Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
pemaksaan!


__ADS_3

Renita keluar dari ruang kelas itu, tujuan nya ke arah di mana motor nya terparkir.di parkiran yang ada di samping gedung kampus di sebelah barat.khusus parkiran kendaraan para pengajar dan staf kampus.


ketika langkah nya sudah keluar dari koridor kampus.


" Renita?" seseorang memanggil namanya dari belakang. Renita menoleh ke arah suara orang yang manggil nama Nya, dan menghentikan langkahnya.


"iya? bapak panggil saya?"


"loh, kamu tidak ingat saya?"tanya pria itu sok akrab.


Renita mengerutkan dahinya menatap pria berkacamata tipis yang mungkin kalau di lihat seumuran dengan dirinya. yang ada di hadapannya ini, mencoba mengingat.


"maaf pak, saya nggak kenal bapak, kalau bapak mengenal saya dan saya lupa, mohon maaf" ucap Renita berusaha bicara sopan.


"iya, iya, nggak apa-apa, karena memang sudah lama juga kita nggak ketemu, wajar kalau kamu lupa"


"maaf ya pak, mungkin ingatan saya nggak setajam ingatan bapak, emang nya bapak ini siapa?"


"oh iya, hampir lupa untuk ngasih tau siapa saya, perkenalkan saya Raga, ngajar di sini, sudah satu tahun,asli Jogja."


tiba tiba Renita mengingat wajah pria berkacamata ini, saat dia bilang asli Jogja.


"ooh iya, iya.. aku ingat sekarang, kamu Raga Mulyo ketua OSIS SMA Samudera kan?" ucap Renita tiba tiba antusias.


"akhirnya kamu ingat Ren, tadi nya aku udah sedih loh, kamu nggak inget sama teman lama" ucap Raga


"ya,maaf ya, maklum lah, pengaruh usia, kamu ngajar di kampus ini? sejak kapan? ngajar mata pelajaran apa?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Renita, membuat Raga tersenyum simpul.


"ya ampun Ren, dari dulu sifat kamu yang satu ini nggak berubah ya, suka nyecar orang"


"gitu ya pak, udah ngedarah daging kali pak" ucap Renita tersenyum lebar seraya menggaruk kening nya yang tidak gatal.


"jangan panggil saya pak dong Ren.. panggil nama ajah biar enak di dengar"


"nggak enak pak,di lingkungan kampus"


"kalau begitu kalau ketemu di luar kampus, panggil nama ajah ya,kan kita seumuran"


"i_iya deh pak, kalau begitu saya permisi dulu ya" Renita merasakan ada getaran dari ponsel nya di dalam tas kecilnya, dia menduga pasti itu Anggara, dan dia merutuki dirinya sendiri karena melupakan janjinya pada pria itu.


"loh, kamu mau kemana Ren?"


ucap Raga basa basi, padahal tentu saja dia tahu arah Renita ke parkiran.


"saya mau balik dulu pak, sudah ya pak"


lalu Renita berjalan cepat ke arah parkiran motor nya.


"Ren! aku minta nomor telepon mu dong" teriak Raga ketika Renita sudah melangkah jauh.

__ADS_1


"nanti saja ya pak, saya lagi buru buru nih" ucap Renita, lalu kembali melangkah menuju parkiran.


"oke!" sahut Raga, ada nada kecewa.


"ah, kenapa aku tadi lupa minta nomor telepon nya, saking asiknya bicara dengan Renita,gila! makin cantik saja kamu Ren" gumam Raga tersenyum menatap Renita yang menghilang di tikungan sisi gedung.


untuk mencapai parkiran motor nya, Renita harus melewati parkiran mobil yang lumayan luas. dan ketika dia melewati jalur sepi parkiran mobil,tiba tiba ada yang menarik tangan nya membuat gadis itu kaget dan berteriak.


AAA... teriak Renita wajah nya pias.


seseorang menarik tangan nya ke belakang sebuah mobil Pajero sport bewarna hitam.


"ssstt! diam!"


"bapak?!"


"iya,saya,, emang kamu kira siapa?"ucap Anggara sedikit ketus


kaget bukan main, ternyata Anggara yang menarik diri nya.dan refleks saja Renita mencubit kencang tangan kekar milik Anggara.


aww...sakit Ren...kok kamu nyubit sih?" Anggara mengusap usap jejak cubitan Renita pada lengannya.


"bapak, sudah bikin saya jantungan! enak ajah maen tarik.. kalau ada yang lihat kan bisa repot!" ucap Renita nggak kalah ketus.


"iya maaf.. lagian kamu di tunggu dari setadi,eh malah asik ngobrol sama lelaki,di telpon nggak di jawab, siapa yang nggak gemes coba" keluh Anggara menatap lekat Renita.


"siapa lelaki itu? kayaknya kamu Akrab banget, kamu kan baru di sini, kenapa bisa seakrab itu bicara dengan lelaki,pake acara katawa tawa lagi!" wajah Anggara nampak emosi mengingat kejadian tadi melihat Renita ngobrol dengan asik nya dengan seseorang.


"oh, pria itu? namanya Raga, teman satu SMA aku di Jogja, kebetulan emang kita lumayan akrab karena sering terlibat kegiatan organisasi sekolah, karena dia itu ketua OSIS"


jelas Renita.


"oh, jadi teman lama ya, kebetulan banget ya,bisa ketemuan di sini.. dunia mu memang sempit Ren" cibir Anggara.


"sempit emang pak, asal jangan sampai senggolan ajah"


"eit,, tidak akan aku biarkan kamu senggolan sama lelaki lain!"


Mata Renita membola, mulutnya mengulum senyum menatap Anggara.


merasa aneh dengan ucapan Anggara tadi.


"ngomong jadi nyeleneh gini sih pak?"


"ketularan virus kamu" ucap Anggara seraya melayangkan cubitan pelan pada pipi Renita.


"ih, enak ajah" ucap Renita tak terima.


mengusap pipinya yang di cubit Anggara.

__ADS_1


"sudah ayo kenapa kita jadi ngobrol di pojokan gini, kalau ngobrol tuh enak nya di cafe" ucap Anggara baru menyadari masih berdiri di belakang mobil nya.lalu Anggara menuntun tangan Renita.lalu membukakan pintu mobil untuk Renita.


"naik" titah Anggara menyuruh Renita masuk ke dalam mobil nya, tapi Renita tak langsung menuruti Anggara.


"loh pak, kalau saya naik mobil bapak, gimana motor saya?"


"kan tadi sudah kita bicarakan Renita... ucap Anggara dengan nada gemas.


"iya,tapi.." belum selesai Renita bicara Anggara sudah mendorong pelan bahu Renita, masuk ke dalam mobil nya.


"issh,, pemaksaan!" protes Renita mulutnya manyun.


walaupun melihat Renita ngegerutu, tapi Anggara tetap tersenyum, senyum kemenangan.lalu setelah Arjuna berhasil membawa Srikandi bersama nya. mobil Pajero sport bewarna hitam itu pun melaju perlahan keluar dari area parkiran kampus menuju, yang di tuju Anggara.


selama dalam perjalanan, tidak ada yang bicara, Anggara hanya fokus dengan jalanan, mengendarai mobil nya.walaupun sesekali ekor matanya melirik ke arah gadis cantik yang duduk di samping nya itu.


"kita mau kemana sih pak?" tanya Renita akhirnya buka suara karena rasa penasaran nya.


"kamu akan tahu nanti" ucap Anggara pelan, tetap pandangan nya lurus ke depan jalan.


"bapak ngajak saya jalan,tanpa kasih tahu kemana tujuan nya, ini namanya penculikan pak"


ucapan Renita Kontan membuat Anggara tergelak.


"kamu ini, kalau bicara.. bener banget! emang aku sedang menculik kamu, kalau bisa aku akan bawa kamu ke satu pulau yang tidak berpenghuni, di situ hanya kita berdua, pulau itu hanya akan rame dengan anak anak kita"


ucap Anggara tak kalah nyeleneh nya.


membuat Renita spontan kembali mencubit lengan solid milik Anggara, dan kembali sang Arjuna bule itu mengaduh.


aww,,Renita...kok kamu hobi banget nyubit aku sih, ini namanya kdrt" walaupun Terasa pedas cubitan Renita, tapi ada senyuman terulas di bibirnya.


"enak ajah kdrt, emang nya kita pasutri,pake bicara anak, nikah ajah belum" sungut Renita.dan ucapan Anggara tadi, walaupun terdengar nyeleneh, tapi mampu membuat jantung Renita berdebar tak karuan.


"kalau itu kan segera" ucap Anggara Santai.


membuat wajah Renita Merona.


Anggara hanya tersenyum melihat reaksi Renita itu.


tak lama mereka sampai di sebuah rumah besar dan mewah,di bilangan Kemang Jakarta.setelah gerbang pagar rumah itu di bukakan oleh mang Somad, mobil Pajero sport bewarna hitam itu masuk ke halaman parkir rumah itu.dan Anggara tidak menyadari perubahan expresi wajah Renita yang terlihat antara kaget dan bingung.


"


"


to be continued.


bila suka dengan cerita nya..di tunggu like n comen nya ya 😊😊.

__ADS_1


__ADS_2