
Anggara tiba di rumah nya sudah sangat malam,hanya mang Somad pria berusia 40 tahun, asli Majalengka penjaga rumah nya bertubuh tambun, yang membukakan pintu pagar rumah besar itu untuk nya.
"malam banget den pulang nya?" sapa pak Somad
"iya mang" jawab Anggara singkat tersenyum ramah pada mang Somad.
tak banyak tanya lagi mang Somad hanya tersenyum menatap majikan muda nya itu yang tampak ada binar kebahagiaan di wajah Anggara masuk ke dalam rumah besar itu.
di dalam rumah sudah dalam keadaan gelap,hanya lampu lampu kecil di setiap sudut ruangan yang menyala,Anggara menaiki anak tangga menuju kamar nya di lantai dua.
saat ini perasaan nya sedang berbunga bunga.Anggara masuk ke dalam kamar nya dan langsung membuka semua baju nya hanya menyisakan celana boxer nya saja yang masih melekat pada tubuh atletisnya
, badan nya terasa lengket dan berkeringat. tiba tiba ponselnya bergetar ada notifikasi pesan masuk beruntun, memang sedari tadi Anggara tidak mengaktifkan data seluler nya.setelah dia sampai di rumah nya dan ponsel nya terkoneksi dengan WiFi rumah nya langsung saja ponsel nya berdenting berkali-kali.
dengan rasa penasaran, Anggara yang tadi hendak melangkah ke arah kamar mandi, menghentikan langkahnya. dan mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas ranjang nya.dia gulirkan layar ponselnya dan melihat pesan masuk dari siapa, tampak wajah nya tak senang setelah melihat beberapa pesan dari Debi.Anggara berdecak kesal dengan kata kata Debi yang terus seperti masih mengharapkan perhatian nya.akhirnya pesan masuk dari Debi di hapus semua, dan nomor telepon nya di blokir oleh Anggara.
tapi ada satu pesan masuk yang membuat bibir nya melengkung seperti bulan sabit.
(Juwita ku)
sudah sampai rumah pak?
Anggara tersenyum tak kala sang pujaan hati nya Renita yang di kontaknya di namakan Juwita ku. mengirimi pesan untuk nya.
( Anggara)
sudah, baru saja nih, mau mandi dulu ya Ren.. kamu belum tidur?
(Juwita ku)
otw tidur,ya sudah kalau begitu silahkan lanjutkan.
(Anggara)
apa nya yang di lanjutkan Ren?
(Juwita ku)
ya bapak tadi mau ngapain? sudah ya, aku mau otw tidur.
(Anggara)
ya sudah kalau begitu semoga mimpi indah ya.
lama Anggara memandangi ponsel di tangan nya berharap Renita masih membalas pesan nya lagi.tapi ternyata tidak.
*ah, begini ya rasanya kalau bahagia karena jatuh cinta*batin Anggara
__ADS_1
pria itu senyam senyum sendiri.
kemudian di letakkan kembali ponselnya di atas nakas,lalu Anggara melangkah menuju kamar mandi
_________
suara adzan subuh terdengar di kejauhan, begitu juga alarm ponsel Anggara berbunyi melengking hingga masuk ke dalam pendengaran Anggara, memaksa matanya untuk di buka walaupun rasa kantuknya masih menyergap nya.pria bertubuh atletis itu bangun dari tidur nya perlahan turun dari ranjang berjalan gontai menuju ke arah kamar mandi.
setelah membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan shalat subuh.di kamarnya.setelah melaksanakan shalat subuh dan berpakaian rapi, Anggara turun ke bawah, menuju arah ruang makan untuk sarapan pagi nya.
seperti biasa nya di meja makan sudah ada papah nya dan ummi Aisyah. dan ternyata ada Om Hadi dan Yusuf hadir di meja makan.
Yusuf adalah adik sepupu nya anak dari Om Hadi, Yusuf masih kuliah di universitas yayasan milik Handerson, semester akhir jurusan manajemen bisnis.di sela sela kesibukan kuliah nya Yusuf ikut membantu bekerja di perusahaan garmen milik keluarga Subianto yang sangat besar cabang nya ada hampir di seluruh pulau di Indonesia.,cara kerja Yusuf sangat cekatan, dia sering memenangkan tender proyek untuk perusahaan Subianto di bidang garmen.karena itu Rahman sangat menyukai Yusuf pemuda tampan tinggi tegap 183 cm, berkulit sawo matang berusia 22 tahun walaupun masih muda, tapi jiwa bisnis nya patut di perhitungkan.
"good morning semua" sapa Anggara
langsung menarik kursi di dekat meja makan.Anggara duduk di samping Yusuf.mereka yang ada di situ hanya mengangguk dan tersenyum merespon ucapan selamat pagi dari Anggara.
Yusuf tersenyum pada Anggara
"kayaknya ada yang lagi bahagia nih" ucap Yusuf santai melirik ke arah Anggara.
"apa kabar mu yus? bagaimana hubungan mu dengan Citra?" kontan saja pertanyaan balik dari Anggara membuat Om Hadi berhenti mengunyah makanan nya dan menoleh ke arah yusuf.begitu juga Rahman dan Aisyah pandangan nya mengarah ke Yusuf.
"siapa citra yus?" tanya Hadi penuh selidik.
"ah bukan siapa siapa kok, cuma teman kuliah satu kampus" jelas Yusuf mata nya melirik tajam ke arah Anggara, sedang kan pria berwajah bule itu hanya tersenyum simpul.puas melihat Yusuf gelagapan di tanya soal citra.
"benar Om, hanya teman saat ini" jawab Yusuf pelan.
"saat ini? berarti ada berikut nya dong" ummi Aisyah ikut menimpali
"namanya Citra amidah om" lagi Anggara bicara menyebutkan nama lengkap gadis incaran Yusuf.
"kok kamu bisa tahu nama lengkap gadis itu sih Angga?" tanya ummi Aisyah nampak heran.
Anggara hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Aisyah.
"mas,kok kamu bisa bocor begini sih?!" gerutu Yusuf pada kakak sepupu nya itu ada rasa kesal dengan mulut bocor Anggara.
"biar kamu nggak lama lama nyusul aku ke pelaminan" sahut Anggara enteng.
"waduh! aku sih masih lama mas. Monggo mas ajah duluan"
kedua pemuda itu nampak terlihat serius bicara dengan nada berbisik sedangkan Hadi, Rahman dan Aisyah hanya memperhatikan interaksi antara mereka dengan senyum saja.
"emang nya kamu mau buru buru nyusul Anggara ke pelaminan yus?"
__ADS_1
tanya Hadi serius.
"ya, enggak lah pap, Yusuf masih jauh untuk kesitu, masih muda nanti saja lah" Yusuf berkilah, padahal dirinya sudah mengejar Citra sejak di semester pertama.anak seorang guru senior di SMA x milik yayasan Handerson.
Hadi hanya manggut-manggut mendengar ucapan putra sulung nya itu.
"lalu bagaimana kelanjutan dari rencana lamaran mu untuk Renita Angga? kapan kita datang ke rumah Adam?" tanya ummi Aisyah.
mengalihkan pembicaraan. yang langsung di tanggapi Anggara dengan menegakkan posisi duduk nya.
"Anggara berjanji pada mas Adam hari Sabtu ini ummi" jelas Anggara
"Sabtu ini?" tanya Rahman
"iya pah, bagaimana?"
"baik lah, kalau itu sudah menjadi keputusan mu, kita persiapkan diri untuk datang ke rumah Adam untuk melamar Renita Sabtu Minggu ini"
"kalau begitu ummi akan menyiapkan segala sesuatunya, dan mengabarkan kerabat dekat saja ya" ucap Aisyah nampak antusias
"pilihan mu hebat mas,lain dengan yang lain" ucap Yusuf sambil mengacungkan dua jari jempol nya ke arah Anggara.
"hanya wanita seperti dia yang aku mau" jawab Anggara santai tapi dengan nada meyakinkan
"seperti judul lagu" gumam Yusuf
"tapi apakah Renita sudah tahu siapa kamu Angga?" tanya Aisyah
"maksud ummi?" tanya Anggara bingung
"maksud ummi, apakah Renita sudah tahu kalau kamu ini anak sambung ummi?"
Deg.
tiba tiba Anggara terhenyak, dia baru sadar masalah yang satu ini, Renita belum tahu, dan Renita juga belum tahu kalau dia berstatus sebagai Tante nya.
melihat expresi wajah Anggara yang kaget membuat Aisyah nampak khawatir.
"jadi kamu belum memberi tahu status kamu siapa ngga? ya ampun ini juga salah ummi juga,, belum sempat bertemu dan bicara dengan Renita, apakah Adam sudah kasih tahu apa belum ya?"
dan seketika wajah orang yang sedang sarapan pagi itu nampak tegang semua.
"
"
to be continued.
__ADS_1
hai mom's, terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini 😊
suka dengan cerita nya? jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya, serta comennya.terima kasih 😊***