Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
cerita lama.


__ADS_3

seorang gadis berusia dua puluhan bergerak cepat setelah mematikan mesin motor matic nya yang dia parkirkan di depan gerbang bangunan villa yang di tempati oleh Renita dan Anggara. memang di antara tiga bangunan resort mewah itu satu bangunan itu lebih privasi karena di bentengi dengan pagar besi dengan tinggi empat meter berwarna putih. satu pos satpam di depan pintu gerbang menjaga villa tersebut. gadis itu berjalan tergesa-gesa mendekati gerbang pagar dan.


"pak agung, pak agung..buka dong pager nya!" gadis itu berteriak memanggil penjaga yang duduk di pos di dalam area villa tersebut merasa ada yang memanggil namanya lelaki paruh baya berkumis tebal itu berjalan keluar dari pos jaga nya menghampiri gadis yang sedang berdiri di depan pintu gerbang pagar villa dengan gelagat seperti tidak sabaran menggoyahkan pagar besi itu.


"ada apa non azela?" tanya pak Agung dengan tatapan heran sekaligus kurang suka dengan gadis yang bernama azela. pak Agung berpikir ngapain nih gadis datang kesini pagi-pagi buta mengganggu saja karena tentu sang majikan pasti masih terlelap tidur.


"aku mau bertemu mas Anggara,, aku dapat kabar dari Abah ku mas Anggara datang kesini dan menginap di villa ini kan? ayo buka dulu pagar nya pak .." dengan wajah terlihat semringah sekaligus sedikit memelas karena memohon untuk di biarkan masuk ke dalam villa itu.


"heh?? ada perlu apa pagi-pagi kamu datang begini ya? kamu akan menggangu istirahat tuan dan nyonya tahu" sahut pak agung masih enggan membukakan pintu untuk gadis yang bernama azela


"tuan dan nyonya? maksud pak agung apa? bukan kah di sini mas Anggara yang menginap di sini? lalu siapa yang di maksud tuan dan nyonya?" Azela tidak tahu siapa yang di maksud pak agung dan lelaki itu maju selangkah lebih mendekat di mana Azela masih berdiri di luar pagar.


"oh, itu. tentu saja tuan Anggara dan istrinya nyonya Renita" ucap pak Agung dengan tersenyum miring melihat ekspresi wajah Azela. yang menurut nya terlalu percaya diri yang selalu ingin mendekati anak majikan nya walaupun dia tahu Abah nya salah satu pengurus villa ini yang di percayakan oleh keluarga Handersson. gadis itu kaget mendengar penjelasan pak Agung apa dia tak salah dengar? apa maksud nya istri? mas Anggara sudah beristri? tidak mungkin,, kenapa dirinya tidak tahu? itu yang ada di benak Azela. menatap tak percaya pak Agung.


"pak agung jangan bercanda ya,, pagi-pagi sudah bercanda yang tidak enak di dengar pula" Azela masih menyanggah ucapan pak agung berharap lelaki paruh baya itu bercanda dengan ucapan nya.


"siapa yang bercanda..apa kamu lihat di wajah saya ada raut bercanda? memang benar apa yang saya katakan. kalau tuan Anggara kesini bersama istri nya"


"ada apa pak? kok pagi-pagi sudah ribut? apa ada masalah pak?"


dua orang yang sedang berdebat itu seketika menghentikan perdebatan nya kala seorang wanita cantik dengan suara yang lembut menyela pembicaraan antara kedua nya spontan kedua nya mengalihkan atensinya pada wanita cantik yang berjalan anggun ke arah mereka dari dalam villa.


"eh, nyonya. maaf berisik ya? jadi ganggu istirahat nya" pak Agung menghampiri Renita dan sedikit menunduk kan wajah sesaat memberikan hormat pada wanita cantik itu yang di balas dengan senyuman tipis nya.


"kamu siapa?!" menatap lekat dan seperti tak suka Azela bertanya sedikit ketus pada Renita. tentu saja sikap nya itu mendapat tatapan tajam dari pak Agung.


"astaga non Azela.. sopan bicara mu!" geram pak Agung tak percaya dengan sikap lancang Azela


sementara Renita hanya tersenyum melihat sikap gadis muda yang berdiri di luar pagar villa.


"pak buka gerbang nya, kok tamu di biarkan di luar" alih-alih menjawab Renita menyuruh pak Agung untuk membuka gerbang pagar untuk Azela.


"tapi nyonya"


"nggak apa-apa pak" ucap Renita seraya mengangguk pelan ke arah pak Agung seolah berkata tidak ada masalah. dengan terpaksa pak Agung membuka gerbang pagar tersebut untuk Azela.


setelah gerbang pagar itu di buka dengan cepat Azela masuk dan berlari ke arah dalam villa dengan berteriak memanggil nama Anggara.Renita yang di lewati begitu saja mata nya membola tak percaya dengan sikap lancang gadis muda itu apalagi pak Agung dia pun ikut berlari menyusul langkah Azela ke dalam. dengan tujuan menarik keluar gadis lancang itu. wajah pria paruh baya itu merah padam karena marah dan malu menjadi satu kini dia rasakan. sedangkan Renita ikut melangkah masuk.


"mas...mas Anggara.. Kamu di mana mas!!"


"ASTAGA AZELA!!! kamu lancang sekali ha?? ingat kamu ini siapa!" Pak agung berhasil mencekal lengan gadis kurang ajar itu dan berusaha menahan langkah gadis itu yang sudah berjalan sangat dalam ruang villa tersebut dan arah nya menuju kamar di mana Anggara dan Renita beristirahat.


Renita yang sedari tadi hanya diam memperhatikan rasanya sudah sangat greget melihat sikap Azela yang sangat lancang.


"kamu siapa? dan ada keperluan apa kesini pagi-pagi?" tanya Renita memicingkan matanya ke arah Azela. dan gadis itu yang sibuk mencari Anggara, menoleh ke arah Renita menatap dengan tatapan selidik memindai tubuh Renita Dari atas kebawah lalu tersenyum miring

__ADS_1


"aku Azela teman kecil mas Anggara


dan mas Anggara berjanji akan kesini untuk membahagiakan aku untuk berada di sisi nya dan seperti nya hari ini mas Anggara datang untuk memenuhi janji nya pada ku. kamu siapa? apa hubungan mu dengan mas Anggara??" Azela dengan raut wajah sebentar tersenyum menjelaskan dan raut wajah nya berubah masam di ucapan terakhir nya.


Renita tersenyum tipis berusaha tenang walaupun dalam hati nya sudah bergemuruh tak karuan mendengar penuturan Azela. apa maksud nya suami nya mempunyai janji membahagiakan gadis ini?? tak di pungkiri hati Renita berdenyut sakit. tapi baru saja bibir nya terbuka untuk bicara..


"sayang...di mana kamu!" Renita yang memang berdiri menghadap ke arah pintu kamar nya melebar kan matanya melihat pintu kamar nya terbuka dan suaminya keluar masih dengan wajah bantal nya tapi bukan itu yang membuat Renita terkejut. penampilan Anggara yang hanya memakai celana kolor bewarna biru Dongker kebanggaan nya dan parah nya lagi tidak memakai kaos alias bertelanjang dada menampilkan tubuh atletis nya dengan roti sobek nya yang menggoda dan itu tidak akan di biarkan oleh Renita, tubuh seksi suami di nikmati oleh perempuan lain. maka itu dengan gerakan cepat Renita berlari menghampiri Anggara yang sudah di ambang pintu akan melangkah keluar.


"bang! masuk. pakai baju mu dulu cepat!"


Renita mendorong tubuh tegap suami nya ke dalam kamar dia tak rela kalau sampai Azela melihat tubuh seksi suami nya.


"eh, sayang..ada apa ini? kok kamu mendorong Abang sih?" protes Anggara dengan suara serak nya karena baru saja terbangun dari tidurnya yang langsung melangkah keluar kamar mencari keberadaan istri nya.


"iya, kamu pake kaos dulu..ada yang mencari mu tuh di luar seorang gadis" suara Renita terdengar ketus Anggara mengerutkan dahinya mendengar ucapan istrinya.


"seorang gadis?" gumam Anggara


sementara itu di luar Azela tertegun sejenak lalu melangkah hendak ke arah kamar tersebut tapi pak Agung dengan cepat menarik tangan gadis itu.


"eits, mau kemana kamu ha?! tunggu di sini! berani sekali sih kamu?!"


Azela menatap tak suka pada pak Agung.


"lepaskan tangan saya pak!"


"tidak akan saya lepaskan tanganmu kalau kamu masih punya niat nggak bener ya!"


"issh! iya, iya. saya akan tunggu di sini mas Anggara nya. sudah lepas tangan saya!"


akhirnya pak Agung melepaskan tangan Azela setelah yakin dengan ucapan Azela. dan tak lama Anggara dan Renita keluar dari kamar tersebut mendekati tempat Azela dan pak Agung berdiri.


"Azela?" sapa Anggara setelah meyakinkan penglihatan nya kalau itu Azela gadis yang sangat dia kenal sedari kecil di saat dirinya sering di ajak berlibur ke villa ini bersama mama Salma dan papa nya. dan Azela lah yang sering menemani nya bermain di villa ini gadis manis yang tinggal di area villa ini. abah nya yang bernama Jamali pria asli Lombok yang bertanggung jawab atas villa ini dan itu sudah tiga puluh tahun lelaki itu menjaga dan merawat serta bertanggung jawab atas keberadaan villa milik keluarga Handersson.


"mendengar suara deep menyapa pendengaran nya Azela yang masih terlihat berdebat dengan pak Agung, menoleh ke arah sumber suara tersebut dan dengan tersenyum lebar gadis itu melangkah Tergesa ke arah Anggara dengan merentangkan kedua tangannya mengambil ancang-ancang untuk memeluk Anggara tapi..


"wow..wow.. Azela tetap di tempat mu jangan mendekat"mata Anggara melebar melihat gerakan Azela yang seperti nya hendak... memeluk nya? oh tidak! otak ganteng nya masih berfungsi dengan baik Anggara mengangkat kedua tangan nya keatas menandakan kalau dia tak ingin Azela kurang ajar dengan memeluk tubuh nya dan itu akan memancing di air keruh karena ekor matanya melihat sang istri yang sama terkejut nya melihat sikap seenaknya Azela. gadis itu menghentikan langkahnya karena penolakan Anggara. wajah berenggut tak suka.


"mas... aku ingin memeluk mu,, aku kangen tahu" ucap Azela bibir nya mengerucut. suara terdengar merajuk manja astaga.. Renita benar-benar sudah di ambang sabar nya melihat sikap tidak tahu diri gadis muda yang ada di hadapan nya ini terlepas hubungan apa yang terjalin di antara suami nya dengan gadis itu, yang jelas Renita tidak suka. dan tidak akan membiarkan gadis ini bertingkah semaunya.


"apa kamu tidak punya malu hey Azela! yang akan kamu peluk ini suami ku, dan kamu siapa ha? berani nya bersikap tak tahu diri dengan suami orang" ucap Renita gatal rasanya mulut nya sudah tak tertahankan lagi untuk bicara.


"sayang" Anggara menatap lekat wajah istrinya seolah keberatan dengan ucapan kasar istri nya.


"kenapa bang? kamu tidak suka apa yang aku ucapkan tadi pada gadis kurang ajar ini?" cecar Renita menatap kecewa suami nya kalau itu benar apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


lalu Renita menatap tajam Azela dan Anggara bergantian.


"ooh.. apa kamu mau menepati janji kamu ke gadis ini untuk memberikan kebahagiaan iya?"


"maksud nya?" tanya Anggara tak mengerti dengan perkataan istri nya.


Renita tersenyum miring.


"mas, bukan kah kamu dulu pernah berjanji akan membahagiakan aku untuk berada di sisi mu setelah aku dewasa ya kan? itu janji mu dulu pada ku mas dan sekarang


aku menagih janji mu itu" Azela menjawab sebelum Renita bicara lagi. Anggara tertegun sejenak mendengar penjelasan Azela yang mengingat kan akan ucapan nya pada sepuluh tahun yang lalu. Anggara terdiam menatap lurus Azela tatapan yang entah di artikan apa yang jelas itu membuat Renita kecewa dadanya terasa panas.


hening


ketiga orang berlainan usia dan jenis itu terdiam dengan pemikiran masing-masing Azela menatap lekat wajah pria yang telah lama dia tunggu kedatangan nya. menunggu apa jawaban dari pria tampan itu Anggara menoleh ke istri nya yang berdiri di sebelah nya yang sedang menatap kecewa dan seperti menunggu penjelasan dari dirinya.


Anggara meraih pinggang istri nya merangkul nya erat merapatkan tubuhnya pada dirinya kemudian menatap lurus ke arah Azela gadis kecil yang dulu selalu menemani hari-hari nya ketika dirinya berada di Lombok dan Anggara akui selama itu dirinya nyaman berada di samping Azela gadis manis dengan kulit sawo matang yang selalu ceria mewarnai hidup nya yang sepi saat itu. tapi hanya itu yang Anggara rasakan tidak lebih.


"maaf kan aku Azela. seperti nya aku tidak bisa menepati janji ku padamu karena sudah ada seseorang yang aku cintai di sisi ku dan memenuhi kehidupan ku dan maksud perkataan ku waktu itu hanya lah untuk sebatas persahabatan" walaupun ucapan Anggara seperti menjelaskan posisi nya dan posisi gadis itu namun bisa Renita dengar rasa sesal Anggara pada gadis itu benar kah? sekali lagi Renita merasakan sesak di dadanya. dia hanya tersenyum miris.


"mas! kamu nggak boleh begitu,, kamu harus nepatin janji mu!" Azela setengah teriak tidak terima dengan jawaban Anggara. sungguh tidak tahu malu. dan lebih kurang ajar nya lagi gadis itu bergerak mendekat pada Anggara dan dengan cepat meraih tangan Anggara yang masih bebas tak peduli Renita yang menatap tak percaya sekaligus tidak suka melihat sikap nya. tidak hanya Renita Anggara pun demikian, kaget dengan tindakan berani Azela yang akhirnya mendapatkan gerakan refleks Anggara yang mengentak kuat tangan Azela yang menggenggam erat tangannya.


"Azela,,jaga batasan mu.. aku ini bukan pria single yang bisa seenaknya kamu bersikap. ada istri ku di sini kamu jangan menjadi perempuan tak punya adab Azela!"


Azela menggeleng kan kepala nya dengan tatapan nanar nya pada Anggara.


"aku sudah menunggu lama untuk mu mas.. aku pikir kedatangan mu kesini untuk memenuhi janji mu pada ku"


"astaga AZELA..." Anggara menggeram frustasi mengusap wajah nya kasar tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Azela yang sangat keras kepala.


melihat drama yang makin menyesakkan dan rasanya Renita sudah muak melihat nya lalu dia melepaskan tangan suaminya yang merengkuh pinggang nya dan itu membuat Anggara menoleh kaget ke arah istrinya.


"kenapa sayang?" tanya Anggara bingung karena Renita melepaskan dengan kasar tangan nya.


Renita menatap lekat suami nya dan menghirup udara sebanyak mungkin seolah baru saja keluar dari ruangan yang pengap tanpa udara.


"sebaiknya kamu urus dulu cerita lama dan janji mu pada gadis ini bang, aku akan menerima apapun keputusan mu.aku tidak akan menghalangi keputusan mu" ucap Renita datar mata Anggara mengerjap berkali-kali mencerna ucapan sang istri dan.. tanpa menunggu balasan suami nya Renita melangkah keluar dari dalam ruangan itu.


"sayang! hey!! mau kemana kamu?!"


Anggara yang baru sadar istri berjalan keluar dari ruang itu berjalan cepat ke arah keluar menyusul istri nya. tapi baru saja beberapa langkah dia berjalan, tangan nya di cekal oleh Azela.


*


TBC...

__ADS_1


__ADS_2