
Anita membeku melihat siapa yang bicara dari arah pintu Anggara berjalan santai dengan kedua tangan nya masuk ke dalam saku celana nya menatap dingin Anita sementara Renita heran serta bingung apa yang sedang terjadi pada Anggara dan Anita.tapi tidak tahu kah Renita, kalau ini semua karena dirinya.ah tidak, ini karena sikap Anggara yang terlalu berlebihan dengan apa yang terjadi antara Anita dan Anggara dan Renita terkena imbasnya tapi memang seperti itu karena Anita seperti nya selalu berusaha mencari masalah dan mencari celah untuk mendekati Anggara. membuat pria tampan itu harus bertindak tegas pada Anita karena dia tidak mau kedepan nya wanita itu terus menjadi bayangan yang menggangu kenyamanan Renita Juwita hati nya.
"kenapa? apa anda masih tidak terima dengan keputusan saya? gampang saja, Anda tinggal mengundurkan diri dari universitas ini" sesaat Anggara menghentikan ucapannya, mengedar kan pandangan nya pada semua dosen yang sedang berada di dalam ruangan itu yang sedari tadi memperhatikan semua yang terjadi tapi seketika wajah mereka pias karena sang pemilik yayasan menatap tajam pada mereka satu persatu lalu berkata.
"berlaku dengan anda sekalian, semua yang ada di universitas ini saya harap tidak ada lagi orang yang menentang kebijakan saya, dan saya tidak akan sungkan akan menindak tegas jika ada lagi orang yang bersikap seperti bu Anita ini yang mengintervensi hubungan saya dengan Renita. wanita yang akan menjadi istri saya, otomatis nyonya pemilik yayasan ini jadi, saya minta tidak ada lagi hal yang tidak menyenangkan lagi terjadi di lingkungan ngajar mengajar di lingkungan yayasan yang saya pimpin ini jelas?"
Anggara dengan tegas nya mengatakan untuk memperjelas siapa status Renita
para dosen yang yang mendengar ultimatum dari Anggara hanya bisa mengangguk patuh tanpa ada yang berani menyela pembicaraan Anggara kecuali Anita, wanita cantik itu merasa harga dirinya di rendahkan oleh Anggara terlebih lagi di depan para rekan sejawat nya
wajah Anita merah padam menatap Anggara dan Renita bergantian.
sedangkan Renita hanya diam tertegun mendengar sekaligus menatap Anggara dengan tatapan yang sukar untuk di artikan
ada rasa haru karena Anggara begitu membela nya di depan orang-orang tapi ada rasa malu juga yang bersarang di hati Renita karena hubungan nya dengan Anggara semakin jelas di ketahui oleh para teman sejawat nya karena bukan itu yang Renita mau.
Anita sudah tidak bisa bicara lagi dia merasa marah sekaligus malu lalu tanpa bicara lagi, wanita itu pun dengan langkah yang kesal pergi dari hadapan Renita dan Anggara menatap Anita dengan tatapan yang berbeda.dan akhirnya Renita mengerti kenapa tadi Anita menghadang jalan nya dengan emosi nya.
__ADS_1
"kamu berlebihan pak Anggara,, kenapa kamu mutasi bu Anita?" tanya Renita sedikit berbisik pada Anggara yang berdiri di samping nya
Anggara menoleh dan tersenyum pada Renita.
"ini semua hanya demi kenyamanan kamu sayang" balas Anggara mendekat kan wajah nya pada Renita yang otomatis menjauh kan wajah nya dari Anggara dengan semburat merah di wajah Renita
"astaga Anggara kamu tidak tahu malu" ucap Renita dengan wajah merona mendelik ke arah Anggara dan ketika Renita Hendak melangkah kan kaki nya..
"kamu mau kemana ibu Renita Khadijah?" tanya Anggara mencekal lengan kecil Renita menyebut nama lengkap gadis itu hingga Renita melayangkan tatapan tajam ke Anggara
"lepasin tangan mu bapak Anggara yang terhormat" ucap Renita tatapan nya tertuju pada tangan nya yang di cekal oleh Anggara " kamu nggak tahu malu, lihat kita ini ada di mana lepasin" ucap Renita lagi dengan suara yang dia tahan karena malu sekaligus kesal dengan sikap tak tahu malu Anggara.tapi bukan nya melepaskan tangan Renita pria berwajah Eropa itu menarik tangan Renita mengajak nya keluar dari ruangan itu.
"diam Ren, apa kamu mau,kita jadi pusat perhatian satu kampus ini HM? aku sih nggak keberatan tapi gimana dengan kamu" tantang Anggara bicara tanpa menoleh ke arah Renita tetap berjalan menuju parkiran dengan tangan besarnya masih menggenggam tangan Renita.
di dalam ruang Dosen para pengajar itu kembali pada aktivitasnya lagi Sari dan Rahma yang meja kerja nya berhadapan tampak kedua wanita itu masih sibuk dengan ulasan serta opini mereka tentang kejadian tadi yang menurut nya sangat langka dan susah di percaya tapi kenyataannya itu, mereka lihat sendiri dengan mata kepala mereka sendiri.
"ya Tuhan..so sweet banget sih mereka..pak Anggara bucin banget dengan Renita" ucap sari setelah melihat adegan uwuh tadi.
__ADS_1
"nggak salah kalau pak Anggara bucin banget dengan bu Renita karena yang satu cantik banget.. yang pria nya nggak usah di omong lagi. beneran pasangan serasi mereka, nggak tahu diri saja kalau ada yang ngotot pingin jadi kekasih pak Anggara dan berusaha mengganggu hubungan mereka karena jelas-jelas hanya tinggal menghitung hari saja, mereka akan menikah. sedang kan calon istri nya saja cantik jelita begitu" timpal dengan tenang namun setiap kata-kata nya terdengar pedas Rahma seraya melirik ke arah Anita tersenyum miring.
Anita menjadi gusar mendengar ucapan Rahma karena dia tahu perkataan Rahma menyindir ke dirinya.wanita itu hanya mendengus kasar merespon ucapan Rahma yang sangat menohok itu Anita pun berdiri dari duduknya setelah membereskan semua barang-barang nya yang ada di meja kerja nya dengan menenteng kardus kecil wanita itu melangkah keluar pergi dari ruangan itu dengan wajah yang masih merah.
"CK, hanya karena ayahnya Rektor universitas ini, jadi merasa pede sekali untuk bisa bersanding dengan pak Anggara.bagus lah dia di mutasi dari sini berkurang berarti wanita sombong di universitas ini" ucap Sari dengan berapi-api karena memang selama ini mereka kurang suka dengan sikap Anita yang terlalu arogan karena hanya ayahnya Rektor di universitas ini dan mereka merasa lega karena Anita kena karma nya,di mutasi ke Surabaya.
"Anggara mau kemana kamu, tunggu.. lepaskan tanganku dulu, aku mau kembali ke ruang ku" ucap Renita setelah mereka hampir sampai di area parkiran Anggara mengentikan langkah nya dan menoleh ke arah Renita
"ngapain kamu ke ruang mu lagi?" tanya Anggara Alis tebal nya saling beradu matanya menyipit menatap Renita.
"lepasin dulu tangan ku" pinta Renita yang kemudian di turuti oleh Anggara yang masih menatap lekat wajah Renita seolah menunggu jawaban dari gadis nya.
"ini kamu lihat" Renita mengangkat satu tangan nya yang memegang beberapa berkas di tangan nya memperlihatkan pada Anggara
"apa itu?" tanya Anggara tanpa memutuskan pandangan nya pada netra coklat terang milik Renita
*
__ADS_1
TBC..