Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
kamu pake pelet apa?


__ADS_3

Anggara menatap tajam dengan kedua alisnya nya saling beradu tak ada keramahan di wajah tampan Anggara menunggu jawaban Anita yang masih duduk di kursi yang ada di depan meja kerja nya.


Anita berdiri dari duduknya dengan kedua tangan nya yang mengepal erat.


"aku tidak akan sudi pindah tugas ke Surabaya!" sahut Anita masih saja Keukeh, Dengan berani menolak pemindahan tugasnya.


Anggara tersenyum sinis menatap Anita.


"oke, kalau begitu keputusan mu berarti memilih resign, mulai sekarang kamu aku pecat" ucap Anggara pelan namun tegas


"aku tidak bilang resign, tapi aku bilang aku menolak di pindah tugas kan" balas Anita masih saja ngeyel dan tak tahu malu.


"Anda jangan main-main dengan saya bu Anita! apa kamu mau aku pecat secara tidak hormat? dan anda tahu itu artinya? jika saya pecat anda secara tidak hormat,maka saya jamin anda tidak akan bisa mengajar di universitas manapun paham??!" tekan Anggara membuat Anita merasa gentar dengan ucapan Anggara yang sarat akan ancaman


"kamu tega dan tidak profesional berbuat begini pak Anggara?"


"terserah Anggapan Anda apa, tapi Anda bisa mencoba nya bila Anda masih berkeras dengan sikap Anda.saya sudah memberikan kesempatan dengan hanya mutasi anda ke Surabaya dan bisa mengajar di sana dengan tenang" Anggara masih berusaha bersabar melihat kekerasan hati Anita.


sejenak wanita itu diam dan berpikir


merasakan kesungguhan Anggara akan ucapan nya dan bila itu terjadi tentu sangat menakutkan buat Anita Dengan mengorbankan karier dan pekerjaan nya.


'ah,sialan!! seperti nya Anggara tidak main-main dengan ucapan nya batin Anita berdebat menentukan pilihan


"baik lah, aku akan terima" ucap Anita masih dengan nada yang kesal.


"apa?" tanya Anggara


"aku akan terima di mutasi ke Surabaya" Anita memperjelas ucapan nya.


"good, itu lebih baik dan otak cerdas kamu ternyata masih bisa bekerja" ucap Anggara dengan nada sinis


'sialan' umpat Anita dalam hati nya

__ADS_1


"tidak usah mengumpat terima saja keputusan ini dan jalan kan" ucap Anggara seolah tahu jika Anita sedang mengumpat ke dirinya


Anita hanya tertegun dengan tebakan Anggara yang tepat itu lalu tanpa bicara lagi Anita kembali mengambil amplop coklat yang tadi dia letakkan di atas meja kerja Anggara, kemudian membalikkan badannya, melangkah keluar dari ruangan Anggara dengan masih amarah bersarang di dadanya


wanita itu berjalan menelusuri koridor kampus, membawa kembali amplop coklat yang sedikit sudah lecek karena tadi dia remat.


"Renita! ya, gara-gara wanita sialan itu Anggara mutasi aku ke Surabaya" gumam Anita yang terus berjalan ke arah pintu lift yang akan membawanya ke lantai satu menuju ruang dosen.


tiba di ruang dosen Anita yang tadi nya akan duduk di meja kerja nya, mengurungkan niatnya karena mata nya tertuju pada Renita yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu rupanya gadis itu baru saja menyelesaikan kelas terakhir nya berencana untuk pulang, tapi sebelum nya ada sedikit ulasan yang harus dia selesaikan dahulu Renita berjalan santai menuju meja kerja nya di barisan paling ujung sebelah kanan ruangan tersebut persis dekat jendela.tapi langkah nya terhenti karena di hadang oleh Anita.Renita mengerutkan dahinya heran kenapa Anita menghadang jalan nya dengan wajah yang tampak marah?


"Ada apa bu? apa ada perlu dengan saya?" tanya Renita heran


Andita menatap tajam pada Renita lalu menghempaskan amplop coklat itu ke dada Renita yang sedari tadi dia bawa.dan tentu saja sikap Anita yang menurutnya tidak etis itu membuat Renita kaget, membulat kan matanya pada Anita sedangkan satu tangan Renita refleks memegang amplop coklat itu yang berada di dadanya


"apa-apaan ini? tolong jaga sikap Anda bu Anita!" ucap Renita setengah teriak membuat beberapa dosen yang kebetulan sedang berada di ruangan tersebut menoleh ke arah mereka berdua dengan tatapan terkejut


"waduh, ulah apa lagi yang di buat Bu Anita ini" ucap sari pelan yang kebetulan ada di ruangan tersebut.


"baca? apa ini?" tanya Renita masih tidak paham apa yang di maksud Anita.


dengan geram Anita kembali mengambil kasar amplop coklat yang tadi dia berikan pada Renita dan dengan cepat Anita mengeluarkan selembar kertas dari dalam amplop coklat itu kemudian di berikan pada Renita


"ini,baca!" Anita memberikan selembar kertas itu pada Renita dan gadis itu menerima nya kemudian membaca apa isi dari selembar kertas tersebut. nampak Renita serius membaca apa yang tercetak di kertas itu setelah itu dia menatap Anita dan mengembalikan kertas itu pada Anita.


"kamu di mutasi ke Surabaya?" tanya Renita setelah mengetahui kalau Anita di pindah tugas kan


"kamu jangan pura-pura tidak tahu,, aku di pindah ke Surabaya karena gara-gara anda!!" pekik Anita meninggikannya suaranya


"saya? gara-gara saya? Renita menunjuk ke dirinya sendiri. kenapa bisa kepindahan Bu Anita ini gara-gara saya?" ucap Renita semakin tidak paham dengan ucapan Anita apa lagi dengan tuduhan Anita ke dirinya


"iya, karena kamu sudah menghasut berondong mu itu untuk mutasi saya ke Surabaya!" sahut Anita.


lagi-lagi Renita melebarkan matanya karena tak percaya karena bisa-bisanya Anita menuduh diri nya menghasut Anggara apa lagi ucapan terakhir Anita tadi yang sangat membuat Renita malu bercampur gusar seolah dirinya ini wanita yang aneh penyuka pria yang lebih muda dari diri nya.

__ADS_1


"Anita tersenyum sinis menatap Renita.


"kenapa? tidak senang dengan ucapan saya tadi?"


Renita menghela nafasnya kasar


"tentu saya tidak senang dengan semua ucapan anda, karena apa yang anda tuduhkan tadi semuanya tidak benar! saya tidak pernah menghasut Anggara untuk urusan ini sungguh aku tidak tahu menahu" jelas Renita


"Halah! alasan! tidak mungkin karena berondong mu itu sangat tergila-gila pada mu" Anita menjeda ucapan nya menatap tubuh Renita dari ujung kaki sampai ujung rambut


kemudian melanjutkan ucapannya dengan tersenyum miring pada Renita gadis yang berpenampilan sederhana bisa menarik perhatian seorang Anggara apa lagi usia nya empat tahun di atas Anggara dan Anita semakin kesal karena Anggara tidak memilih dirinya yang menurut nya lebih seksi, cantik dan tentu nya seumuran dengan Anggara.


"kamu pake pelet apa? kok bisa dapet berondong dan kaya seperti pak Anggara? pantes nya Anggara ini dengan wanita seumuran dia, contoh nya seperti saya" ucap Anita Dengan percaya diri


wajah Renita memerah karena menahan emosi tapi sebisa mungkin dia meredam emosi itu agar tidak mempermalukan dirinya karena Renita sadar pokok permasalahannya adalah seorang pria,dia tahu Anita di tolak cinta nya mentah-mentah oleh Anggara


apa lagi ini ada di area kampus di luar sana para mahasiswa berlalu lalang di luar sana.


"ibu Anita yang terhormat..maaf kalau saya mengecewakan anda, perasaan itu tidak bisa di paksakan para siapa hati itu berlabuh, begitu pula hubungan saya dengan Anggara adalah perasaan yang hadir begitu saja terjalin di antara kami jadi di sini saya tegaskan lagi saya tidak mengerti apa itu pelet. Anda ini wanita berpendidikan dan modern kok, masih percaya dengan yang begituan sih? saya ajah nggak kepikiran tuh, sampai kesitu. apa anda biasa melakukan nya ya? jadi bu Anita sampai kepikiran ke arah itu" balas Renita dengan setenang mungkin bicara pada Anita yang berapi-api.


"enak saja,, anda jangan menuduh saya ya!" sahut Anita tidak senang dengan semua ucapan Renita


"bukan saya menuduh anda, tapi Anda yang menuding saya tadi ya kan? jadi jaga bicara anda jangan sembarang menuduh saya aneh-aneh. tentang keputusan Anggara mutasi Anda, saya tidak ada sangkut pautnya" jelas Renita


sementara empat orang dosen yang sedang berada di dalam ruangan tersebut hanya tertegun dengan apa yang mereka dengar sebenarnya mereka pun belum mengetahui tentang Anita yang di mutasi oleh sang pemilik yayasan apa lagi alasan nya karena menggangu kenyamanan Renita yang notabene nya adalah bakal calon istri pemilik yayasan tempat mereka bekerja


dan itu membuat nyali mereka tiba-tiba menciut dan bergidik takut karena mereka masih betah mengajar di kampus milik yayasan Handersson karena reputasi nya yang bagus siapapun dosen maupun guru, yang berstatus mengajar di sekolah atau universitas milik yayasan Handersson pasti lah mempunyai kelas tersendiri di jajaran pengajar.


"pokoknya ini semua gara-gara kamu bu Renita! aku tidak terima!!" pekik Anita masih tidak terima


"sudah saya katakan, kalau anda tidak terima dengan keputusan saya, Anda bisa mengajukan surat pengunduran diri anda pada saya simple kan?" tiba-tiba Anggara datang berdiri di ambang pintu ruangan tersebut menyela pembicaraan Anita dan Renita


TBC..

__ADS_1


__ADS_2