
Anggara yang baru saja keluar dari kamar nya setelah menyegarkan tubuh nya dengan mandi. melangkah menyusul istri nya yang dia tebak pasti berada di dapur untuk membuat sarapan dan itu yang tadi istrinya bilang maka itu dengan wajah yang sudah fresh dan tubuh yang segar Anggara melenggang ke arah dapur tapi langkah nya sedikit dia lambat kan karena mendengar dua orang wanita bercakap cakap di dapur. satu suara yang pasti nya sudah dia hafal ya itu istri nya dan satu lagi? Anggara menajamkan pendengarannya untuk mengenali suara wanita satu lagi yang sedang bicara dengan istri nya.
"Azela? apa kah itu Azela? kalau benar dia ngapain pagi-pagi begini sudah di sini?" gumam Anggara.
dengan kakinya terus melangkah mendekati area dapur dan setelah Anggara tiba di dapur dan sejenak dia kaget ternyata dugaannya benar.
Anggara melihat tubuh istrinya menegang dengan langkah lebar nya Anggara memanggil istrinya.
"sayang"
panggil nya dan kedua wanita itu dengan cepat menoleh ke arah dirinya.
"mas Anggara!" ucap Azela dengan mata berbinar melihat kedatangan Anggara. tapi fokus Anggara adalah ke istri nya dia tahu kalau istri nya sedang menahan diri.
'ah, sial! apa lagi yang akan di perbuat Azela'
ucap Anggara dalam hati. dan langsung merangkul pundak istri nya di tarik nya agar merapat ke tubuh nya. dan mencium kening istrinya dengan penuh perasaan. tentu saja tindakan Anggara seperti itu membuat Azela marah. dia cemburu. tatapan Anggara beralih ke Azela dengan wajah penuh tanda tanya karena melihat makanan yang tersedia di atas meja yang di siapkan oleh Azela.
"kamu sedang apa Azela pagi-pagi begini?" tanya Anggara melihat satu persatu makanan yang sudah tersaji di atas meja. tapi sialnya dia mengenali makanan itu karena dia sering memakan nya kala sedang di Lombok dan Anggara mengenali masakan siapa itu.
di tanya seperti itu wajah Azela yang tadi terlihat masam seketika berubah dengan senyuman lebar.
"oh, ini makanan khusus buat mas Anggara dari Ama. makanan favorit mu mas" dengan sangat antusias Azela menjelaskan semua nya sekilas dia melirik ke arah Renita yang terlihat tidak suka.
"benar kah? ini dari Ama?" Anggara melepas rangkulan nya pada bahu istri nya dan berjalan mendekati meja makan. tampak sekali mata Anggara begitu antusias melihat makanan yang memang benar itu dia sukai dan parah nya sangat sayang jika di lewatkan. masakan Ama orang yang selalu memberikan kelembutan pada dirinya di mana saat itu dirinya berlibur di Lombok selalu memasak untuk dirinya dan Anggara sangat menyukai masakan ama karena selalu sesuai dengan seleranya. melihat Anggara senang dengan masakan yang dia bawa, Azela merasa puas. apalagi Anggara sudah menarik kursi tunggal yang ada di dekat meja makan dan duduk siap berhadapan dengan makanan yang sudah tersedia di atas meja makan. dengan wajah terlihat semringah. dia melupakan istri nya karena makanan itu.
"sini mas, makan. aku siapin" dengan rasa yang bahagia Azela mengambil piring kosong untuk di alasi makanan untuk Anggara. Azela v
bersorak gembira dalam hati nya karena berhasil menarik perhatian Anggara dengan membawakan makanan dari masakan Ama nya. dan ini semua berkat ide dari ama nya sendiri. mungkin habis dari sini Azela akan berteriak untuk berterima kasih pada ama nya. Azela tak hentinya menyunggingkan senyuman di wajah nya. seraya tangan nya sibuk melayani Anggara makan bak seorang istri melayani suami nya makan.
"wah, wah... seperti nya sedang ada makan besar nih!" teriak Yusuf yang tiba-tiba saja sudah berada di dapur entah kapan pria muda itu datang dan sudah berdiri di dekat meja makan dengan tatapan mengarah ke makanan yang ada di atas meja makan. Yusuf memandangi makanan itu sejenak lalu pandangan nya beralih ke Renita kakak ipar nya.
kedua alis Yusuf beradu mencoba menangkap situasi yang sedang terjadi di sini.
"oh, astaga... mas kamu dalam masalah" gumam Yusuf seketika mata nya sedikit melebar setelah sudah bisa membaca situasi yang sedang terjadi di dapur.
apalagi melihat kakak sepupu nya yang sedang fokus dengan makanan yang tersedia di atas meja dan bisa Yusuf lihat Anggara menerima piring yang sudah berisi makanan yang telah di sediakan oleh Azela. setelah paham semua nya Yusuf langsung menyambar piring yang sudah terisi makanan dari tangan Azela yang akan di berikan pada Anggara.
"hey! apa-apaan ini? kenapa kamu beraninya mengambil piring itu?" yang tentu saja membuat Azela kaget sekaligus kesal akan tindakan Yusuf itu.
"makanan ini buat ku ya? mas Anggara bisa di ambil kan oleh istri nya ya kan?" dengan senyum lebarnya seolah tak punya salah Yusuf duduk di dihadapan Anggara dengan piring penuh makanan yang seperti nya enak? karena kebetulan Yusuf juga belum sarapan pagi akibat mendapatkan telpon dari Om nya Rahman. untuk menyampaikan sesuatu karena tidak bisa menghubungi ponsel Anggara karena dalam keadaan mati mungkin? maka dari itu Yusuf datang pagi sekali ke vila tempat Anggara dan istrinya menginap dan seperti nya kedatangan nya ke sini adalah sebuah keputusan yang tepat. pikir Yusuf seperti itu.
deg
astaga ucapan Yusuf membuat Anggara tersadar akan sikap nya wajah Anggara pias dan segera menoleh ke arah istrinya yang sedari tadi masih berdiri di posisi nya. dengan cepat Anggara berdiri dari duduknya dan menghampiri istri nya dengan raut wajah yang dingin.
__ADS_1
'sial! kenapa aku tak menyadari nya'
Anggara menatap istrinya dengan wajah memelas seolah dia meminta maaf karena bersalah.
"sayang" ucap Anggara pelan dan seperti nya sedikit gugup karena sadar telah menyinggung kembali perasaan istri nya karena sikap nya yang lupa diri. Anggara menarik kedua tangan istrinya.Renita membiarkan nya tak ada penolakan dari nya. namun Renita pun tidak merespon apapun wajah nya datar memandang suami nya. lalu hanya senyuman samar tercipta di wajah sebelum dia berkata pada suami nya dengan sunggingan sinis nya.
"kenapa kamu bang? sana, kamu sarapan dulu. bukan kah kamu bahagia melihat makanan favorit mu itu? jadi terkenang kan masa-masa bahagia mu dulu di sini?"
Anggara menggelengkan kepalanya cepat. dia berusaha menyangkal maksud ucapan istrinya.
"tidak sayang.. bukan begitu ceritanya. maaf ya kalau aku menyinggung perasaan mu lagi"
ucap Anggara dengan penuh kelembutan sedikit membungkukkan badan nya, menyamakan tinggi badan nya dengan sang istri. Anggara meremas tangan istrinya yang dia genggam. dengan sorot mata nya yang seperti memohon. karena dia tidak mau istrinya kembali salah faham dan berujung marah. sungguh Anggara tidak mau seperti itu. tapi kenyataannya? apa sikap Renita berlebihan? karena perkara makanan. tapi di sini bukan hanya perkara makanan saja. tapi di balik ini semua Azela pasti punya maksud tertentu itu yang ada di dalam pikiran Renita. dan tak sedetikpun Renita membiarkan Azela berhasil dengan tujuan nya. pikir Renita seperti itu tak peduli mungkin sikapnya ini terlalu kekanakan.
Yusuf yang sedang asik makan tapi pandangan nya tak lepas dari pasangan suami istri yang sedang mendrama tiba-tiba ada ide jahil yang terlintas di otak ganteng Yusuf.
apa lagi melihat expresi wajah Azela yang marah wajah nya memerah menahan emosi melihat pertunjukan romantis Anggara yang sedang membujuk, dan memohon pada Renita dan itu sungguh menyakitkan hati nya. tidak terima akan perlakuan Anggara yang terlihat sebegitu mencintai istri nya.
"mas, makanan ini enak lho. sini makan mas! rugi lho kalau nggak nyobain makanan ini apa lagi ini masakan Ama seruni pasti nya lezat. terima kasih ya Azela Udah repot menyiapkan sarapan pagi ini. wah ini benar-benar nikmat. ayo mas sarapan. ntar keburu aku habis kan" seperti petasan banting Yusuf terus bicara sambil tangannya tak berhenti bergerak menyuapkan makanan ke dalam mulut nya. lengkap dengan senyuman nya. dan memandangi satu persatu wajah orang yang berada di ruangan itu. tak peduli mendapatkan tatapan membunuh dari Anggara. seperti nya Yusuf berusaha tenang walaupun jujur dalam hati nya sedikit menciut karena tatapan Anggara seperti itu. tapi dia tetap berusaha santai.
"Yusuf, kamu pernah tau orang bisa mati karena tersedak makanan?" ucap Anggara masih dengan pandangan menghujam nya ke arah Yusuf.
glek
kalau saja Yusuf tak segera mengambil segera air minum dan langsung dia minum hingga tandas.
dan setelah itu menelan ludah nya banyak-banyak setelah itu barulah dia kembali menampakkan senyuman lebar nya seolah menantang Anggara karena merasa gemas dengan sikap kakak sepupu nya yang tidak sadar diri dan membuat Azela tersenyum bahagia di atas sakit nya kakak ipar nya yang cantik.
"mm. kakak ipar kamu ngga mau cobain masakan ini? ayo sini sarapan" alih-alih meladeni ucapan Anggara Yusuf malah menawarkan Renita untuk ikut sarapan.
"tidak terima kasih, seperti nya aku kurang cocok dengan makanan sini"
sahut Renita santai bin datar lalu melangkah pergi dari dapur menuju arah luar. tapi sebelum Renita sampai pada pintu wanita itu berbalik arah dan berkata pada Yusuf.
"Yus, apa kamu tahu tempat sarapan yang enak di daerah sini?"
Yusuf langsung berdiri dan berkata sebelum sekilas melirik ke arah Anggara.
"tau kak, di dekat resort ini ada resto western dan menu nya tak kalah enak dari menu asli Lombok"
dengan cepat Yusuf menjawab lengkap dengan senyuman lebar nya. Anggara yang masih terpaku dan berusaha menyimak situasi masih terdiam tak bergerak berdiri di posisi nya.
Renita tersenyum tipis merespon ucapan Yusuf.
"baik lah ayo kalau begitu, antar aku ke tempat itu" ajak Renita pada Yusuf. dan tentu saja dengan cepat pria berusia dua puluh dua tahun itu bergerak melangkah mendekati Renita dan..
__ADS_1
"ayo kak, kamu pasti akan menyukai nya" Yusuf melangkah menyamai langkah Renita. dan berjalan menuju luar.
seolah baru tersadar dari lamunannya Anggara berlari menyusul langkah istri nya dan Yusuf. mata Anggara melotot kala Yusuf akan membawa istri dengan sepeda motor yang tersedia di villa tersebut. istri nya akan naik motor dengan Yusuf? dan itu berarti mereka akan berboncengan dan posisi itu pasti akan... astaga kepala Anggara seketika seperti keluar asap karena emosi melihat kelakuan adik sepupu nya yang menurut nya sudah melewati batas. tentu nya Anggara tidak akan membiarkan Yusuf berboncengan dengan istri nya. posisi yang sangat menguntungkan Yusuf. Anggara dengan sigap menarik tubuh istrinya dari belakang motor yang akan Yusuf jalan kan. Anggara meraih pinggang istri nya dan membopong tubuh istrinya.hingga membuat Renita menjerit karena terkejut.
"bang! apaan sih kamu?!!"
meronta dalam dekapan suami nya tapi tentu saja itu tidak membuat dekapan Anggara terlepas. lalu dia menurunkan tubuh istrinya dan menghadap ke arah tubuh nya. meremas pelan kedua bahu istri nya.menatap dalam wajah cantik wanita pujaan hati nya itu.
"kamu mau sarapan kan? oke. pergi dengan Abang ya? Abang juga belum sarapan oke?" ucap Anggara lembut.
Renita hanya mencebik menanggapi ucapan Anggara.
"kenapa Abang jadi ikut sarapan dengan ku ha? bukan kah didalam banyak makanan? sayang nggak di makan lho bang. mubazir" ucap Renita menekankan setiap perkataan nya. Anggara terkekeh rendah menatap wajah sang istri.
cup
Anggara mengecup sekilas puncak rambut milik istri nya.
"maaf ya? urusan makanan yang di bawa Azela,biar nanti urusan dia. aku tidak peduli" jelas Anggara wajahnya meringis saat mengingat betapa banyak makanan yang di bawa Azela untuk nya dan sayang nya tidak termakan dan itu sangat mubazir. tapi apa boleh buat? dia pun tak ingin menyakiti perasaan orang yang sangat dia cintai ya itu istri nya. Anggara pasti lebih mengutamakan perasaan sang istri di atas segala Nya. walaupun itu harus mengorbankan sesuatu.
Anggara benar-benar sudah gila karena cinta nya pada istrinya.
Yusuf yang melihat ke bucinan kakak sepupu nya merasa puas karena aksi nya berhasil. lalu dengan wajah di buat sesedih mungkin Yusuf turun dari motor dan menyela pembicaraan antara kedua nya.
"wah.. ini nggak adil namanya. baru saja aku akan menikmati sarapan bersama dengan kakak ipar ku yang cantik ini seperti nya gagal karena suami nya yang nggak tau diri. gimana dong kakak ipar.. apa kita gagal sarapan bersama?"
Anggara melotot tak percaya melihat Yusuf bersikap seperti itu membuat tubuh nya bergidik ngeri sekali gus marah karena merasa cemburu? entah lah rasanya Anggara tidak terima karena sikap Renita pada Yusuf.
"kamu bisa ikut yus, ayo kita berangkat" ucap Renita tanpa beban.
"eh, nggak boleh! bukan nya kamu tadi Udah makan banyak yus?" tanya Anggara tidak terima kalau Yusuf tetap ikut. dan seperti nya Yusuf melupakan tujuan utama nya datang kesini untuk menemui Anggara karena kesibukan nya menjahili kakak sepupu tampan nya.
*
dan di sini lah mereka di pedagang kaki lima yang menjual bubur ayam.
ya, Renita memilih sarapan bubur ayam yang ada di pinggiran jalan yang tak jauh dari pantai wajah Renita tampak senang dan bahagia menyantap bubur ayam lengkap dengan sate-satean yang berisi ati ampela dan usus ayam.
tapi tidak dengan kedua lelaki tampan yang duduk berhadapan di dekat nya. kedua lelaki tampan itu hanya diam dengan ekspresi wajah yang merasa risih dengan tempat makan yang.. cukup kecil apa lagi dengan banyak pengunjung yang pasti nya khususnya kaum hawa sekali-kali menatap kedua lelaki tampan itu dengan pandangan penuh minat dan kagum. Anggara dan Yusuf memandangi Renita yang asik menyantap bubur ayam dengan lahap sekali.
"sayang, makan nya Udah apa belum?" ucap Anggara pelan sedikit berbisik pada istrinya yang sedang makan seolah tak peduli dengan dirinya karena saking menikmati makanannya. padahal di depan Anggara sudah sama tersaji satu mangkuk bubur ayam tapi secuil pun dia belum menyentuh nya.
*
TBC..
__ADS_1