Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
pengaruh gairah part 2


__ADS_3

Salma sadari, hubungan nya dengan anak tampan nya itu masih jalan di tempat. tapi saat ini melihat keadaan Anggara yang sedang tidak baik baik saja hati nya sangat khawatir. Salma perlahan melangkah mendekati Anggara, sedang bersama istri nya. Salma tersenyum tipis melihat putra tampan nya merangkul posesif pinggang menantunya yang memang Salma akui sangat cantik. dan nampak sekali putra tampan nya itu sangat mencintai nya tapi dia yakin kalau putra nya itu bukan hanya mencintai istri nya hanya karena kecantikannya saja. pasti ada hal lain yang ada di diri menantu nya itu yang bisa membuat putranya bertekuk lutut pada wanita seperti Renita, yang ternyata setelah Salma ketahui siapa Renita yang usia nya lebih dewasa empat tahun di atas putra nya. yang lebih mengejutkan dirinya lagi, wanita yang menjadi menantu nya ini adalah adik dari istri mantan suami nya, Rahman. wow.. Salma saja tak habis pikir dengan permainan takdir yang tuhan garis kan pada orang-orang terdekat nya khususnya untuk putra nya entah bagaimana putra nya itu bisa jatuh cinta dan menikahi wanita yang seharusnya bergelar Tante nya. Salma dengan isi Kepala yang di penuhi macam-macam membuat pandangan nya lurus melihat putra nya itu merangkul posesif istri nya,


saking erat nya tangan Anggara melingkar di pinggang nya membuat Renita susah bergerak untuk berjalan.


"Anggara kenapa kamu boy?" begitu khawatir wajah Salma terlihat, menyapa Anggara. Renita hanya diam saja membiarkan suami dan mertua nya bicara.


Anggara dengan nafas nya masih tak beraturan mungkin karena masih efek dari obat laknat yang masih dia rasakan pengaruh nya di tubuh nya dan mati-matian Anggara menahan diri untuk tidak menerkam istri saat ini juga. Anggara menatap sekilas ke arah Salma lalu memalingkan wajahnya ke arah lain karena dia tidak mau Salma melihat wajah nya yang sedang dalam keadaan tidak normal. tidak ada jawaban keluar dari mulut Anggara, Renita jadi serba salah, tak enak hati pada mama mertua nya.


"mam, maaf. seperti nya bang Anggara sedang..."


"baik lah, Mama mengerti. silahkan cepat bawa suami mu pulang. dan urus baik-baik"


potong Salma cepat. memotong ucapan Renita Salma tahu kalau Anggara enggan bicara saat ini mungkin? Renita tersenyum canggung dan mengangguk dan tak menunggu lagi, Anggara menarik tubuh istrinya untuk berjalan kembali, melewati Salma yang berdiri di hadapan nya tanpa menoleh sedikit pun pada Salma Anggara dan Renita bergerak Mendekati mobil yang sudah dalam keadaan menyala.


Johan berdiri di samping mobil dan membuka pintu mobil untuk boss dan istri nya duduk di kursi belakang.


"jalan cepat Jo, aku sudah tidak tahan" suara berat Anggara memberi titah pada Johan. lelaki berwajah oriental berambut cepak itu hanya diam dan mengangguk saja merespon titah Anggara. mobil range Rover keluaran terbaru bewarna hitam itu pun berjalan perlahan keluar dari area parkir cafe jingga, berbaur ke jalan utama, membelah ramai nya lalulintas kota Jakarta. dan seolah mendukung apa yang sedang di rasakan oleh tubuh Anggara, tiba-tiba saja hujan begitu deras nya turun dari langit, mengguyur bumi jakarta.di dalam mobil Anggara terus saja memberikan kecupan, kecupan mesra pada wajah, dan bibir Renita. tentu saja Renita sangat risih dan malu karena ada Johan di dalam mobil itu wajah Renita rasa-rasanya sudah basah karena di hujani kecupan yang tak hentinya di berikan oleh Anggara. saat ini jiwa kejombloan Johan benar benar merasa teraniaya karena boss nya yang tak tahu malu. Johan mungkin memaklumi kondisi boss nya sekarang ini hingga berbuat mesum di matanya tapi bukan kah tadi dirinya sudah memberikan obat untuk mengurangi dari efek obat laknat tersebut? dan seharusnya boss nya itu bisa mengendalikan diri nya Johan, tahu. seberapa ampuh nya obat yang dia berikan pada boss muda nya. apa ini hanya akal-akalan boss nya saja memfaatkan keadaan? Johan berdecak karena pikiran gusar nya.


"bang kendalikan diri mu ah, malu ada Johan" lirih Renita berusaha mendorong tubuh tegap suami nya yang terus mendesaknya ke pojok sisi mobil. tubuh Renita kini sudah terhimpit oleh tubuh Anggara hingga seperti posisi hampir menindih.


"jangan menolak ku sayang,, aku menginginkan mu" ucap Anggara suaranya terdengar berat dan serak di pendengaran Renita.


"i_iya, tapi sekarang ini kita masih di mobil dan ada Johan pula"


suara terbata Renita terus mendorong tubuh suami nya walaupun itu hanya sia-sia saja karena tubuh kekar suaminya tak sedikit pun bergerak menjauh dari tubuh nya malah akhirnya dengan gemas karena istri nya terus saja berusaha menghindar, Anggara menarik tubuh mungil Renita keatas pangkuan nya tubuh nya sudah berkeringat, padahal AC di dalam mobil sangat dingin tapi sepertinya tidak berefek pada tubuh Anggara. kemeja yang dia pakai pun sudah tidak beraturan alias acak-acakan sudah keluar dari lipatan celana bahan yang Anggara pakai dan satu lagi bikin Renita menelan ludah nya gesper celana suami nya ini sudah terbuka di ikuti kancing celana bahan nya pun sudah terlepas dan... Renita bisa lihat isi didalamnya sudah tegak lurus.


"bang!"


pekik Renita kaget melotot horor wajah nya memerah menahan malu


Anggara tersenyum lebar melihat sikap istri nya yang seperti itu.

__ADS_1


tak lama senyum itu menghilang dari bibir Anggara bersamaan mata nya mengalihkan pandangannya pada Johan yang sedang fokus tak fokus menjalankan mobil.


berada di atas pangkuan suami nya Renita bergerak gelisah karena bokong nya tepat di atas gundukan keras.


"ahh"


Anggara melenguh karena gesekan bokong semok istri nya tepat di atas pusaka nya yang sudah siap tempur


"sial" gumam Johan pelan mengumpat karena bisa mendengar lenguhan boss nya. dan itu membuat otak nya ikut berpikir kotor.


"Johan,,apa mobil ini tidak bisa berjalan lebih cepat lagi hah?!!"


gusar sekali rasanya Anggara merasakan mobil yang di bawa oleh Johan sangat lambat sedang kan birahi nya sudah membumbung tinggi dirinya rasakan.


"mana bisa mobil ini berjalan cepat, boss,, bisa boss liat sendiri keadaan lalulintas di luar" sahut Johan santai


"ah,sial!" umpat Anggara tak sabaran


"aku sudah tidak tahan sayang.. apa kita mencari hotel di sekitaran sini aja ya?" pinta Anggara dengan wajah penuh birahi.


Renita hanya cengo tidak percaya sekaligus malu mendengar ucapan suaminya wajah Renita kembali merona merah karena dia tahu maksud suami nya itu. kedua pipi nya seketika merasa panas.


"bang.. mesum banget sih kamu! ngapain pake cari hotel segala"


Anggara menyeringai menatap istrinya dan tubuh Renita seketika meremang melihat tatapan mata Anggara seperti itu.


apa lagi saat Anggara mendekat kan wajah nya di telinga istrinya dan berbisik


"kamu tahu maksud aku sayang.. apa di mobil saja ya? Johan suruh keluar dulu"


"astaga Abang!"

__ADS_1


Renita terpekik tertahan dan..


"auww! sakit sayang... kenapa hobi sekali kamu mencubit perut suami mu ini HM?" Anggara meringis karena kembali mendapatkan cubitan maut istri nya di perut liat nya.


"mesum!" sungut Renita


"mesum ku hanya untuk kamu sayang" balas Anggara dengan senyum menggoda dan itu benar-benar menambah ketampanan Anggara berkali lipat


glek


Renita menelan ludah nya kasar menatap sang suami yang.. sungguh menggoda ada rasa aneh menjalar di aliran darah nya


"boss kita sudah sampai" suara Johan menyela kegilaan Anggara dan kompak kedua pasangan itu menoleh ke arah Johan sebentar lalu mengamati keadaan luar mobil


ya, tanpa kedua nya sadari tujuan mereka sudah sampai.


"ah, sudah sampai ya" gumam Renita


"ayo sayang kita keluar"


segera saja Anggara membuka pintu mobil tanpa menunggu Johan dan menarik tangan istrinya dengan tidak sabaran keluar dari mobil tersebut dengan susah payah Renita mengikuti langkah lebar suaminya.


"kamu lambat sekali sayang"


proses Anggara tak sabaran melihat langkah istri yang di anggap sangat lambat lalu dengan cepat Anggara memposisikan diri nya untuk membopong tubuh mungil sang istri


"bang! turunin aku! aku bisa jalan sendiri. lagian malu tuh kita jadi perhatian"


sontak saja kedua tangan Renita di kalungkan di leher kokoh suami nya untuk menjadi pegangan karena takut jatuh walaupun Anggara tidak mungkin membiarkan istrinya jatuh tentu saja.


"aku tidak peduli! biarkan saja mereka pada liat, mereka kan punya mata" ucap Anggara tanpa beban tetap melangkah masuk ke arah pintu lift menuju lantai apartemen milik nya di lantai dua puluh paling atas gedung apartemen mewah tersebut dengan Renita dalam gendongan nya dengan ala bridal

__ADS_1


"aissh dasar ya kamu" keluh Renita, tak ada pilihan lain Renita akhirnya Hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya


__ADS_2