
Miela membalikkan badannya, wajah nya tampak marah tangan nya meremas tas kecil yang ada di bahu tangan nya menatap tajam ke arah Madina yang sedang berdiri di ambang pintu depan kedua tangan nya di lipat di dadanya tertawa lepas ke pada nya dan seketika tawa nya reda berganti dengan senyum sinis pada Miela dan..
"duh, kasihan banget yang nggak dapet tumpangan..cih! nggak tau malu!" cibir Madina kesal dengan sikap tak tahu malu Miela.
Miela cuma bisa diam mendengar cibiran Madina. dengan wajah yang marah, Miela membalikkan badannya dan berjalan ke luar pekarangan rumah berjalan beberapa meter dari rumah kediaman keluarga Subianto,di mana ternyata sudah ada sebuah mobil mewah parkir di pinggir jalan menunggu Miela.
gadis itu menghampiri mobil tersebut dan membuka pintu mobil, kemudian masuk ke dalam nya. menutup pintu mobil itu dengan sangat keras dengan bersungut-sungut.membuat seorang lelaki yang duduk di balik kemudi menatap heran ke arah Miela.
"lho, ada apa? kenapa kamu marah marah begitu? kamu banting pintu mobil ku, rusak tau,, emang kamu nggak jadi berangkat dengan Lelaki tampan itu la?" tanya lelaki itu.
Miela menoleh ke arah lelaki yang duduk di samping nya dengan tatapan tajam.
"sudah, kamu jangan banyak tanya lagi Danis, cepetan jalan! aku sudah terlambat!" sahut Miela ketus.
Hahaha... ternyata kamu di abaikan lagi sama pria tampan itu ya? tidak aku sangka ada lelaki waras yang menolak pesona model terkenal seperti Miela Mark" seloroh lelaki yang di panggil Danis oleh Miela.
"DANIS!!" pekik Miela
"oke, fine! kita berangkat!" ucap Danis mengentikan celotehan nya memilih cepat-cepat menjalankan mobilnya cepat.
Madina yang sengaja mengikuti langkah Miela keluar, membulat kan matanya tak percaya apa yang dia lihat.
"bedebah! dasar siluman betina,, ternyata kamu menggunakan trik kotor mu buat mencoba menggoda kakak tampan ku"
setelah Anggara menjemput Renita ke rumah nya untuk pergi ke kampus walaupun sedikit ada drama karena ternyata setelah Anggara tiba di sana Renita yang merasa sudah kesiangan akhirnya memilih memesan taksi online.untung saja Anggara melihat Renita yang baru saja naik ke taksi online tersebut.
dengan cepat Anggara mengejar mobil yang membawa Renita yang berjarak beberapa meter di depan Anggara.
ketika Anggara berhasil mendekati mobil tersebut, dengan cepat Anggara menyalip mobil tersebut dan menghadang mobil yang membawa gadis pujaan nya itu.
karena terkejut, refleks sopir taksi online tersebut menginjak rem ngedadak sehingga Renita yang berada di dalam mobil tersebut kaget bukan main, membuat gadis itu yang duduk di kursi tengah, sedikit tersungkur ke depan kursi depan, ponsel yang dia pegang pun lepas dari genggaman tangan nya jatuh ke bawah kabin mobil itu.
"ASTAGA PAK!! gimana sih bawa mobil nya?!" pekik Renita wajah nya pias karena kaget bercampur takut.
sang sopir menoleh gugup ke arah Renita.
"maaf nona, kalau saya nggak ngerem ngedadak, pasti saya akan menabrak mobil yang di depan saya itu" ucap Sang sopir itu menunjuk ke arah mobil yang di depannya. yang dengan sengaja menghadangnya.
Renita mengikuti arah yang di tunjuk sopir itu dan mata nya melebar terkejut.karena Renita tahu mobil siapa yang menghalangi mobil yang membawa dirinya.
__ADS_1
"astaga Anggara??"
tampak Anggara turun dari mobil nya dengan tergesa mendekati mobil Avanza yang di naiki Renita.
merasa tak enak dengan sang sopir..
"sebentar ya pak saya keluar dulu, tunggu sebentar bisa kan pak?" nego Renita pada sang sopir
walaupun merasa bingung bin aneh, sopir itu mengangguk saja
dan akhirnya Renita keluar dari mobil tersebut dengan wajah terlihat emosi.
"kamu apa-apaan sih Anggara! kenapa menghadang mobil ini" Renita menunjuk mobil Avanza yang dia naiki.
Anggara yang sudah berdiri di depan Renita diam sejenak dan lalu..
"kenapa kamu naik taksi online sih Ren, bukan kah aku akan menjemputmu?" bukan menjawab pertanyaan Renita, Anggara malah Balik bertanya pada Renita.
"oh my God Anggara.. kamu tahu ini sudah jam berapa? aku sudah menunggu mu lama, dan aku sudah terlambat, satu jam lagi aku ada kelas, sedang jarak tempuh dari rumah ku,ke kampus itu butuh dua puluh lima menit Anggara.. dan aku tentu nya harus menyiapkan materi dan segala sesuatu nya dulu untuk memulai kelas ku..aku menunggu mu dari satu jam setengah yang lalu setelah aku sudah rapi dan bersiap tapi ternyata kamu malah belum datang juga" jelas Renita berapi-api
menatap tajam pada Anggara.
"kenapa? apa lagi?" tanya Anggara tanpa berdosa.
"tunggu Anggara, aku sudah memesan taksi online aku tidak bisa ikut dengan mobil mu" jelas Renita.
"batalkan" balas Anggara enteng nya
"apa? tidak bisa begitu dong, aku sudah memesan nya dan lihat, pak sopir sudah banyak terbuang waktu nya dengan bersedia menunggu ku, dan sekarang dengan enteng nya kamu bilang untuk membatalkan nya?!"
Anggara tidak menjawab ucapan Renita dia melepaskan genggaman tangan nya pada Renita, berjalan mendekati pintu sopir itu dan sedikit membungkukkan badan nya dan..
"maaf pak, taksi nya saya cancel ya ini saya kasih uang ganti ruginya"ucap Anggara
sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celana nya, mengambil dua lembar uang bewarna merah muda dan memberikan nya pada sang sopir taksi online tersebut
tentu saja membuat wajah sopir itu berseri melihat dua lembar uang bewarna merah yang di berikan oleh Anggara dengan cepat mengambil uang tersebut dari tangan Anggara.
"wah, terima kasih ya pak.. ini terlalu banyak" ucap sopir itu merasa senang.
__ADS_1
"nggak apa-apa pak,ambil saja maaf ya pak sudah membuangnya waktu nya" ucap Anggara tak enak hati
"oh, nggak kok, saya tidak keberatan apa lagi sudah di kasih ganti rugi begini dan lebih dari cukup terima kasih pak" balas sang sopir merasa senang.
Anggara tersenyum lega lalu
Anggara sedikit mendekatkan wajahnya ke arah sang sopir itu dan bicara setengah berbisik
"maaf pak, istri saya lagi ngambek"
setelah bicara seperti itu Anggara berjalan mendekati Renita, dan merangkul bahu Renita menarik tubuh Renita agar masuk ke dalam mobil nya.
"eh, Anggara mau kemana?"
tanya Renita mencoba menepis tangan Anggara yang merangkul bahu nya tapi Anggara tidak melepaskan tangan nya, menarik handle pintu mobil nya untuk Renita
"masuk Ren" titah Anggara mendorong pelan tubuh Renita agar masuk ke dalam mobil nya
"Tapi Angga.. gimana dengan taksi online itu aku sudah memesan nya" ucap Renita kekeuh dan berusaha hendak keluar lagi dari mobil Anggara tapi dengan cepat pria itu menahan tubuh Renita, menatap tajam pada gadis itu.
"Renita...nurut dong,, apa kamu perlu aku paksa? bukan kah kamu sudah terlambat? jadi sebaiknya menurut dan kita pergi dari sini oke?"
ucap Anggara yang merasa gemas dengan tingkah Renita yang bikin dirinya pusing.
"Untung aku cinta dan sayang kamu, kalau nggak... gumam Anggara tidak meneruskan ucapannya menggaruk kening nya yang tidak gatal lalu ikut masuk ke dalam mobil nya.
Renita yang mendengar gumaman Anggara hanya mencebik.
"dasar pria" ucap Renita pelan tak ayal sudut bibir nya ketarik ke atas.
Anggara pun melajukan mobilnya
tak ada pembicaraan selama perjalanan hanya satu tangan Anggara yang bebas menautkan jemari kokoh nya kesela antara jemari lentik Renita menyatukan nya dengan erat sesekali memberikan kecupan mesra pada jemari lentik milik Renita hingga membuat wajah sang empunya merona. lagi-lagi perjalanan ini
membuat bahagia hati Anggara bahagia menuju kampus nya.
*
TBC..
__ADS_1