Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
apa kamu ingin merugi?


__ADS_3

Yusuf dan Anggara saling pandang dengan tatapan waspada mendengar percakapan antara Natasha dan tuan Jose. kemudian pandangan mereka kembali terpusat ke arah tuan Jose, dengan sorot mata tajam ke arah Anggaran dan Yusuf.


Hahaha..relaks gentleman!" ucap tuan Jose kemudian dengan tenang nya menyesap segelas anggur hitam yang ada di genggaman nya dan setelah itu tersenyum tipis, sorot matanya yang tajam menatap Anggara seolah seperti ingin menguliti nya. sementara itu Natasha dengan pedenya merangkul mesra lengan kekar Anggara dan lagi-lagi Anggara meloloskan lengan kekar nya dari dekapan Natasha Anggara menatap dingin Natasha


dirinya benar-benar tidak suka dengan setuasi ini. lalu tanpa bicara lagi Anggara berdiri dari duduknya


"maaf, bukan saya tidak menghargai anda tuan jose, tapi sepertinya saya harus kembali ke hotel. saya ingin beristirahat sebelum beberapa jam lagi kepulangan saya ke Indonesia"


jelas Anggara dengan tegas.


spontan saja Tuan jose ikut berdiri


"sebentar tuan Anggara.. ada yang akan saya jelaskan di sini"


"apa lagi? bukan kah kita sudah menandatangani kesepakatan kerja sama kita tadi siang? dan sekarang saya sudah ke sini untuk memenuhi undangan anda, tapi sepertinya saya harus kembali" sahut Anggara menautkan kedua alisnya menatap aneh tuan jose.


"duduk lah dulu, dan minum yang sudah di sediakan"


tuan jose tersenyum tipis dan kembali duduk menunjuk minuman anggur hitam yang ada di depan Anggara.


Anggara melirik ke arah segelas anggur hitam yang di sediakan untuk Anggara dan Yusuf


"maaf tuan jose, saya tidak meminum alkohol"


tuan jose dan dan ketiga pria paruh baya itu menatap tak percaya pada Anggara dan tergelak.


"benarkah itu? ah, apakah anda sedang menolak halus ajakan saya?" ucap tuan jose


"tidak,, memang saya sudah lama tidak mengkonsumsi minuman beralkohol" balas Anggara lagi


"setidaknya cicipi sedikit,saya akan merasa tersanjung" bujuk tuan jose


mencoba membujuk Anggara


"biar aku saja yang mewakili sepupu saya untuk minum" Yusuf langsung menyahut segelas anggur hitam yang di peruntukan kakak sepupu nya itu.


"Yusuf!" dengan cepat Anggara mencegah Yusuf untuk meminum anggur hitam yang sebenarnya untuk dirinya Anggara mencekal lengan Yusuf yang akan mengambil gelas yang berisi anggur hitam yang ada di atas meja di depannya.


"kamu ataupun aku, tidak ada kewajiban apapun untuk meminum minuman itu" ucap Anggara menatap tajam ke arah Yusuf.


"tapi mas, aku muak dengan setuasi ini biar aku saja yang minum,biar semua nya selesai!"


Yusuf menepis tangan Anggara yang mencekal tangan nya yang hendak mengambil segelas anggur hitam yang ada di atas meja.

__ADS_1


"tidak perlu Yusuf! ayo kita pergi dari sini!"


Yusuf mengangguk cepat lalu berdiri dari duduk nya tanpa lagi mengindahkan tata Krama di depan tuan Jose apalagi dengan tingkah Natasha yang sedari tadi berusaha merayu nya Anggara bukan pria bodoh yang tidak mengerti kemana arah pertemuan ini dengan tuan jose setelah dia bisa membaca apa maksud tuan jose mengundang dirinya ke kediaman nya, Anggara menjadi geram dengan sikap seenaknya tuan Jose dan dia tahu akibatnya nya apa dari sikap nya ini terhadap bisnis nya bersama tuan Kim tapi dia sudah tidak perduli! malah setelah sepulang nya dari sini dia akan bicara protes terhadap papah nya.


"aku ingin menjodohkan Natasha pada Anda tuan Anggara!" ucap tuan Jose dengan nada sedikit menekan


tentu saja ucapan tuan Jose sukses membuat Anggara yang berniat pergi dari ruangan itu menoleh ke arah Tuan Jose menghentikan pergerakan kaki nya yang hendak melangkah pergi dari ruangan itu. dengan tatapan tak percaya, akhirnya apa yang dia duga-duga, benar adanya. Anggara Terkekeh pelan merespon ucapan tuan Jose.


"apa dengan maksud anda ini tuan Jose?!" Anggaran menautkan kedua alisnya menatap tajam ke arah tuan Jose dan Natasha dengan ekspresi berbeda.


"putri ku menyukai mu"


"so?"


"dan dia menginginkan mu tentu nya"


"lalu?"


"dia menginginkan mu, berarti dia menginginkan mu menjadi milik nya"


"my God... apa itu sebuah keharusan?" Anggara terus memberikan pertanyaan yang mungkin bisa memojokkan tuan Jose dia melirik ke arah Natasha yang tersenyum manis pada dirinya


dan itu memuakkan! bagi Anggara.


Anggara tersenyum remeh pada Natasha.


"bagaimana kalau saya menolak?" tanya Anggara menatap tajam ke arah tuan Jose tak ada rasa takut apalagi beban di diri nya karena sekarang Anggara seolah menantang dan ingin tahu bagaimana sikap tuan jose selanjutnya kalau dia menolak keinginan tuan jose.


"kamu tidak di dalam pilihan untuk menolak anak muda"


"oh ya? kenapa begitu? kenapa saya tidak boleh menolak permintaan anda tuan jose? anda bukan tuhan yang tidak bisa saya tolak jika saya tidak mau" ucap Anggara menatap sinis ke arah tuan jose.


dan pria itu.


Johan yang sedari tadi hanya diam dan duduk di sudut ruangan itu berdiri dari duduknya, mendekati Anggara dan Yusuf.


"bos, seperti nya kita tidak punya waktu lagi, pesawat anda akan terbang tiga jam lagi" ucap Johan mengabarkannya jadwal penerbangan nya karena malam ini juga sebenarnya Anggara akan pulang ke Indonesia karena besok adalah hari bersejarah nya bersama Juwita hati nya, hari pernikahan nya


bersama wanita yang dia cintai.


Anggara mengangguk pada Johan


"sebaiknya saya permisi tuan Kim, maaf seperti nya keinginan anda tidak bisa saya turuti.

__ADS_1


"kenapa? apa aku kurang cantik dan menarik Anggara?" Natasha berdiri dari duduknya dan menyela pembicaraan Anggara, wanita itu mendekap erat tangan Anggara.


"ya, Anda memang cantik dan seksi nona, pasti banyak pria yang tertarik dengan wanita secantik dan seseksi anda, tapi sayang nya pria itu bukan saya!"


Natasha melotot tak percaya karena ucapan Anggara.


"tidak! aku menginginkan kamu Anggara!" ucap Natasha memaksa


mengguncang lengan kekar Anggara. dan pria tampan itu tersenyum sinis berbarengan dengan menepis tangan Natasha yang mencengkram erat tangan nya.


"maaf nona, seperti nya anda terbiasa selalu mendapatkan apa yang anda inginkan! tapi sayang, kali ini keinginan anda tidak akan terkabul"


" kalau kamu tidak menerima Natasha,maka perjanjian kerja sama kita batal!" sela tuan jose dengan nada mengancam.


Anggara tersenyum miring merespon ucapan tuan Jose.


dan menatap tajam ke arah tuan jose.


"oh ya? kalau begitu batalkan! saya tidak perduli dengan kerjasama dengan anda" sahut Anggara santai tanpa beban dan itu membuat semua orang yang hadir di situ terkecuali Yusuf terbelalak karena ucapan Anggara.


dan ini gila! menurut mereka, karena perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan kedua nya sudah di tanda tangani dan itu secara hukum terikat, tentu saja tidak bisa di batalkan begitu saja


"bos?" ucap Johan memberikan tatapan aneh pada Anggara seolah bicara, anda tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah' mungkin seperti itu arti tatapan Johan pada dirinya dan tentu saja Anggara tidak peduli walaupun dia tahu kerja sama antara perusahaan Andara Group milik keluarga Subianto dengan Perusahaan raksasa milik tuan jose adalah sejenis kerja sama yang langka mengingat reputasi tuan Jose yaitu seorang pengusaha tekstil handal terkenal dan terbaik di dunia bahkan pernah dia memutuskan kerja sama dengan satu perusahaan tekstil di Paris menghentikan suplai bahan baku dari perusahaan milik nya, membuat beberapa perusahaan moda di Paris kelabakan untuk hal itu Anggara menyadari penuh resiko nya tapi dia juga tidak mau mengorbankan kehidupan nya, dan hati yang telah mengisi hatinya.


Anggara mengangkat satu tangan nya pada Johan mengisyaratkan agar Johan tenang dan pria berambut cepak berwajah oriental itu pun hanya bisa diam dan waspada karena seperti nya suasana di dalam ruangan itu sangat mencekam karena perdebatan dingin antara Anggara dan sang tuan rumah.


"apa Anda yakin anak muda? apa kamu ingin merugi?" tanya tuan Jose tak percaya dengan sikap Anggara yang seolah tidak perduli


dengan kehancuran hubungan antara kedua nya.


"ya! saya yakin dengan keputusan saya,, maaf saya tidak bisa menerima keinginan anda. saya sangat menginginkan kerja sama ini tuan Jose, tentu saja. tapi ternyata saya tidak menduga keinginan anda yang malah mengancam dan menyelipkan keinginan lain dari kerja sama kitq ini tuan Jose saya sangat menyayangkan"


tuan Jose mencengkeram erat gelas anggur hitam yang ada di tangan nya tidak peduli bila gelas itu pecah dan melukai tangan nya.


"kenapa Anda menolak putri saya? apa yang kurang dari putri saya?! banyak lelaki yang mengantri untuk meminta putri saya?"


"maaf tuan Jose, karena saya akan menikah besok.ah,iya anda juga saya undang kalau begitu ke acara pernikahan saya besok" ucap Anggara tersenyum tipis


dan tentu saja membuat tuan jose dan Natasha terkejut dengan penjelasan Anggara.


"apa menikah?!" sahut tuan Jose lalu melirik ke arah putrinya yang nampak marah.


"papah!" rengek Natasha menatap kesal ke arah pria paruh baya itu.

__ADS_1


"


TBC..


__ADS_2