
Anggara yang masih mode bingung dengan sikap Renita terpaksa mengikuti Renita yang kembali menarik dirinya masuk ke dalam bilik toilet wanita.
"kenapa kamu narik aku kesini Ren?"
"ssstt..diam" ucap Renita dengan suara berbisik menaruh satu telunjuk nya di bibir Anggara.
"Astaga Renita..ada apa?"
Anggara tetap saja bicara, dan Renita jadi panik, sedangkan di luar bilik toilet terdengar suara dua orang wanita masuk ke dalam toilet.
dan ketika Anggara mau membuka mulutnya ingin bicara.. refleks Renita mencium bibir Anggara dengan lembut.tapi terkesan kaku.
Anggara kaget sesaat dengan Renita yang mencium nya tiba-tiba.tapi itu hanya sebentar Anggara langsung menarik tengkuk leher Renita, membalas lebih, ciuman Renita.membuat gadis itu gelagapan mendapatkan balasan lebih liar lagi dari Anggara.mencumbu terus lebih dalam, menjelajah ke rongga mulut Renita.menyapa semua yang ada di dalam mulut Renita, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara karena betapa lihai nya Anggara membuai nya dengan cumbuan nya.
Renita sungguh merutuki dirinya sendiri karena sudah memancing Anggara kedalam hasrat nya.setelah seperkian menit, cumbuan yang cukup lama membuat gadis itu terengah-engah nafasnya karena sudah sulit untuk bernafas.Renita mendorong tubuh tegap Anggara, Dengan terpaksa Anggara pun melepaskan ciumannya.
Anggara tersenyum tipis menatap lekat wajah cantik Renita.sedangkan Renita? wajah gadis itu terlihat merah, memalingkan wajahnya, salah tingkah karena malu dengan perbuatan nya berani mencium bibir Anggara. nafasnya masih belum normal.dadanya turun naik.
"kenapa hm? kamu malu karena mencium ku?"ucap Anggara tersenyum simpul dengan nada berbisik, meraih dagu Renita untuk mengarah ke dirinya.
"maaf, tadi aku refleks"
"kenapa harus minta maaf? aku kaget, tapi aku senang, kamu mencium ku.sering begini juga nggak masalah" goda Anggara.
"ssstt.. diam ada orang" Renita tidak menimpali ucapan Anggara malah dia kembali menyuruh Anggara diam.
terdengar percakapan dua orang wanita di luar bilik toilet.
"gimana bu Anita? pedekate nya apa berhasil?"tanya wanita yang ternyata bersama Anita.
"ada kemajuan sih, tadi siang pak Anggara mengajak saya makan siang"ucap Anita terdengar senang.
sedangkan Renita dan Anggara saling pandang, Renita menatap tajam ke arah pria tampan yang ada di hadapannya ini.sedangkan Anggara wajah nya meringis, mengangkat dua jari tengah nya ke arah Renita.
"wah.. seperti nya pak Anggara menaruh perhatian juga, Pepet terus bu, jangan sampai di Pepet yang lain" ucap wanita yang bersama dengan Anita memprovokasi.
"duh, saya kan wanita Bu..masa saya yang mepet sih, tenang ajah bu, tidak perlu saya mepet pak Anggara,kaya dia yang udah mepet saya" ucap Anita pede nya dan kedua wanita itu pun tertawa.
__ADS_1
"sudah, ayo bu, kelamaan kita di sini dandan yang cantik, buat pak Anggara"
lalu kedua wanita itu keluar dari toilet dengan masih terdengar tawa kecil mereka.dan setelah kedua wanita itu benar benar sudah keluar,Renita dengan cepat membuka pintu bilik toilet dan keluar di ikuti oleh Anggara.wajah Renita terlihat masam di tekuk seperti dompet tanggung bulan.berjalan ke arah keluar toilet.
"Ren" Anggara mencekal lengan Renita menahan Renita yang hendak keluar dari toilet.
"apa!"sahut Renita ketus.
"marah ya?"
"menurut anda? saya sedang baik baik saja? melihat seorang pria yang katanya dia sudah punya calon istri tapi masih menggoda wanita lain,, tentukan dulu sikap anda dengan jelas, sebelum Anda benar benar menentukan pilihan!" ucap Renita dengan nada ketus menatap tajam Anggara.lalu Renita menghempaskan dengan kuat tangan nya yang di cekal Anggara hingga terlepas.lalu dengan cepat melangkah ke luar toilet meninggalkan Anggara yang masih berdiri di dalam toilet.
"arrghh.. kenapa jadi rumit begini sih, jadi nya!" Anggara tak menyangka sikapnya pada Anita malah jadi bumerang bagi dia.dan membuat hubungan nya dengan Renita memburuk.dengan cepat Anggara keluar dari toilet wanita tersebut.maksud mengejar Renita.tapi di tengah jalan dia bertemu dengan Rektor kampus dan mengajak nya bicara.
sejak kejadian itu,Renita selalu menghindari Anggara tak pernah menjawab telepon, atau pun pesan lewat ponsel nya.untuk menemui nya di rumah Adam, Anggara tak enak hati khawatir Adam mengetahui masalah dia dan Renita dan Anggara pikir itu akan memperburuk penilaian Adam pada dirinya.sedangkan acara lamaran tinggal dua hari lagi di laksanakan, tapi Anggara tidak bisa mendekati Renita yang terus menghindari nya.
sedangkan Anita? wanita muda yang mungkin seumuran dengan Anggara itu, terus saja mencari perhatian pada Anggara dengan sering membawakan makanan untuk Anggara.seringkali dia tolak dengan halus tapi tetap saja Anita tidak mau menyerah.dan satu lagi yang membuat Anita berani berbuat seperti itu, karena Anita putri dari pak Handoko rektor kampus ini. seperti sekarang ini Anggara sedang ada di dalam ruangan kantor nya.yang berada di gedung lima kampus tersebut.
tok
tok
"masuk"
Anggara mempersilakan masuk orang yang mengetuk pintu ruangan nya.
lalu perlahan pintu itu terbuka, dan lagi lagi Anita datang mengunjungi nya dengan membawa kotak makanan.dan bisa Anggara tebak kalau itu makanan yang di bawa untuk dirinya.
dengan senyuman manis terulas di wajah Anita, gadis itu tanpa di suruh dua kali, masuk ke dalam kantor Anggara.bajunya yang ketat membuat Anggara risih melihat nya.mungkin untuk lelaki normal melihat penampilan Anita yang aduhai, pasti tergoda.tapi sayang nya pikiran Anggara sudah terpatri oleh sosok Renita di kepala nya.jadi melihat penampilan Anita yang seperti itu hanya risih yang Anggara rasakan saat ini.ketika Anita ingin menutup pintu ruangan kerja Anggara..
"jangan di tutup Bu, tidak baik kita hanya berdua di sini, takut fitnah" ucap Anggara datar.
"loh, siapa yang mau fitnah kita pak, Orang yang di kampus ini seperti nya juga tahu" ucap Anita
"tahu apa bu?" tanya Anggara dengan memicingkan mata nya.
"hubungan kita" ucap Anita yakin.
__ADS_1
"hubungan apa bu?"
"kita"
"maksud bu Anita apa?"
"bapak ini,pura pura tidak mengerti"
ucap Anita Dengan senyum manis nya.
Anggara terdiam, dia mengerti apa maksud dari ucapan Anita.dia bukan bocah kemaren sore yang tidak mengerti sikap Anita.tapi Anggara hanya ingin memastikan dugaan nya saja, jangan sampai dia salah bicara, dan mempermalukan dirinya.
"maksud ibu hubungan antara pria dan wanita? begitu maksud bu Anita?" tanya Anggara dengan wajah nya terlihat dingin.
"ya.. seperti itu tentu pak Anggara tahu" balas Anita Dengan nada bicara di buat selembut mungkin.
tanpa ada expresi di wajah pria bule itu dia menatap tajam ke arah Anita dan..
"seperti nya selama ini bu Anita salah paham dengan saya"
"maksud nya?" tanya Anita sedikit bingung dengan ucapan Anggara.
"maaf, kalau selama ini sikap saya membuat bu Anita salah paham dengan saya, tapi kalau yang di maksud bu Anita saya menaruh rasa pada ibu, saya katakan itu tidak benar, saya tidak ada niatan untuk menjalin hubungan yang lebih dengan bu Anita, karena saya sudah mempunyai calon istri, dan akan menikah dengan nya.wanita yang sangat saya cintai, pilihan hati saya. jadi tolong bu Anita tidak perlu repot-repot mendekati saya, mengantar kan makanan untuk saya, karena tidak baik untuk gadis seperti Bu Anita.selama ini sikap baik saya ini, karena menghargai pak Handoko selaku Rektor kampus ini.tapi bukan berarti Bu Anita bersikap semau ibu, karena biar bagaimanapun yang mempunyai wewenang di sini adalah saya, karena saya pemilik yayasan ini"
Anggara menjelaskan panjang lebar.membuat Anita terdiam sejenak wajah nya memerah. menatap tajam ke arah Anggara.sedangkan pria bule itu menyenderkan tubuhnya di sofa kerja nya dengan menghela nafasnya lega seolah seperti ada yang terlepas dari dadanya.Anggara akhirnya dengan gamblang menjelaskan keadaan nya pada Anita.
"apa saya sedang di tolak?" tanya Anita pelan.
"saya tidak merasa menolak bu Anita, karena dari awal saya tidak ada perasaan apa-apa dengan anda"
"
to be continued...
suka dengan cerita nya?
jangan lupa untuk like n comen nya ya 😊😊 Terima kasih 🙏
__ADS_1