
seperti yang sudah di janjikan oleh Anggara sepulang dari kampus mereka pergi bersama menuju ke sebuah butik milik teman mendiang mamah Anggara.
dan di sini lah mereka.di sambut antusias oleh Bella.wanita berumur setengah abad namun masih terlihat modis dan cantik.
"hai Anggara.." sapa Bella lalu memeluk sekilas Anggara.
"hello Tante bel, apa Khabar mu sehat? Balik sapa Anggara
Bella tersenyum dan menelisik dirinya sendiri.
"tentu saja aku sehat, dan tentu nya beautiful always" sahut Bella Percaya diri.
Anggara tersenyum
"yes, Tante bel memang selalu tampil cantik" puji Anggara.itu membuat wanita berusia setengah abad itu tersenyum lebar.
"thank you tampan" balas Bella dengan senyum lebarnya. kemudian Bella mengalihkan pandangannya menatap ke arah Renita dari ujung rambut hingga ujung kaki.Bella seolah menelanjangi diri Renita dengan tatapan nya.itu membuat Renita menjadi risih dan melting.
Anggara yang melihat Renita merasa tidak nyaman dengan dengan sikap Bella langsung merangkul mesra bahu kekasih nya itu.
"oh ya Tante, kenalkan ini Renita.calon istri ku" Anggara menatap penuh cinta pada Renita seraya memperkenalkan diri Renita pada Bella.
"wow! jadi ini wanita cantik yang berhasil membuat seorang Anggara bertekuk lutut" ucap Bella seperti memuji namun terkesan menyindir.
apa lagi bicara sembari berkacak pinggang, menatap dalam Renita.
"iya Tante, bukan hanya bertekuk lutut, tapi juga sudah tidak bisa bergerak sama sekali.pandangan ku hanya tertuju pada calon istri ku ini" jelas Anggara tanpa melepaskan pandangannya pada Renita
__ADS_1
mendengar ucapan Anggara seperti itu membuat Renita mendarat kan cubitan kecil di lengan solid milik Anggara yang bertengger di bahu nya.karena terlalu malu mendengar ucapan Anggara yang terlalu berterus-terang.
"auw! kok nyubit sih sayang" keluh Anggara dengan suara sedikit tertahan hingga melepaskan rangkulan pada bahu Renita mengusap usap tangan nya dari jejak cubitan Renita.
"kamu jangan bersikap seperti remaja begitu Angga" protes Renita.
"why sayang? aku berkata yang sebenarnya" ucap Anggara dengan ucapan dan tatapan lembut nya pada Renita.
"sudah, sudah.sepertinya emang kamu sudah kelewat bucin pada gadis ini Anggara..ayo, ikut Tante ke dalam ruang koleksi Tante. mely Lisa tunjukkan tamu kita ini koleksi terbaik ku" ucap Bella memberi perintah pada kedua karyawan nya untuk melayani Anggara dan Renita yang di angguki patuh oleh kedua gadis itu. menyudahi sesi perkenalan nya dengan gadis yang di bawa Anggara yang berujung tingkat ke bucinan Anggara pada Renita jelas terlihat.itu membuat Bella sedikit kesal dan kekesalan Bella bukan tanpa alasan, karena Bella pernah mendekatkan anak gadis nya pada Anggara, namun Anggara menolak nya dengan alasan belum mau menjalin hubungan serius dengan seorang wanita.tapi nyatanya Anggara datang ke butik nya dengan membawa seorang gadis sekaligus menjadi pilihan Anggara sebagai calon istri nya.
terlepas kabar yang Bella terima dari status Renita yang notabene nya berstatus sebagai Tante Anggara walaupun tidak ada hubungan darah,apa lagi usia Renita yang terpaut empat tahun lebih dewasa dari Anggara.Bella menghela nafasnya berat menatap Renita yang mempunyai pisik mendekati sempurna tinggi semampai, cantik, dengan wajah nya yang khas wanita timur dengan kulit nya yang putih bagaikan lobak.Bella mengakui kecantikan Renita.
"pantas saja Anggara tergila-gila dengan gadis ini, walaupun usianya jauh empat tahun di atas Anggara tapi gadis ini terlihat lebih muda dari usia nya dengan wajah baby face nya*puji Bella dalam hati nya melihat wujud dari Renita.
"Anggara hanya tersenyum lebar merespon ucapan Bella tanpa rasa bersalah. dan mereka pun mengikuti langkah Bella menuju ruang koleksi baju-baju pengantin rancangan Bella yang sudah terkenal di negri ini.
"wow, Anggara kamu memang tidak salah pilih! lihat, calon mu bagaikan seorang putri raja terlihat sangat cantik dan berkelas" sekali lagi Bella memuji tulus kecantikan Renita Bella memandang takjub pada Renita yang berbalut gaun pengantin hasil rancangan nya.
sementara Anggara yang sudah terlebih dulu sudah memakai tuxedo bewarna hitam membalut tubuh tegap nya yang menjadikan ketampanan nya berkali lipat, hanya terdiam menatap lekat dan tajam ke arah gadis pujaan nya itu seolah dirinya terhipnotis dengan kecantikan Renita.memang yang dia tahu gadis pujaan hati nya itu memang cantik akan tetapi saat ini penampilan Renita lebih membius Anggara yang hanya diam tak mampu berkata apa-apa. Anggara seolah sedang berdiri di sebuah altar yang di kelilingi hamparan bunga-bunga cantik beraneka macam warna tanpa sadar kaki panjang nya bergerak melangkah mendekati Renita.
mengerti akan situasi itu, Bella tersenyum lalu menggerakkan satu tangan nya serta mata nya memberi kode pada kedua karyawan nya yang berada di ruangan itu untuk meninggalkan pasangan yang sedang kasmaran itu.
lalu tanpa harus di perintah dua kali kedua karyawan itu melangkah keluar dari ruangan itu mengikuti Bella. untuk memberikan ruang untuk sepasang kekasih itu untuk mencurahkan kan rasa.
melihat Anggara yang terus melangkah mendekati dirinya, dengan tatapan penuh Arti Renita menjadi gugup.
"Anggara, bagaimana penampilan ku, apa gaun ini cantik?" tanya Renita berusaha mencairkan suasana untuk menutupi ke kegugupan nya.
__ADS_1
setelah Anggara Sudah mengikis habis jarak antara dirinya dan Renita lelaki tampan nan rupawan itu langsung menarik pinggang ramping Renita.hingga wajah mereka nyaris tak berjarak, hanya hidung mereka yang menjadi ukuran jarak antara wajah Anggara dan Renita nafas hangat mereka saling terlempar halus pada wajah kedua nya Anggara merapatkan tubuhnya pada Renita sehingga dua buah benda kenyal milik Renita menempel sempurna pada dada bidang Anggara.dapat Renita rasakan debaran jantung nya dan Anggara yang berdetak lebih cepat.
"Anggara, apa yang kamu lakukan,malu ah, kita sedang di butik Tante Bella" ucap Renita menurunkan pandangan nya karena sumpah demi apapun saat ini Renita sangat malu dengan sikap Anggara yang membuat dirinya tidak tahu harus bagaimana hingga kedua tangan Renita naik ke dada bidang Anggara berusaha mendorong tubuh tegap Anggara.namun usaha Renita sia-sia lelaki berpostur tinggi tegap yang sedang merengkuh pinggang nya ini, sama sekali tidak bergerak dari tubuh nya malah menambah erat di rasakan oleh Renita.
"kamu cantik sekali sayang" puji Anggara menatap Renita dengan penuh cinta dan memuja.
"emang sudah dari lahir aku sudah cantik" sahut Renita pede walaupun dengan suara terbata karena canggung.Anggara terkekeh kecil mendengar jawaban kekasih pujaan nya.
"iya benar, kamu memang sudah cantik dari lahir, kenapa aku tidak bertemu dengan mu setelah kamu di lahir kan oleh ibu mu, aku akan sangat berterima kasih dengan ibu mu karena sudah melahirkan gadis cantik ke dunia ini untuk ku" ucap Anggara sekenanya terdengar seperti gombalan dengan suara berat nya.
"issh,, kamu lupa ya, waktu aku baru lahir, kamu itu belum ada di dunia ini, masih dalam perencanaan oleh kedua orang tua mu karena aku, lebih dulu di lahir kan" jelas Renita
Hahaha... Anggara tertawa lepas sampai mendongak kan wajah nya.
membuat wajah Renita di tekuk karena kesal kenapa Anggara tertawa kencang seperti itu.
kemudian Anggara mengehentikan tawa nya walaupun masih ada sisa-sisa tawa nya yang berupa senyuman.
"iya benar, aku melupakan itu karena kamu memang terlahir lebih dulu dari pada aku sayang, tapi ternyata Tuhan menyimpan diri mu untuk aku bukan untuk lelaki lain, bukti nya sekarang aku yang memiliki mu" ucap Anggara dengan wajah bahagia nya lalu memberikan kecupan singkat dan mel*mat nya sebentar di bibir ranum Renita.
"Anggara!" ucap Renita sedikit teriak karena kaget Anggara mengecup bibir nya walaupun hanya sebentar
tapi sempat-sempatnya Anggara mel*mat nya hingga membuat rasa nya membuat Renita meremang.merasa belum puas Anggara kembali mendekatkan wajahnya kembali ke arah bibir Renita tapi dengan cepat Renita menutup mulutnya dengan satu tangan nya sehingga Anggara hanya mendapatkan telapak tangan Renita baradu dengan bibir tipis Anggara.
"sayang" protes Anggara tidak senang karena Renita membekap mulutnya sendiri.
*
__ADS_1
TBC.