Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
gadis kurang ajar.


__ADS_3

Anggara menggeram rendah merasakan betapa nikmatnya bercinta dengan sang istri. mulut mengatup, mata nya setengah tertutup mencoba mengendalikan gulungan ombak kenikmatan yang menerjang seluruh tubuh nya. kedua tangan nya mencengkeram erat kedua sisi pinggul sang istri di saat pusaka milik nya menembak kan benih cinta nya di dalam rahim hangat istri nya. begitu juga dengan Renita wanita cantik itu terus merintih nikmat di saat kenikmatan dunia itu menerjang begitu luar biasa dia rasakan. rasanya seperti ingin menjerit sekuat-kuatnya untuk mengekpresikan apa yang dia rasakan sekarang ini. kedua tubuh polos yang masih menyatu itu menegang akibat terjangan ombak kenikmatan itu. hingga beberapa menit kemudian ketika rasa itu mereda barulah mereka saling tatap dengan Tatapan penuh cinta, penuh kepuasan, penuh damba tubuh melemas, dengan nafas yang Masih berlarian.


cup


"terima kasih sayang.. kamu selalu luar biasa dan ini sangat menyenangkan" Anggara mengutarakan rasa kepuasan yang tak terkira yang dia dapatkan bercinta dengan sang istri cantik nya.dan memberikan kecupan mesra di kening istrinya. lalu setelah itu beranjak dari atas tubuh istrinya melepaskan penyatuan nya.


wajah Renita merona merah karena malu sekaligus bahagia karena pujian dari suaminya. Anggara terkekeh melihat respon istri nya yang seperti itu lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"kamu menikmati nya sayang HM?"


tanya Anggara frontal yang tentu saja tidak bisa Renita jawab karena merasa risih.


"apa sih kamu bang, kalau ngomong begitu" Renita mengerucut kan bibir nya lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"lho aku kan cuma tanya. jangan sampai hanya aku saja yang merasa kenikmatan bercinta sayang"


"astaga Abang.. sudah ah!" Renita tambah malu karena Anggara terus saja mencecar nya dengan pertanyaan seperti itu.


"jawab saja sih sayang,, aku akan terus bertanya kalau kamu tidak mau menjawab nya" Anggara tetap dengan keinginan nya dan menunggu jawaban dari istri lengkap dengan tatapan mesum nya.


Renita jengah bukan main tapi sepertinya mau tak mau seperti nya dia harus menjawab pertanyaan mesum suami nya karena kalau tidak, suami nya terus saja menodong dengan pertanyaan absurd nya.


"iya"


"iya apa?" tanya Anggara ingin di perjelas.


"iya, aku menikmati nya Abang ku sayang.. kamu sangat perkasa saat membajak ku hingga menguras tenaga ku" jawab Renita dengan cepat walaupun saat mengatakan itu wajah nya benar-benar seperti tomat matang tak tahan karena malu Renita menyembunyikan wajahnya ke dalam pelukan suami nya.


Hahaha... benar kah begitu sayang??" Anggara tertawa bahagia atas penuturan istri nya yang terselip pujian untuk kemampuan ranjang nya.


"issh" Renita mendongak ke arah wajah suaminya yang nampak jumawa setelah mendapatkan pujian dari nya merasa gemas melihat sikap sang suami mendarat kan jemari lentik nya ke arah perut Anggara yang liat dan berotot.


Auch! sakit sayang.. kok nyubit sakit" tawa Anggara terhenti karena merasakan cubitan pedas istrinya di perut liat nya berganti dengan rengekan manja.


ah ya ampun.. Renita meremang mendengar rengekan manja suami nya. lelaki tampan berwajah bule bernetra biru begitu absurd nya jika sedang bersama dirinya berdua di dalam kamar. mana menyangka kalau seorang Anggara pramuja Subianto yang terkenal dingin, kalau bicara pedas dan ketus tak pandang itu lelaki ataupun perempuan. kalau sudah tidak suka pasti Anggara akan bicara apa adanya tidak ada yang dia tahan.


"biarin, rasain!" ketus Renita gemas


yang di tanggapi hanya dengan tawa yang kembali terdengar dari mulut Anggara. kesal dengan tingkah suami nya yang terus saja menggoda nya. Renita melepaskan diri nya dari dekapan sang suami menggulung tubuh nya yang polos dengan selimut.


"awas, lepas"

__ADS_1


"eh, sayang mau kemana?"


"mau mandi lah,, badan ku sangat lengket" ucap Renita melirik tajam pada suami nya.


tapi Anggara tidak membiarkan istrinya untuk lepas dari dekapan nya sehingga dia menahan tangan istrinya lalu kembali menarik nya hingga jatuh ke atas tubuh Anggara.


"auww.. Abang lepas! aku mau mandi" ucap Renita setengah berteriak. kedua tangan Renita di genggam tangan besar Anggara dan satu lagi tangan Anggara menahan di pinggang istri nya. kini kedua pasang mata itu saling mengunci, dengan tatapan sayu. pandangan Anggara turun ke bibir ranum sang istri dan.. tak lama kemudian entah siapa yang memulai keduanya kembali saling memagut, menyesap berbagi rasa dalam tautan bibir keduanya hingga gelora gairah itu muncul kembali membakar jiwa keduanya. melihat istrinya seperti sudah kehabisan nafas, Anggara melepaskan tautan bibir nya.


"sekali lagi sayang, babak kedua ya?!" bujuk Anggara, meminta. dengan suara yang sudah parau, mata yang sudah berkabut. bila sudah begini Renita sudah tidak bisa menghindar dari sorot mata biru Anggara yang selalu berhasil menghipnotis nya. hingga babak kedua pembajakan siang hari hingga ke sore hari itu pun terjadi.


seperti nya keputusan Anggara membawa istri nya ke Lombok adalah keputusan yang tepat karena dia bisa menghabiskan waktu bersama istri nya. dan seperti nya Anggara seperti balas dendam merapel kerinduan nya selama dia berpisah dari istri nya selama satu Minggu tidak menjamah istri nya.


*


"hari ini kita pulang bang?" tanya Renita ketika suami nya baru saja keluar dari kamar mandi


"satu hari lagi ya sayang, kalau sudah di Jakarta pasti kita sudah sibuk lagi otomatis waktu kebersamaan kita berubah. apalagi kamu akan menjadi dosen pembimbing beberapa mahasiswa tingkat akhir dan aku akan di sibukkan dengan perusahaan papa. ada perusahaan baru, yang baru saja di akusisi dan itu butuh perhatian extra. untuk kedepannya seperti nya aku lebih banyak di perusahaan papah dari pada di kampus" terang Anggara menjelaskan rentetan skejul kegiatan nya. Renita diam sejenak menyimak penjelasan sang suami.


"jadi kita akan jarang bertemu seperti nya" sahut Renita pelan menatap lurus ke arah suaminya yang berjalan mendekati dirinya yang duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamar. Anggara yang masih memakai handuk sebatas pinggang nya duduk di sebelah istri nya posisi menghadap ke arah istrinya. wangi sabun menguar lembut masuk ke penciuman Renita


rambut nya yang masih setengah kering acak-acakan karena baru saja di keringkan dengan handuk kecil yang masih Anggara genggam.


walaupun Renita tahu kalau yang ada di hadapan nya ini adalah suami nya yang pasti nya sudah setiap hari sudah melihat penampilan Anggara seperti ini jika selesai mandi, tapi tetap saja Renita selalu terpesona dengan tubuh hot yang di miliki oleh suami nya. oh ya Tuhan.. saat ini jantung Renita sedang tak baik-baik saja.


Renita berdehem untuk mengatasi debaran jantung nya.


"tapi aku mau pulang sekarang" Renita tetap dengan keinginan nya.


Anggara menatap istrinya dengan wajah heran bin bingung.


"kamu tidak suka di sini? bukan kah kamu suka dengan pantai? karena itu aku memilih tempat ini untuk menenangkan diri mu dari kejadian laknat itu"


Renita membuang pandangannya ke arah lain.


*iya aku memang suka pantai dan tempat ini tapi semua nya rusak dan tidak menyenangkan lagi karena gadis kurang ajar itu' ucap Renita dalam hati kesal.


"hey sayang kenapa HM?" Anggara menarik pelan dagu istri nya untuk melihat ke arah dirinya. dan jangan lupa Anggara adalah pria yang sangat tanggap dan mudah membaca sikap seseorang apalagi istri nya yang setiap hari bersama nya. tentu Anggara sudah bisa menebak apa yang sedang di pikir istri nya.


Renita menatap lekat wajah tampan suami nya bola matanya bergerak menyapu wajah tampan itu. begitu juga hal nya dengan Anggara sama.


"apa ini karena Azela?" tebak Anggara. dan benar saja raut wajah Renita berubah masam di kala mendengar nama gadis itu.

__ADS_1


Anggara terkekeh pelan. lalu memeluk tubuh istrinya dan mengecup puncak rambut milik istri cukup lama.


"kamu nggak perlu khawatir kan Azela lagi sayang.. gadis itu hanya sedang tersesat dengan pikiran nya"


ucap Anggara pelan


"tersesat? benarkah?" balas Renita melepaskan diri nya dari dekapan sang suami lalu berdiri dari duduknya.


"mau kemana sayang?"


tanya Anggara ikut bangun dari duduknya mengekori langkah Renita


merasa suami nya mengekori langkah nya Renita berbalik dan..


"mau bikin sarapan. Abang pake baju dulu sana,, lalu kita sarapan. ngapain? mau penampilan seperti ini keluar kamar? mau pamer ya?" cecar Renita gemas karena suaminya masih dengan handuk yang melilit batas pinggang nya mengikuti langkah nya yang hendak keluar dari kamar. sadar seperti itu Anggara hanya tersenyum lebar.


"iya sayang.." merasa gemas dengan sikap istri nya Anggara mencubit gemas pipi chubby Renita lalu tanpa berdosa berbalik ke arah lemari pakaian. Renita hanya mencebik menanggapi hal itu lalu berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan pagi. ketika Renita sampai di dapur langkah nya terhenti, matanya melebar tak percaya dengan apa yang dia lihat di dapur


"astaga.. sedang apa lagi gadis itu di sini?" gumam Renita melihat Azela sudah berada di dapur sedang menyusun beberapa makanan di atas meja makan. Renita Melangkah mendekati Azela yang sedang sibuk atau sok sibuk di dapur.


"kamu ngapain di sini pagi-pagi?" tanya Renita dan gadis itu menoleh ke arah Renita dengan senyuman yang... aneh? menurut Renita.


"kamu lihat aku lagi ngapain kan?"


ucap Azela santai tangan nya masih sibuk dengan urusan nya.


"iya aku tau dan aku tidak buta! yang aku tanyakan untuk apa ini semua? dan untuk siapa kamu siapkan makanan ini semua?"


"tentu aku siapkan makanan ini untuk mas Anggara dan kamu tahu? ini semua makanan favorit mas Anggara selama mas Anggara tinggal di Lombok. dan ini semua masakan Ama ku. mas Anggara sangat suka apa yang ama masak"


terlihat sekali Azela bicara sesantai mungkin tapi tanpa Renita sadari gadis itu menyeringai.


"sayang"


kedua wanita itu menoleh ke arah suara yang baru saja terdengar.


Anggara melambatkan langkah ketika langkah nya tiba di dapur dan melihat ada Azela yang sedang menata makanan di atas meja.


Anggara merangkul erat punggung istri nya dengan tatapan nya lurus dan penuh tanya ke arah Azela.


sekuat tenaga Renita menahan emosi nya agar tidak tumpah ruah dan memaki gadis kurang ajar yang tak tahu diri.

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2