
Renita tetap mengabaikan ucapan Anggara yang nampak gelagapan karena posisi wajah Renita tepat di atas pusaka milik Anggara.
"Renita"
"apaan sih kamu Anggara.. kamu berisik banget, bikin aku gugup, sebentar lagi.. setelah si Raga itu pergi aku turun kok" protes Renita mengira Anggara tidak terima dengan sikap nya.akhirnya kedua tangan Anggara mengangkat tubuh Renita dengan mencengkram pelan kedua bahu Renita.
"Renita.. kamu sadar posisi mu membuat sesuatu di dalam sana tegang hm?!" ucap Anggara tegas, menatap tajam Renita.
"maksud mu?"
"di mana tadi wajah mu berada hm?"
tanya Anggara menyadarkan Renita.
melihat pandangan Anggara ke arah benda pusaka nya, Renita mengikuti arah pandang Anggara dan..
"ya ampun" Renita langsung menutup mulutnya dengan satu tangan nya mata nya membola tak percaya, wajah nya bersemu merah karena malu.dan Anggara? pria bule itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah gadis pujaan nya yang seperti itu.
"kamu tahu sekarang tadi posisi mu tadi seperti apa?" ucap Anggara pelan wajah nya memerah karena menahan sesuatu dalam diri nya.
"a_aku.. tidak tahu, maafkan aku" ucap Renita pelan dan langsung memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil.
"segampang itu kamu minta maaf, setelah membuat sesuatu di dalam sini tidak baik baik saja Renita" Anggara menunjuk ke arah tengah paha nya.
"maaf.. aku nggak tahu, memang mau mu apa?" tanya Renita dengan nada takut, dan tetap memalingkan wajahnya.
"sini.. kalau bicara tatap aku"
lalu Anggara meraih dagu Renita agar menghadap ke arah wajah nya.
"Anggara mau apa kamu? awas ya jangan macam-macam" ancam Renita,was was melihat gelagat aneh Anggara.
Anggara hanya tersenyum merespon ucapan Renita.
"siapa yang macam macam sama kamu Renita.. aku hanya satu macam saja sama kamu" ucap Anggara pelan menatap dalam wajah cantik Renita.
Anggara menghela nafasnya perlahan berusaha Menetralkan dirinya.
__ADS_1
"Anggara?" ucap Renita terbata.karena melihat Anggara mencondongkan tubuhnya ke arah dirinya serta wajah nya.spontan kedua tangan Renita menahan tubuh Anggara agar tidak mendekat ke arah nya.
"Anggara!" Renita bicara dengan nada tinggi.
Anggara diam, satu tangan nya memegang kedua tangan Renita yang menahan tubuh Anggara tersenyum tipis menatap lekat wajah Renita.
"hanya sebentar Renita, aku tidak bisa begini karena perbuatan mu tadi"
Renita tercenung, mencoba mencerna perkataan Anggara.dan tanpa bicara lagi Anggara langsung menarik tengkuk leher gadis itu lalu menyambar bibir merah Renita tanpa ada protes lagi dari Renita.sang Arjuna bule memagut lembut bibir seksi milik Renita, begitu dalam bermain di dalam sana
cukup lama dan kali ini Anggara mendapatkan balasan dari Renita yang biasa nya Renita hanya pasif bila di cium Anggara, tapi kali ini Renita membalas setiap gerakan bibir Anggara,dan itu membuat Anggara kaget sekaligus senang Renita sudah bisa membalas ciuman nya.membuat Anggara tambah tersulut gairah nya.di saat Renita terengah-engah tangan nya berusaha mendorong tubuh Anggara, baru lah pria ber netra biru itu melepaskan cumbuan nya.
"Anggara" ucap Renita pelan dengan nafasnya yang tersengal karena cumbuan Anggara.
"hm?"
Anggara tersenyum, menatap dalam wajah cantik Renita jemari kokohnya menyeka lembut sisa saliva yang masih membasahi bibir Renita.
"kamu semakin berani sekali Anggara"protes Renita.
"tapi sepertinya tadi kamu sangat menikmati nya sayang.. begitu semangat membalas ciuman ku" ucap Anggara masih dengan senyum semringah nya.dan membuat wajah Renita Merona.
"Issh, sudah ah, aku mau turun bisa bahaya kalau masih di sini"
Renita jadi salah tingkah buru buru dia membuka handle pintu mobil Anggara dan turun dari mobil Anggara.
"hei, tunggu Ren!" Anggara melihat Renita turun dari mobil nya dengan tergesa dia pun ikut turun dari mobil nya.mendekati Renita dan mencekal lengan Renita.
"tunggu dulu..mau kemana kamu?"
pertanyaan bodoh keluar dari mulut Anggara, karena jelas Renita mau masuk ke kampus.Anggara masih bertanya.
"ya ampun Angga,ya jelas aku mau masuk ke kampus, Untung aku ada kelas di jam ke tiga, kalau nggak aku bisa terlambat.sudah aku mau masuk ke kampus" Renita melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Anggara.tapi baru saja dia melangkah Renita kembali membalikkan badannya ke arah Anggara.
"eit, tunggu dulu.. kamu jangan barengan begini jalan nya dengan ku Angga.aku tidak mau orang lihat kita jalan bersama." lalu Renita kembali berjalan cepat meninggalkan Anggara yang terlihat tidak senang dengan aturan Renita yang menurut nya merugikan diri nya.
"ini tidak bisa di biarkan lama lama"
__ADS_1
gumam Anggara memandangi Renita yang terus jalan menjauh.lalu dia pun melangkah jalan menuju kantor nya di lantai empat gedung itu.
tapi baru saja Anggara tiba di gedung utama, dia melihat Renita sedang asik bicara dengan dosen yang bernama Raga.di koridor kampus.
"CK, kamu Renita.. baru saja berpisah sebentar dengan ku sudah asik bicara dengan pria lain" ucap Anggara pelan nampak wajah nya terlihat tidak senang.
"pak Anggara? baru tiba pak?"
tiba-tiba dari arah samping seorang wanita muda menyapa nya.
Anggara menoleh sekilas ke arah wanita muda yang menyapa nya.
"iya" jawab Anggara singkat dan kembali pandangan nya tertuju ke arah Renita.melihat Anggara mengabaikan nya, wanita muda itu mengikuti arah pandang Anggara.
"ooh, itu yang sedang bicara dengan pak Raga bu Renita dosen baru di kampus ini pak" jelas nya.
"aku tahu" sahut Anggara lagi dengan cepat.
"oh, bapak tahu toh,wah dosen baru udah beken ya, sampai sampai bapak sebagai pimpinan yayasan saja tahu" ucap wanita muda itu dengan nada sedikit mencibir.
Anggara kembali menoleh sekilas ke arah wanita muda yang berdiri di samping nya.
"tentu saja saya tahu, karena dia itu calon istri saya" ucap Anggara spontan.dan itu membuat wanita muda itu terkejut.
"apa? calon istri bapak?!" tanya wanita muda itu dengan wajah penasaran akut.
Anggara seperti nya tidak sadar apa yang di ucapkan nya sehingga saat wanita muda itu mencecar dirinya dengan pertanyaan.Anggara tidak menjawab, tapi malah melangkah jalan, begitu juga dengan wanita muda yang anggara tebak salah satu dosen di kampus milik yayasan nya. hingga jarak nya sudah mendekati Renita yang masih berdiri ngobrol di koridor kampus Dengan Raga.
"permisi saya mau lewat" ucap Anggara datar tanpa menoleh ke arah Renita dan Raga.dan itu membuat Renita kaget yang tiba-tiba saja Anggara lewat di depan nya menyela begitu saja. di ikuti oleh wanita muda di samping nya.Renita terdiam, memandangi Anggara yang terus berjalan jauh dari tempat nya berdiri.
wajah Renita nampak gelisah.
"kenapa kamu Ren?" tanya Raga melihat raut wajah Renita yang terlihat muram.
"
to be continued.
__ADS_1