
Anggara tidak perduli dengan Renita yang terus protes pada dirinya karena Anggara tetap saja merangkul mesra bahu Renita.
dan ketika mereka baru saja turun dari lantai dua nampak Anita berjalan seperti ke arah mereka berdua.
Anggara yang masih saja tersenyum lebar karena masih saja dalam mode jahil pada gadis nya.
"lepasin tangan mu ngga" Renita buru buru menepis paksa tangan Anggara yang masih setia merangkul bahu nya.dengan mata melotot pada Anggara.dan baru saja Anggara mau mengangkat mulut nya dan hendak merangkul kembali bahu Renita.
"pak Anggara? Bu.. Renita?"
sapa Anita menatap selidik pada Renita dan Anggara.dan pria itu dengan cepat menurunkan tangannya, di istirahat kan ke belakang tubuh nya.kaget Anita sudah berdiri di depan mereka.
"Bu Anita? ada keperluan apa?"
alasan Anggara bertanya seperti itu karena arah Anita memang ke ruang kerja Anggara bukan merasa pede kalau Anggara bertanya seperti itu.
"pak Anggara mau keluar?" tanya Anita.
"saya mau pulang" jawab Anggara cepat
"eh, sebentar pak, saya ada perlu sama anda pak"
dan benar saja tebakan Anggara tidak salah.dia hanya tersenyum samar menanggapi ucapan Anita.
"oh,ada perlu apa bu?"
Anita diam tidak langsung menjawab pertanyaan Anggara.dia melirik ke arah Renita dengan tatapan sinis
"bisa kita bicara di ruang kantor bapak ajah?" pinta Anita
Anggara melirik sekilas ke Renita.
dan gadis itu hanya bersikap biasa terkesan acuh.
"ah, kalau begitu silahkan kalian bicara, kalau begitu saya permisi dulu pak Anggara saya duluan"ucap Renata.
__ADS_1
Anggara menatap tajam ke arah Renita seolah dia tidak mau Renita pergi tapi Renita tersenyum dan setelah itu dia pun berlalu dari hadapan Anita dan Anggara.
dengan wajah yang gusar Anggara memandangi kepergian Renita.lain dengan Anita, terlihat puas dengan kepergian Renita dari hadapan nya.
setelah Renita sudah menghilang dari pandangan Anggara, pria itu mengalihkan pandangannya ke Anita Dengan tatapan dingin dan tajam.
"apa yang mau anda katakan bu Anita?" tanya Anggara datar.
"bisa kita bicara di ruang kerja bapak? biar lebih enak" ucap Renita tanpa beban.
"tidak perlu, saya lagi sedang buru buru, jadi katakan di sini saja"
"tapi pak"
"silahkan bu, saya benar benar lagi terburu buru"ucap Anggara tegas merasa kesal.
"baik lah, ini soal urusan seminar di Bandung pak"
tiba tiba Anggara teringat data siapa saja yang akan pergi ke Bandung besok.
"oh iya,soal kepergian ke Bandung besok, harus nya Bu Anita yang pergi tapi kenapa di ganti dengan Renita?!" tanya Anggara.
"oh itu, maaf pak.bukannya saya nggak mau pergi ke Bandung, itu karena berbarengan dengan ulang tahun saya pak"
Anggara menautkan kedua alisnya merespon ucapan Anita.
"lalu apa hubungannya dengan ulang tahun mu, dengan acara seminar di Bandung? dan kenapa dengan mudah nya bu Anita menolak tugas dari kampus, sedangkan mereka yang di tugaskan sekarang pun tidak berani menolak nya karena itu sudah tugas mereka dan ketentuan dari kampus
jangan berpikir karena adanya pak Handoko yang menjadi rektor kampus ini, anda dengan seenaknya memakai wewenang pak Handoko seenaknya,,saya tidak suka itu!" ucap Anggara tegas bicara dengan alis bertaut menatap lurus Anita.
"bukan begitu maksud saya pak,saya cuma minta izin karena setiap ulang tahun saya,kami sekeluarga merayakan nya.dan saya kesini mau mengundang pak Anggara untuk datang ke acara ulang tahun saya" ucap Anita Dengan wajah semringah.
*wanita ini,ada saja akal nya,dan tidak ada jera nya*ucap Anggara dalam hatinya gusar.
"oh gitu, tapi maaf bu seperti nya saya tidak bisa datang ke acara ulang tahun bu Anita.karena saya juga ada keperluan yang sangat penting dan mendadak" Anggara berusaha mengelak.
__ADS_1
"tapi pak"ucap Anita terdengar kecewa.
"maafkan saya bu,apa ada lagi yang akan di bicarakan lagi? kalau tidak ada saya permisi" setelah berkata demikian Anggara berlalu begitu saja dari hadapan Anita tanpa menunggu lama balasan dari Anita tapi baru beberapa langkah dia berjalan,dia menghentikan langkahnya dan berbalik badan kembali ke arah Anita.
"oh iya,ada yang perlu saya katakan lagi, tahu kah anda, ibu pak Santoso sedang di rawat di rumah sakit karena habis menjalani operasi usus buntu, tapi dengan berbesar hati pak Santoso tetap mau pergi ke Bandung dengan alasan ini memang sudah tugas nya.sedangkan ibu nya di serahkan pada adik perempuan nya yang masih sekolah SMA untuk gantian menemani nya di rumah sakit.andaikan saja pak Santoso meminta untuk tidak pergi ke Bandung besok, pasti dengan pertimbangan yang ada dan masuk akal, pasti saya mengizinkan nya"
Anggara bicara dengan sebisa mungkin menahan emosi nya.
"tapi alasan yang bu Anita pakai ini sungguh tidak relevan"
"lho pak Anggara kok gitu, itu kan salah nya pak Santoso, kenapa dia tidak menolak nya malah menerima tugas nya itu" sanggah Anita tidak terima Anggara memojokkan dirinya dan membandingkan dengan Santoso
Anggara tersenyum sinis merespon ucapan Anita.
"cukup kali ini Bu Anita bersikap semau nya,lain kali saya tidak menerima alasan yang tidak masuk akal menyangkut soal pekerjaan
permisi" setelah berucap seperti itu Anggara pergi dari hadapan Anita tidak perduli lagi entah apa lagi yang akan Renita ucapkan, karena Anggara sudah malas bicara unfaedah dengan Anita.harapan nya ingin pulang bareng dengan Renita karena ingin mengajak Renita ke satu tempat gagal, gara-gara Anita.
"sial! gara gara Anita, Renita meninggalkan aku,sial,sial!" umpat Anggara sepanjang jalan menuju parkiran mobil nya terus menggerutu
_______
suara alarm ponsel Renita terus berbunyi tapi gadis itu tetap saja masih betah di balik selimut hangat nya.tapi alarm ponsel nya terus menjerit di telinga Renita.akhirnya dengan malas Renita meraih ponselnya yang ada di samping bantal nya niat ingin mematikan suara alarm ponsel nya dengan mata masih belum sempurna terbuka, Renita melihat tampilan waktu yang ada di layar ponselnya dan..
"oh ya ampun.. sudah jam tujuh!" pekik Renita lalu langsung melempar ponselnya begitu saja ke atas ranjang nya dan langsung bangun dari tidurnya mengucek pelan matanya dan langsung melompat dari tempat tidur menuju kamar mandi.Renita semalam susah tidur karena hatinya terasa terganggu kejadian dia meninggal kan Anggara dan Anita berdua kemarin.pikiran nya merasa terganggu yang akhirnya dirinya jadi susah tidur.rasanya Renita belum lama tertidur yang akhirnya dia terlambat bangun.tak lama Renita sudah menyelesaikan acara mandi nya.dan gadis itu pun merapikan diri nya, bersiap pergi.
"untungnya semalam aku sudah menyiapkan semua nya" gumam Renita merasa lega karena barang yang akan dia bawa sudah siap, jadi sekarang dia tinggal berangkat saja.
baru saja Renita selesai menyiapkan diri nya terdengar suara Sela mengetuk pintu kamar nya dan memanggil nya.
"Renita.. cepat keluar,ada yang nungguin kamu tuh"
*
*
__ADS_1
to be continued..
*