
Renita terdiam sebentar menatap Anggara.
"pulang ke Jakarta?"
"iya, bukan nya seminar sudah selesai? tadi mas Adam telpon aku Ren..kan mas Adam tahu nya kamu pergi ke Bandung sama aku" jelas Anggara.
"tapi Angga aku akan ke lembang"
"lembang? ngapain?"
Anggara langsung menarik tubuh Renita hingga jatuh ke pangkuan nya. mata Renita membola karena kaget.
"eh, lepasin" Renita hendak bangun dari pangkuan Anggara tapi pria itu menahan nya.
"jelasin dulu, ngapain kamu ke lembang hm? jangan bilang kamu ikut acara kumpul bareng para dosen" tanya Anggara dengan wajah tidak suka dan sayang nya di angguki oleh Renita.
"hm"
"tidak bisa! kamu nggak boleh ikut acara gituan.nggak penting!"
"lho, kamu nggak bisa seenaknya larang aku dong Anggara... aku sudah janji dengan....
"janji sama siapa ha? dengan si pria berkacamata itu?!" potong Anggara cepat.
lagi-lagi Renita mengangguk.
"jadi di sini siapa yang kamu turuti perkataan nya? si kacamata itu, atau aku, calon suami mu?!" ucap Anggara dengan nada penuh penekanan.menatap dalam netra Renita, yang berada di atas pangkuan Anggara sehingga wajah mereka sangat dekat, sangat terasa hangat hembusan nafas Anggara yang beraroma mint di wajah Renita membuat dirinya Terasa berdebar dan meremang.
begitu juga dengan Anggara darah nya terasa mendesir hebat tak kala aroma strawberry dari nafas Renita tercium oleh Indra penciuman nya.
sesaat kedua nya diam, larut dengan rasa masing-masing. netra mereka bertemu menyelami.
"tapi Anggara, bukan karena Raga saja aku ikut, tapi aku tidak mau di cap sombong oleh para dosen karena tidak ikut acara ramah tamah ini.karena kan mereka yang hadir di seminar ini sudah tahu hubungan kita"
"nggak bisa, Renita.. mas Adam sudah bel aku lho tadi pagi, sebelum nya kakak mu itu WA ke aku.nih kalau kamu tidak percaya urusan enak nggak enak, biarin ajah peduli amat" ucap Anggara enteng nya.
Anggara mengambil ponselnya yang ada di saku celana nya.dan menunjukkan pesan yang di kirim oleh Adam.Renita tertunduk lesu setelah membaca pesan singkat dari Adam.rasanya dia tidak berani membantah apa yang di perintahkan oleh kakak lelaki nya itu.
"baik lah, kita akan pulang ke Jakarta" ucap Renita dengan nada kecewa, tepat nya dia tak enak hati mengingkari janji nya pada Raga.tapi mau gimana lagi saat ini perintah Adam bagi nya mutlak tidak bisa di bantah.
Anggara tersenyum kemenangan, dalam hati nya bersorak karena berhasil dengan rencana nya.
dua jam sebelum Anggara datang ke kamar Renita.
9 : 30
__ADS_1
Anggara yang baru Nerima telpon dari Daud kalau nanti jam dua siang ada pertemuan setelah seminar oleh para dosen yang acara nya di adakan di villa Lembang. Anggara berpikir pasti Renita ikut, dan dia tidak suka Renita ikut dalam pertemuan itu.apa lagi ada acara barbeque segala, dan menginap di sana. pasti nya di sana Renita bertemu dengan Raga.membayangkan saja membuat Anggara gusar.
"tidak bisa di biar kan kalau begini" gumam Anggara pria itu nampak mondar-mandir di dalam kamar nya dengan ponsel nya berada di ujung bibir nya.
"aku tidak mungkin kan ikut ke acara mereka, tanpa ada alasan yang jelas malu dong" monolog nya.wajah Anggara nampak bingung.
dan tetiba saja senyum lebar nya tercetak di wajah nya.
"ah,iya aku hubungi mas Adam"
gumam Anggara.lalu dia mencari kontak kakak ipar nya itu di layar ponselnya lalu menyambung kan nya.
terdengar nada sambung,lama belum di jawab. dengan wajah khawatir Anggara mondar-mandir seperti triskaan baju.
dan tak lama senyum pun mengembang di wajah nya.
panggilan telepon itu di jawab Adam.
_Anggara_
"halo assalamualaikum mas"
sapa Anggara di awali dengan salam pada Adam.
_Adam_
apa seminar nya sudah selesai?"
tanya Adam langsung.
_Anggara_
"ini yang mau saya bicarakan mas, seminar sudah selesai.hari ini saya akan mengajak Renita pulang tapi sepertinya Renita mau menghadiri acara met party yang di adakan di villa Lembang dan acara barbeque, menginap pula mas" ucap Anggara panjang lebar
_Adam_
"lalu? apa kamu juga ikut?"
_Anggara_
itu masalah nya mas, aku seperti nya tidak berkepentingan untuk hadir di acara tersebut, jadi aku nggak tenang kalau Renita kesana tanpa aku, apa lagi ada si Raga" keluh Anggara tak sadar menyebutkan nama Raga.
_Adam_
"raga? siapa?"
__ADS_1
_Anggara_
upfs! Anggara menutup mulutnya.menggaruk kening nya yang tidak gatal.
lama Adam dan Anggara tidak ada yang mengucapkan kata kata di panggilan telepon itu.dan..
_Adam_
Hahaha.. Adam tertawa lepas di sana.
"seperti nya aku paham maksud mu Anggara.kamu cemburu dengan adanya yang bernama Raga itu betul? baiklah aku tahu apa yang aku lakukan untuk mu" ucap Adam dengan nada seperti menggoda karena dia tahu kalau Anggara cemburu.
_Anggara_
"bukan nya cemburu mas, tapi aku khawatir saja" sanggah Anggara rasanya wajah nya sekarang ini pasti merah karena malu.bagus nya Adam tidak melihat nya.
_Adam_
"iya, iya.kamu khawatir.. terima kasih kamu sangat mengkhawatirkan Adik ku" ucap Adam pelan meskipun masih terdengar suara tawa kecil nya.
"ya sudah aku tutup telpon nya ya, nanti aku kirim pesan singkat pada mu untuk kamu kasih tahu ke Renita aku jamin Renita tidak jadi ke lembang dan ikut pulang dengan mu, karena aku rasa itu lebih baik"
jelas Adam lalu Anggara dengan hati yang lega sekaligus senang mendapat respon baik dari kakak ipar nya.
________
"kenapa kamu senyam senyum gitu?" tanya Renita melihat wajah Anggara yang absurd.
"ah, nggak apa-apa, sudah ayo kamu siap-siap kita pulang ke Jakarta"
ucap Anggara tapi sebelum Renita benar-benar turun dari pangkuan nya Anggara dengan cepat menyambar bibir merah Renita yang menggoda nya dari tadi membuat gadis itu terkejut.Anggara menyesap bibir Renita dalam dan hanya sebentar saja namun cukup membuat nafas Renita gelagapan karena nya.
"kamu ya, sempet-sempet nya" Renita dengan wajah merona langsung turun dari pangkuan Anggara.sedangkan pria tampan itu hanya tersenyum simpul sambil menjilati bibir nya sendiri yang basah karena pertukaran Saliva tadi.
"buat semangat di jalan nanti Ren" ucap Anggara tanpa dosa.
"aissh, dasar mesum" sahut Renita yang langsung mengambil satu stel pakaian kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.
Anggara hanya terkekeh merespon ucapan Renita.
"Untung bagus mas Adam berpihak pada aku, memang ya,Renita sangat patuh pada mas Adam" gumam Anggara memandangi pintu kamar mandi.di mana Renita sedang di dalam nya.
"ah,Ren.kalau begini aku sudah nggak sabar ingin segera sah bersama mu Juwita ku"
*
__ADS_1
to be continued..