
di rumah kediaman Adam keluarga dan kerabat dekat sedang berkumpul satu hari menjelang hari pernikahan Renita dan Anggara tapi ketidak hadiran nya Anggara pada setiap sesi ritual adat menjelang hari H, membuat Renita gelisah, bagaimana tidak gelisah, sudah dua hari Anggara tidak mengirim kabar. tak ada kabar berita yang dia terima dari pria yang tinggal menghitung jam akan menjadi suami sah nya.
tidak berlebihan kalau Renita di landa kekhawatiran yang amat sangat.kembali teringat pada kejadian empat tahun yang lalu, kejadian di mana pernikahan nya di batalkan karena pengkhianatan calon suami nya dan di malam itu pula Renita hampir di rudapaksa oleh calon suami nya karena Renita tidak mau di nikahkan oleh Lelaki bejat itu yang telah menghamili seorang gadis walaupun calon suami nya itu menyangkal yang di dalam kandungan gadis itu bukan anak nya namun tetap saja calon suami nya itu ikut andil meniduri gadis itu, dan Gadis itu mengatakan kalau bayi yang ada di dalam kandungan nya adalah anak dari calon suami nya pada waktu itu. betapa hancur hati nya dan malu nya kedua keluarga besarnya dan keluarga calon suami nya sendiri
atas skandal yang di ciptakan oleh calon suami nya itu.
dan sekarang kecemasan itu kembali Renita rasakan karena sudah dua hari Anggara tidak bisa di hubungi.terakhir kali Anggara menghubungi melalui video call dengan nya.
"ya Tuhan Anggara.. kenapa kamu susah di hubungi.. besok hari pernikahan kita sedang kan kamu sampai sekarang belum kembali" gumam Renita lirih hati di landa kecemasan yang luar biasa.
walaupun di kediaman nya tepat nya di rumah mas Adam sedang ramai menyiapkan segala sesuatunya untuk hari penting Renita tapi..
di saat hati nya dalam kegelisahan hebat terdengar ketukan pintu kamar di ketuk oleh seseorang.
"Ren..Renita.. kamu di dalam?? bisa ummi masuk Ren?" suara lembut beraksen Jawa medok terdengar dari balik pintu kamar Renita.
"ummi Amirah?"
"i_iya ummi sebentar"
Renita yang sedang di balkon kamar nya berjalan cepat ke arah pintu
dengan langkah gontai ya, rasanya badan Renita sangat letih sekali karena sudah dua hari ini pula dia menjalani serangkaian ritual adat sebelum hari H nya baru beberapa jam dia meminta waktu pada keluarga nya untuk mengistirahatkan tubuh nya di kamar.
Cklek
Renita membuka pintu kamar nya dan sudah berdiri ummi Amirah dengan mbak Aisyah yang memang sengaja sudah menginap sudah tiga hari ini.
"masuk lah ummi, mbak"
dua wanita berbeda usia itu pun masuk ke dalam kamar Renita.
"kamu habis menangis Ren??" tanya Aisyah karena melihat mata Renitasari yang sembab.
"tidak mbak, aku nggak nangis" elak Renita kemudian berjalan kembali dan duduk di tepian ranjang nya.
__ADS_1
Aisyah dan ummi Amirah saling pandang kemudian mereka mendekati Renita yang duduk di tepian ranjang mengapit Renita.
"kamu khawatir Anggara tidak datang di hari Pernikahan mu? itu yang sedang kamu pikirkan iya?" tebak ummi Amirah
tangan nya mengelus lembut rambut bagian belakang Renita.
Renita mengusap kasar air mata yang turun kembali ke pipi nya yang sebenarnya sedari tadi dia tahan tapi rasa ketakutan serta kekhawatiran yang amat besar pada Anggara membuat dirinya tidak bisa mempertahankan air matanya agar tidak luruh.
"kamu jangan berpikir macam-macam sayang..doa kan Anggara baik-baik saja di sana, dan dia pasti datang kamu tenang ya"
ummi Amirah mencoba memberikan kekuatan dari kata-kata untuk Renita walaupun sebenarnya dirinya sama takut nya dengan Renita karena dia tidak mau kejadian empat tahun yang lalu yang menimpa putri bungsu nya itu terulang kembali nauzubillah.. hati nya menyebut.
"tapi ummi aku khawatir.. kenapa Anggara belum kembali dan yang bikin aku tambah khawatir lagi Anggara maupun Yusuf tidak bisa di hubungi" terang Renita dengan nada khawatir wajah nya tertunduk karena air mata yang terus saja mengalir dari mata bulat Renita.
Renita memandang lekat wajah ummi Amirah dan memegang kedua lengan ummi nya itu dengan erat seakan ada ketakutan yang amat sangat di tatapan mata nya.
"bagaimana kalau Anggara benar-benar tidak hadir di pernikahan kami besok ummi"
"husst! kamu kalau bicara jangan sembarang Renita" ucap Aisyah langsung menyambar menimpali ucapan Renita yang menurutnya perkataan yang ngaco.
Renita berbalik arah ke Aisyah yang menatap nya dengan pandangan tidak suka karena ucapan Renita tadi.
"berdoalah, berharap yang baik-baik saja jangan pernah kamu ucapkan sesuatu yang tidak baik keluar dari mulut mu Renita.. Anggara pasti datang. aku tahu Anggara seperti apa, walaupun aku hanya ibu sambung nya, tapi mbak cukup tahu bagaimana itu Anggara dia pria yang mempunyai pendirian teguh dan bertanggung jawab" jelas Aisyah tidak mau Renita berpikir macam-macam tentang Anggara.
dan saat ini juga sebenarnya Aisyah masih marah dengan Suaminya Rahman yang seenaknya memberikan tugas pada Anggara di saat hari pernikahan nya.
"ini gara-gara Aby Rahman!!" sungut Aisyah
"astaghfirullah... Aisyah.. kamu jangan mengumpat suami mu sendiri" ucap ummi Amirah memperingati putri sulungnya itu
Aisyah seketika diam dia pun ikut berigstifar merasa berdosa.
"iya ummi maaf, Aisyah hanya menyesali keputusan Aby Rahman saja kan lihat sendiri jadi begini" Aisyah menarik nafas nya dalam-dalam menatap iba Adik bungsu nya.
"apa malam ini mau di temani tidur nya Ren?" tanya Aisyah mengelus lembut pundak adik bungsu nya itu.
__ADS_1
Renita menggeleng pelan kepala nya.
"tidak usah mbak, aku malah ingin sendiri"
Aisyah dan ummi Amirah saling pandang sesaat kedua nya kompak menghela nafasnya berat.
"baik lah kalau begitu kamu istirahat ya, jangan berpikir macam-macam lagi, berdoa untuk calon suami mu agar baik-baik saja jangan begadang,, besok hari penting mu"
"iya ummi"
Ummi Amirah tersenyum lalu berdiri dari duduknya begitu juga dengan Aisyah setelah mengusap lembut pucuk rambut Renita, Aisyah dan ummi Amirah berjalan keluar dari kamar Renita.
"tidur yang nyenyak Ren" ucap ummi Amirah sebelum menutup pintu kamar Renita.
"iya ummi" ucap Renita lirih tersenyum yang di paksakan.
lalu dia pun berdiri mendekati pintu kamar nya dan mengunci nya.
esok hari nya semua orang sibuk
dengan persiapan pernikahan Renita dan Anggara beberapa jam lagi.
pernikahan mereka sengaja di gelar di rumah kediaman Adam ya, memang Adam mempunyai halaman rumah di belakang yang cukup luas cukup untuk di jadikan pelataran untuk di gelar nya pernikahan yang bertemakan 'the secret garden' dengan ratusan mawar putih bertebaran di setiap sudut tenda dan pelaminan salur,salur kain satin lembut bewarna pingk dan putih menjuntai indah mempermanis tatanan tempat pernikahan Anggara dan Renita. memang acara pernikahan ini tidak di adakan di hotel maupun di gedung yang megah, secara keluarga Subianto yang sudah di ketahui bukan lah orang sembarangan tapi ini semua adalah permintaan Renita dia menginginkan konsep pernikahan yang sederhana namun indah dan pasti nya berkesan Renita tidak ingin ada kemewahan yang berlebihan dalam pernikahan nya dan Anggara mengabulkan nya walaupun awalnya ada perdebatan di kedua belah pihak tapi akhirnya Anggara mengalah demi kebahagiaan sang Juwita hati nya.
semua para undangan sudah hadir, penghulu, dan para saksi pernikahan pun sudah hadir dan berada di altar pernikahan hanya tinggal menunggu kedua calon mempelai saja.
di dalam kamar Renita tak lagi bisa menahan gejolak perasaan yang campur aduk antara kesal, takut, dan.. malu karena beberapa jam lagi pernikahannya dan ijab Kabul akan di laksanakan tapi kenyataannya sang calon mempelai pria tak kunjung kelihatan batang hidungnya.
Renita menangis dalam pelukan ummi Amirah.
"ummi... bagaimana ini..Anggara ternyata belum kembali sedang penghulu dan para saksi sudah menunggu!!" ucap Renita di tengah isakannya.
sedangkan Rahman nampak sedang serius dengan ponselnya yang menempel di telinga nya nampak pria paruh baya itu bicara dengan nada serius dengan seseorang di panggilan telepon nya Rahman bicara seperti orang yang tidak tenang karena berjalan mondar mandir tak karuan sedang kan Adam yang berdiri sedari tadi di samping Rahman juga tak kalah tegang nya wajah tampan Adam menegang mencoba menyimak pembicaraan Rahman yang sedang melakukan pembicaraan dengan seseorang di ponselnya.
"kerja kalian semua tidak becus!!!" teriak Rahman dengan orang yang ada di sana.
__ADS_1
*
TBC..