
Anggara terus bergerak lembut membuai dan mencumbu gadis nya.
Anggara mencengkram erat kedua bahu Renita agar berdiri tanpa melepaskan pagutannya dia memutar posisi nya dan kini Anggara duduk di kursi yang tadi Renita duduki kemudian menarik tubuh Renita duduk di atas pangkuan nya.Renita kaget, spontan kedua tangannya meremas kedua bahu kokoh milik Anggara sedikit mendorong nya.tapi satu tangan Anggara melingkar erat di pinggang Renita.agar Renita tetap merapatkan tubuhnya.
gadis itu melenguh karena sesapan kuat bibir Anggara.ketika nafas gadis itu sudah putus putus Renita mengangkat kedua tangan nya dan memegang kedua sisi rahang kokoh milik Anggara agar melepaskan cumbuan nya.
"Anggara"lirih Renita di sela nafasnya yang tersengal melihat nafas gadis nya sudah kesulitan untuk bernafas, Anggara belum mau menyudahi kegiatan nya. kini permainan bibir Anggara pindah ke leher jenjang nan mulus milik Renita gadis itu mendangak seolah memberi akses pada Anggara untuk mengeksplor lebih di leher jenjang nya. dengan suara syahdu terdengar dari mulut nya membuat Anggara menjadi jadi.
"Angga" Renita kembali memanggil nama Anggara dengan susah payah.
merasa puas melihat Renita tak berdaya, Anggara menyudahi kegiatan nya tersenyum puas menatap Renita dengan gairah terpancar di manik kebiruan nya.
lain halnya dengan Renita gadis itu menatap sayu Anggara wajah nya merah merona.dadanya turun naik karena nafasnya yang belum teratur.
tapi ketika kendaraan nya kembali satu cubitan kecil di layangkan oleh Renita di perut keras Anggara.
"aduh, sayang...kok nyubit sih,abis di kasih nikmat malah nyubit" ucap Anggara tanpa dosa terdengar berat dan parau.
"siapa yang minta!" ucap Renita ketus namun terkesan manja.
"aku" sahut Anggara tersenyum menggoda.
"mesum!"
"biarin, masih terkendali mesum nya, tapi entah kalau sudah halal kamu akan tahu lebih, tingkat kemesuman ku" Anggara tertawa kecil seraya menjawil gemas dagu Renita yang masih di atas pangkuan nya.tanganya membelai lembut rambut Renita sesekali mengendus pipi mulus Renita yang wangi ceri.membuat Anggara betah menempel kan wajah nya di pipi gadis nya.
"issh" desah Renita merespon ucapan Anggara yang bikin dia bergidik sekaligus meremang.
"kamu seperti sudah berpengalaman dalam mencumbu wanita begitu lihai nya. pasti kamu sering melakukan nya dengan mantan mantan mu iya kan?" ucap Renita dengan nada penasaran menatap tajam Anggara.
"tidak pernah, aku tidak pernah mencumbu seorang gadis mana pun"
jelas Anggara.
"tidak mungkin pria setampan diri mu tidak punya pacar dan belum pernah menyentuh seorang wanita, apa lagi kuliah mu di luar negeri yang notabene nya pergaulan di sana bebas tidak ada yang di anggap tabu"
__ADS_1
timpal Renita tidak percaya dengan penjelasan Anggara.
"aku tetap lah aku Renita sayang.. aku bukan pria receh yang hobi menyalurkan hasrat ku begitu saja walaupun aku kuliah di luar negeri dan memang Aku akui sering di ajak teman teman ku di sana pergi ke clubing tapi aku hanya sebatas menikmati dengan hanya melihat tanpa berbuat, walaupun banyak wanita yang datang dengan suka rela ingin bermalam dengan ku" jawab Anggara jujur menatap dalam ke manik coklat terang milik Renita.
"masa sih segitu kuat pendirian mu, apa kamu tidak normal?" dengan entengnya Renita menuding
Anggara diam menatap lekat wajah cantik Renita dan tiba-tiba saja Renita di buat meremang dan gugup dengan tatapan Anggara yang menghujam.
"apa kamu ingin minta bukti kalau aku normal hm? apa selama berhubungan dengan mu melihat aku tidak normal terhadap diri mu hm?" ucap Anggara lembut tapi seperti mengancam
jari telunjuk Anggara menelusuri dengan lembut rahang halus milik Renita kemudian jari itu berhenti di bibir berisi milik Renita jari telunjuk Anggara terus bermain.
"tidak perlu, aku percaya kamu normal, tapi aku tidak percaya kalau kamu tidak pernah menyentuh perempuan atau pacaran" Renita menepis jari telunjuk Anggara yang berada di bibir nya.
Anggara terkekeh melihat reaksi Renita.
"walaupun aku tidak pernah pacaran, tapi aku seorang lelaki yang bukan dari kalangan pendiam teman teman ku semuanya pemain handal tentu saja aku tahu dari mereka selain itu insting Lelaki ku yang menuntun bila sudah berhadapan dengan wanita, dan wanita itu hanya "KA_MU" sekali lagi Anggara menjawil gemas dagu Renita sambil menekan kan ucapan nya.
Renita hanya diam tak bicara menatap lekat wajah tampan Anggara.dan..
"mau kemana kamu?"Anggara menahan Renita dengan mempererat tangan nya di pinggang ramping Renita.
"mau pulang, aku sudah tidak ada jam lagi, dan aku lapar,juga mau mempersiapkan diri untuk berangkat besok ke Bandung"
tiba-tiba saja wajah Anggara Mendung mendengar Renita mau pergi ke Bandung dan pria bule itu menjadi gusar tak kala nama Renita ada di daftar salah satu dosen pergi ke Bandung besok.
CK_sial, ini pasti permintaan Anita pada Papahnya agar mengganti namanya dengan kamu" gerutu Anggara tidak terima.
"sudah, nggak masalah aku tidak keberatan kok"
"tapi aku keberatan Renita.. aku kangen kamu nanti" ucap Anggara memasang wajah bodoh.
"issh, sudah seperti An_ ucapan Renita menguap di udara dia ingat tadi mengatai Anggara seperti anak kecil dan berakhir pria itu tidak terima berujung menyiksa nya tadi membuat Renita bergidik takut dengan sikap Anggara yang kelewat mesum.
"mau bilang apa kamu hm?" tanya Anggara heran karena Renita tidak melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"tidak, tidak jadi" jawab Renita cepat
Anggara menautkan kedua alisnya merespon ucapan Renita.
"aku mau pulang ngga, aku lapar"
ucap Renita manja lalu dengan cepat turun dari pangkuan Anggara.dan merapikan rambut serta bajunya yang sedikit berantakan karena ulah Anggara.pria itu hanya tersenyum tipis melihat penampilan Renita yang sedikit berantakan karena ulah nya.
Anggara berdiri dari duduknya lalu mengambil kunci mobil serta tas kerja nya.
"ayo kita pulang bareng" ajak Anggara menggenggam tangan Renita.
"eh, tunggu dulu, lepasin tangan mu,kita lagi ada di kampus pak" protes Renita.
"kenapa emangnya" timpal Anggara tanpa dosa.
"bapak Anggara yang terhormat, tolong lepasin tangan saya pak, kita sedang berada di zona kampus" sekali lagi Renita memperingatkan Anggara gemas.
Anggara hanya terkekeh geli dia sengaja menggoda Renita dan dia sangat senang kalau melihat wajah Renita kalau sedang bersungut seperti itu.
"iya ibu Renita Khadijah yang cantik.. punya Anggara pramuja Subianto yang tampan ucap Aldo tak kalah pede dan nyeleneh.
Renita hanya mencebik dengan sikap Anggara yang sok ganteng, padahal emang iya ganteng.
dan baru saja Anggara dan Renita melangkah ke arah pintu keluar.
terdengar suara ketukan pintu dari luar berikut suara memanggil nama Anggara.
"
to be continued...
terima kasih sudah mampir ke novel saya ini 😊
bila suka, jangan lupa untuk like n comen nya 😊🥰
__ADS_1