Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Rapat dadakan.


__ADS_3

wajah Verra merah mendengar penjelasan gamblang dari Aisyah.


Vierra mengalihkan pandangannya pada Anggara.


"kenapa kamu mengecewakan Tante Angga.. apa keberadaan Tante tidak kamu Anggap? sehingga urusan kamu memilih calon istri tidak bertanya atau bicara pada Tante?"


"maaf Tante, bukan nya aku tidak menghargai tante.tapi aku tahu Tante pasti akan menolak Renita.dan aku sungguh tidak sanggup kalau Tante mencegah aku untuk menjadikan Renita sebagai istri ku"


"iya,benar, apa yang kamu pikirkan aku memang tidak setuju dengan pilihan mu itu.maka itu aku membawa Meila kesini untuk menjadi calon mu Anggara..Meila gadis yang baik, pintar dan mandiri.cocok untuk mendampingi kamu" ucap Verra tanpa beban.


Aisyah meremat kuat baju gamis yang dia pakai hingga tangan nya memutih pucat Saking kencang nya dada nya terasa terbakar emosi mendengar ucapan Verra yang merendahkan adik bungsu nya itu.


Arman melihat istrinya yang seperti itu menepuk nepuk lembut punggung tangan Aisyah agar bisa mengendalikan emosi nya.


"aku tahu kamu menyayangi ponakan mu itu Verra, tapi ingat di sini masih ada aku, papah kandungnya.dan tentu saja yang lebih berhak menentukan pada siapa Anggara memilih calon istri nya.kamu harus ingat itu Ver, kamu hanya Tante nya, bukan mamah nya yang bisa mengatur hidup Anggara seenaknya" jelas Rahman dengan intonasi yang rendah namun terkesan tajam dan menekan.


"apa kamu tidak percaya dengan pilihan ku Rahman?" tanya Verra tidak terima Keukeh dengan niat nya.


"bukan tidak percaya, aku tahu kamu menyayangi Anggara dan ingin yang terbaik untuk Anggara tapi apa yang menurut mu cocok, tapi belum tentu cocok untuk Anggara.dia pria dewasa bukan anak kecil yang mesti semua nya dalam genggaman kita sebagai orang tua.tapi bukan berarti juga aku membiarkan begitu saja, tutup mata apa yang Anggara pilih untuk hidup nya.Anggara memilih Renita sebagai istri nya aku merestui. karena Renita seperti nya gadis yang masuk kriteria mu, cantik,pintar,dan tentu nya mandiri apa lagi yang kamu ragukan?!" Arman bicara menyorot tajam pada Verra.

__ADS_1


wanita itu terdiam sejenak mendengar pembelaan Rahman untuk Renita dalam hati nya Verra membenarkan ucapan Rahman tentang Renita.tapi tetap saja ego nya masih mendominasi dirinya karena merasa di abaikan oleh Anggara.


"apa karena gadis itu adik nya kak Aisyah jadi mas Rahman membela nya?" tanya Verra menatap Rahman sekilas lalu melirik sinis pada Aisyah yang sedari tadi menatap lurus pada Verra.


"kamu jangan bicara sembarangan Verra.. aku di sini bukan sedang membela siapapun.tapi aku bicara fakta.dan terutama mereka saling mencintai dan saling memberikan kebahagiaan, apa lagi yang aku harapkan sebagai orang tua selain melihat anaknya bahagia menjalani hidup nya.kamu jangan egois Verra!" ucap Rahman merasa geram.lama-lama dirinya terpancing emosi nya.pria itu menarik nafas nya dalam-dalam lalu menghembuskan nya kasar.


"terima kasih papah, sudah mau mengerti aku dan menerima Renita sebagai mantu di keluarga Subianto"


ucap Anggara lalu bangkit dari duduknya dan menatap satu persatu orang yang sangat dia hargai dan sayangi Anggara memeluk sekejap Verra dan tersenyum.


"tolong restui aku tante.aku mencintai Renita begitu juga Renita aku tahu keputusan ku untuk menjadikan Renita sebagai istri ku adalah pilihan yang penuh tantangan buat ku.tapi aku tidak gentar.apapun itu aku hadapi dan aku lawan.aku akan menolak tegas, siapapun yang berusaha memisahkan kami, termasuk Tante.


maafkan Anggara Tante" ucap Anggara pelan lalu melirik ke arah Meila yang sedari tadi hanya diam namun ada kemarahan nampak terlihat di wajah nya.Anggara menatap dingin gadis itu dan..


"kamu belum mengenal ku Anggara, kenapa begitu langsung menolak ku?"


"apa kamu buta dan tuli?" ucap Anggara ketus dan pedas membuat semua yang mendengar ucapan Anggara melebarkan mata dan telinga nya tak menyangka apa yang mereka dengar dari mulut Anggara.


"Anggara! apa maksud mu? kejam sekali ucapan mu?!" pekik Meila tidak terima dada nya naik turun karena emosi nya.

__ADS_1


"ya, karena kamu masih saja bertanya apa alasan ku menolak mu.


bukan nya kamu sudah mendengar nya semua, kamu tidak tuli kan? dan kamu juga tidak buta kan? liat penolakan ku" jelas Anggara lagi sedikit memajukan wajahnya ke arah Miela tersenyum mengejek


lalu menarik kembali wajah nya dan menegakkan kembali tubuh nya.


"sudah, aku lelah mau istirahat.badan ku juga sudah terasa lengket dan berkeringat. rasanya aku sudah tidak tahan ingin membersihkan tubuh ku dan istirahat. aku anggap pembicaraan ini selesai sampai di sini.aku tidak mau siapapun kembali mengusik ketenangan dan hubungan ku dengan Renita" Anggara menyambar tas ranselnya dan melangkah kan kaki nya tapi baru dua langkah Anggara melangkah lelaki itu membalik kan tubuh nya dengan sorot mata yang tajam.


"aku tegas kan sekali lagi di sini, kalau aku tidak mau siapapun mengganggu pilihan hidup ku ini.maaf, kalau aku bicara tidak sopan.aku hanya ingin melindungi Renita gadis yang akan menjadi masa depan ku gadis yang menjadi calon istri ku, calon ibu untuk anak-anak ku kelak" setelah bicara seperti itu Anggara benar-benar pergi melangkah menaiki tangga menuju kamar nya di lantai dua rumah nya. Verra hanya diam tak berani bicara lagi melihat kemarahan Anggara membuat wanita itu marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Rahman tersenyum miring melihat Verra yang terdiam tak lagi bicara.dengan mimik wajah nya sulit untuk di artikan.


"ayo mi,kita juga harus istirahat.lelah tubuh ku juga baru pulang dari kantor sudah ada rapat dadakan di rumah" ucap terdengar sedikit manja pada istrinya. Rahman menarik pelan tangan Aisyah agar berdiri dari duduknya.Aisyah patuh dan menerima uluran tangan suaminya dan berdiri, melangkah meninggalkan Verra dan Miela di ruang tengah tersebut.


"aisssh, Aby malu ah,, jangan gini lepasin tangan nya!" Aisyah menepis tangan Rahman yang merangkul mesra bahu nya.pasangan pasutri yang tak lagi muda itu terus berjalan menuju kamar nya dengan perdebatan kecil karena ulah Rahman yang genit pada istrinya.


sementara Verra dan Miela masih diam duduk di ruang tengah dengan pikiran nya masing-masing.


"aunty, bagaimana ini? aku tidak terima penolakan ini" panggil Miela pelan mengguncang lengan Verra

__ADS_1


*


TBC.


__ADS_2