
"kenapa kamu Ren?tanya Raga karena melihat Renita tampak gelisah pandangan nya terus tertuju pada Anggara yang berjalan menjauh bersama dosen wanita muda di samping nya.
ada perasaan tidak nyaman yang Renita rasakan di hati nya melihat Anggara berjalan santai dengan..
"siapa wanita itu pak?" tanya Renita pada Raga setelah Anggara hilang dari pandangan nya.
"oh dia? Anita namanya, sudah lama bu Anita ngajar di kampus ini" jelas Raga
"kenapa Ren? kamu kenal sama bu Anita?"
"ah tidak, aku hanya nanya ajah"
"seperti nya Anita suka dengan pimpinan yayasan kita" ucap Raga Santai lalu mereka berjalan menuju kantor dosen yang ada di gedung tiga.kampus tersebut.
"benarkah?!" ucap Renita wajah nya terlihat masam.
"seperti nya begitu,di antara dosen wanita lain dia yang kelihatan dekat dekat dengan pimpinan yayasan, pantas lah, yang satu tampan, yang wanita..yaah lumayan cantik, tapi lebih cantikan kamu!" ucap Raga sedikit berbisik di ujung ucapan nya.melirik aneh ke arah Renita.
"ah,bisa ajah kamu pak"
Raga hanya cengengesan menimpali ucapan Renita.
ketika mereka sampai di salah satu ruang kelas statistik Raga menghentikan langkahnya.
"baik lah Ren, aku masuk ke kelas dulu ya, nanti makan siang dengan ku ya?" pinta Raga dengan wajah penuh harap.
Renita bingung harus jawab apa dengan ragu dia menjawab.
"hmm.. baik lah pak"
dengan wajah yang semringah.
"oke Ren, kalau begitu sampai ketemu nanti ya" dengan wajah terlihat senang Raga masuk ke dalam kelas yang akan di isi nya itu.
Renita hanya diam, rasanya tak enak hati dia menolak ajakan Raga.karena tak ada alasan juga untuk menolak nya, cuma sekedar makan siang tidak masalah kan?pikir Renita seperti itu.
kemudian dia terus berjalan ke arah kantor dosen masih ada satu jam setengah lagi dia mau menyiapkan materi pelajaran.
dan ketika Renita melewati sebuah ruang kelas yang kosong.
AAA... Renita menjerit karena tiba-tiba saja tubuh nya di tarik masuk ke dalam ruang kelas yang kosong itu.
Ketika Renita mau menjerit lagi, langsung saja mulut nya di bekap oleh tangan besar seseorang, posisi Renita yang membelakangi orang yang membekap mulutnya, tentu saja dia panik dan berusaha menggigit tangan besar itu.tapi sebelum dia benar benar menjalankan niat nya..
"Ren, ini aku"ucap orang yang membekap mulutnya.langsung Renita membalikkan badannya dan melihat siapa orang yang menarik diri nya.
"kamu Anggara?" ucap Renita dengan nada tertahan.matanya melotot kearah orang yang menarik tubuhnya yang ternyata Anggara.
"iya, aku" ucap Anggara pelan tersenyum tipis menatap Renita.
"ngapain kamu di sini ha? pake narik narik aku kesini, bikin aku jantungan ajah!" langsung Renita memukul berulang pelan tangan Anggara.
"sakit Ren..iya maaf" ucap Anggara pura- pura memelas kedua tangannya memegang kedua tangan Renita yang terus saja memukul tangan kekar nya.
"aku takut tadi Anggara!" pekik Renita.
__ADS_1
wajah nya memerah.
Anggara langsung menarik tubuh Renita ke dalam pelukannya, memberikan ketenangan pada gadis nya itu.
Anggara malah terkekeh melihat reaksi Renita yang seperti itu.
Renita mencoba mengurai diri nya dari pelukan Anggara.dan menatap tajam Anggara.
"kenapa kamu malah tertawa? seperti nya ada yang sedang senang nih jalan dengan bu Anita dan ngapain kamu di sini? seperti tidak punya kerjaan saja" cibir Renita masih di dalam dekapan Anggara.
"oh dia Anita namanya? aku ajah baru tahu namanya dari kamu kenapa emangnya? kamu cemburu hm?"
tanya Anggara mengulum senyum
"issh, siapa yang cemburu,biasa ajah tuh" kilah Renita.memalingkan wajah nya enggan menatap Anggara.
"tapi aku cemburu Ren" sahut Anggara datar dengan wajah nya yang tampak serius menatap Renita.
kontan saja Renita menoleh kembali ke arah wajah tampan Anggara.
"cemburu dengan siapa?" tanya Renita heran dan tanpa dosa.
"Raga"
"Raga? ya ampun Angga.. kamu cemburu dengan Raga? dia itu teman lama ku waktu masih di SMA" jelas Renita.
"Renita, aku dan Raga sama sama lelaki,, aku tahu kalau seorang pria sedang tertarik dengan seorang wanita, dan aku melihat kalau Raga itu menyukai mu Renita Khadijah"
Renita diam tatapan nya tak putus pada wajah Anggara.
"tapi kalau kamu selalu bersikap baik, itu bisa sebagai harapan buat dia Ren" ucap Anggara dengan wajah tak senang.
"tapi Angga, apa alasan ku menolak dia kalau hanya mengajak bicara"
deg.
tiba-tiba Renita mengingat janji nya makan siang dengan Raga siang ini.
duh, gimana ini.. aku sudah menyetujui Nya nggak mungkin kan aku tiba-tiba membatalkan janji makan siang dengan Raga dengan alasan yang nggak jelas* dalam hati Renita bicara.
"kenapa kamu?" tanya Anggara melihat Renita tampak bingung.
"aku.. Renita menahan ucapan nya
"apa?!" tanya Anggara penasaran
"Raga ngajak aku makan siang nanti di kantin" ucap Renita jujur
"lalu kamu menyetujui ajakan nya?" ucap Anggara dengan tatapan tidak senang.
"iya, karena aku pikir itu hanya sekedar makan siang Angga.. tidak apa-apa kan?" ucap Renita rada tidak enak hati pada sang Arjuna.
"baik lah kalau itu mau mu, tidak masalah.. cuma makan siang kan?"
Anggara melepaskan pelukannya pada Renita dan berjalan ke arah luar ruangan itu.sedangkan Renita tercenung mendengar ucapan Anggara yang menurut nya aneh di dengar dan begitu saja Anggara meninggalkan dirinya sendiri di ruang kelas yang kosong itu.
__ADS_1
Renita merasa ada yang tidak beres dengan sikap Anggara, tiba tiba saja hati nya merasa sesak melihat Anggara yang mengabaikan nya.
Renita pun keluar dari ruangan itu.
_______
di kantin kampus jam makan siang.
nampak di meja sudut sebelah kanan kantin Renita dan Raga sedang asik menyantap makan siang bersama.
'"aku seneng loh Ren, akhirnya nya bisa berdua begini dengan kamu" ucap Raga terus terang dengan wajah terlihat senang.
Renita hanya tersenyum tipis merespon ucapan Raga. dia berpikir mungkin ucapan Anggara benar, kalau Raga ada rasa pada dirinya? sepede ini kah dirinya?
tiba-tiba saja pandangan Renita tertuju dengan kedua orang yang baru saja datang masuk ke area kantin
"Anggara dan Anita?" gumam nya melihat Anggara berjalan ke arah kantin bersama Anita.
"kenapa Ren?" tanya Raga melihat Renita seperti sedang memperhatikan sesuatu, kemudian Raga mengikuti arah pandang Renita setelah itu dia pun tersenyum tipis.
"nah, bener kan apa aku bilang" ucap Raga pelan sambil menyantap makanan nya.
Renita menoleh ke arah Raga.
"apa nya yang benar pak?"
"ya itu, hubungan Antara pimpinan yayasan dengan Bu Anita, ternyata benar, lihat saja mereka, kelihatan intim" jelas Raga Santai.sedangkan Renita merasakan dadanya ada rasa sesak melihat Anggara duduk berdua tak jauh dengan tempat dia dan Raga duduk dan parah nya lagi Anggara menghadap ke arah Renita.
dan Anita? wanita itu nampak bahagia, terkadang terdengar tawa nya bicara dengan Anggara.entah apa yang dia bicarakan hingga Anita begitu senang nya.dan Anggara sesekali menatap lurus ke arah Renita dengan tatapan penuh arti dengan tersenyum miring.
rasa aneh yang terus mendesak di dadanya dan itu membuat Renita tidak nyaman, akhirnya dia memutuskan menyudahi makan siang nya.
"pak, saya sudah selesai makan nya, saya duluan ya pak" ucap Renita hendak beranjak dari duduknya.
"eh,Ren, makan mu belum habis ini?" tanya Raga melihat makanan Renita yang belum habis.
"saya sudah tidak selera pak, sudah ya pak saya duluan, bapak habis kan ajah Dulu makanan bapak dengan tenang"
lalu Renita berdiri dari duduknya, kemudian meninggalkan kantin berjalan keluar.
gerak gerik Renita tak luput dari perhatian Anggara yang sedari tadi diam diam memperhatikan Renita.
Anggara menatap kepergian Renita yang terkesan tergesa gesa itu.
tak lama Anggara pun menyudahi makan siang nya dan beranjak dari duduknya.
"pak, mau kemana?" tanya Anita melihat Anggara beranjak dari duduknya.
"saya ada urusan sebentar bu, silahkan ibu habis kan saja makan siang nya, saya permisi dulu" tanpa banyak bicara lagi dan mengabaikan Anita yang terus memanggil nya Anggara terus melangkah cepat keluar dari kantin.
"
to be continued.
terimakasih sudah mampir ke cerita saya ini 😊..
__ADS_1
jangan lupa untuk like n comen nya***.