Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
tanggung jawab.


__ADS_3

terpaksa dengan berat hati, pria muda itu menyingkir dari hadapan Renita dan memberikan kotak obat pada Anggara.


dengan sigap Anggara menerima kotak obat itu,dan meneruskan pengobatan pada luka lecet pada kedua telapak tangan Renita, serta siku tangan nya. dengan hati hati Anggara mengolesi luka Renita dengan antiseptik.tak lama Anggara berdiri dan menghadap pada orang-orang yang mengerumuni Renita.


"sebaiknya anda sekalian bisa meninggalkan kami, gadis ini tanggung jawab saya" ucap Anggara tegas.lalu tanpa di pinta dua kali, orang orang itu pun pergi meninggalkan Renita dan Anggara, kecuali pemuda yang tadi mengobati Renita pada awalnya.


"kenapa anda masih di sini?" tanya Anggara heran pada pemuda itu.


"saya yang menyerempet gadis ini"


"lalu?"


"saya akan bertanggung jawab, dan akan membawa nya ke rumah sakit" tegas pemuda itu.


"tidak perlu, sudah ada Aku pacar nya, aku masih sanggup membiayai pengobatan pacar ku, terima kasih anda sudah bertanggung jawab"


pemuda itu hanya tersenyum tipis


menatap dingin Anggara.


"tentu saya akan bertanggung jawab, apa lagi nona secantik ini, bodoh kalau saya membiarkan nya" ucap pemuda itu santai.


kata akhir dari pemuda itu sukses membuat rahang Anggara mengeras menatap tajam ke arah pemuda itu.


"baik lah kalau begitu saya permisi" ucap pemuda itu lalu berbalik badan, dan berlalu meninggalkan Renita dan Anggara.


Anggara hanya diam tidak ada respon apapun dari dirinya.


setelah pemuda itu pergi Anggara kembali duduk di kursi tunggal menghadap ke arah Renita.


"kita ke Dokter ya?" pinta Anggara dengan sorot mata nampak khawatir.


tangan nya meraih kedua tangan Renita.


"nggak usah pak, di obati begini saja udah cukup kok" tolak Renita karena merasa hanya luka lecet saja.lalu menarik kedua tangan nya yang masih saja di pegang oleh Anggara.tapi pegangan tangan Anggara terlalu kuat, hingga tangan nya sulit terlepas dari cekalan tangan Anggara.


"eh,mana bisa begitu.. luka mu nanti bisa bengkak dan inspeksi kalau tidak di obati dengan benar Renita"


"tapi pak saya gak apa apa kok" Renita berusaha terus menolak niat Anggara untuk membawanya ke Dokter.lalu tanpa bicara lagi Anggara berdiri dan menarik pelan tangan Renita agar ikut berdiri.


"sudah, ayo.. jangan banyak bantah lagi"


"tapi gimana dengan motor saya pak?"

__ADS_1


Renita Khawatir dengan motor kesayangan nya yang otomatis di tinggalkan bila dia pergi bersama Anggara.


"jangan khawatir, nanti aku suruh orang untuk membawa motor mu, sekalian bawa ke bengkel biar di cek kondisi nya agar tetap baik" jelas Anggara membuat Renita tenang.dan akhirnya menurut pada Anggara.


"kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana! aku akan mengambil mobil ku yang aku parkir kan di tepi jalan sana" Anggara menunjuk ke arah mobil nya yang jauh terparkir di tepian jalan.


"iya,pak..... sudah sana ah" ucap Renita jadi gemas dan heran melihat sikap atasan nya itu yang menurutnya sangat berlebihan.akhirnya dengan sedikit berlari Anggara menuju ke arah mobil nya.


dan tak menunggu lama, Anggara tiba dengan mobil nya, berhenti di depan mini market itu.lalu lelaki bule itu turun dari mobil nya, menghampiri Renita yang masih duduk di kursi tunggal yang ada di depan mini market itu.


"ayo" Anggara merangkum pundak Renita, memapah nya berjalan ke arah mobil nya.


setelah mereka sudah ada di dalam mobil.Anggara melaju kan mobil nya dengan tujuan membawa Renita ke rumah sakit.


"pak"


"apa?" sahut Anggara melirik sekilas ke arah Renita dan kembali fokus pada jalanan.


"kenapa bapak ngaku,ngaku pacar saya sih pak? kan nggak enak di dengar nya" akhirnya yang dari tadi mengganjal di hati Renita di ucap juga.


"kenapa emangnya? kamu keberatan?"


"iya lah, nanti kalau ada yang kenal kita kan Repot, jadi gosip di kampus" sungut Renita.


"apa?" ucap Renita jadi cengo dengan jawaban Anggara.


"pak,kita ini baru ajah kenal,tambah lagi pak Anggara ini atasan saya, kepala yayasan tempat saya bekerja.. saya nggak mau ngerusak nama bapak,juga nama saya"


"masa sih bisa sampe segitu nya?"


ucap Anggara lagi lagi Santai menanggapi ucapan Renita.


"dengar ya Renita.. nggak ada yang bakal rusak namanya kalau kamu di gosipin pacar saya.. karena kita sama sama single benar kan? jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan, kecuali kalau kamu sudah punya.. pacar?" ucap Anggara harap harap cemas dengan jawaban Renita.


"issh,, siapa yang punya pacar! saya ini masih single! masih bebas!"jawab Renita berapi-api.membuat senyum mengembang di wajah tampan Anggara.karena senang.


"bagus kalau begitu, karena sebentar lagi kamu akan melepaskan status single mu"ucap Anggara pelan.


membuat Renita memicingkan matanya dengan ucapan Anggara tadi.


"apa maksud dengan omongan bapak tadi?"


"hm? ngomong apa tadi saya emang nya?" ucap Anggara pura pura.

__ADS_1


"issh"Renita mencebik, lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca mobil. Anggara menoleh sekilas ke arah Renita dengan senyuman tersungging di bibirnya.


lalu tidak ada obrolan lagi sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit.mereka diam dengan masing-masing pemikirannya.


__________


setelah pulang dari rumah sakit, Anggara mengantar pulang Renita ke rumah nya, tepat nya rumah kakak lelaki nya Adam. semula Renita menolak niat Anggara untuk mengantarkan nya pulang, karena dia harus ke kampus, karena hari ini adalah hari pertama dia mengajar di kampus itu.Anggara memaksa nya untuk mengantarkan Renita pulang, dan melarang Renita datang ke kampus, karena kondisi nya yang tidak memungkinkan untuk mengajar.


dan lagi lagi Renita hanya pasrah dan menurut dengan kemauan Anggara.


mobil Pajero sport bewarna putih milik Anggara tiba di depan rumah Adam.


"ini rumah mu?" tanya Anggara setelah berada di depan halaman rumah Adam.tempat Renita tinggal.


"bukan, ini rumah kakak lelaki ku, selama aku di Jakarta aku tinggal di sini"


"ooh"


lalu Anggara membuka pintu mobil


"tunggu, jangan turun dulu" ucap Anggara cepat. lalu turun dari mobil nya berjalan ke arah pintu mobil satu sisi nya lagi.dan membukakan pintu mobil untuk Renita.gadis itu terdiam menatap heran pada Anggara yang rela membukakan pintu mobil untuk dirinya.


"ayo turun, apa kamu masih betah di dalam mobil hm?" tanya Anggara dengan tatapan jahil.


Renita langsung sadar dari diam nya dan dengan cepat langsung keluar dari dalam mobil Anggara. sang Arjuna bule itu kembali merangkum pundak Renita memapah nya berjalan.


"sudah pak, sampai di sini saja ya, bukan nya saya nggak sopan..tapi nggak enak di lihat kakak ipar saya, melihat saya di anterin sama lelaki" ucap Renita hati hati agar tidak menyinggung Anggara.


dan benar saja yang di cemas kan Renita terbukti, pintu rumah Adam terbuka, nampak Sela kakak ipar nya muncul dari dalam rumah.menatap dengan tatapan selidik bercampur heran melihat Renita sudah pulang di anterin dengan seorang lelaki tampan berwajah bule pula.


tapi ada yang bikin lebih sela terkejut melihat Renita.


"


"


***To be continued.


hai mom's and sister..


terimakasih sudah mampir ke cerita saya 😊


jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya***...😍

__ADS_1


__ADS_2