
sementara Adam dan dan sela duduk di ruang tengah sengaja menunggu Anggara dan Renita yang mereka pikir sudah akan bersiap-siap. Adam melihat jam dinding yang ada di ruangan tersebut. wajah nya.nampak sekali seperti orang tidak sabaran.
"kenapa lama sekali sih mereka? padahal tadi aku lihat sudah beres semua" Adam menatap ke arah lantai dua rumah nya tepat nya ke arah kamar Renita. sela tersenyum dan menepuk pelan punggung tangan suaminya.
"mas ini, kaya nggak pernah jadi pengantin baru saja sih"
Adam mengerutkan dahinya mendengar ucapan istrinya. otak pintar nya seperti nya sedang mencoba mencerna ucapan sang istri sesaat dia pandangi wajah cantik sela seolah mencari jawaban dari ucapan istrinya dan tak lama setelah nya dia pun tersadar.
"sial, sempat-sempatnya itu orang bermesraan dulu! nggak liat apa, kita sedang menunggu?!" Adam mengacak rambut nya kasar setelah menyadari ke mana arah ucapan istrinya.
sela terkekeh kecil menanggapi tingkah suami nya.
"kamu mau mas?" Sela mengusap lembut dada bidang suaminya dengan gerakan turun naik. pandangan Adam.mengikuti laju tangan nakal istri nya di dada nya. lalu menatap lekat wajah istrinya
"kamu jangan menggodaku sela, kamu tahu kalau aku sudah menggempur mu, tidak ada kata sebentar. nanti gimana kalau mereka datang" suara Adam sudah terdengar parau sambil menahan tangan istrinya yang terus bergerak di dadanya. susah payah sela menelan Saliva nya dia baru menyadari kalau suami nya ini mempunyai stamina kuat kalau sudah ada di atas tubuh nya. dengan cepat Sela menarik tangan nya yang ada di dada suami nya.
tidak mungkin kan, saat ini dia harus melayani suami nya di atas ranjang? sedang kan hari ini dia akan mengantarkan kepindahan adik ipar nya. dan seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk melayani suami nya. Sela sudah salah tingkah karena itu merutuki dirinya telah berani menggoda singa tidur.
"maaf mas, nggak jadi deh" ucap Sela menarik tangan nya dengan tersenyum lebar tanpa berdosa pada Adam.
"kamu yakin?" Adam menatap nakal istri nya. sela mengangguk pelan lalu sedikit menggeser posisi duduknya menjauh dari Adam. dan lelaki tampan itu tergelak puas melihat reaksi istri nya.
"mas" Sela mencubit lengan kekar milik suami nya karena sang suami berhasil membuat dirinya takut.
di dalam kamar mandi, sepasang sejoli yang sedang mereguk kenikmatan dunia, terus berlanjut kini permainan di ambil alih oleh Anggara di saat istri terus memanjakan pusaka milik nya hingga Anggara mendapatkan pelepasan nya yang pertama dan itu belum selesai karena pusaka berurat milik sang Arjuna bule itu langsung kembali on ketika dia memberikan sentuhan demi sentuhan pada tubuh sintal sang istri. hingga kali ini tubuh Renita yang bergetar hebat tubuh nya lemas, kaki nya tidak bisa menopang berat tubuh nya hampir saja dirinya jatuh kalau saja Anggara tidak segera meraih pinggang istri nya dan membawa nya duduk istri nya di atas wastafel kamar mandi. Renita masih berusaha menormalkan nafasnya yang tersengal karena pelepasan yang baru saja dia dapatkan.
tapi sepertinya Anggara sudah tidak sabar dan tidak bisa menahan lagi lelaki itu langsung meraup bibir ranum istri nya dengan berbarengan sang pusaka milik nya menghujam dengan dalam nya ke sarung hangat nya dengan melebarkan kedua paha Renita Anggara berdiri di tengah kedua paha Renita yang di buka nya lebar-lebar dan..
ahhh..
aughkh..
suara erangan tertahan kedua nya ketika tubuh keduanya menyatu.
kedua tangan Renita mencengkeram erat pundak lebar suami nya. menatap sayu pria tampan yang sedang menggagahi nya. tubuh Renita tersentak kebelakang seiring ritme gerakan Anggara yang maju mundur dengan liar nya. sesekali Anggara melahap puncak gunung kembar nan kenyal milik istri nya memberi kan gigitan kecil pada puncak gunung tersebut sehingga membuat tubuh Renita mengejang matanya merem melek merasakan kenikmatan yang luar biasa karena jamahan tangan dan bibir sang suami pada setiap titik sensitif tubuh nya.
"bang..ahhh.. aku tidak kuat lagi"
Rintih Renita Renita merasakan sensasi berjuta rasanya hingga dia merasakan gelombang dahsyat itu akan datang lagi menerjang nya.
melihat istrinya akan mendapatkan puncak nya Anggara mempercepat pengeboran nya.
"iya s_sayang, ayo b_bersama"
suara Anggara sudah tidak bisa berkata benar karena tubuh nya pun sudah bergetar hebat karena puncak milik nya sudah berdenyut ngilu di dalam sana seperti akan meledak tubuh nya bergidik hebat di saat gelombang kenikmatan itu menggulung tubuh nya.
suara erangan nikmat terdengar dari mulut kedua insan yang sedang tergulung ombak kenikmatan dunia di kamar mandi yang dingin wajah Anggara tertumpu di ceruk leher jenjang milik istri nya tubuh nya melemah kedua tangan nya berpegang di dinding wastafel kamar mandi untuk menahan beban tubuh nya. nafas nya memburu hangat di ceruk leher Renita.
"terima kasih sayang, you are the best"
cup
__ADS_1
Anggara memberikan kecupan dalam pada bibir ranum istri nya menyudahi percintaan nya.
"sudah, lepas bang. aku mau mandi mas Adam dan mbak sela pasti menunggu kita"
rengek Renita manja karena Anggara tak kunjung menggeser posisi tubuh nya yang masih rapat dengan dirinya dan belum mencabut pusaka nya di dalam inti nya.
Anggara terkekeh melihat tingkah istrinya itu
"iya sayang, ayo kita mandi"
akhirnya Anggara mencabut pusaka milik nya yang sudah tidak tajam lagi dari lembah surgawi istri nya.
lalu Anggara membopong tubuh istrinya ke bawah pancuran shower dan kali ini benar-benar hanya mandi tidak ada lagi olahraga panas Anggara dengan telaten menyabuni tubuh istrinya sebenarnya awal nya Renita tidak mau kalau suami nya itu memandikan dirinya seperti sekarang ini lihat saja, dirinya sudah seperti seorang bayi yang sedang di mandi kan oleh Anggara. sedang kan lelaki tampan itu sangat menyukai kegiatan itu, ada sensasi tersendiri di saat dia menjamah setiap senti tubuh sintal sang istri. ada tantangan tersendiri yang menyerang dirinya ya itu hasrat yang terus mengalir deras pada tubuh nya. itu menjadi kemoterapi kenikmatan bagi lelaki tampan berusia dua puluh lima tahun itu.
setelah berada di dalam kamar mandi kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya kedua pasangan itu keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang fresh.
Renita berjalan ke arah atas tempat tidur di mana sudah ada pakaian nya dan suami nya yang sudah dia siap kan sebelum nya. Renita memberikan pakaian untuk suami nya.
"ini bang pakaian mu"
tapi Anggara hanya memandangi wajah istrinya tanpa bergerak untuk mengambil alih pakaian nya yang berada di tangan sang istri.
Renita menatap heran suami nya.
"bang, ini pakaian mu"
sekali lagi Renita menyodorkan satu stel pakaian suaminya tapi tetap saja Anggara tidak menerima nya dan itu membuat Renita jengkel
"pakaikan?"
Renita mengulang ucapan Anggara karena merasa tak yakin apa yang dia dengar dari mulut Anggara
"iya" sahut Anggara penuh harap dengan senyum lebarnya tanpa beban.
"issh, seperti anak kecil saja sih kamu bang" gerutu Renita
"ayolah sayang cepat kita kan sudah di tunggu oleh kakak mu" nego Anggara tetap dengan keinginan nya
dengan terpaksa dengan bibir nya yang mengerucut akhirnya Renita menuruti keinginan suaminya.
perlahan Renita memakai kan satu persatu pakaian pada tubuh atletis suami nya dengan tenggorokan yang kering karena berkali-kali Renita mereguk Saliva nya setiap tangan nya menyentuh tubuh liat sang suami yang sangat menggiurkan bagi nya. ah tidak, mungkin menggiurkan bagi setiap wanita yang melihat nya hingga pada saat Renita akan memakai kan segitiga pengaman untuk sang suami tangan nya gemetar
Anggara terkekeh melihat respon istri nya yang seperti itu.
"kenapa sayang? kok berhenti? cepat" pinta Anggara tersenyum simpul karena tahu istrinya malu
padahal bagian bawah pinggang nya masih tertutup dengan handuk Anggara merasa gemas melihat tingkah polos istri nya.
Renita yang masih terpaku diam terhenyak mendengar suara berat Anggara.
"ah, iya?"
__ADS_1
sadar dengan tingkahnya sendiri wajah Renita merona merah seperti tomat matang wajah nya rasanya panas hingga tak sadar menangkup wajah nya sendiri dengan satu tangan nya.
"kamu malu? bukan kah tadi kamu sangat liar melahap milik suami mu itu HM?" goda Anggara tapi benar bukan? apa yang Anggara katakan? bukan kah tadi sewaktu di dalam kamar mandi dengan beraninya Renita melahap dengan rakus pusaka milik suami nya dengan sangat bergairah. Renita mengingat hal itu tubuh nya menjadi meremang dirinya jadi salah tingkah dan..
"nih! pake sendiri! sudah besar paket celana saja minta di pakein!"
Renita menyodorkan satu stel celana bahan pada suami berikut celana pengaman pusaka suami nya dengan gerakan cepat lalu dia pun berlari kecil ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian nya.
Hahaha... kamu malu sayang?"
teriak Anggara mengiringi langkah Renita yang demikian cepat menghilang di balik pintu kamar mandi.
setelah drama yang terjadi di dalam kamar itu, kedua pasangan itu pun keluar dari kamar tersebut dengan masing-masing membawa koper dan beberapa kardus yang tidak terlalu besar di masing-masing tangan kedua nya.
Adam yang tengah berbincang ringan dengan istri nya menyadari kedatangan adik nya dari lantai atas, dan melihat Renita nampak kesulitan membawa beberapa barang di tangan nya segera bangkit dari duduknya lalu melangkah lebar mendekati Renita dan menyahut beberapa barang dari tangan Renita.
"sini mas bantu"
"terima kasih mas"
Renita tersenyum senang dan menyerahkan beberapa barang yang ada di tangan nya kini dia hanya menggeret koper besar nya saja yang berisi baju nya walaupun tidak semua dia bawa hanya beberapa baju yang dia bawa karena Anggara melarang nya untuk membawa semua baju yang ada di dalam kamar itu.karena Anggara sudah mempersiapkan semua nya untuk istri nya dari hal yang terkecil hingga pakaian Anggara sudah memenuhi kebutuhan Renita di apartemen mewah milik nya yang sekarang akan menjadi milik sang istri juga.
"apa kamu perlu menambahkan satu mobil lagi untuk membawa semua barang mu Ren?" tanya Adam ketika melihat banyak nya barang bawaan adik nya.
"tidak perlu mas, mobil ku seperti nya muat untuk barang sebanyak ini"
Anggara menjawab ucapan Adam dengan yakin. ketika mereka sudah memasukkan satu persatu barang bawaan Renita. karena untuk barang bawaan Anggara sendiri tentu nya hanya baju saja itu pun tidak banyak. Anggara mengatur barang bawaan Renita di dalam mobil nya bagian tengah dan bagasi agar cukup semua. dan benar saja walaupun kelihatan penuh mobil Anggara tapi dia tersenyum puas karena semua nya sudah tertata rapih dan berhasil masuk semua ke dalam mobil nya.
Brukk!
Anggara menutup pintu mobil bagian tengah dan pintu bagasi mobil nya. dan setelah semua selesai seketika suasana menjadi hening karena nampak nya mata Renita berkaca-kaca menatap kedua orang yang sangat dia sayangi kakak lelaki nya dan kakak ipar nya yang sangat menyayangi nya seperti adik nya sendiri. walaupun hari-hari berikutnya dia bisa mengunjungi mereka, tapi rasanya kepergian nya kali ini ada rasa yang berbeda dari sebelumnya di mana rasa sedih, karena harus meninggalkan rumah yang memberikan kehangatan dan perlindungan pada dirinya selama dia tinggal di Jakarta sehingga terasa seperti di rumah nya sendiri.
ada juga rasa bahagia karena, dia akhirnya pergi dari rumah ini bersama pasangan nya ya itu suami nya lelaki tampan yang tidak dia sangka-sangka menjadi suami nya yang seharusnya menjadi ponakan nya walaupun tidak ada hubungan darah di antara nya. itulah takdir dan jodoh hanya tuhan yang tahu manusia hanya punya keinginan di mana Renita tidak lagi berpikir untuk menjalin hubungan dengan yang namanya lelaki hati nya tertutup rapat dengan nama nya cinta karena rasa trauma dan sakit yang dia dapat empat tahun yang lalu. tapi nyatanya? sekarang ini dia di nikahi oleh seorang pria tampan dan tak tanggung-tanggung pria itu usia nya lebih muda dari dirinya dan itu yang membuat Renita bersyukur dan bahagia dengan apa yang dia rasakan sekarang ini.
Tak tahan lagi Renita langsung menghambur ke pelukan Sela.
"eh, Kenapa kamu menangis Ren? udah ah, Kaya pergi kemana saja pake nangis hanya beberapa menit dari rumah ini.. nggak usah bersedih" Sela berusaha memberikan ketenangan pada Renita yang terisak di pelukan nya padahal hati nya sendiri juga terasa sesak karena sedih karena Renita tak lagi tinggal bersama nya tapi sela berusaha kuat tak memperlihatkan kesedihan nya Adam yang melihat istrinya seperti itu hanya tersenyum sendu dia pun sama dengan istri nya merasa berat melepaskan adik bungsu nya tapi sadar kalau sekarang adik bungsu nya itu sudah ada yang bertanggung jawab selain dirinya secara penuh.
Adam memeluk kedua wanita kesayangan nya dengan tangan lebar nya dan mengecup sekilas puncak rambut milik adik perempuan nya itu dengan penuh sayang. Anggara yang melihat itu darah nya berdesir melihat kehangatan keluarga istri nya sungguh bahagia melihat istrinya hidup di tengah-tengah orang yang mempunyai cinta kasih sayang yang tidak terbatas pada orang terdekat nya.
kheem!
Anggara berdehem mencairkan suasana yang haru dan benar saja ketiga orang yang sedang larut dengan perasaan nya masing-masing itu pun melepaskan pelukan mereka. mata Renita terlihat sembab. Anggara yang tadi berdiri bersandar pada mobil nya berjalan mendekati Renita dan kedua tangan terulur ke arah wajah sang istri untuk menghapus air mata istri nya yang masih terlihat mengalir.
"kita berangkat sayang?" ucap Anggara lembut Renita mengangguk pelan dan tersenyum manis
setelah berpamitan dengan penuh haru akhirnya mobil yang membawa Renita dan Anggara keluar dari pekarangan rumah Adam.
babak baru rumah tangga kedua insan yang akan berlayar dalam bahtera rumah tangga itu akan di mulai.
*
__ADS_1
TBC..