Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Mengikuti kata hati.


__ADS_3

Anggara sangat bahagia dengan jawaban yang dia dapat dari gadis pujaannya itu.lalu tiba tiba saja, dia berdiri bangun dari duduknya, lalu pindah duduk di sebelah Renita.membuat mata gadis itu membola, melihat Anggara pindah duduk nya ke sebelah dirinya.


"pak? mau ngapain?" tanya Renita was was.


"tidak ngapa ngapain, aku hanya ingin duduk di sini saja" ucap Anggara dengan senyum lebar nya.satu tangan nya langsung meraih tangan Renita dan di genggam nya erat.


"pak.. kata nya nggak ngapa-ngapain ini, lepasin" ucap Renita bola matanya mengarah ke tangan nya yang di genggam erat oleh Anggara hingga dia sulit melepaskan nya.


"nggak apa-apa Ren.. aku cuma ingin menggenggam tangan mu saja sebentar" kilah sang Arjuna bule tetap dengan senyuman terbaik nya.menatap lekat wajah cantik sang gadis pujaannya.


"tapi nanti mas Adam lihat loh, dan lamaran kamu di batalkan" tegas Renita dengan wajah nya yang celingukan khawatir Adam melihat kelakuan Anggara.


"mana bisa begitu..mas Adam tidak bisa menarik keputusan seenaknya"


"pak" ucap Renita tiba tiba wajah nya serius menatap Anggara.


"apa?"


"aku ini lebih tua umur nya dari kamu empat tahun loh.. kamu mau sih, dengan wanita tua seperti aku begini" ucap Renita kemudian dia memalingkan wajahnya ke arah lain tidak mau menatap wajah Anggara.yang menatap lekat dirinya.


Anggara tersenyum tipis merespon ucapan Renita.


"tak masalah buat ku, kalau wanita Nya itu kamu,,apalah arti nya sebuah usia, itu tidak menjadi penghalang untuk ku untuk mencintai kamu dan memilih kamu, lagi pula.... Anggara menjeda ucapan Nya.lalu tangan nya meraih dagu Renita untuk menatap ke arah dirinya.dan pria itu memandangi wajah cantik Renita dengan tatapan yang penuh arti.


"wajah mu dan umur mu sangat berbeda, tidak sesuai" ucap Anggara enteng nya.


"maksud bapak apa?" ucap Renita tak terima karena dalam pikiran nya langsung berpikir yang tidak-tidak.


Anggara tertawa pelan.melihat expresi wajah Renita yang menggemaskan menurut nya.


"kamu tidak sadar? kalau wajah mu terlihat lebih muda dari usia mu? itu mungkin kelebihan pada dirimu yang kamu miliki, begitu juga pembawaan mu seperti anak remaja, aku curiga, Jangan jangan kamu memalsukan data di KTP mu Renita" terang Anggara antara serius dan nyeleneh.


"issh, sembarangan.. enak saja aku malsuin data diri ku! ini semua anugrah yang Allah berikan kepada ku, yang mempunyai wajah babyface" ucap Renita dengan percaya diri.


Anggara hanya tersenyum merespon ucapan Renita, dalam hati nya setuju dengan pemikiran Renita yang seperti itu walaupun terkesan pede.


"jadi tidak ada masalah kan? kalau kamu berjalan dengan ku, pasti orang tidak menyangka kalau kamu lebih dewasa usia mu dari aku, orang pasti mengira umur kita sama, kalau tidak percaya sini" Anggara mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan merangkul bahu Renita.

__ADS_1


"mau apa kamu pak?" tanya Renita panik


"kita Selfi dulu sebentar kamu akan tahu nanti" lalu Anggara dengan cepat memposisikan diri nya di depan kamera ponsel nya dengan merangkul bahu Renita agar merapat pada dirinya.walaupun merasa was was Renita berusaha tersenyum tak kala Anggara sudah memposisikan ponsel nya untuk foto Selfi.


"smile.... ucap Anggara


CKREK!


Anggara langsung melihat hasil jepretan kamera ponsel nya.dan pria berwajah bule itu, tersenyum tipis.


"cantik" gumam nya.lalu memperlihatkan hasil jepretan kamera ponsel nya pada Renita.


"lihat wajah mu, benar kan di sini tidak ada yang terlihat lebih tua" ucap Anggara pelan.


"mungkin itu karena wajah mu yang terlihat boros pak.. jadi seimbang dengan wajah ku" dengan entengnya Renita berucap seperti itu.hingga mendapatkan tatapan aneh dari Anggara.karena lagi lagi dia harus terbiasa dengan ucapan nyeleneh dari Renita.


"begitu ya? tidak masalah kalau aku berwajah boros, yang penting.. Anggara tidak meneruskan kata-katanya hanya tersenyum simpul saja.


"yang penting apa?" tanya Renita penasaran.tapi Anggara hanya tersenyum saja tanpa mau menjawab.


"mas Adam"ucap Anggara tersenyum canggung.


Adam diam kemudian ikut duduk di sofa yang ada di ruangan itu,di ikuti oleh sela yang juga duduk di samping Adam.pria berwajah araban berusia 40 tahun itu yang terlihat masih gagah dan tampan, mempersilakan kembali Anggara agar duduk.


"seperti nya kamu sudah mendapat jawaban yang kamu inginkan Anggara" ucap Adam dengan suara bariton nya.tatapan Adam mengarah ke Renita yang tampak salah tingkah.


"iya mas,Renita menerima lamaran saya" Jawab Anggara mantap.


"benar begitu Ren?" kali ini Adam menatap lekat wajah Adik bungsu nya itu.


"benar mas" ucap Renita pelan dan sedikit terbata.wajahnya nampak merona karena malu.


Adam tersenyum melihat expresi wajah Renita yang terlihat malu.


"wah, Alhamdulillah... selamat ya Ren, akhirnya" ucap sela tiba tiba dengan antusias membuat semua mata mengarah kepada nya dengan mengulum senyum.sadar sikapnya terlalu antusias Sela menutup mulutnya dengan satu tangan nya.


"maaf, silahkan lanjutkan" ucap Sela pelan ada rasa tak enak hati.

__ADS_1


"apa kamu terpaksa menerima lamaran Anggara Ren? karena kamu berhak menolak nya,bila kamu tidak menyukai pria yang ada di sebelah mu itu, karena mas tidak berniat menjodohkan mu,mas ingin semua dari hati mu sendiri tanpa ada paksaan" ucap Adam tegas.membuat Anggara berharap cemas menunggu jawaban dari bibir Renita.


Renita terdiam dia berusaha mencerna setiap perkataan dari Kakak lelaki nya itu yang dia sangat hormati, sekilas dia menoleh ke arah Anggara, walaupun sekilas tapi di saat tatapan mereka bertemu Anggara menatap dalam dalam wajah Renita dan Renita tersenyum lalu dia kembali menatap Adam.


"iya mas, aku menerima lamaran Anggara dengan mengikuti kata hati ku, tanpa ada paksaan,, walaupun jujur, saat ini aku masih meraba perasaan ku sendiri terhadap Anggara tapi dengan izin Allah, semoga keputusan aku ini tidak menjadi penyesalan buat ku, menerima lamaran dari pria yang ada di sebelah ku ini" dengan tenang Renita menjawab apa yang di harapkan oleh orang yang hadir di ruangan itu, terutama Anggara yang langsung menghela nafasnya lega, seakan baru bisa bernafas kembali.setelah mendengar jawaban atas lamaran nya pada gadis pujaannya.


"Alhamdulillah.. kalau begitu bagaimana dengan mu Anggara?" tanya Adam


"maksud mas?" wajah Anggara menjadi terlihat bodoh.karena Adam bertanya kepada nya di kala dia masih tegang.


Adam terkekeh melihat tingkah Anggara yang nampak gugup.


"kapan keluarga mu datang kesini untuk melamar Renita"


ucap Adam kembali bicara menanyakan kelanjutan dari niat Anggara.


"hari Sabtu ini insya Allah aku datang dengan keluarga ku untuk melamar Renita mas" dengan tegas Anggara menjawab pertanyaan Adam.


"baik lah kalau begitu, aku dan keluargaku, akan menunggu mu hari Sabtu ini untuk acara lamaran mu, dan sebaiknya... Adam menahan ucapan nya, matanya menatap kearah jam dinding yang ada di ruangan itu.


Anggara paham dengan maksud Adam karena dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan seperti nya dengan halus Adam menyuruh nya pulang karena sudah malam, dan itu tidak baik kalau dia masih berada di rumah seorang gadis. Anggara pun bangun dari duduknya


"kalau begitu saya permisi dulu, seperti nya hari sudah sangat malam"


Adam,sela, Renita ikut berdiri dan mengantar Anggara sampai ke mobil nya yang terparkir di halaman rumah nya.


setelah Anggara sudah di dalam mobil nya, dia pun melaju kan perlahan mobil nya keluar dari halaman rumah Adam yang sebelumnya membuka kaca mobil nya dan tersenyum pada Renita.lalu mobil yang membawa Anggara pun pergi menjauh hingga tak terlihat lagi.


"


"


to be continued.


jangan lupa ya,para reader untuk meninggalkan jejak nya 😊🤩


terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2