
Renita merasa rish Anggara yang memeluk nya dari belakang, sumpah demi apapun saat ini jantung Renita seperti orang yang sedang lari maraton.
"Angga.. lepas.. aku mau ganti baju dulu lengket nih" ucap Renita dengan sedikit terbata.
tapi Anggara tidak bergeming.dia tetap memeluk erat tubuh Renita dari belakang sesekali memberikan kecupan ringan di pipi halus Renita membuat gadis itu merasa geli sekaligus meremang.
"Angga.." lirih Renita terus saja meronta mencoba melepaskan diri dari dekapan Anggara.
"diam Ren sebentar saja.. aku kangen kamu" suara Anggara terdengar parau berbisik di telinga Renita.
"tapi Angga, bajuku basah gini, aku udah nggak betah" nego Renita.
Anggara melepaskan pelukannya tangan nya meraih kedua bahu Renita membalikkan badan Renita untuk menghadap ke dirinya.
kini mereka saling pandang.manik kebiruan milik Anggara dan manik coklat terang milik Renita beradu dalam deru nafas kedua nya.
"aku ingin semua orang tahu hubungan kita Ren"
Renita menghela nafas berat, karena Anggara kembali membahas tentang status mereka.
"Angga.. aku.."
belum selesai Renita selesai bicara
mulutnya sudah di bungkam dengan bibir tipis Anggara.pria itu melahap bibir Renita dengan rakusnya Anggara mencumbu, menyesap bibir Renita dengan sedikit kasar,Renita yang merasa ciuman Anggara terasa kasar dia merapatkan bibir nya serapat mungkin.
Anggara melepaskan pagutannya sejenak, menatap lekat wajah Renita
"Angga kamu.." Renita hendak protes tapi lagi-lagi belum selesai dia bicara, Anggara kembali menyesap bibir nya dengan rakus dan kali ini Anggara menggigit bibir bawah Renita hingga gadis itu mengaduh sehingga bibir itu terbuka, dengan kilat Anggara melesakkan daging pipinya yang ada di dalam mulut nya masuk mengobrak abrik ke dalam mulut Renita.membuat gadis itu kewalahan menghadapi cumbuan Anggara.hingga suara syahdu terdengar dari mulut Renita dan itu membuat Anggara tersenyum.
hingga Renita sudah merasa kesulitan bernafas lalu memukul berulang dada bidang milik Anggara
"Ang_Angga.. ucap Renita dengan susah payah bicara tahu gadis nya sudah kesulitan bernafas Anggara menyudahi cumbuan nya dengan memberikan kembali kecupan ringan berulang kali di bibir Renita.
"Angga kamu!" Renita mencubit kencang tangan kekar Anggara
"auch!" sakit sayang..kejam sih kamu" protes Anggara dengan wajah yang memelas pura-pura tapi terselip senyuman puas melihat bibir Renita bengkak akibat perbuatannya itu. nampak masih basah dengan Saliva mereka berdua.Anggara mengusap lembut bibir merah Renita dengan ibu jari nya.lalu Anggara duduk di pinggir ranjang lalu menarik tubuh Renita dan duduk di pangkuan nya.
mata Renita membola merespon gerakan cepat Anggara.
Renita yang hendak Bangun dari pangkuan Anggara tapi tidak bisa karena Anggara melingkar kan dengan erat tangan nya di pinggang ramping Renita.
"Anggara, mau apa kamu?" mata Renita melebar ketika Anggara menyenderkan kepalanya di dadanya.tepatnya di kedua benda bulat nan kenyal milik nya.mendusek kan wajah nya di dada kenyal milik Renita dengan nafasnya yang memburu.lalu mengangkat wajahnya menatap lekat wajah cantik Renita.perbuatan Anggara tadi membuat Renita seolah berhenti bernafas.nafasnya putus-putus.karena menahan sesuatu yang aneh yang menjalar ke seluruh tubuh nya.
"aku ingin cepat-cepat menghalalkan mu Renita, kalau sudah begini aku nggak tahan" ucap Anggara dengan suara nya yang memberat.menatap sayu Renita.
__ADS_1
wajah Renita langsung merona merespon ucapan Anggara karena dia tahu apa maksud dari ucapan Anggara itu.
"otak kamu mesum Anggara" ucap Renita gugup.
Anggara terkekeh.
"mesum? mungkin iya, tapi itu hanya pada kamu seorang Renita" Anggara berkilah.
"benarkah? bagaimana dengan wanita cantik yang tadi makan bersama mu dengan pakaian nya yang ketat itu!" ketus Renita.
"apa kamu sedang membuktikan omongan mu waktu di mobil?" tanya Renita lagi.
"kamu cemburu?"
"iya, aku cemburu Anggara.. dengan mudah nya kamu bersikap manis dengan setiap wanita!" wajah Renita nampak menegang karena menahan emosi nya matanya terlihat mengembun.
Anggara terdiam, dia manatap lekat bola mata Renita yang mengembun.
"kenapa kamu tidak menghampiri aku saat itu, kalau kamu merasa cemburu?"
Renita mengerutkan dahinya merespon ucapan Anggara.
"apa? maksud kamu aku harus seperti anak kecil yang mengklaim bahwa kamu itu pacar aku atau apa begitu?"
"kalau begitu milik mu akan di rampas orang Renita.. kalau kamu tidak egois"
Anggara menghela nafas nya berat.
"kamu pikir sikap mu dengan asik nya makan bersama dengan Raga seperti itu tidak membuat hati ku sakit hm?" tanya Anggara telak.
membuat Renita diam.
"aku tidak sengaja bertemu dengan Raga di depan Restoran itu" ucap Renita pelan membela diri nya.
Anggara tersenyum miring.
"dengar ya sayang.. tidak ada yang kebetulan,Si Raga itu memang selalu mencari kesempatan untuk mendekati mu terus, dan kalau kamu masih tidak mau memberi tahu status kamu, siapapun di antara kita pasti terus ada masalah seperti ini"
"aku, malu Anggara" terang Renita
"malu?! maksud kamu malu apa?" Anggara tampak tidak senang dengan ucapan Renita.
"karena kamu lebih muda dari aku, aku minder" jelas Renita suaranya terdengar bergetar.
"ya Tuhan Renita.. jadi kamu masih saja berpikir seperti itu, aku tidak perduli itu"
__ADS_1
"tapi aku perduli Angga, aku takut orang berpikir aneh pada ku punya pacar lebih muda dari aku"
"bukan pacarmu Renita, tapi bakal suami mu! aku sudah melamar mu secara resmi, aku sudah meminta diri mu pada orang tua mu dan keluarga mu, jadi apa lagi yang masih kamu khawatir kan hm?" tegas Anggara menatap lekat wajah cantik Renita yang masih duduk di atas pangkuan nya.tak habis pikir dengan sikap dan cara berpikir gadis pujaannya.
Renita hanya diam saja tidak merespon apapun ucapan Anggara dan tiba-tiba saja gadis itu langsung memeluk erat tubuh Anggara dan terisak di pundak kokoh Anggara.sesaat Anggara kaget Renita memeluk nya tiba-tiba dengan erat nya.tapi pria itu pun tersenyum lalu membalas pelukan hangat Renita lebih erat.
"maafkan aku Anggara, kalau aku sudah mengecewakan kamu" ucap Renita di tengah isakan nya.lalu dia melepas pelukannya pada tubuh Anggara.wajah nya merona karena malu dengan berani memeluk Anggara.
"maaf"
Anggara menautkan kedua alisnya.
"untuk apa?" tanya Anggara
"karena berani memeluk mu" ucap Renata tak enak hati.
Anggara tersenyum lebar karena ucapan Renita.
"ya ampun Renita.. aku tidak keberatan kok,malah kalau kamu memberikan aku lebih dari pelukan juga aku terima dengan senang hati" goda Anggara.dan sukses kembali mendapatkan cubitan kecil dari Renita di perut sixpack nya.
"auw,duh,Ren.. sakit" ucap Anggara terdengar manja.
Renita hanya mencebik.
"sudah ah, aku mau ganti baju dulu, dan kamu keluar sana! kembali ke kamar mu"
Renita turun dari pangkuan Anggara dan kali ini Anggara membiarkan Renita turun dari pangkuan nya.
"kamu mengusir ku Ren?"
"iya!" teriak Renita yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"aku tidur di kamar mu saja kalau begitu" teriak Anggara.
Cklekk!
pintu kamar mandi terbuka, lalu keluar lah Renita dengan hanya memakai handuk sebatas dada nya hingga paha nya yang putih mulus serta bahu putih mulus Renita terekspos begitu saja di depan mata Anggara membuat Anggara membeku karena terpana melihat pemandangan yang sangat indah, berkali kali pria itu menelan saliva nya dengan susah payah.
"apa?! kamu tidur di kamar ku?! kamu jangan bercanda ya Angga!!"
sahut Renita tak sadar keluar begitu saja dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas dada untuk menutupi tubuh polos nya.sedangkan Anggara masih terdiam.terpaku pada pandangan indah di depan matanya itu.
*
to be continued...
__ADS_1
terima kasih sudah mampir ke novel saya 😊
jangan lupa untuk like n comen nya 😊❤️