Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
surga ku ada pada diri mu.


__ADS_3

seperti yang di janjikan oleh Anggara sore itu mereka cek out dari hotel tersebut.salah satu hotel mewah di pinggiran kota Jakarta.


tidak ada yang menyangka Anggara menginap di hotel tersebut karena Johan memboking hotel untuk bos nya itu memakai nama orang lain jadi, ketika Rahman memakai kekuasaan untuk mencari keberadaan anak lelaki nya itu Rahman tidak menemukan nya.


Anggara pulang masih membawa kekecewaan pada papah nya itu.


dan kali ini pun dia pulang bukan ke rumah orang tua nya tapi.


ke rumah Adam.


greepp.


Anggara memeluk tubuh istrinya dari belakang yang sedang merapikan rambut nya di depan meja rias. pria jangkung itu sedikit membungkukkan badannya agar bisa memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menaruh wajah nya di pundak kanan istri nya.


"Abang..awas ah, aku mau kuncir rambut ku dulu"


Renita mendorong tubuh tegap suami nya dengan menyikut nya.


tapi tubuh Anggara.tapi tidak sama sekali bergeming malah tambah melingkupi tubuh kecil istri nya dengan melingkarkan tangannya persis di bawah kedua benda kembar nan kenyal milik istri nya tapi dengan nakal nya sesekali tangannya naik ke atas dada Renita dan memberikan remasan lembut pada kedua benda kenyal tersebut dengan bersamaan itu pula bibir tipis Anggara membelai leher jenjang milik istri nya dengan sensual nya membuat sang empunya terpejam, mulut nya mendesis.


"sssahh..bang singkirkan tangan mu" desis Renita berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang nakal yang sedang aktif di dadanya.


"kamu cantik dan wangi sayang, membuat aku nggak mau jauh dari mu" ucap Anggara pelan berbisik di tengah aktivitas nya yang masih saja memberikan kecupan mesra di leher, tengkuk, dan tulang selangka milik istri nya tidak lupa kedua tangan nya yang masih aktif dikedua aset berharga milik istri nya yang kini sudah di hak paten menjadi miliknya.


"aku memang cantik dan tentu saja wangi, sudah dari lahir" sahut Renita cepat dan yakin dengan suara yang masih terbata karena pengaruh perbuatan suami nya.


Anggara terkekeh dengan suara yang terdengar berat.


"karena itu aku sangat menyukai mu dan membuat ku mabuk"


"ih, serem amat bikin kamu mabuk, emang nya aku ini minuman alkohol"


kembali Anggara terkekeh dengan jawaban istrinya yang membuat nya gemas.


"lebih dari alkohol, diri mu membuat aku tidak sadar akan diriku"


ada rasa yang tidak bisa di Jabar kan oleh kedua nya. Anggara yang tidak mengerti kenapa dirinya menjadi seperti itu di hadapan wanita yang bernama Renita Khadijah. yang kini sah menjadi istri nya. karena hati dan pikiran nya sudah bertekuk lutut pada sosok wanita cantik yang sudah menjadi miliknya seutuhnya.


lain Renita,dia merasa sangat bahagia karena merasa sangat di cintai oleh lelaki tampan yang mempunyai segalanya dalam hidup nya,pisik yang nyaris sempurna, dambaan setiap wanita, tampan? tentu saja. harta? jabatan? Anggara tentu saja memiliki nya. dan sekarang lelaki seperti itu telah dia miliki.bolehkah dirinya merasakan keberuntungan karena dari sekian banyak wanita di luaran sana, yang mengantri ingin memiliki suami nya, ternyata dirinya lah wanita yang beruntung itu di pilih oleh pria seperti anggara. walaupun dia sadar apa yang sudah terjadi sebelum nya banyak gangguan wanita cantik seperti laron-laron yang mengerubungi suami nya. dan Renita akan mempersiapkan diri


tapi entah lah. semoga dirinya di beri kekuatan untuk menghadapi tantangan berikutnya.


karena sudah berani memiliki suami seperti Anggara.

__ADS_1


walaupun dengan susah payah Akhirnya Renita menyelesaikan ritual nya di depan meja rias. dengan gangguan yang menggoda dari suaminya.


"bang sudah, ayo.katanya kita pulang" rengek Renita membiarkan suami yang masih betah menjelajahi tubuh bagian atas nya dia melihat pantulan mereka berdua di cermin dan sumpah demi apapun Renita sangat malu jelas wajah nya merona merah melihat sendiri pantulan nya yang membuat dirinya bergidik karena aktivitas erotis yang di lakukan oleh Anggara.


"apa sebaiknya kita tambah satu hari lagi ya sayang" Anggara mulai melancarkan rencana mesum nya.


"tidak!" jawab Renita cepat lalu memaksa membalikkan badannya mengarah ke Anggara.


"lho kenapa?" tanya Anggara dengan tatapan nakal nya.


"pokoknya nya nggak, aku mau kita pulang sekarang, lagi pula lusa cuti ku selesai dan akan kembali mengajar, kan?" jelas Renita dia sudah tidak tahan kalau harus satu malam lagi di hotel ini karena pasti nya dia akan kembali di bajak siang dan malam oleh suami nya.


Anggara tersenyum menatap lekat wajah cantik istri nya pria itu berjongkok menyamaratakan posisi nya dengan istri nya yang duduk di sofa kecil yang ada di depan meja rias. kedua tangan nya merangkul kedua paha mulus istrinya.


"kamu bisa mengajukan cuti tambahan sayang" ucap Anggara enteng nya.


"tidak bisa begitu"


"kenapa tidak bisa? kamu lupa suami mu ini siapa HM?" Anggara menegaskan siapa dirinya dengan angkuhnya.


Renita hanya bisa mencebik merespon ucapan suaminya yang menunjukkan kekuasaan nya.


"iya aku tahu, siapa suami ku ini" Renita mengecup sekilas ujung hidung mancung milik suami nya dan itu berhasil membuat Anggara terpaku sesaat tapi sedetik kemudian dia tersenyum.


Anggara terkekeh melihat antusias Renita.


"kamu pikir kamu akan tinggal di rumah mas Adam?" tanya Anggara kali ini dengan raut wajah yang serius.


"ha?"


"kamu pikir begitu?"


"maksud kamu?" tanya Renita yang masih tidak paham.


"ya ampun sayang... emang nya setelah kita menikah, kamu tetap akan tinggal di rumah mas Adam begitu? No! tentu saja tidak! kita akan tinggal di tempat kita sendiri"


jelas Anggara sambil satu tangan nya merapikan anak rambut milik istri nya yang sedikit lepas dari ikatan rambut dan menutupi wajah cantik istri nya.


"mm, begitu ya" ucap Renita pelan dia melupakan kalau dirinya sudah menikah dan sudah memiliki suami


tentu saja yang di katakan oleh suami nya itu benar. tapi rasanya tetap saja Renita terasa berat berpisah dengan keluarga nya itu walaupun itu bukan rumah nya yang sebenarnya tapi sudah memberikan kehangatan keluarga pada dirinya selama ini.


"kenapa sayang? apa yang kamu pikirkan? jangan bilang kamu tidak mau aku ajak pindah dari rumah mas Adam " ucap Anggara menyipitkan matanya menanggapi raut wajah istrinya yang seperti orang bingung.

__ADS_1


"ah, nggak.aku hanya masih belum percaya akan pergi dari rumah mas Adam bersama mu, tinggal berdua"


Anggara mengajak istrinya untuk berdiri dari duduknya begitu pun Anggara.dan setelah itu Anggara menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"apa kamu keberatan tinggal bersama ku?" tanya Anggara sambil mengeratkan pelukannya terus merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya. dan itu sangat menyenangkan bagi nya, terasa nyaman.


Renita tidak menjawab tapi hanya menggeleng kan kepala nya saja di dalam dekapan suami nya. menanggapi ucapan suaminya.


Anggara mengurai pelukan tanpa melepaskan rangkulan tangan nya pada pinggang ramping Renita.


"HM?"


"aku akan mengikuti kemanapun suami ku berada karena sekarang surga ku ada pada diri mu" terang Renita dia tahu Anggara menunggu jawaban pasti dari nya bukan hanya dengan gerakan kepala saja.


dan tentu saja Anggara sangat bahagia dengan jawaban istrinya itu.


lalu tanpa bicara lagi Anggara mendekat kan wajah nya lalu menarik tengkuk istri nya dan dengan gerakan lembut namun pasti Anggara menyatukan bibir nya dengan bibir lembut milik istri nya.


Melu*mat lembut bibir atas dan bawah Renita bergantian. menyapu bibir bawah Renita dengan lidah nya lalu dengan pasti benda pipih tak bertulang milik Anggara itu menerobos masuk ke dalam rongga mulut Renita. bergerak, meliuk,menyapu bersih setiap sudut rongga mulut Renita. dengan lembut tapi semakin lama semakin cepat dan menuntut. tidak hanya itu Anggara terus mengajak menari benda pipih tak bertulang milik istrinya dengan milik nya. sehingga akhirnya lenguhan Renita terdengar membakar hasrat Anggara apa lagi Renita yang sudah bisa mengimbangi permainan Anggara membuat lelaki itu tambah kalap dan liar dalam cumbuan nya.


hingga Anggara melepas dengan tidak rela cumbuan nya karena melihat istrinya sudah kesulitan untuk bernafas.


kening mereka masih saling menempel dengan Nafas keduanya sudah menderu wajah Renita memerah. sementara tatapan Anggara sudah menggelap


"sayang" ucap Anggara dengan suara yang sudah parau. jari jempol nya menyisir bibir seksi sang istri yang terlihat becek dan sedikit bengkak, membersihkan nya dari sisa Saliva mereka.


Renita memalingkan wajahnya karena tak sanggup melihat tatapan Anggara yang seperti itu Renita tahu kini suami nya itu dalam keadaan di puncak birahinya. dan Renita sudah berdebar. salah nya sudah memancing birahi suami nya yang baru diketahui kalau sang suami berondong nya itu, mempunyai libido tinggi. tapi rasanya tubuh nya masih capek dan sakit bagian inti nya karena terus saja di bajak siang dan malam oleh suami nya. karena itu Renita mendorong tubuh suaminya berusaha lepas dari terkaman singa jantan yang sedang birahi.


"sayang mau kemana?" Anggara melangkah lebar mengikuti langkah istri yang seperti nya ingin menghindari nya.dan itu tidak bisa di biarkan karena keadaan nya sudah seperti ini hasrat nya sudah di ujung. Anggara dengan cepat menangkap tubuh istrinya yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.


"mau kemana kamu?"


Anggara berhasil memeluk tubuh istrinya dari belakang. dan bisa Renita rasakan ada sesuatu di bagian tengah paha suami, sesuatu yang panjang dan keras seperti kayu.menempel di antara bokong nya seperti nya Anggara dengan sengaja menekan kan milik nya pada bokong istrinya.


"aku mau pipis dulu bang, lepas ah" elak Renita mencoba melepaskan diri.


"kamu jangan beralasan sayang.. kamu harus tanggung jawab dulu" ucap Anggara yang terus, dengan sengaja menekan nekan milik nya yang sudah mengeras ke bokong istrinya.membuat Renita meremang dan darah nya mendesir hebat.


"bang.. aku capek, dan nggak mau mandi lagi!" sungut Renita mencoba menetralkan suara nya walaupun sedikit tercekat.


"sebentar ya sayang, aku sudah tidak tahan.. kamu kan tahu sendiri kalau aku sudah seperti ini"


*

__ADS_1


TBC...


__ADS_2