
bukan nya marah atas ucapan Renita yang berkata jijik pada dirinya, lelaki itu malah tertawa lepas
"Hahaha... kamu tetap selalu menggemaskan dear, itu yang membuat aku susah melupakan mu dari dulu hingga sekarang"
ucap nya tanpa berdosa dengan santainya masih terus melangkah mengikis jarak pada Renita. tubuh Renita bergidik mendengar penuturan lelaki yang menurut nya berwajah menjijikkan walaupun mempunyai wajah tampan namun itu semua sirna di mata Renita.
melihat lelaki itu terus berjalan maju mendekati dirinya sedangkan dirinya
tentu saja melangkah mundur menjauhi hingga tubuh nya tak lagi bisa bergerak mundur apalagi maju karena kini tubuh mungil nya terbentur pada body mobil milik nya.
"stop! di situ Andreas!! jangan melangkah lagi atau aku akan berteriak!!" pekik Renita mengancam
lelaki yang ternyata bernama Andreas. lelaki yang hampir menjadi suami nya empat tahun yang lalu. gagal karena telah berkhianat dan menyakiti hati dan tubuh nya yang hampir di rudapaksa. lelaki yang pernah dia cintai dengan sepenuh hati nya, yang sempat memberikan kebahagiaan pada dirinya selama setahun hubungan nya dengan Andreas. memberikan Renita rasa trauma karena sakit yang dia dapat dari Andreas sehingga hatinya mati rasa pada lawan jenis nya. hingga beberapa tahun belakangan ini yang akhirnya kebekuan itu dapat di lelehkan oleh kehangatan cinta dari seorang Anggara. pria yang bahkan usianya lebih muda dari dirinya dan yang tidak bisa di elakan lagi kalau Anggara dan dirinya masih mempunyai hubungan kerabat walaupun itu tidak menjadi halangan secara hukum negara dan agama, namun demikian, harus mendobrak adab hubungan keluarga yang mereka patahkan demi bersatu nya cinta mereka. cinta seorang Anggara mampu membalut luka dan menarik dirinya dari kegelapan yang selama ini memerangkap hidup nya dengan kebekuan jiwanya.
tapi sekarang apa ini? lelaki yang pernah menciptakan semua trauma rasa sakit yang amat sangat, hadir kembali dengan eloknya menyapanya seolah semua yang telah terjadi di antara mereka berdua bukanlah apa-apa.
Andreas dengan tanpa beban maju mendekati Renita yang sudah terjebak tidak bisa bergerak ke mana-mana di saat Renita hendak kabur menghindar, kedua tangan kekar nan berotot pria itu sudah merangkap nya di antara sisi kanan dan kiri Sisi tubuh nya.membuat tubuh Renita tak bisa bergerak kontan saja kedua tangan Renita menyilang di depan dadanya entah untuk melindungi dari Apa Renita juga tidak tahu yang jelas tubuh nya bergetar peluh keringat dingin mulai terasa di kulit nya.
Andreas tersenyum miring melihat kondisi itu.
"sebegitu menakutkan kah diri ku di matamu dear?"
wajah Andreas yang begitu dekat hingga suara sekaligus nafas lelaki itu terasa panas berhembus di wajah Renita. sorot mata yang penuh kerinduan itu mengunci netra coklat terang nan indah milik Renita.
bibir Renita bergetar tak hanya tubuh nya saja, gemetar tapi bibir ranum itu pun ikut bergetar dan sial nya malah memancing gairah Andreas yang memang wajah mereka sangat dekat.
"m_mau a_apa kamu brengsek!"
dengan tatapan nyalang Renita menepis kasar tangan Andreas yang mengarah ke bibir nya.
Andreas terkekeh melihat respon Renita.
"maaf kan aku dear, maafkan aku yang telah menyakiti mu. aku di jebak. itu bukan anak ku wanita ja4lang itu hanya menginginkan harta ku" ucap Andreas dengan menatap sendu penuh penyesalan. jemari kokoh nya tak diam menyibak helaian rambut milik Renita, menyelipkan di telinga Renita. tak mau melihat tatapan itu Renita memalingkan wajahnya hati nya sakit, berdenyut merasakan sesak di dadanya mendengar penjelasan Andreas namun apapun itu dia tidak peduli yang ada sekarang rasa muak dan kebencian bersarang di dadanya pada lelaki yang ada di hadapan nya ini. Renita memberanikan diri untuk menatap netra hitam milik Andreas.
"aku tidak peduli apapun yang kamu jelas kan pada ku Andreas! karena itu semua hanya masa lalu yang tidak penting buat ku!"
Andreas terkekeh kecil mendengar jawaban Renita dia pun entah mengapa masih belum bisa melupakan mantan nya ini rasanya otak nya tak berfungsi saat ini ah, mungkin tiga tahun belakangan ini rasa bersalah dan rindu pada wanita yang telah mengisi penuh relung hati nya ini tak bisa dia hilang kan begitu saja. semakin ingin melepaskan rasa itu kenyataan nya malah lebih mencengkram kuat hati dan jiwa nya. siapa yang tidak mengenal seorang Andreas pria berwajah oriental dari Singapur pengusaha yang bergerak di bidang manufaktur terbesar di negara nya mengenal dan menjalin hubungan dengan Renita satu tahun ketika kedua nya di pertemukan di saat Renita melakukan riset untuk skripsi nya tentang IT di negara tetangga tersebut. Andreas yang kala itu menjadi mentor untuk penelitian Renita di perusahaan milik nya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis cantik nan jelita itu merebut hati nya. perbedaan jarak dan waktu tidak menyurutkan semangat dan keinginan Andreas untuk memiliki seorang Renita gadis berdarah Indonesia Bahrain yang tinggal di Jogja.
"tapi aku peduli dan menjelaskan semua kekeliruan ini dear"
"terlambat, dan untuk apa? kita sudah memiliki kehidupan masing-masing Andreas! jadi aku mohon pergi dari hadapan ku please!" Renita tak habis pikir dengan lelaki ini. menekankan setiap ucapan nya berharap agar Andreas mau pergi dari hadapan nya wajah Renita terlihat ketakutan bukan karena Andreas saja tapi dia juga takut kalau ada orang yang melihat keberadaan nya apalagi dengan posisi Andreas yang seperti sedang mengungkungnya lelaki ini belum juga bergeser dari hadapan nya. tapi bukan kah lebih baik jika ada orang yang datang ke parkiran ini dirinya bisa meminta pertolongan tapi entah lah keadaan hujan deras di sertai angin begini apa ada orang yang berjalan ke parkiran?
ya Tuhan... Renita menjerit di batin nya.
"kamu sudah beristri dan aku pun sudah bersuami, jadi. tolong jangan bertemu lagi"
ucapan Renita yang terdengar seperti permohonan ya, dengan kedua tangan di di tangkup di depan dadanya Renita mencoba bicara baik-baik pada Andreas agar pria itu mau mengerti posisi nya saat ini
__ADS_1
tapi Renita tak menyadari kalau rahang tegas lelaki itu menegang mendengar penjelasan Renita
seperti nya Andreas tidak terima dengan penjelasan Renita walau sebenarnya dia mengetahui kalau Renita sudah menikah tentu saja itu hal yang mudah bagi Andreas untuk mengetahui nya.
"tapi aku sudah bercerai dengan istri jal4ng ku dear" suara Andreas terdengar frustasi, mata Renita membola.
"bercerai?" gumam Renita alis nya bertaut
"kenapa?" tanya Renita penasaran ah, dia mengumpat dalam hati kenapa juga dia bertanya karena dia tak peduli apapun mengenai Andreas sekarang ini.
tapi sudut bibir Andreas tertarik ke atas karena pertanyaan Renita.
"kamu tahu jawabannya dear"
"tidak, dan buat apa aku harus tahu lupakan!" elak Renita wajah nya memerah
hahaha..
Andreas kembali tertawa lepas melihat reaksi Renita dan itu sangat menggemaskan lelaki itu merasa bahagia karena menurut nya Renita masih tertarik dengan kehidupan nya.
melihat ada kelonggaran posisi nya Renita dengan cepat mendorong tubuh besar Andreas sekuat tenaga dan itu berhasil tubuh Andreas terdorong satu langkah kebelakang karena tidak menduga reaksi Renita yang tiba-tiba,
dan kesempatan itu tentu saja tidak di sia-siakan oleh wanita bertubuh semampai itu untuk langsung membuka dengan cepat pintu mobil nya dan masuk ke dalam nya tapi memang dasarnya wanita dan pria itu jelas mempunyai perbedaan yang sangat jelas soal tenaga, Andreas berhasil menahan pintu mobil yang akan Renita tutup dengan tangan kekar nya. tak hanya di situ Andreas menarik kembali tubuh Renita yang posisinya sudah duduk di kursi kemudi keluar dari dalam mobil nya.
Aaakkh... Andreas apa yang kamu lakukan brengsek!!" umpat Renita terkejut karena tindakan gila Andreas. pria itu menarik tangan Renita ke arah keluar area parkir
ucap Andreas menggeram rahangnya mengeras tak ada lagi kelembutan seperti tadi di wajah nya. Renita berusaha menahan langkah nya satu tangan nya terus memberikan pukulan pada lengan Andreas yang mencengkram kuat tangan nya. tapi sepertinya lelaki itu tidak perduli dan mengabaikan teriakan Renita serta pukulan pada lengan nya Andreas tidak sama sekali tak merasakan sakit atas pukulan Renita yang bertubi-tubi di tangan dan punggung nya. dia terus menarik tubuh Renita dan di saat di pintu keluar parkiran seorang pria berpakaian serba hitam menyambut mereka dengan sebuah payung untuk memayungi Andreas dan Renita tentu saja.
"kita jalan Yung" titah Andreas pada pria itu.
" baik tuan"
lelaki berpakaian serba hitam itu mengangguk patuh dengan payung lebar di tangan nya mengikuti langkah Andreas yang menyeret tubuh Renita ke arah sebuah sedan mewah berwarna hitam yang sudah terparkir di pinggir jalan
"masuk dear"
Andreas mendorong tubuh Renita dengan paksa ke dalam mobil tersebut.
"tidak mau! lepas kan aku brengsek! aku mau pulang!"
"kamu akan pulang dear, tapi kerumah ku" dengan santai nya Andreas berucap
"apa?! gila kamu Andreas!!"
pekik Renita tidak percaya dengan apa yang terucap dari mulut Andreas apakah lelaki ini menculik nya? astaga.. Renita tak kuasa untuk menangis karena katakutan nya terbukti.
tapi lelaki itu tak peduli dengan ketakutan yang terlihat jelas di wajah Renita Andreas masuk dengan cepat ke dalam mobil
__ADS_1
"jalan Yung!"
tanpa menunggu dua kali di perintah oleh Andreas pria yang duduk di kursi kemudi langsung melajukan mobil sedan berlambang kuda jingkrak berwarna hitam itu di tengah derasnya hujan menembus air yang mulai menggenang di jalanan.
"ya Tuhan.. Andreas apa yang kamu lakukan? lepaskan aku,, aku sudah bersuami.. aku mau pulang Andreas" Renita memohon, memelas berharap agar Andreas mau melepaskan nya. air mata nya yang turun membasahi pipi putih nya tak lagi dia perdulikan karena saat ini hanya ketakutan dan rasa trauma empat tahun yang lalu kembali dia rasakan.
"ssuuttt...diam lah dear.. kamu akan baik-baik saja kalau kamu menuruti aku" Andreas menarik tubuh Renita ke dalam pelukannya dan tentu saja Renita menolak dengan menahan tubuh nya agar tidak jatuh ke dalam pelukan Andreas tapi sayang lagi-lagi tenaga lelaki itu lebih kuat dari nya hingga Andreas menarik kuat tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya dengan mudah dan memeluk nya erat seperti tak ingin kehilangan. Renita meronta berusaha untuk lepas dari dekapan Andreas kedua tangan nya memukul dada bidang lelaki itu bertubi-tubi tapi seolah tak di rasakan pukulan itu.
"pukul lah aku sepuas mu dear jika itu dapat menyalurkan rasa sakit mu pada ku" lirih Andreas
Andreas membiarkan Renita memukuli tubuh nya. malah lelaki berwajah oriental itu membalas Renita dengan kecupan mesra berkali-kali pada pucuk rambut Renita. merasa tidak mempunyai tenaga lagi karena kelelahan tubuh Renita luruh di dalam dekapan Andreas tangan jatuh lunglai tak ada pukulan lagi yang dia layangkan
Hanya isakan tangisnya terdengar pilu di dada bidang Andreas.
membuat senyuman tipis terulas di wajah Andreas.
"sudah puas kamu memukul ku HM?" tanya lelaki itu dengan suara lembut nya seraya mengusap lembut rambut hitam Renita yang tatanan nya sudah tak karuan
"aku membenci mu Andreas"
walaupun dalam keadaan lemah, Renita masih mengumpat Andreas di sertai pukulan tangan nya yang sudah tidak bertenaga lagi ke dada bidang Andreas. dan lelaki itu hanya terkekeh kecil menanggapi ucapan Renita.
"tapi aku mencintai mu dear my princess"
tak ada lagi gerakan di pelukan nya Andreas sedikit mengurai pelukan nya untuk melihat wajah Renita
"rupanya kamu tidur dear. tidur lah kamu akan aku miliki lagi" gumam Andreas lalu kembali memberikan kecupan mesra pada puncak rambut milik Renita yang masih dalam dekapan nya dalam keadaan tertidur karena lelah dan kehabisan tenaga
di tempat lain di dalam kamar hotel VVIP Anggara berjalan mondar mandir wajah nya tampak gelisah dengan ponsel menempel di telinga nya.
"ayo sayang.. angkat telpon ku, kemana sih kamu?.. kok dari tadi telpon mu tidak di angkat!" ucap Anggara terlihat gusar menelpon istri nya tapi tak kunjung di jawab panggilan telepon nya. Anggara sangat khawatir pasal nya dia sudah menelepon orang rumah nya kalau istri nya belum pulang kerumahnya dan dia pun sudah menelpon seseorang dari kampus menanyakan istrinya dan jawaban nya istri nya sudah pulang dua jam yang lalu apa lagi di ketahui di Jakarta sedang keadaan hujan angin dan deras pula. yang bikin Anggara tambah panik, istri nya tidak menjawab telepon nya.
"ya Tuhan sayang... kemana kamu.. telpon suami mu tidak di jawab" Anggara mengusap kasar wajah nya panik.
"tenang dulu pak"
pak Daud Yang memang sedang berada di dalam kamar bos muda nya itu mencoba menenangkan lelaki muda itu walaupun dirinya pun sama khawatir nya dan bisa membayangkan rasa khawatir sang bos muda nya.
berkali-kali Anggara melakukan panggilan telepon pada istrinya tapi hasilnya nihil.
"tenang pak, saya sudah menyuruh Bram dan anak buahnya melacak keberadaan istri anda"
langkah Anggara terhenti, menatap tajam ke arah pak Daud
*
TBC..
__ADS_1