Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Surabaya.


__ADS_3

dan memang apa yang Anggara katakan yang katanya Renita, jangan curigaan. ternyata itu hanya bualan semata.karena nyatanya Anggara sekali lagi membajak Renita dan seperti nya kecurigaan Renita itu terbukti.


"aduh! sakit sayang.. kok mukul sih"


keluh Anggara yang mendapat kan pukulan yang lumayan kencang di lengan nya oleh Renita ketika keduanya keluar dari kamar mandi.


raut masam Renita terpampang jelas di wajah nya yang terlihat segar habis mandi namun tubuh nya terasa remuk karena di bajak kedua kalinya oleh suami nya tadi di dalam kamar mandi.


Anggara langsung menyusul langkah istri nya dengan langkah lebar nya lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang. hingga membuat langkah Renita terhenti, tubuh nya menegang.


cup


Anggara memberikan kecupan pada leher jenjang milik istri.


"bang... lepas ah"


Anggara terkekeh tanpa berdosa melihat istrinya marah karena dirinya meminta jatah didobel.


"maaf ya sayang...kan aku akan jauh dari kamu dua hari atau tiga hari mungkin, jadi aku pasti bakalan kangen banget pasti. makanya tadi dobel, walaupun itu juga masih kurang sebenarnya" dengan enteng nya Anggara mengutarakan keinginannya tanpa beban. tapi memang itu sejujurnya yang Anggara rasakan, dirinya benar-benar tidak bisa jauh dan lama-lama dengan istri cantik nya.


Renita pun demikian wanita cantik itu terdiam tiba-tiba saja hati nya terasa hampa, mendengar akan di tinggalkan jauh beberapa hari oleh suami nya pasti dirinya akan kesepian di apartemen besar ini.


"alasan! memang kamu tidak pernah cukup sekali kalau minta!"


ketus Renita menutupi rasa sedih nya.


Anggara terkekeh kecil mendengar ucapan istrinya.lalu membalikkan badan sang istri dan kini mereka saling berhadapan, pandangan mereka bertemu Anggara merengkuh pinggang istri nya dengan kedua tangan besar nya agar merapatkan tubuhnya dengan tubuh istrinya.


hening


Anggara melihat netra coklat terang milik istri nya berkaca


"hei sayang.. kenapa kamu HM? kamu menangis?"


Anggara kaget melihat nya. tapi Renita langsung menunduk malu kalau dirinya terlihat sudah ingin menjatuhkan buliran kristal nya.


Anggara tersenyum tipis lalu mengangkat wajah istrinya dengan mencengkram lembut dagu istri nya dengan ke-lima jarinya.


"kenapa?" tanya Anggara gelagapan melihat istrinya mata nya berkaca.


"tidak apa-apa" ucap Renita pelan dan tersenyum manis.


"kamu pasti sendirian di sini, lebih baik kamu tinggal di rumah ummi saja ya? biar nggak kesepian"


putus Anggara.


sontak saja mata Renita berbinar karena ucapan suaminya yang mengizinkan dirinya menginap di rumah kakak perempuan nya yang kini menjadi mertua nya.


"iya, seperti nya itu lebih baik aku kerumah kak Aisyah.aku pasti kesepian di apartemen besar ini" Renita menyetujui usulan sang suami. dia pun senang akan bertemu kakak nya Aisyah ingin sekali dia ngobrol banyak dengan kakak tertuanya itu karena waktu kemarin dia datang bersama Anggara kerumah mertua nya itu dirinya tidak bisa melepaskan rindu nya dengan kakak perempuan nya itu karena kondisi nya memang pada waktu itu tidak memungkinkan akibat masalah salma mamah nya sang suami. eh, Renita jadi teringat oleh wanita cantik itu


"bang"


ucap Renita terdengar ragu masih dalam dekapan suami nya. Renita sedikit mendorong tubuh tegap sang suami yang masih bertelanjang dada hanya memakai handuk sebatas pinggang nya. dan itu membuat wajah Renita bersemu


"kamu imut banget sih, kalau wajah kamu sedang malu begini"


Anggara terkekeh melihat tingkah malu sang istri yang begitu menggemaskan bagi nya.


"issh, apa sih kamu bang"


Renita menepis pelan tangan sang suami yang mencubit gemas pipi chubby nya.


"bang"


sekali lagi Renita memanggil suaminya dan kali ini terdengar manja di pendengaran Anggara.


membuat lelaki tampan itu terkekeh kecil.


"iya sayang....ada apa? apa kamu ingin lagi?" goda Anggara pada istrinya tapi rasa nya dia yang tergoda oleh istri nya dengan tingkah istrinya yang sangat menggoda menurut nya.


Renita menatap dalam netra biru sebiru Lautan milik sang suami yang mampu menenggelamkan diri nya.

__ADS_1


dalam lautan cinta sang suami.


hati nya Bergetar hanya melihat netra biru itu.


"apa aku boleh bertanya tentang mamah mu?"


tanya Renita merasa takut akan suaminya bila tersinggung atau marah karena pertanyaan nya Karena memang dari awal semenjak pertemuan nya pada waktu itu di restoran seafood itu, ingin sekali Renita bertanya, namun belum berani atau belum menemukan momen yang pas. apa lagi Anggara sendiri tidak sekali pun menyinggung soal mamah nya pada dirinya. atau mungkin memang Anggara tidak ingin membahas nya? itulah yang sekarang yang ada di pikiran Renita.


Anggara terdiam menatap lekat wajah istrinya. membuat Renita menjadi takut dan gugup karena tatapan Anggara yang seperti itu.


apa kah suami nya ini tidak suka? dia bertanya tentang mama nya? ah, Renita jadi ingin memukul mulut nya sendiri karena kelancangan nya. batin Renita merutuki dirinya.


"maaf, aku tidak pernah cerita dengan mu tentang Mama ku, karena memang aku juga enggan.


tapi sepertinya kamu memang harus tahu"


tak di sangka Anggara malah berkata maaf pada Renita. membuat wanita itu sedikit lega karena suami nya tidak tersinggung karena pertanyaan nya. tapi Renita juga menjadi rasa tak enak karena membuat suami nya tidak nyaman apalagi akan pergi dia takut malah ada beban ah, sekali lagi Renita merutuki dirinya.


"aku juga minta maaf karena pertanyaan ku ini, mungkin membuat beban pikiran kamu. ya sudah. kamu tidak perlu menjelaskan semua sekarang. yang penting sekarang siap-siap buat berangkat karena supir sudah menunggu kamu di lobby"


Renita melepaskan diri nya dari dekapan sang suami lalu mengambil pakaian suaminya untuk berangkat.


Anggara hanya tersenyum dan memperhatikan setiap gerakan sang istri yang sedang mempersiapkan kebutuhan nya untuk berangkat ke Surabaya. rasa hangat dan bahagia menjalari seluruh tubuh nya diam-diam memandangi istri nya yang sedang sibuk itu dengan penuh cinta. Anggara memakai pakaian nya yang sudah di pilih kan oleh istri nya. lalu sentuhan terakhir Renita memasang kan dasi pada leher sang suami. tinggi badan Renita yang hanya sebatas dada Anggara sedikit menyulitkan Renita untuk memasang kan dasi pada sang suami terpaksa harus berjinjit. dengan kedua tangan Anggara memegang di samping kanan dan kiri pinggul Sang istri agar tubuh mungil itu seimbang Anggara pun sedikit membungkukkan badan nya, mempermudah istri nya. dengan tatapan Anggara yang tidak terlepas pada wajah cantik istri nya apalagi wajah mereka sangat dekat posisi wajah Anggara berada di atas puncak kepala sang istri. sungguh pemandangan yang sangat kontras namun romantis.


"sudah"


Renita menatap hasil kerjanya pada dasi suami nya dengan tersenyum tipis.


"terima kasih sayang"


cup


Anggara mencium kening istrinya


Renita tersenyum malu atas perlakuan sang suami.


"jam berapa kamu akan kerumah papah, sayang"


"apa belanja nya nanti saja? kalau aku sudah pulang sayang.. nanti kamu kerepotan kalau belanja sendiri, lagi pula kamu kan tidak pulang kesini selama aku di Surabaya"


Renita yang sedang duduk di depan kaca rias menoleh ke arah Anggara.


"benar juga ya, kita kan tidak ada di apartemen ini selama tiga hari. baik lah kalau begitu nanti saja aku belanja nya menunggu kamu pulang"


akhirnya Renita menuruti perintah sang suami karena memang masuk akal juga.


lalu setelah semua nya siap Renita dan Anggara melangkah keluar dari apartemen mewah itu. turun menuju lobby. di mana supir dan pak Daud sudah menunggu sengaja pak Daud menunggu di lobby karena dia sungkan naik ke atas ke apartemen bos nya itu yang masih pengantin baru. jadi pak Daud lebih memilih menunggu di lobby sambil bersantai minum kopi di gerai kopi yang ada di sekitar area gedung apartemen mewah di daerah Casablanca, yang hanya mampu di miliki bagi kaum berduit tebal.


melihat pasangan suami istri yang penampilan nya sangat fresh apa lagi rambut kedua nya dalam keadaan basah walaupun memang sudah terlihat agak kering tapi tetap saja terlihat rambut mereka masih basah. Pak Daud hanya tersenyum simpul melihat kondisi itu.


semakin dekat pasangan itu berjalan mendekati pak Daud, pria tinggi berusia empat puluh tahun itu berdiri begitu pun Samsul sang supir. pria berusia tiga puluhan jadi di sini Anggara yang usia nya paling muda namun kedudukan nya paling tinggi di mata mereka.


"selamat pagi pak Anggara dan nyonya" sapa pak Daud dan pak samsul


Anggara dan Renita mengangguk, tersenyum pada kedua nya.


"wah, ibu Renita ini terlihat sangat cantik dan sangat fresh ya"


ucap pak Daud tanpa beban dan langsung mendapat kan tatapan tajam dari Anggara.


"eh, maaf pak" pak Daud jadi gelagapan mendapatkan tatapan tajam dari atasan nya karena berani memuji istri cantik atasan nya.


tak banyak bicara Samsul mengambil koper kecil yang ada di genggaman Anggara lalu membawa nya ke arah mobil yang sudah terparkir di depan lobi apartemen sambil menggelengkan pelan kepala nya melihat keberanian tepat nya kelancangan Daud.


Anggara menggandeng posesif tubuh istrinya dengan melingkarkan satu tangan nya di pinggang ramping Renita, berjalan ke arah mobil mewah berlambang tiga bintang yang sudah menunggu nya. dia menuju bandara Soetta.


"sayang, aku pergi dulu ya, baik-baik kamu di rumah ummi dan hati-hati bawa mobil nya, apa kamu nanti di antar jemput saja pergi ke kampus oleh pak samsul? biar nggak capek"


Anggara nampak khawatir di setiap kata-kata nya menatap sendu istri nya yang akan dia tinggalkan selama tiga hari ini. rasanya seperti akan pergi lama saja. ah, begini rasanya kalau sudah punya tambatan hati, tempat dia pulang.rasanya sangat berat dan khawatir meninggalkan nya.


Renita tersenyum manis merespon ucapan suaminya yang nampak penuh dengan rasa khawatir terhadap dirinya.

__ADS_1


"kamu juga hati-hati di sana ya bang.jangan sampai melirik perempuan seksi dan tergoda.kalau sampai itu terjadi! aku potong tuh alat bajak mu!" ucapan Renita yang lebih mirip sebuah Ancaman bagi Anggara. lelaki tampan itu meneguk Saliva nya tiba-tiba saja tenggorokan nya terasa kering mendengar ucapan yang terdengar seperti ancaman dari mulut Istrinya.


dengan sedikit terbata karena masih terasa kegugupan nya akibat ancaman dari istri nya.


"astaga sayang.. tidak mungkin lah aku tergoda oleh wanita di luaran sana. karena bagi ku wanita yang paling cantik dan... Anggara menjeda ucapan nya lalu mengarahkan wajah nya ke telinga istrinya dan melanjutkan ucapannya dengan sedikit berbisik.


"bagi ku kamu wanita yang paling hot dan seksi apalagi bila sedang di atas tubuh ku kamu begitu liar dan hot sayang. jadi tidak ada lagi wanita yang mampu menggoda iman ku selain dirimu. lihat saja hanya bicara seperti ini saja ke kamu, pusaka ku berdenyut sayang"


lirih Anggara membuat mata indah Renita melebar karena ucapan fulgar Anggara yang juga mampu membuat dirinya meremang hebat.


"Abang!"


auww! sakit sayang.." Rengek Anggara karena mendapat kan cubitan pedas pada perut sixpack nya.


"rasain! nggak tau malu! tuh, Liat ada pak Daud dan pak samsul perhatiin kita, malu tahu!" sungut Renita tak ayal wajah nya merona merah karena malu bukan main.


merasa di tunjuk pak Daud dan samsul yang sedang berdiri di sisi mobil menunggu Anggara yang sedang sesi drama nya bersama istrinya, langsung dengan cepat membalikkan badan mereka.


masih dengan keterkejutan nya pak Daud tak percaya dengan sikap atasan nya yang ternyata bisa lebay juga bila bersama istri nya bak, sedang menonton drama romantis Turki.


dengan bintang lelaki nya yang tampan menawan, sedangkan sang wanita dengan wajah cantik jelita nya.


setelah mengantar kan terlebih dahulu istri ke mobil yang akan di Kendarai oleh istri nya dan melepas nya hingga mobil itu hilang dari pandangan Anggara dengan pandangan elangnya. Anggara memutar tubuhnya, berjalan ke arah mobil yang akan membawanya ke bandara Soetta.


Anggara yang sudah berdiri di dekat pak Daud melihat heran pak Daud, karena lelaki itu Masih dengan senyuman lebar nya.


"kenapa pak? kok senyam-senyum gitu?"


"eh, nggak apa-apa pak. saya lagi seneng ajah dapet tontonan langka"


terang pak Daud


"ayo pak kita berangkat, waktu kita tidak banyak, nanti ketinggalan pesawat"


pak Daud mengalihkan pembicaraan


"nggak apa-apa ketinggalan pesawat, tinggal pesan lagi tiket pesawat penerbangan berikutnya"


sahut Anggara santai tanpa beban lalu masuk ke dalam mobil yang pintu nya sudah di buka oleh Samsul di kursi bagian belakang.


sementara pak Daud hanya menggeleng kan kepala nya tak habis pikir dengan tanggapan Anggara yang tidak mempermasalahkan bila ketinggalan pesawat.


"orang kaya mah bebas lah"


gumam pak Daud. lalu ikut masuk ke dalam mobil duduk di kursi depan di sebelah Samsul. lalu mobil mewah berlambang tiga bintang itu pun melaju jalan bergabung ketengah keramaian jalan dengan mobil lainnya.


*


*


sampai di Surabaya Anggara langsung menuju hotel terlebih dahulu untuk membersihkan tubuh nya dan berganti pakaian agar kembali terlihat rapi dan segar sebelum menuju universitas di bawah naungan yayasan Handersson milik kakek nya yang di wariskan kepada dirinya.


keluar dari kamar mandi dengan handuk sebatas pinggang yang melilit asal, Anggara berjalan ke arah tempat tidur di mana koper kecil nya berada untuk mengambil pakaian nya. tapi ketika matanya tertuju pada ponselnya.


"astaga aku lupa menghidupkan ponsel ku dan mengabarkan pada Juwita ku"


Anggara panik langsung meraih ponselnya lalu menghidupkan ponsel nya karena tadi selama di pesawat tadi ponsel nya di non aktifkan.


Anggara mengetik pesan untuk istri nya.


*sayang, aku sudah sampai di Surabaya.sekarang mau menuju ke universitas. kamu sudah makan siang? jangan lupa dengan makan mu, perhatikan lambung mu itu jangan sampai sakit sayang*


Anggara langsung menekan tanda send mengirim pesan nya untuk istri nya.


di letakkan ponsel nya itu di atas nakas yang ada di samping ranjang


lalu Anggara memakai kan kemejanya mengancingkan satu persatu kancing kemeja nya itu dengan tatapan matanya tak lepas ke arah ponsel nya menunggu balasan dari sang istri.


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2