
setelah pertemuan Renita dengan keluarga Anggara yang ternyata adalah anak sambung dari kakak perempuan nya Aisyah, Renita sempat tidak terima.tapi setelah Anggara memberikan alasan yang menurut nya bisa di terima Renita.akhirnya Anggara serta keluarganya bisa merasa tenang karena Renita bisa menerima Anggara walaupun dia sudah mengetahui status Anggara dan dirinya sebagai Tante dan ponakan.
__________
hujan lebat mengguyur kota Jakarta di tambah suara petir terus mengglegar membuat mobil, mobil berjalan lambat karena genangan air yang merendam sebagian ruas jalan ibukota.tak terkecuali di antara deretan mobil yang bergerak perlahan mobil Pajero sport bewarna hitam milik Anggara ada di antara nya.
tampak wajah Renita terlihat khawatir karena dia masih belum tiba di rumah nya.sampai, sampai Adam meminta nya video call karena tidak percaya Renita masih di jalan, dan terjebak macet.
Anggara hanya tersenyum tipis melihat Renita yang sedang video call dengan Adam.
"iya mas, aku masih di jalan.. macet nih, hujan deras jadi mobil jalan nya pada pelan..nih ya, aku putar camera nya" kemudian Renita memutar camera ponsel nya mengarah ke arah jalan.Renita memutar ponselnya untuk mengambil gambar sekitar jalan tersebut, agar Adam melihat nya, merasa sudah cukup, Renita mengembalikan posisi camera ponsel nya seperti semula, mengarah ke wajah nya.
_Renita_
"nah,mas Adam udah lihat kan, aku nggak bohong" ucap Renita
_Adam_
siapa yang bilang kamu bohong Renita...mas hanya memastikan keamanan mu, itu saja! bukan tidak percaya pada mu,mas percaya kok, kamu bisa jaga diri benar?!
_Renita_
tentu saja! aku bisa jaga diri,mas nggak usah khawatir.
ucap Renita meyakinkan Adam.
_Adam_
ya sudah, kalau begitu hati hati ya.
Renita mengangguk pelan, lalu menyudahi panggilan video nya dengan Adam.
"mas Adam memang kakak yang baik dan bertanggung jawab, khusus nya pada diri mu, kelihatan mas Adam sangat menyayangi mu"puji Anggara kagum dengan sosok Adam yang sangat menjaga Renita.
"tentu saja, apa lagi setelah abah meninggal bukan hanya mas Adam yang protective pada ku, tapi mas Damian juga sama, selama aku tinggal di jogja"
"mas Damian? masih ada lagi saudara lelaki mu?" tanya Anggara.
__ADS_1
"iya,kami empat bersaudara,mba Aisyah,mas Adam,mas Damian, terakhir aku"
"ooh gitu ya, ternyata ada satu lagi, kok aku nggak tahu sih?"
"mau kenalan? nanti hari Sabtu kamu ketemu dengan mas Damian, tapi jangan kaget ya"
"kenapa?" tanya Anggara tiba-tiba ucapan Renita bikin hati nya was was tentang Damian.
"mas Damian itu orang nya sedikit keras, bicara nya ceplas-ceplos, karakter nya seperti abah.
"oh begitu ya, seperti nya mirip mirip kamu,soal ceplas-ceplos nya" ucap Anggara Santai ekor matanya melirik ke arah Renita.
Renita hanya mencebik bibir nya merespon ucapan Anggara.
dengan cepat satu tangan Anggara terangkat dan mengacak pelan rambut Renita dengan gemas.
baru saja Renita hendak mengangkat mulut,mau protes..
jggerr!!
tiba tiba saja suara petir di sertai kilat, mengglegar begitu dahsyat nya hingga terasa memekikkan telinga.hingga refleks Renita menjerit,
dan langsung memeluk erat tubuh Anggara yang sedang menyetir mobil nya.begitu juga dengan Anggara kaget sekaligus langsung refleks menyambut pelukan Renita dengan memeluk erat tubuh Renita dengan satu tangan nya, terasa tubuh Renita bergetar karena ketakutan.
dengan sigap Anggara menepikan mobilnya.ke pinggir jalan raya.
kemudian Anggara dengan kedua tangannya memeluk Renita yang belum melepaskan pelukannya pada tubuh nya,
"tenang Ren,, sudah jangan takut ya..ada aku disini, tenang"ucap Anggara lembut tangan satunya mengusap usap lembut punggung Renita mencoba memberikan ketenangan pada Renita.
setelah merasa sudah cukup tenang,Renita buru buru melepaskan pelukannya pada Anggara wajah nya merona karena malu karena tanpa sadar dia telah memeluk Anggara dengan erat nya.
tapi ketika Renita ingin melepaskan diri nya.anggara menahan kedua tangan nya dan menggenggam nya.netra biru itu menatap nya dalam.
"le_lepasin" pinta Renita tangan nya tergenggam erat oleh Anggara,di lepas nya satu tangan Renita, tapi bukan untuk benar benar melepaskan nya satu tangan Anggara yang melepaskan tangan nya, terangkat lalu menarik tengkuk leher gadis itu dan langsung menyambar bibir merah Renita, Anggara mencium bibir Renita dengan lembut menyesap bibir atas dan bawah Renita bergantian, membuat Renita gelagapan dan meronta ingin melepaskan diri nya,
"Ang_ngga_ra HH..Renita berusaha protes, tapi sialnya lenguhan yang keluar dari mulut nya, sungguh Renita merutuki dirinya.
__ADS_1
"hm, nikmati saja sayang" ucap Anggara berbisik di sela cumbuan nya pada Renita.
Anggara tidak perduli dengan protes Renita. dia terus memperdalam ciuman nya,tapi Renita merapat kan bibinya, sehingga Anggara sulit untuk menjelajahi lebih dalam, Hingga terpaksa Anggara menggigit pelan ujung bibir Renita, sehingga Renita mengaduh sakit, dan bibirnya itu sedikit terbuka,tak menyia-nyiakan peluang itu, Anggara langsung melesakkan lidah nya kedalam rongga mulut Renita, dan bermain didalam sana, menerjang, dan membelit, yang akhirnya membuat Renita terbuai dengan permainan bibir Anggara yang sangat lihai, membuat gadis itu pasrah dalam kuasa pria ber netra biru itu.
hingga cumbuan panas itu harus di akhiri oleh Anggara karena Renita terus memukul dada nya karena sudah seperti kehabisan nafas.
Anggara tersenyum melihat bibir merah Renita yang menjadi sedikit bengkak karena ulah nya, rambut panjang nya terlihat berantakan, dan baju gadis itu,tampak kusut.nafasnya tersengal sengal.
Renita langsung mencubit perut liat milik Anggara, membuat sang empunya mengaduh.
Aww.. sakit sayang.. kebiasaan kamu"
pekik Anggara dengan suara tertahan dan parau terkesan seksi.
"biarin! itu imbalan nya buat yang suka ngambil kesempatan" ucap Renita di tengah nafasnya yang masih memburu.
Anggara hanya terkekeh pelan, menatap lekat wajah cantik Renita tangan nya terulur merapikan rambut panjang Renita yang berantakan karena ulah nya serta menyisir bibir Renita dengan ibu jari nya dari sisa saliva yang masih membasahi bibir berisi nan seksi milik Renita.dengan sorot matanya yang penuh arti.
di tatap sedemikian rupa, membuat jantung Renita berdebar tak karuan.sehingga dengan cepat dia menepis tangan Anggara dan memalingkan wajahnya dari sang Arjuna bule.
"sini,, kenapa kamu memalingkan wajah mu" Anggara kembali menarik dagu Renita agar mengarah ke wajahnya.
"sudah ayo kita pulang" pinta Renita, dengan suara sedikit terbata, karena di lihat nya juga hujan sudah reda, dan jalanan nampak nya sudah mulai sedikit lancar, tidak semacet tadi.
"baik lah tuan putri, pangeran mu ini akan mengantar mu pulang dengan selamat" ucap Anggara dengan nada sedikit nyeleneh dengan senyuman lebar nya.karena hati nya saat ini sangat bahagia,malah mungkin dia tidak bisa tidur, karena kejadian tadi sungguh membuat hati nya bersorak gembira.untuk kedua kalinya dia merasakan bibir manis gadis pujaan hati nya.
lalu Anggara kembali melajukan mobilnya ke jalan raya.menerobos sisa sisa air yang menggenang di beberapa bagian jalanan ibukota.
"issh, kenapa jadi gombal begitu sih kamu Anggara,, sudah terbiasa kamu rupanya merayu gadis" cibir Renita.
"iya, gadis nya itu, kamu" ucap Anggara cepat.
"bohong"
"beneran, mana pernah aku merayu gadis, yang ada gadis yang merayu aku" ucap Anggara lagi dengan yakin dan pede nya.
Renita terdiam, masuk akal juga ucapan Anggara,di lihat seperti apa rupa seorang Anggara, dan status nya sebagai pria mapan,malah sangat mapan.
__ADS_1
"
To be continued.