenyum dia menganggap diamnya Anggara adalah satu persetujuan. lalu dengan pedenya Miela mendekati pintu mobil Anggara, menarik handle pintu mobil tersebut tapi..
"STOP! siapa yang mengijinkan kamu naik mobil ku??"larang Anggara membuat pergerakan tangan Miela yang hendak menarik handle pintu mobil Anggara terhenti
"ta_tapi Anggara.. bukan kah kamu setuju dengan diam mu tadi?" ucap Miela sedikit kaget dan malu dengan ucapan Anggara.
"aku tidak bilang apa-apa? jangan beranggapan lain dengan diam ku
sudahlah Miela kau membuat ku terlambat" ucap Anggara ketus wajah nya nampak tidak senang karena dirinya memang benar-benar sudah terlambat untuk menjemput Renita.ya,dia berjanji hari ini akan menjemput calon istri cantik nya itu dan sekarang sudah terlambat pasti Renita akan marah kepada nya
tiba-tiba saja Anggara pias karena membayangkan wajah marah Renita
tanpa bicara lagi pria itu masuk ke dalam mobil nya, menyalakan mesin mobil kemudian menginjak gas mobil nya cepat meninggalkan pekarangan rumah nya tanpa mempedulikan makian Miela
"Anggara!!! tega sekali sih kamu sialan!!" umpat Miela menonjok udara menyalurkan kekesalan nya
Hahaha...! suara tawa yang kencang terdengar dari arah belakang di mana Miela berdiri
*
__ADS_1
TBC..