
setelah semalaman cukup istirahat dan nyenyak tidur nya karena mendapat vc dari sang istri. Anggara yang sedang berdiri di depan kaca, sedang mengagumi penampilan nya yang sangat fresh di pagi hari.hari pertama di Surabaya. senyuman di
wajah nya tak luntur karena mengingat vc hot semalam dengan sang istri yang berhasil Anggara dapatkan Dari istri nya yang dia paksa untuk memakai baju tidur seksi dengan alasan untuk moodboster nya. yang akhirnya di turuti oleh sang istri walaupun ada sedikit drama, namun tetap saja istri nya mau menuruti keinginan mesum nya. Anggara terkekeh sendiri seperti orang yang kurang waras mengingat kejadian vc semalam dengan sang istri.
"ah, rasa nya seperti ini hidup berumah tangga dan mempunyai seorang istri yang cantik dan aku cintai. indah, membahagiakan"
gumam Anggara tangan nya terus bergerak memasang dasinya sendiri menyempurnakan penampilan nya.
"yes, kamu memang sempurna Anggara pramuja!"
pria dengan tinggi 187 cm berzodiak Scorpio itu terus memuji dirinya sendiri di depan kaca melihat penampilan nya sendiri.
Narsis memang, tapi itulah kenyataannya! memang Anggara sosok lelaki idaman para wanita.tapi sayang nya hati nya sudah tertambat dengan satu orang wanita cantik yang berhasil menguasai seluruh jiwa dan raga nya tanpa tersisa.
tok
tok
suara ketukan pintu kamar hotel yang Anggara tempati selama di Surabaya terdengar di ketuk orang, membuyarkan Anggara dengan segala pikiran nya. dia menoleh ke arah pintu yang di ketuk itu lalu dengan langkah lebar nya Anggara mendekati pintu tersebut dan membuka pintu itu. ternyata pak Daud sudah berdiri di depan pintu yang sudah terbuka itu dengan senyum lebarnya menyapa bos muda nya sudah rapi, dengan stelan jas nya siap berangkat.
"sudah siap pak Anggara?"
Anggara mengangguk merespon ucapan pak Daud.
"sudah pak, ayo kita berangkat"
lalu lelaki berbeda usia itu berjalan menelusuri lorong hotel ke arah pintu lift yang akan membawa mereka turun ke lantai satu dan yang menjadi tujuan mereka sekarang adalah universitas kedokteran milik Handersson yang ada di Surabaya. sebuah universitas swasta terbesar yang ada di kota besar ini.
di sinilah sekarang Anggara, berada di sebuah ruangan besar dengan dengan kursi-kursi Tunggal yang berjejer rapi berderet dengan meja besar berbentuk ring besar melingkar. dengan raut wajah yang dingin Anggara duduk di kursi tunggal yang bentuknya lebih besar dan empuk Dari pada yang lain nya yang ada di ruangan tersebut.
duduk di paling ujung berada di tengah, memimpin pertemuan dengan para rektor dan staf kampus lainnya. wajah-wajah mereka yang tegang karena tidak menyangka kalau sang pemimpin yayasan sendiri yang datang ke Surabaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di universitas Handersson cabang Surabaya karena mereka pikir orang lain atau mungkin utusan dari pusat yang datang ke Surabaya tapi kenyataannya sang pemilik yayasan langsung, datang ke sini.
"bisa kalian jelas kan kenapa pak Broto mundur sebelum jabatan nya selesai" tanya Anggara pada orang kepercayaan nya perihal pak Broto mundur dari jabatannya yang kini sudah di ganti oleh orang lain yaitu wakilnya pak Danang.
tanpa banyak bicara lagi pak Daud menyerahkan sebuah map yang berisi berkas segala keterangan atau bukti yang di inginkan oleh bos mudanya. Anggara menerima map yang cukup tebal dari pak Daud sedangkan beberapa orang yang hadir di ruangan tersebut wajah nya terlihat pucat pasi sementara rahang tegas Anggara menegang gigi nya terkatup rapat menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya dengan seksama netra biru itu membaca apa yang ada di lembaran berkas yang dia pegang dan ketika Anggara sampai dengan lembaran terakhir nya.
braakk!!
Anggara membanting map yang ada di tangan nya ke atas meja sehingga beberapa lembaran kertas itu sedikit berantakan di atas meja. tindakan Anggara seperti itu tentu saja membuat semua orang yang hadir di ruangan tersebut tersentak karena kaget. rasa dingin dan mencekam kental terasa di ruangan tersebut sehingga mereka yang hadir jiwa nya terasa menciut karena wajah tampan Anggara berubah sangat sangar dan menyeramkan. apalagi bagi beberapa orang yang seperti nya posisi nya sedang terancam.
__ADS_1
Anggara mendengus kasar tatapan matanya di bawa ke arah pria berusia lima puluhan yang duduk di dua kursi dari dirinya duduk.
"bagaimana pak Broto, apa ada yang akan Anda sampaikan sekarang ini? apa anda terlalu lelah karena telah menghabiskan sebagian dana kampus untuk keliling dunia bersama simpanan anda?!"
wajah Anggara merah padam saat mengatakan itu semua sorot mata yang tajam seolah ingin menghujam habis tubuh pria gempal yang ada di dekat nya itu yang wajah nya sudah pucat pasi bersama satu wanita muda yang ada di samping nya.semua mata tertuju ke arah kedua orang itu dengan tatapan terkejut. mereka tak menyangka, pengunduran diri pak Broto bukan untuk mengajukan pensiun dini tapi sepertinya ingin melarikan diri tapi sayang, niat nya itu sudah tercium oleh orang kepercayaan Anggara hingga kedua pelaku itu berhasil di giring ke hadapan Anggara dan di menjadi seorang terdakwa di depan semua para staf kampus yang lain nya.
karena demo besar-besaran mahasiswa di kampus tersebut yang menginginkan perbaikan sistem kampus membuat nama baik yang di sandang oleh kampus tersebut tercoreng hingga masuk dalam berita hangat di beberapa media sosial tentu saja hal itu sangat merugikan pihak yayasan.
tanpa menunggu jawaban dari mulut paruh baya itu Anggara berdiri dari duduknya, sorot matanya tajam mengarah ke pak Broto dan berucap dengan lantang.
"anda berdua saya pecat! dengan tidak hormat dan proses hukum tetap berjalan!!!"
hancur sudah karir dan hidup seorang Broto dan juga dosen wanita muda yang ada di sebelah pria itu, yang sebenarnya sudah mengabdi pada universitas Handersson cabang Surabaya ini selama sepuluh tahun belakangan ini sangat di sayangkan oleh Anggara sebenernya padahal kinerja pak Broto yang telah dia ketahui sangat lah bagus tapi sayang nya setelah terperangkap dalam Hasrat terlarang nya dengan wanita yang juga menjadi dosen di universitas tersebut wanita yang usianya masih jauh di bawah pak Broto sudah menggelapkan hati dan nurani nya yang tidak hanya mengkhianati di pekerjaan nya tapi juga mengkhianati istri dan anak nya.
miris. Pak Broto hanya bisa tertunduk dalam dalam wajahnya. rasanya harga diri nya telah hancur semua tak tersisa karena nafsu liar nya.
setelah merasa sudah selesai dengan urusan nya Anggara berlalu meninggalkan ruangan tersebut di ikuti oleh pak Daud. tapi sebelum Anggara benar-benar keluar dari ruangan tersebut, seorang wanita muda dan cantik dengan beraninya meraih lengan kekar milik Anggara dan menahan langkah Anggara.
sontak saja Anggara menoleh dengan tatapan mata yang tajam menghujam ke arah wanita itu. lalu pandangan nya beralih ke lengan nya yang di pegang dengan kedua tangan wanita tersebut. membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut kaget membelalakkan matanya tak percaya dengan tindakan berani wanita yang juga berstatus dosen di universitas tersebut tapi sekarang sudah di pecat tidak terhormat oleh Anggara.
"lancang sekali anda! lepaskan tanganmu dari dari lengan saya!!" hardik Anggara dengan nada menggeram
tak ada expresi apapun dari Anggara. datar itu yang terlihat di wajah Anggara hanya senyuman sinis yang samar tercipta di wajah nya. lalu dengan kasar Anggara langsung menghempaskan tangan nya yang di pegang oleh dosen wanita itu. hingga tubuh dosen wanita itu sedikit ikut terhempas ke samping karena saking kuatnya Anggara menghempaskan tangan nya. tidak mau meladeni sesuatu yang hanya membuat dirinya tidak berfaedah tanpa bicara lagi Anggara melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut dan dosen wanita itu begitu saja tanpa ada satu kata apapun yang dia ucapkan bagi nya apa yang sudah dia bicarakan tadi semuanya sudah jelas tidak ada lagi yang di bahas karena keputusan nya sudah final tak bisa di ganggu gugat.
"pak Anggara!!"
dosen wanita itu dengan beraninya berteriak memanggil nama Anggara yang sama sekali tidak menoleh.
membuat semua orang yang hadir di ruangan tersebut geleng kepala tak percaya dengan keberanian dosen wanita itu yang sia-sia yang akhirnya semua membubarkan diri pergi dari ruangan tersebut yang menyisakan pak Broto dan dosen wanita itu.
lelah dan penat setelah apa yang sudah dia lalui seharian ini Anggara dan pak Daud memilih singgah di sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari universitas Handersson untuk sekedar menikmati secangkir kopi panas di sore hari dan sedikit kudapan sebelum dia kembali ke hotel untuk beristirahat. tengah asyik berbincang ringan dengan pak Daud tiba-tiba seseorang menyapa Anggara memanggil namanya dengan suara feminim nya.
"pak Anggara?"
Anggara yang masih tidak mengetahui siapa wanita yang menyapa nya menatap lurus dengan raut wajah yang tenang dan datar hanya mengangguk merespon sapaan wanita yang seperti nya berusaha mengakrabkan diri nya.
lalu dengan pedenya wanita cantik yang berpakaian stylish seperti orang hendak pergi ke kantor pas dan ketat di tubuh nya sehingga menampilkan cetakan sempurna dari setiap lekuk tubuhnya. bola mata biru Anggara mengikuti pergerakan dari wanita yang sama sekali dia tidak mengenal nya dan dengan seenaknya menarik kursi tunggal di sebelah nya dia duduk dengan menampilkan senyuman terbaik nya untuk Anggara yang tetap dengan wajah datar nya.
"anda siapa nona?"
__ADS_1
bukan Anggara yang bertanya tapi pak Daud memberanikan diri untuk bertanya pada wanita itu karena melihat sikap Anggara yang tidak bersahabat dengan kedatangan wanita berpakaian serba ketat itu. yang mungkin membuat setiap mata lelaki akan melotot terpancing. tapi itu tidak berlaku pada Anggara karena mata lelaki tampan itu sudah di pasangin kaca mata kuda oleh istri nya sehingga tidak ada lagi efek nya dengan wanita selain istri nya
masa iya Anggara sekuat itu iman nya?
"oh iya, perkenalkan nama saya Anjani adik dari pak Broto"
wanita itu mengulurkan satu tangan kanan nya ke pada Anggara dengan pedenya padahal pak Daud Yang bertanya tapi wanita itu tak sekalipun melihat ke arah pak Daud melainkan ke arah Anggara dan mengulurkan tangannya pula pada Anggara. lelaki tampan itu hanya menautkan kedua alisnya menatap datar wanita yang ada di sebelah nya tanpa menyambut uluran tangan wanita itu. sementara pak Daud hanya tersenyum remeh pada wanita itu ada rasa jengkel karena wanita itu tak menghiraukan keberadaan nya padahal dia tadi yang bertanya tapi ada rasa puas karena wanita itu tak di anggap oleh bos muda nya. pak Daud berpikir miris semua wanita pasti terpesona dengan ketampanan dan penampilan fisik yang nyaris sempurna milik bos muda nya ini.
walaupun dirinya juga tidak jelek-jelek amat masih terbilang tampan pak Daud tertawa dalam hati.
"ada perlu apa nona Anjani dengan pak Anggara?" lagi-lagi pak Daud Yang bertanya karena rasa nya gemes sendiri melihat bos muda nya yang tidak merespon apapun.
yang akhirnya wanita itu menoleh ke arah pak Daud dengan wajah yang tak senang tapi sekaligus malu karena Anggara tidak merespon apapun pada dirinya.
dengan gerakan lambat wanita cantik itu mengangkat satu kaki jenjang nya untuk menumpukan satu kaki nya ke atas kaki satu nya sehingga rok span yang memang panjang nya di atas lutut nya sedikit merosot sehingga memperlihatkan paha dan betis putih nya.
"sebaiknya katakan apa keperluan nona Anjani kesini karena kami tak banyak punya waktu untuk bicara omong kosong"
akhirnya Anggara bicara dengan raut dan bicara yang sama datar nya.bukan merasa terpancing dengan apa yang wanita itu tampilkan di depan matanya Anggara hanya risih melihat nya.
hingga dengan terpaksa Anggara bicara agar semua nya bisa cepat selesai. tentu saja dengan bicara nya Anggara membuat wajah wanita itu sumringah walaupun wajah lelaki itu terlihat datar tapi itu cukup membuat nya senang. memposisikan dirinya sedikit menghadap ke arah Anggara wanita itu membalas ucapan Anggara.
"saya kesini untuk membicarakan tentang kakak saya pak Broto, meminta pak Anggara agar tidak memperpanjang urusan ini ke jalur hijau. saya akan mengganti semua kerugian kampus"
Anggara tersenyum tipis merespon ucapan wanita yang bernama Anjani itu.
"keputusan saya tidak berubah"
sahut Anggara menekankan ucapan nya. membuat wajah wanita itu berubah expresi menjadi tak senang tapi dengan cepat wanita itu kembali menetralkan wajah nya agar terlihat tenang. tanpa di sangka wanita itu menyentuh paha liat Anggara dan tentu saja itu membuat Anggara kaget dan refleks menepis tangan wanita itu kencang hingga wanita yang bernama Anjani itu memekik karena merasakan panas pada tangan nya.
auww!! anda kasar sekali pak Anggara!"
"anda yang tak punya malu dan adab nona! perhatikan sikap anda sebagai wanita terhormat itu pun kalau anda masih punya harga diri!"
Anggara membalas ucapan wanita itu tak kalah pedas nya membuat wanita itu terdiam tertohok dengan ucapan pedas Anggara.
"anda terlalu percaya diri nona,, sayang sekali atasan saya ini bukan jenis buaya rawa yang mungkin sering nona jumpai di luaran sana"
*
__ADS_1
TBC..