Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
mengusir hama.


__ADS_3

Renita mengambil ponsel Anggara yang ada di atas meja kerja nya.


"apa pasword nya?"


Renita menyodorkan ponsel Anggara ke arah pria itu.Anggara menautkan kedua alisnya.


"kenapa? kamu mau liat isi ponsel aku? belum jadi nyonya Subianto sudah mau cek,cek ponsel aku"cibir Anggara dengan noda menggoda.


"siapa yang mau lihat isi ponsel mu, aku cuma mau buka kamera lihat hasil kunciran mu,maaf kalau itu mengganggu privasi mu"ucap Renita datar.lalu meletakkan kembali ponsel Anggara dengan wajah masam.


"duh, sayang.. segitu aja udah merajuk, lagian kamu masih kurang yakin ajah dengan hasil karya ku"


Anggara mengambil ponselnya yang diletakkan Renita, kemudian Anggara mengotak atik ponselnya,tak menunggu lama ponsel nya kembali di berikan ke Renita.


"ini,buka sendiri" ucap Anggara mengulum senyum nya menyodorkan ponsel nya.


"mana bisa buka sendiri, kalau kamu nggak kasih password nya" masih dengan wajah yang datar Renita memandangi ponsel Anggara.


Anggara hanya tersenyum tipis merespon ucapan Renita.kemudian layar ponselnya di arahkan ke wajah Renita.


"kesini kamu"


dan ponsel Anggara pun terbuka,Renita hanya tertegun melihat itu.


"sekarang kamu bisa buka ponsel ku, kapan saja kalau kamu mau, karena sudah aku tambah kan wajah mu untuk password ponsel ku"


ucap Anggara santai.


Renita mendorong ponsel Anggara yang di sodorkan ke pada nya.


"udah nggak jadi, sudah awas aku mau turun,mau balik ke ruangan ku"


bukan nya menyingkir, Anggara ikut duduk di atas meja kerjanya di samping Renita, kemudian merangkul bahu Renita dan


"kalau begitu kita Selfi dulu ya"


anggara mengarah kan camera ponsel nya pada dirinya dan Renita.


"senyum Ren,biar bagus hasilnya,siap ya, satu,dua,tii...ga"


CKREK!


cup.


Anggara mengecup sekilas pipi Renita, dan jadi lah foto nya dengan expresi wajah Renita yang kaget dan bibir Anggara yang menempel di pipi Renita.Anggara tersenyum lebar melihat hasilnya kemudian memperlihatkan pada Renita.


"ih,kok gini sih hasil nya, hapus ah,jelek wajah ku begitu,malu juga dengan gaya mu itu"protes Renita.

__ADS_1


"kenapa dengan gaya nya? bagus kok, dan kamu cantik di foto ini.ngapain malu, ini gaya foto kita yang paling aku suka" ucap Anggara dengan kedua alisnya turun naik.


"sudah, terserah kamu ajah"


lalu Renita turun dari atas meja kerja Anggara.


"mau kemana kamu?"


"lima belas menit lagi aku ada isi kelas" sahut Renita yang terus berjalan ke arah pintu keluar ruangan Anggara.baru saja dia akan menarik handle pintu.


"sebentar" Anggara mencekal lengan Renita, dan langsung memeluk erat tubuh Renita.


"jangan terlalu dekat dengan pria berkacamata tipis itu,apa lagi bersikap manis,, aku tidak suka Renita"bisik Anggara bicara di telinga Renita di sela pelukannya.


"iya.. aku akan berusaha,kan nggak mungkin aku bersikap jutek pada Raga"jelas Renita.


Anggara hanya diam menatap lekat wajah Renita.lalu mencium kening Renita, lalu melepaskan pelukannya pada Renita.


"baik lah silakan"


Renita hanya tersenyum tipis merespon sikap Anggara,lalu keluar dari ruangan Anggara.


di tengah jalan di koridor kampus, belum jauh dari kantor Anggara, Renita berpapasan dengan Anita. pandangan mereka saling bertemu sesaat Anita acuh tak acuh melihat Renita. Renita melihat setumpuk berkas di tangan wanita itu Dan itu membuat pikiran nya berpikir positif, kalau Anita mendatangi kantor Anggara karena urusan kerja.


Renita pun meneruskan langkah nya menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


Anggara yang sedang menunduk kan wajah nya karena tengah fokus dengan buku yang sedang dia baca.


tidak tahu siapa yang masuk, mengira itu Renita yang balik lagi.


"ada apa Ren?" Anggara mendongak kan wajah melihat siapa yang masuk


"Bu Anita?"


ucap Anggara datar walaupun sempat kaget dia berusaha tenang.Anita sudah berdiri di hadapannya dengan tersenyum manis.


"iya pak saya, apa bapak mengira orang lain?" tanya Renita


"iya, saya kira orang yang saya harap"jawab Anggara jujur sekaligus menohok buat Anita.


"ada apa bu?" tanya Anggara dengan nada malas.


"ini pak,berkas untuk persetujuan tambahan jam materi dosen"


tanpa di suruh Anita duduk di kursi tunggal yang ada di depan meja kerja Anggara.


"loh, bukan nya ini bukan tugas bu Anita, kenapa anda yang menyerahkan berkas ini ke saya?"

__ADS_1


Anggara merasa heran.pria bule itu menatap tajam ke arah Anita.


"eh, emang bukan tugas saya pak, nggak apa-apa kok saya anter ke sini"


"apa anda lagi nggak ada kerjaan bu?"


"ada"jawab Anita cepat.


"lalu kenapa tugas orang, ibu yang ngerjain? makan gaji buta dong orang itu! saya nggak mau terulang lagi begini bu,tolong ibu kerjakan apa yang menjadi pekerjaan ibu saja!"


dengan tegasnya Anggara bicara merasa tidak senang dengan apa yang di lakukan Anita.


Anita tampak salah tingkah,dan gugup, Anggara terlihat marah, baru kali ini dia melihat lelaki tampan ini marah dan itu tidak menyenangkan untuk di lihat.


"sekarang apa ada yang mau ibu sampai kan lagi?" tanya Anggara melihat Anita masih diam, duduk.


Anita diam sesaat tidak menjawab pertanyaan Anggara dosen muda cantik dan aduhai namun sayangnya Anggara tidak tertarik sama sekali dengan wanita cantik yang ada di hadapannya ini.mungkin sebagai lelaki normal melihat penampilan Anita yang cantik dan seksi siapa lelaki yang tidak menginginkan nya.


dan menyentuh nya.


tapi pikiran itu Anggara buang jauh jauh, karena tidak mau menjadi kucing garong yang maen embat,maen sikat.karena Anggara bukan tipe lelaki yang mudah tertarik dan jatuh cinta begitu saja pada seorang gadis.


"tidak ada, tapi saya cuma ingin duduk di sini sebentar saja" ucap Anita masih saja dengan niat nya membuat Anggara geram di buatnya.


ah, tapi sayangnya saya mau keluar bu, saya ada urusan"


akhirnya spontan Anggara berkata demikian, dan langsung berdiri, mengambil jas dan tas kerja nya, hendak keluar dari ruangan kerja nya.


"mau kemana pak?" tanya Anita yang masih saja duduk.


"saya ada janji ketemu dengan calon istri saya bu, kebetulan sudah jam nya.takut dia menunggu lama.silakan Bu" Anggara menjulurkan satu tangan nya ke arah pintu keluar mempersilakan Anita untuk keluar dari ruangan nya.


wajah Anita merah padam mendengar Anggara ingin bertemu dengan calon istri nya.akhirnya Anita bangun dari duduknya berjalan menuju arah pintu keluar.setelah Anita benar benar keluar dari ruangan itu, Anggara bukan nya ikut keluar, tapi langsung menutup pintu dan menguncinya.membuat Anita cengo karena Anggara bukan nya ikut keluar dari ruangan nya malah mengunci pintu dari dalam.


"pak, tidak jadi ketemuannya?"


tanya Anita sedikit berteriak dan mengetuk pintu ruang kerja Anggara.


"saya lupa masih ada yang saya kerjakan sebentar lagi, sudah bu Anita silahkan pergi"sahut Anggara dari dalam. yang kembali duduk di kursi tunggal nya.


Anggara hanya diam tak habis pikir dengan kelakuan konyol nya karena Anita.


seperti sedang mengusir hama.


"sial! kenapa wanita itu susah sekali sih! mau nya apa coba, bikin ilfel ajah!"gerutu Anggara


"

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2