
Paula tak senang melihat Anggara yang terus saja menatap Renita dengan raut wajah yang menurut paula sangat menjengkelkan.
"Anggara" panggil paula dengan nada kesal namun di buat mendayu
Anggara menoleh ke arah Paula, bukan karena panggilan Paula tapi karena paula menyentuh tangan nya.kontan saja Anggara langsung menarik tangan nya cepat dari sentuhan Paula membuat gadis itu kaget atas sikap Anggara itu.
pria bule itu menatap tajam ke arah Paula.
"Paula sebaiknya kamu lekas habis kan steak yang kamu bawa ini ya"
ucap Anggara berusaha menekan emosi nya di depan wanita yang pernah menjadi kakak tingkat kelas nya sewaktu kuliah di Victoria Australia. Anggara mendorong piring nya yang masih ada steak ayam yang belum sama sekali dia sentuh.
lalu Anggara berdiri dari duduknya. Paula kaget melihat Anggara beranjak dari duduknya dan menyodorkan makanan nya.
"lho, mau kemana kamu Anggara? kamu nggak jadi makan nya?"
Anggara mendengus kasar
"aku sudah kenyang, silakan kamu habiskan saja dan sebaiknya kamu cepat keluar dari apartemen ku" ucap Anggara pelan namun terdengar tegas.
"apa maksud mu Anggara? kamu mengusir ku?!" ucap Paula Dengan wajah yang terlihat tidak senang menatap tajam Anggara.
"terserah Anggapan mu apa, tapi bisakah kamu cepat keluar dari apartemen ku?"
"tapi Anggara" ucapan Paula menguap begitu saja karena Anggara sudah berjalan mendekati Renita yang duduk di sofa yang berada di ruang tengah.
lalu duduk di sebelah Renita langsung merangkul bahu Renita dengan erat.Renita yang sedang fokus dengan ponselnya kaget melihat Anggara datang dan langsung duduk di sebelah nya.
"Angga? kamu sudah makan nya?" tanya Renita.
"aku tidak berselera" sahut Anggara malas.
__ADS_1
"lho kan kamu... belum Renita selesai bicara
cup
"Anggara,,apaan sih kamu?"mata Renita membola.
Anggara mengecup sekilas bibir Renita dan tentu saja membuat mata Renita melebar karena di dalam ruangan ini bukan hanya ada mereka berdua tapi masih ada orang lain yaitu Paula. gadis itu pun sama kaget nya dengan sikap Anggara yang dengan santai nya mengecup bibir Renita di depan matanya. Wajah wanita itu merah padam.dan langsung menghentak kan garpu dan sendok yang sedang ada di tangan nya keatas piring. sehingga terdengar dentingan keras membuat Anggara dan Renita spontan menoleh ke arah Paula Dan gadis itu langsung berdiri dari duduknya berjalan mendekati Anggara dan Berdiri di depan mereka berdua dengan melipat kedua tangannya di dada nya.
menatap sinis ke arah Renita
"yang aku tahu, bukan kah Renita itu Tante mu Anggara? kok kamu bisa berhubungan dengan Renita yang statis nya masih ada hubungan kerabat?" ucap Paula menatap sinis Renita. tiba-tiba bicara hal yang membuat Renita dan Anggara kaget, dan menoleh ke arah Renita.raut wajah gadis nya itu diam tak berekspresi alias datar. kemudian tatapan Anggara kembali ke Paula.
"apa maksud dengan ucapan mu Paula,apa ada yang akan kamu sampaikan dengan ucapan mu tadi?!" sahut Anggara yang pada akhirnya kecewa dengan sikap paula
"kenapa kamu harus memilih perempuan untuk kamu jadikan istri yang berstatus Tante mu Anggara? dia itu usianya lebih jauh empat tahun dari diri mu"sungut Paula
Anggara tersenyum miring merespon ucapan Paula.
"kenapa dengan status itu?? aku rasa tidak ada masalah, karena status tante itu hanya sebutan saja.tapi AKU dan Renita tidak ada terkait hubungan darah sama sekali.jadi tidak perlu di permasalahkan. karena secara hukum dan biologis,apa lagi agama semua nya oke No problem. dan soal usia, kenapa dengan usia? apa ada yang salah dengan itu?! aku mencintai Renita tanpa ada alasan yang lain, aku mencintai Renita, karena dia adalah Renita, dan aku mencintai seorang Renita apa yang ada di diri nya aku suka semua dan itu cukup sebagai alasan untuk aku mencintai Renita!" jelas Anggara.
Paula diam mendengar penjelasan dari Anggara.
"sudah lah paula, aku minta dengan sangat, kamu untuk keluar dari apartemen ku please" ucap Anggara berusaha tidak memperlihatkan emosi nya pada wanita yang memang dulu pernah dia kagumi karena kepribadian nya yang supel,cerdas,serta mandiri.tapi kenyataan nya sekarang Renita menjadi prioritas utama baginya Anggara tidak ingin Renita tersakiti oleh sikap nya yang lembek pada Paula. kemudian Anggara berdiri dari duduknya berjalan ke arah pintu keluar lalu membuka nya untuk Paula agar wanita itu segera keluar dari apartemen nya. Anggara menatap tajam ke arah Paula.
"silahkan" ucap Anggara menggerakkan dagu nya mengisyaratkan supaya Paula keluar dari apartemen nya.
"oh ya, jangan lupa bawa kembali masakan mu itu.dan perlu kamu tahu, aku tidak pernah menyukai secara khusus steak ayam. kalau pada waktu itu aku hanya menghargai masakan mu saja karena kamu sudah membuat nya,maka aku makan. jadi tidak ada yang khusus tapi tetap aku berterima kasih pada mu, sudah repot-repot membuat nya. tapi sepertinya saat ini aku sedang tidak berselera"terang Anggara dengan wajah datar nya namun menatap dingin Paula.
"Anggara,, kamu sudah menyakiti ku!!" pekik Paula tidak terima.
"maaf kalau begitu, tapi aku juga tidak mau calon istri ku tersakiti dengan keberadaan mu di antara kami"
__ADS_1
dengan perasaan yang penuh dengan amarah Paula akhirnya keluar dari apartemen Anggara dengan membawa kembali makanan yang dia bawa.
Anggara menghela nafasnya lega melihat Paula sudah keluar dari apartemen Anggara sungguh lelah dengan drama steak ayam sebagai tema nya.dan rasanya dirinya juga tidak percaya dengan sikap paula yang egois yang baru dia tahu.
"mulut mu tajam sekali Anggara"
ucap Renita
Anggara tidak merespon ucapan Renita pria itu kembali menghempaskan tubuhnya di sofa dan langsung memeluk tubuh Renita
menyalurkan perasaan nya yang campur aduk mencari kenyamanan dengan memeluk gadis pujaan nya.
"biarin aja, mulut ku tajam buat orang yang menyakiti diri mu" ucap Anggara pelan seraya mengecup dalam kening Renita.
"apa kamu lelah Anggara? terus membela diri ku dari wanita yang mengejar mu?"
Anggara tertawa kecil karena ucapan Renita.
"itu sudah resiko jadi orang ganteng sayang" balas Anggara dengan penuh percaya diri.
"issh, benar-benar pede kamu"cibir nya.
kemudian Renita mengurai pelukan nya dari Anggara.dan memandang lekat wajah tampan pria bule yang ada di hadapannya.tangan kecil nya terangkat ke wajah Anggara kemudian memainkan jemarinya di rahang kokoh Anggara yang mulus tanpa cacat.dalam hati nya Renita berkata, bagaimana bisa seorang pria seperti Anggara mempunyai kulit wajah yang sangat halus dan sehat seperti kulit wanita yang terlihat sangat terawat. apakah Anggara type pria yang selalu merawat kulit nya dengan intensif?
Renita lucu sendiri memikirkan nya seolah dirinya tersaingi sebagai perempuan.
sesaat Anggara memejamkan matanya merasakan sensasi sentuhan lembut jemari Renita.seketika darah nya terasa mengalir lebih deras di tubuh nya seperti ada aliran listrik yang memberi kejut di tubuh nya dan
dengan cepat Anggara menahan laju jemari Renita yang belum juga berhenti menyentuh wajah nya.
"Renita.. kamu jangan menggodaku"
__ADS_1
*
to be continued..