Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Aisyah Fatma.


__ADS_3

Aisyah menatap lekat wajah suaminya yang masih dengan posisi berjongkok di di depan nya. wanita cantik berusia empat puluh lima tahun itu mencoba mencerna ucapan suaminya


apa ini? suami nya bilang dia tidak ingin Anggara hanya menyalahkan diri nya saja?


"by, apa maksud aby?"


Rahman tersenyum tipis lalu berdiri dan menarik tubuh istrinya agar bangun dari kursi kemudian menarik tangan Aisyah mengajak nya duduk di pinggir ranjang.perlahan Rahman melepaskan jilbab syar'i milik istrinya dari kepala wanita itu menggenggam kedua tangan istrinya wajah bulat oval, rambut hitam di ikat dengan kunciran rambut berbentuk kelopak bunga mengikat rambut tebal panjang sepunggung membuat kecantikan seorang Aisyah selalu terpancar memanjakan siapapun yang melihatnya terutama Rahman sang suami selalu terpesona dengan kecantikan Aisyah wanita yang sudah menemani dirinya semenjak enam belas tahun tahun yang lalu hingga kini. wanita yang datang ke kehidupan nya yang lagi-lagi lewat perjodohan namun kali ini Rahman benar-benar menyerahkan semua hati nya pada Aisyah wanita cantik blasteran Indonesia, Bahrain. menghasilkan perpaduan unik dan cantik yang Aisyah miliki pada wajah cantik nya. karena pernikahan kali ini Rahman benar-benar membuka pintu hati nya untuk mencintai wanita yang hadir mendampingi nya dalam mengarungi kehidupan rumah tangga nya. dia tidak mau ada lagi hati yang tersakiti karena obsesi nya yang tak berujung.


"cantik, istri ku selalu cantik. terima kasih sudah mau hidup mendampingi ku hingga saat ini. apapun yang terjadi aku mohon pengertian mu istri ku, dan tetap berada di sisi ku jangan pergi walaupun ada badai dan duri dalam rumah tangga kita ayo kita hadapi bersama untuk melewati badai itu dan menghilangkan duri itu. aku tahu ini semua berat bagi mu dengan kemunculan Salma, aku yakin hati mu tidak baik-baik saja.aku pun begitu. tapi kamu jangan salah sangka perasaan ku ini lebih rasa bersalah saja tidak lebih"


Rahman menjelaskan semua yang sedang terjadi dan juga yang ada di pikiran nya. dia tidak mau menyakiti wanita berhati lembut yang kini menjadi istri nya.


Aisyah terdiam sesaat, mencerna semua ucapan suaminya.tatapan mereka saling mengunci seolah sedang menyelami perasaan masing-masing. lalu Aisyah tersenyum manis. senyum yang selalu mampu membuat Rahman selalu mendapatkan ketenangan di dalam senyuman itu.


"aku mengerti by, tenang saja. aku tahu ini semua pun tidak mudah buat Aby hadapi. aku sendiri saja kaget melihat wanita yang sudah di kabarkan meninggal delapan belas tahun yang lalu, tiba-tiba muncul di hadapan kita tentu saja itu mengagetkan apa lagi orang itu, orang yang sangat berharga ya kan?"


seperti nya ucapan Aisyah adalah sebuah pengertian dirinya sekaligus sindiran halus buat Rahman dan lelaki itu tentu saja menyadari nya hingga membuat Rahman gelagapan mendengar nya.


"iya, tentu saja orang itu berharga buat ku, tapi itu dulu"


jelas Rahman cepat


"dulu?"


tanya Aisyah mengulang kata dulu yang di ucapkan Rahman


"iya dulu, karena sekarang wanita yang paling berharga dan aku sayangi adalah kamu, Aisyah Fatma. istri ku tercinta. wanita manis nan ayu yang berhasil membuat aku bahagia memiliki mu"


Rahman mengecup punggung tangan istrinya dengan mesranya dengan memejam mata nya seolah sedang menyalurkan rasa cinta yang dia punya untuk wanita yang bernama Aisyah Fatma istri nya.


"by"


wajah Aisyah langsung merona merah karena malu dengan sikap romantis suami nya.


Rahman melepaskan kecupannya dan melihat wajah malu istri nya yang membuat nya selalu gemas


dan lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan itu terkekeh.


"jadi kamu tidak perlu berpikir berpikir macam-macam. pertemuan ku dengan Salma hanya demi Anggara"


"iya by, aku tahu kamu jangan khawatir soal aku. selesaikan lah urusan masa lalu mu dengan baik dan tuntas, agar semua nya jelas. aku pun ingin Anggara bisa menjalin hubungan baik dengan Salma sebagai mamahnya" tutur Aisyah


Rahman tersenyum mengangguk dan menarik tubuh kecil istri ke dalam pelukannya.


"aku benar-benar bahagia memiliki mu sayang" lirih Rahman di tengah pelukan nya. membuat tangan Aisyah lebih erat melingkar di pinggang kekar milik suami nya dengan senyuman mengembang di wajah cantik nya.


*


"sayang... sayang..."


Anggara lagi-lagi berteriak mencari istri nya yang lagi lagi menghilang ketika dia membuka matanya di pagi hari


karena sisi di sebelah nya seprai sudah terasa dingin,bertanda kalau wanita yang semalaman dia dekap sudah lama meninggal kan dirinya dalam keadaan masih terlelap.


cklek


pintu terbuka Renita dengan langkah yang tergesa masuk ke dalam kamar karena mendengar suara teriakan sang suami yang sangat kencang sehingga mencapai pendengaran nya yang sedang berada di dapur.

__ADS_1


"ya ampun bang... kenapa kamu selalu berteriak di pagi hari sih! selalu begitu" ucap Renita ketus merasa jengkel dengan kelakuan absurd suami nya.


"sini sayang" dengan wajah tanpa berdosa Anggara menggerakkan tangan nya memanggil istrinya agar mendekat ke dirinya.


"CK_ seperti anak kecil saja kelakuan mu" gerutu Renita tapi tak urung tetap berjalan mendekati suaminya yang masih terduduk di atas ranjang dengan rambut yang acak-acakan, mata yang seperti nya masih belum terbuka sempurna mungkin karena masih mengantuk.


Renita duduk di pinggiran ranjang dan..


"bang!"


Renita kaget karena Anggara langsung menarik pinggang nya dan jatuh di dada bidang Anggara. lalu dengan cepat lelaki tampan yang masih berwajah bantal menghujani wajah istrinya dengan kecupan sehingga Renita merasakan wajah nya basah akibat hujan kecupan suami nya. dan terakhir Anggara melabuhkan kecupan nya pada bibir ranum istri nya yang bewarna pink cerah yang menggoda dirinya untuk di lahap.


"bang.." suara lembut Renita terdengar di sela cumbuan Anggara yang begitu rakus melahap bibir istrinya. hingga Anggara melepas kan cumbuan nya karena Renita menepuk nepuk dada nya karena sudah kehabisan stok udara di rongga dada nya. Nafas Renita tersengal menatap lekat namun tajam ke arah wajah suaminya.


"bang, bangun sudah siang! lihat tuh jam berapa!" Renita bicara dengan suara masih tersengal, menunjuk ke arah jam dinding yang berada di kamar nya dengan mengarahkan dagu dan mata nya. Anggara mengikuti pandangan istri nya ke arah jam dinding dan..


"masih pagi sayang.. masih jam enam" keluh Anggara dengan suara serak nya.


"apa kamu tidak ada urusan ke kampus? seperti nya kamu santai sekali bang?"


Renita memicingkan matanya pada suami nya.


Anggara menggelengkan dan tersenyum.


"hari ini aku akan ke Surabaya mungkin tiga hari di sana, ada masalah dengan kampus yang di Surabaya" jelas Anggara dan tentu saja Renita kaget karena sebelumnya suami tidak memberi tahu hal ini.


"ke Surabaya? kok mendadak?"


rasa tak senang terdengar dari nada bicara Renita walaupun wajah nya biasa saja.


melihat expresi wajah istrinya seperti itu Anggara membingkai wajah istrinya dengan kedua tangan nya.


Renita menghela nafasnya berat


mengerucut kan bibir nya memandangi wajah tampan suami nya. Anggara terkekeh melihat respon istri nya yang seperti itu.


lalu


cup


bibir mu jangan seperti itu sayang, pingin aku habisi lagi HM?"


spontan Renita melipat bibir nya kedalam rapat-rapat menatap horor pada Anggara


aww!


"dasar mesum! mandi bang, terus turun untuk sarapan!" sungut Renita


tak ayal Anggara menerima pukulan lumayan keras pada lengan nya oleh Renita lalu wanita cantik itu bergegas bangun dan turun dari ranjang berlari kecil ke arah keluar pintu kamar.


"mau kemana sayang!"


teriak Anggara melihat istrinya berjalan keluar kamar.


'mandi!!" teriak Renita lantang ketika sudah berada di luar kamar menyuruh suami nya untuk mandi.


"issh, kenapa males banget mandi sih tuh orang, baru aku tahu kebiasaan lelaki tampan itu males banget mandi pagi untung sayang"

__ADS_1


Renita menuruni anak tangga sambil menggerutu kelakuan suami tampan nya. kembali melanjutkan aktivitas nya di dapur untuk menyiapkan sarapan.


tak lama kemudian Anggara sudah turun dari tangga, sudah berpenampilan rapi dan... tampan dengan memakai jas berwarna abu-abu dengan dalaman kemeja berwarna putih, celana bahan senada dengan jas nya yang membalut sempurna tubuh atletis nya Renita melihat kedatangan sang suami dengan penampilan rapi seperti itu seolah terhipnotis walaupun bukan kali ini dirinya melihat sang suami seperti itu namun tetap saja selalu menggedor hati setiap hari melihat penampilan suami nya yang selalu gagah dan tampan seperti wajah Tom Cruise sewaktu muda. ya, seperti itu gambaran wajah Anggara.


"aku tahu suami mu ini tampan sayang... tapi awas tuh lalat masuk ke mulut mu"


setelah bicara seperti itu Anggara sedikit membungkukkan tubuhnya tegap nya, mencondongkan wajah nya ke arah wajah istrinya dan menyambar bibir ranum istri nya yang sedikit terbuka itu. awalnya hanya ******* biasa tapi sepertinya Anggara mencari perkara sendiri yang akhirnya gairah nya tersulut, lalu tidak ada lagi ******* kecil melainkan satu tangan nya meraih tengkuk leher jenjang milik istri nya lalu satu tangan nya yang lain nya menarik pinggang istri nya merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya hingga tak ada lagi jarak sedikit pun.


Renita tidak menyadari kalau suami nya sudah berada di hadapan nya dan tanpa di sadari nya juga mulut nya memang sedikit terbuka yang akhirnya mengundang bahaya di pagi hari. Renita melenguh karena cumbuan Anggara yang sangat lihai yang selalu berhasil membuat dirinya melayang walaupun hanya sebuah ciuman.


Anggara melepaskan cumbuan nya tatapan mata nya sudah gelap dengan gairah nafas nya memburu


"sayang.. aku menginginkan mu" suara berat Anggara terdengar seksi di telinga Renita. seperti sedang menahan sesuatu.


Renita yang nafas nya juga sama seperti Anggara hanya bisa diam, bengong karena serangan Anggara yang tidak dia duga.


"kamu sudah rapi bang.. bisa-bisanya kamu menginginkan nya"


seperti nya Renita mencoba nego karena memang penampilan Anggara yang memang sudah rapi tapi sekarang rambut nya saja sudah berantakan karena jambakan tangan Renita dan kemeja nya pun sedikit kusut karena tarikan tangan Renita.


"tidak masalah, nanti salin lagi yang penting sekarang aku menginginkan mu sayang" setelah bicara seperti itu tanpa menunggu jawaban dari Renita, Anggara langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas meja makan yang memang lumayan besar. membuat Renita memekik kaget.Anggara tersenyum nakal menatap istrinya.


"seperti nya membajak kamu di sini belum aku coba sayang" ucap Anggara dengan suara serak nya.


"tapi bang"


ssstt... diam dan nikmati sayang"


ucap Anggara lagi tak mau di bantah.


lalu Anggara sedikit mendorong tubuh istrinya lalu mulai menjamah setiap inci tubuh istrinya dengan membuat Renita menjerit, merintih nikmat dalam Kungkungan tubuh suaminya yang entah kapan sudah tidak berbusana alias polos begitu pun juga dengan Renita daster tipis tanpa lengan nya di robek paksa oleh Anggara hingga daster kebanggaan para emak-emak itu sudah tidak berbentuk. sesaat Renita menatap tajam suami nya karena tidak suka Anggara merobek daster kesayangan nya. namun Anggara tak menggubris nya lelaki itu larut dalam hasrat nya yang sudah di ujung ubun -ubun nya.


stelan jas nya sendiri sudah mental entah kemana karena dia lemparkan begitu saja. meja makan berkaki besi itu bergoyang karena hentakan liar Anggara di atas tubuh istrinya.


tak puas dengan gaya misionaris Anggara menurunkan tubuh istrinya dari atas meja lalu membalik tubuh istrinya agar membelakangi nya dan kini Anggara merajam lembah hangat istri nya dari belakang. Renita terus berteriak menyebutkan nama suami nya merasakan kenikmatan yang luar biasa karena hentakan demi hentakan yang di lakukan oleh Anggara yang seolah tak kenal lelah lelaki tampan nan rupawan itu mendongak kan wajah nya ke atas dengan mata terpejam menikmati setiap detik kenikmatan yang dia rasakan dari milik hangat istri nya.


ahhg sayang.. ini nikmat sekali..


racau Anggara di sela gerakan erotis nya terus menghujam kan pusaka nya pada milik hangat sang istri.hingga gelombang dahsyat itu mendekat akan menerjang seluruh persendian otot pada tubuh nya Anggara mempercepat gerakan pinggulnya sehingga nyaris membuat Renita tersungkur ke atas meja kalau saja Anggara tidak menahan pinggul serta pundak sang istri akibat hentakan keras nya. Renita yang sudah mendapatkan pelepasan nya beberapa kali sudah merasa lemas kaki nya terasa bergetar menahan tubuh nya yang terus menerima hentakan kuat dari suaminya. dan kali ini pun seperti nya Renita akan mendapatkan puncak nya kembali..


"bang..a.. Aku.. mau.." Renita sudah tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena rasa itu datang kembali mengguncang seluruh tubuh nya hingga..


"bersama sayang" ucap Anggara dengan suara yang sudah bergetar karena dia pun sama merasakan itu akan menerjang tubuh nya hingga dia mempercepat pengeboran nya dan...


kedua insan yang sedang tergulung ombak gairah itu mengerang panjang bersamaan. Anggara langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang. yang seperti nya akan jatuh karena lemas masih memeluk istrinya lama merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka peroleh. lalu setelah itu dengan cepat Anggara menggendong tubuh istrinya seperti koala membawa nya ke atas tepat nya kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka. dalam keadaan kedua nya polos. Renita yang memang sudah lemas tak bertenaga hanya pasrah dalam gendongan suami nya menyembunyikan wajahnya dalam dada Anggara menekan rasa malu nya. Anggara berjalan dengan tubuh polos nya membawa nya ke dalam kamar mandi.


"sana keluar bang aku mau mandi"


hardik Renita tidak mau mandi bareng dengan suami nya.


"kamu pasti lelah sayang.. aku mandiin,, aku janji ini benar-benar hanya mandi" bujuk Anggara. Renita menatap tak yakin pada suami nya


"bener hanya mandi?" tanya Renita dengan tatapan curiga.


hahaha.. kamu jangan curigaan gitu sayang..iya bener hanya mandi, ayo"


Anggara menarik pelan pundak istri nya membawa tubuh polos istri nya ke Bawah pancuran shower. Renita hanya mencebik menanggapi sikap suami nya yang memang susah di percaya kalau urusan kemauan yang satu ini.

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2