Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
met bobo ya sayang..


__ADS_3

mobil Anggara melaju membelah keramaian kota Ciampelas yang begitu ramai apa lagi pada malam hari banyak sekali kuliner pinggir jalan yang menawarkan menu-menu yang cukup menggugah selera.


kota Bandung terkenal dengan inovasi nya di bidang makanan khususnya jajanan rakyat.


tapi rasanya kurang afdol rasanya kalau kita datang ke Ciampelas tidak mendatangi toko-toko yang berjejer tempat pusat busana nya yang terkenal yang kebanyakan menjual celana-celana jeans.


wajah Renita sangat senang dia terus memandangi jalanan dari kaca jendela mobil. deretan kuliner dan toko yang menjual berbagai macam jenis celana jeans.


"wah,Angga banyak sekali toko-toko yang menjual celana jeans, pakaian yang lain juga ada, tapi lebih dominan dengan toko menjual celana jeans"


"ada yang menarik dari toko-toko itu Ren"


"oh ya? apa?" Renita menoleh ke arah Anggara.


"coba kamu perhatikan nama-nama toko mereka" Anggara menunjuk ke arah papan nama toko yang ada di pinggiran jalan Ciampelas


Renita mengikuti arahan Anggara dia melihat papan nama pada toko yang berjejer tersebut.


dan Renita tersenyum lebar.


"lucu, mereka menggunakan nama fantasi para superhero barat untuk toko mereka Angga" ucap Renita


"kamu mau turun?"


"tidak, aku kesini hanya ingin mencari camilan saja"


"baik lah kalau begitu seperti nya di depan sana ada sebuah toko yang khusus menjual camilan khas kota Bandung.


Renita hanya mengangguk merespon ucapan Anggara.


setelah mereka mendapatkan apa yang di cari Anggara dan Renita kembali ke hotel.menyelusuri lorong hotel Anggara mengantar kan Renita ke kamar nya.


tiba di depan pintu kamar Renita.


dan yang Renita tidak sadari kamar hotel tempat dia menginap di hotel tersebut berbeda kelas nya, dan lantai nya dengan para dosen yang lain para dosen yang lain satu kamar berdua dan satu lantai pula di kelas superior.sedangkan kamar hotel yang Renita tempati adalah Deluxe room.bisa di tebak siapa yang ikut campur dalam urusan pemilihan kamar hotel untuk nya kalau bukan sang pemimpin yayasan yang sudah koordinasi dengan kepala tim atas perintah Anggara yang juga harus mengatakan alasan nya kalau Renita itu calon istri nya.


sehari sebelum keberangkatan.


tok


tok


pintu ruang kerja Anggara di ketuk dari luar.


"ya masuk"


pintu terbuka masuk seorang lelaki paruh baya ke dalam kantor Anggara.


"selamat siang pak Anggara" ucap pria itu.


"siang, silahkan duduk pak Daud"


Anggara mempersilakan masuk pria yang bernama Daud.pria itu pun duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Anggara.


"ini pak saya minta tanda tangan nya untuk akomodasi perjalanan besok"

__ADS_1


Daud menyodorkan sebuah map coklat pada Anggara.di ambil map tersebut oleh Anggara,di baca nya dengan teliti data yang tercetak di setiap lembaran kertas itu.oleh Anggara.


"untuk hotel Bu Renita, saya minta pesan Deluxe room, dan besok berangkat nya dengan saya" pinta Anggara.yang tentu saja membuat Daud mengerutkan dahinya menatap heran pada Anggara.seakan paham dengan reaksi Daud Anggara tersenyum tipis.


"dia calon istri saya pak, jadi wajar dong sikap saya seperti ini" jelas Anggara santai.tapi tidak dengan Daud pria paruh baya itu membulatkan matanya mendengar penjelasan Anggara.


"oh,bu Renita calon istri pak Anggara? dosen baru itu pak? kok bisa sih pak? eh, maaf.bukannya saya lancang, kapan bapak kenal Bu Renita? padahal kan Bu Renita baru di sini" ucap Daud dengan wajah heran nya.


lagi-lagi Anggara tersenyum tipis


"saya mengenal Renita sebelum dia mengajar di sini"


Daud manggut-manggut merespon ucapan Anggara.


"kalau begitu selamat ya pak, saya tunggu undangan nya, kalau untuk urusan hotel beres pak, saya urus"


ucap Daud dengan wajah semringah.


"terima kasih pak, tapi nggak usah bilang apa-apa dulu dengan yang lain soal hubungan saya dengan Bu Renita" pinta Anggara.


"lho kenapa pak? kan bagus kalau yang lain tahu"


Anggara menghela nafasnya


"duh, jadi curhat nih jadinya" Anggara menggaruk kening nya merasa canggung.


"kalau nggak mau bicara nggak apa-apa pak saya paham"


Daud pun begitu tak enak hati merasa ikut campur dan ingin tahu soal pribadi dari atasannya.


"waduh, segitunya ya Bu Renita berpikir nya"


"ya seperti itu lah Renita, jadi tolong ya pak, jangan dulu kasih tahu yang lain soal hubungan kami sebelum Renita nyaman"


"oh,siap pak Anggara,, kalau begitu saya permisi"


___________


"sudah sana kembali ke kamar mu"


"kamu kok ngusir sih Ren?" protes Anggara


"lho, terus mau ngapain kamu? ini kan kamar ku"


"aku ingin minum teh hangat di kamar mu"


"nggak, udah malem.aku mau istirahat Anggara..di kamar kamu juga kan ada" kilah Renita


wajah Anggara terlihat lesu mendengar penolakan Renita.


tidak mau ada perdebatan lagi Renita membuka pintu kamar nya dan masuk ke dalam nya.tapi sebelum dia benar benar menutup pintu kamar nya.. dengan cepat Anggara menahan pintu itu dengan kaki panjang nya.


"Angga?!"ucap Renita menatap horor ke arah Anggara.


pria itu hanya tersenyum simpul

__ADS_1


"sebentar Ren.. bentar ajah"


lalu Anggara masuk begitu saja dan menarik tengkuk leher gadis itu dan menyambar bibir merah nan merekah milik Renita.


mendapatkan bibir nya di Raup bibir Anggara sesaat Renita gelagapan.


Anggara mel*umat bibir seksi nan kenyal Renita dengan lembut, melesakkan lidah nya kedalam rongga mulut Renita menjelajah bebas menyecap Saliva. di lihat Renita sudah gelapan Anggara menyudahi ciuman nya.


"Anggara!" Renita mencubit perut liat Anggara.


"duh, nyubit sih Ren, aku cuma mau ngucapin met bobo biar tidur ku nyenyak" ucap Anggara tanpa dosa.


Renita hanya mencebik merespon ucapan Anggara.


"ya sudah sana, udah dapet kan" Renita mendorong paksa tubuh Anggara keluar dari kamar nya.


"eeh, sebentar dulu Ren"


"nggak ada lagi sebentar-sebentar lagi" Renita tidak mau dengar alasan Anggara lagi dia terus mendorong tubuh Anggara yang terasa berat itu ke luar kamar nya.


Anggara tergelak melihat reaksi Renita yang seperti itu.


membuat nya gemas melihat nya.


"kamu kalau lagi begini menggemaskan banget sih Ren, bikin aku nggak tahan"


cup


Anggara kembali mencuri kecupan ringan di pipi lembut Renita.


"Anggara ih, ntar ada yang lihat udah sana" ucap Renita terdengar manja.


"iya, iya..met bobo ya sayang" akhirnya Anggara mengakhiri aksi jahil nya.pria tampan itu pun pergi dari hadapan Renita. menuju pintu lift untuk naik ke lantai sembilan di mana kamar tempat Anggara menginap.sambil bersiul kecil Anggara masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


______


sudah pukul tujuh pagi Renita dengan tergesa berjalan menuju arah pintu lift.


"duh,mudah-mudahan aku nggak telat buat sarapan dulu seminar di mulai jam delapan" gumam nya


Renita memilihat jam tangan nya yang melingkar Indah di pergelangan tangannya.berdiri di depan pintu lift.


TING.


pintu lift terbuka Renita masuk ke dalam pintu lift dan di situ ada tiga orang termasuk..


"pak Raga?"


Renita kaget lebih tepatnya canggung melihat ada Raga di dalam lift tersebut.mengingat kejadian kemarin di restoran.


"pagi Bu Renita"


*


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2