
Ck_Anggara berdecak merasa tidak senang dengan sikap Renita yang sangat membatasi dirinya.
"kenapa emangnya kalau mereka tahu Ren, apa kamu malu punya hubungan dengan aku?!" tanya Anggara dengan raut wajah tidak senang.
"bukan itu maksudku Angga.. aku tidak.."
"kamu di bilang nepotisme ha? begitu pikiran mu? apa tidak ada yang lain pikiran mu selain bicara seperti itu? apa kamu hanya mementingkan pekerjaan mu? bagaimana dengan perasaan kamu dan aku Ren? apa kamu senang kalau ada wanita yang terus mengejar ku terus ha? dan kamu! apa kamu menikmati status lajang mu itu di kampus biar si Raga bisa terus mendekati mu tanpa hambatan karena dia pikir kamu masih single?!"Anggara langsung memotong ucapan Renita dengan balasan panjang lebar nya.
wajah Anggara merah padam, berkata pelan tapi terdengar tegas.
Renita terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
"Anggara.. ucap Renita lirih
"bukan itu yang aku maksud kenapa kamu berpikir seperti itu"
"kamu senang kalau ada wanita yang mendekati aku semacam Anita?"
"tentu tidak"
"lalu apa yang kamu harapkan dari hubungan kita yang kamu sendiri tutupi. apa yang kamu dapatkan? apa demi karier mu semata?"
telak Anggara ada gurat kecewa di wajah tampan pria itu.
Anggara dan Renita tak ada lagi yang bicara sisa sisa waktu perjalanan mereka menuju kota Bandung hanya terisi oleh keheningan saja.
Anggara dengan pikiran nya yang kecewa karena Renita lebih memilih menutupi hubungan mereka karena sebuah alasan yang menurut nya tidak masuk akal dan itu hanya sebuah pekerjaan saja.pria berwajah bule itu meremat kuat stir kemudi dengan kedua tangannya menyalurkan rasa emosi nya.
sedangkan Renita diam karena berpikir Anggara tidak mau mengerti kekhawatiran nya saat ini, karena dia merasa baru saja memulai karirnya dan Renita pikir dia tidak mau pekerjaan nya menjadi nilai minus karena hanya dia punya calon suami seorang yang mempunyai kampus tempat dia mengajar.
tak lama setelah menempuh perjalanan sekitar Dua jam setengah sampai titik tujuan mobil yang di tumpangi oleh Anggara dan Renita tiba di sebuah hotel bintang lima di kota Bandung tepatnya di kota Ciampelas. Anggara sengaja memarkirkan mobilnya di parkiran VIP parkiran yang lebih tertutup Khusus tamu VIP.
tanpa menunggu Anggara membukakan pintu mobil untuk nya karena memang itu sekarang kebiasaan Anggara selalu menahan dia turun sebelum pria itu membukakan pintu mobil untuk dirinya.Renita langsung turun dan berjalan ke arah bagian belakang mobil Anggara untuk membuka bagasi mobil untuk mengambil koper kecil nya. dan setelah itu tanpa bicara lagi Renita berjalan begitu saja tanpa menoleh lagi atau bicara lagi pada Anggara yang sedari tadi mematung memperhatikan gadis nya itu karena saat ini hati nya pun sedang tak Nyaman dengan sikap Renita jadi dia membiarkan Renita seperti itu pria itu hanya menggeleng kan kepalanya pelan.
__ADS_1
"seharusnya aku yang marah, kenapa seperti nya malah dia yang marah?" gumam Anggara merasa bingung Dengan sikap Renita.yang terus saja berjalan menjauhi Anggara hingga hilang masuk ke dalam lift.tak lama Anggara pun berjalan masuk ke dalam hotel tersebut setelah reservasi dengan resepsionis hotel dan menerima cardlock atau kartu cip untuk akses masuk kamar hotel. Anggara pun masuk ke dalam lift menuju kamar yang sudah dia pesan yang berada di lantai sepuluh dari jumlah dua belas lantai hotel tersebut.
tiba di depan pintu kamar hotel nya Anggara membuka pintu kamar tersebut kemudian masuk ke dalam kamar.sebuah kamar hotel VIP mewah dengan segala pasilitas di dalam nya.
Anggara membuka jas yang melekat di tubuh nya, menarik ikat pinggang nya kemudian di susul dengan celana bahan di letakkan di sebuah keranjang baju yang tersedia di dalam kamar itu.
Anggara menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk hotel pandangan nya menatap lurus ke langit- langit
kini hanya sebuah kaos polos tipis bewarna putih serta celana boxer saja yang masih melekat di tubuh atletisnya itu. dia masih enggan membersihkan tubuh nya walaupun tubuh nya sangat lengket di rasa tapi pikiran nya yang selalu tertuju pada Renita membuat pria muda nan tampan itu merasa gusar dengan sikap sang pemilik hati nya itu.
maksud nya dia ingin berdekatan dengan gadis pujaannya itu tapi sekarang malah terjadi kesalahpahaman di antara mereka yang menyebabkan dingin di hati mereka masing-masing.sehingga membuat dirinya tidak bersemangat karena pikiran nya itu.
"ya ampun Renita.. kamu membuat aku gila kalau begini caranya" gumamnya
Anggara bangun dari baring nya kemudian duduk di tepi ranjang menyibak rambut pirang nya kasar.
kamudian dengan rasa yang malas Anggara berdiri dan melangkah mendekati pintu kamar mandi, masuk ke dalam nya karena dia memang harus bersihkan tubuh nya dan turun ke bawah untuk mengisi perut nya yang sedari tadi belum ke isi dia sampai melupakan makan seharian ini karena di mobil tadi keduanya hanya diam tak ada yang bicara karena keegoisan masing-masing.
setelah Lima belas menit berada di dalam kamar mandi Anggara menyelesaikan mandi nya.
______
Renita dan para dosen Dari berbagai universitas se-Jawa barat keluar dari ruangan serbaguna yang ada di hotel tersebut Renita dan rombongannya lain nya baru saja menyelesaikan seminar pendidikan hari pertama
tiba-tiba saja perut Renita berbunyi cacing dalam perutnya sudah mengobrak abrik karena belum terisi makanan.Renita hampir melupakan makan sejak Dia tiba di hotel Karena perdebatan nya dengan Anggara.
eh, tiba-tiba dia teringat dengan pria tampan yang berhasil meluluhkan hati nya itu.
"apa kah Anggara menginap di hotel ini juga?" gumam Renita gadis itu melangkah ke sebuah restoran yang ada di dalam hotel tersebut dengan sedikit repot karena di tangan nya penuh dengan buku dan beberapa kertas serta tas yang berisi laptop.
"sini aku bantu Ren, seperti nya kamu kerepotan sekali" entah dari mana Raga sudah berdiri di samping Renita.
dan gadis itu menoleh ke arah Raga.
__ADS_1
"oh, baiklah kalau kamu tidak repot"
ucap Renita yang menerima bantuan dari Raga kemudian dengan wajah semringah raga mengambil semua buku dan berkas yang ada di tangan Renita.
"terima kasih" ucap Renita
"tidak masalah, kamu mau makan?" tanya Raga karena melihat Renita berjalan menuju arah restoran.
"iya, aku sangat lapar belum makan dari tiba di sini" jelas Renita begitu saja.
"kamu belum makan? ya ampun Ren.. kemana saja dirimu?" tanya Raga tampak khawatir " oh ya kamu kok tidak bareng ke sini nya? kamu bareng siapa ke sini? sama siapa ha?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Raga. mereka terus bicara sambil melangkah ke arah Restoran.
"ah, itu, aku bersama dengan kakak lelaki ku.kebetulan dia ada tujuan ke Bandung jadi aku bareng deh" jawab Renita dengan alasan nya berbohong pada Raga.karena tidak mungkin dia bicara yang sebenarnya kan pikir Renita seperti itu.
"ooh gitu ya" timpal Raga percaya saja.
ketika mereka sampai di dalam resto
"ayo Ren kita cari tempat duduk dulu dan menaruh barang mu dulu"
Renita menurut saja apa yang di pinta Raga karena memang restoran di hotel ini menawarkan sistem prasmanan jadi dia menaruh barang yang terlebih dahulu di bangku, baru mengambil makanan untuk dirinya
wajah Renita seketika cerah melihat berbagai macam makanan nikmat tersaji di prasmanan itu dengan tidak sabaran Renita mengisi piring nya dengan makanan yang dia suka.
"pelan-pelan Ren.. makanan nya tidak lari lho" goda Raga merasa lucu melihat tingkah wanita cantik yang ada di depan nya ini seperti kalap memilih makanan.
wajah Renita langsung merona karena malu tak sadar diri nya kalap memilih makanan karena efek lapar.
"biarin, terserah aku lah" kilah Renita menutupi malu nya.
Raga hanya tersenyum gemas dengan tingkah Renita.setelah piring nya sudah terisi dengan nasi serta lauk pauk yang dia suka Renita dan Raga kembali duduk di kursi yang sudah mereka pilih tadi yang berada di pinggir jendela hotel yang view nya langsung ke kota Ciampelas.
*
__ADS_1
to be continued..