Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
selembar kertas.


__ADS_3

"saya tidak sedang menolak anda bu Anita, karena dari awal saya tidak pernah ada rasa dengan anda" ucap Anggara datar.


"ta_tapi pak, saya kira sikap bapak ke saya sudah jelas kalau bapak menaruh rasa pada saya" Keukeh Anita.


Anggara kembali menegakkan duduknya menatap dingin Anita.


"seperti saya bilang tadi, sikap saya seperti itu karena saya menghargai anda karena saya menghargai pak Handoko, tidak yang lain nya, dan saya sudah punya calon istri, wanita pilihan hati saya, jadi.. tolong, ibu hargai privasi saya, tolong jangan mendekati saya lagi selain ada keperluan pekerjaan, tidak untuk di luar itu.karena ada hati yang saya harus jaga.dan bukan nya saya mengusir bu Anita, tapi dengan terpaksa.. silahkan Bu Anita keluar dari ruangan saya karena tidak ada lagi yang di bahas"


Anita menatap nanar Anggara, tangan mencengkram erat kotak makan yang dia bawa niat nya untuk Anggara.


"saya nggak bisa terima ini pak, tidak ada yang pernah menolak saya! saya yang milih pria, bukan pria milih saya!" Anita Keukeh dengan niat nya.


"sayang nya saya sudah punya pilihan.. pilihan hati saya dan itu tidak akan berubah sampai kapan pun,, silahkan ibu keluar dari ruangan saya"


Anggara menjulurkan tangannya ke arah pintu keluar mempersilakan Anita untuk keluar dari ruangan nya.


Anita berdiri dari duduknya


"saya ingin tahu, secantik apa wanita yang bapak pilih itu!" ucap Anita ngotot.


Anggara tersenyum miring mendengar ucapan Anita.


"saat ini tidak perlu bu Anita tahu, nanti sendiri nya seluruh kampus ini, bahkan seluruh dunia akan tahu siapa istri saya, cantik? tentu bagi saya isteri saya paling cantik di hati saya itu sudah cukup, cantik bukan harus berpenampilan... Anggara menjeda ucapan Nya pandangan nya men, scan sekilas penampilan Anita yang berpakaian serba sexy dan dia tidak meneruskan kata-katanya hanya tersenyum miring, melihat penampilan Anita. dan Anita menyadari pandangan Anggara.membuat dadanya turun naik karena emosi.lalu tanpa bicara lagi Anita melangkah cepat menuju pintu keluar ruangan kantor Anggara membawa emosi di dadanya.


sedangkan Anggara menghela nafasnya lega seakan baru saja melepaskan beban di hati nya.


"semoga wanita itu tidak berulah lagi, tinggal urusan ku pada mu Renita, dan aku ada rencana untuk mu sayang" ucap Anggara pelan tersenyum syaiton.


_____


di ruang dosen.


Renita tampak sibuk di meja kerja nya


"ibu Renita?" sapa seorang gadis staf Tu kampus.


"iya?"


"ini, saya di titah menyerahkan berkas ini" gadis itu menyerahkan selembar kertas pada Anita, dan di baca nya lembaran kertas itu dan..


"apa maksud nya jadwal saya di batalin semua?" tanya Renita dengan raut wajah yang tidak senang.

__ADS_1


"saya tidak tahu bu, yang saya tahu setelah saya meresum jadwal para dosen, ternyata jadwal bu Renita tidak valid" jelas gadis itu.


"lalu bagaimana ini?" tanya Renita tangan nya menekan nekan lembaran kertas yang ada di tangan nya.


"seperti nya ibu harus menghadap pimpinan yayasan bu"


"untuk apa? kenapa saya harus menghadap dia?!" Renita terpancing emosi nya.


"kalau memang jadwal ibu Renita itu benar tidak ada yang salah, berarti hanya pimpinan yayasan yang tahu mesti gimana selanjutnya, saya cuma menjalankan tugas saya yang saya tahu, selebihnya bukan wewenang saya, kalau begitu bu Renita harus menghadap pimpinan yayasan saat ini juga, karena kalau tidak, jam kuliah ibu akan kosong" jelas gadis itu.


"baik lah kalau begitu saya permisi dulu" gadis itu tersenyum ramah pada Renita.kemudian gadis itu pergi dari hadapan Renita.


dan tanpa pikir panjang lagi,Renita langsung berdiri dari duduknya berjalan menuju kantor sang pimpinan yayasan.


"kenapa bu?" tanya salah satu dosen yang satu ruangan dengan Renita.


"biasa bu, urusan sedikit' balas Renita singkat dan berlalu


Renita tiba di depan pintu ruang kerja sang pimpinan yayasan.dan langsung mengetuk pintu itu berkali-kali.dan..


"ya, masuk" jawab orang yang ada di dalam ruangan itu.


Renita melangkah masuk nampak Anggara sedang fokus dengan layar laptop nya.


"silahkan duduk" ucap Anggara tanpa menoleh pada Renita.gadis itu pun duduk di kursi tunggal yang ada di depan meja kerja Anggara.


tak lama Anggara mengalihkan pandangannya ke Renita.dan tersenyum tipis menatap lekat wajah cantik Renita.


"ada perlu apa?" tanya Anggara terdengar formal.


Renita diam sesaat menatap lurus ke arah pria yang sudah beberapa hari ini dia hindari.tak di pungkiri saat ini hati nya berdebar berhadapan dengan Anggara. lalu Renita menyodorkan selembar kertas yang dia bawa pada Anggara.


Anggara lalu mengambil selembar kertas yang di bawa Renita dan membacanya tanpa expresi.


"kok bisa begini?" ucap Anggara balik tanya.


"mana saya tahu,, saya kesini justru untuk minta ke bapak buat menormalkan kembali jadwal saya"


"oh begitu" Anggara tersenyum simpul menanggapi ucapan Renita.


lalu Anggara kembali fokus dengan laptop nya.jemari kokoh nya sibuk di atas keyboard laptop nya.

__ADS_1


di saat Anggara begitu fokus dengan laptop nya tak sadar Renita juga begitu fokus pandangan nya mengarah pada wajah tampan Anggara.Anggara yang melirik sekilas ke arah Renita tersenyum tipis melihat tingkah sang gadis pujaannya


"sudah, jadwal mu sudah masuk dan normal kembali" ucap Anggara


"hm? oh sudah? baik lah kalau begitu saya permisi" Renita berdiri dari duduknya ketika gadis itu hendak melangkah, dengan cepat Anggara berdiri, mengitari meja kerja nya dan mendekati Renita.membuat Renita mundur, hingga kembali terduduk di kursi yang ada di depan meja kerja Anggara.dan tentu saja kesempatan itu tidak Anggara sia sia kan untuk mengukung tubuh Renita yang terduduk di kursi.Renita yang sudah tidak bisa bergerak kemana mana.


"mau apa kamu?" tanya Renita ketus menatap tajam ke arah Anggara.


"mau kamu"


Anggara bicara berbisik di telinga Renita, pantulan hangat nya nafas Anggara yang beraroma mint membuat tubuh Renita meremang.


"tolong jaga sikap anda pak, ini kampus" Renita memalingkan wajahnya karena saat ini jarak antara wajah nya sangat dekat dengan wajah Anggara.


"ini ruangan ku Renita" ucap Anggara pelan.


Renita diam dia masih memalingkan wajahnya dari Anggara.


Anggara tersenyum dengan sikap Renita. kemudian Anggara mencium lembut kening Renita dengan lama.


langsung saja Renita kembali menatap tajam Anggara.


Anggara tersenyum karena trik nya berhasil membuat Renita kembali menatap nya.


"apa sih mau pak,awas, saya mau kembali ke ruangan saya" ucap Renita tetap dengan nada yang ketus.bukan nya menjawab.


Anggara menegakkan tubuhnya lalu berjalan ke arah pintu.yang sedari tadi terbuka.kemudian pintu itu di tutup dan di kunci oleh Anggara.


membuat Renita kaget.


"ke_kenapa pintu nya di kunci?" tanya Renita gugup dengan wajah panik menatap Anggara.


"


to be continued..


hai mom's and sister terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊


suka dengan cerita nya?


di tunggu like n comen nya 😊.

__ADS_1


__ADS_2