Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
saya memang calon suami Renita.


__ADS_3

"gurame asam manis, tutug oncom, kangkung seafood, dan seporsi tempe goreng. untuk minum nya jus jeruk saja dua. gimana Ren, kamu suka menu yang tadi aku sebutkan?" tanya Anggara


"ya sudah, aku ikut saja terus terang aku kurang tau menu khas Sunda, jadi nggak ada salahnya mencoba"


jawab Renita mencoba mengikuti apa yang di pesan oleh Anggara.


Anggara tersenyum lalu melipat buku menu lalu memberikan nya pada pramusaji yang sibuk dengan catatan nya.


"baik pak, kalau begitu di tunggu pesanan nya, permisi" setelah itu pramusaji itu pergi.


"Ren, aku mau ke toilet dulu ya, kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar?"


"tentu, silahkan, aku nggak apa-apa"ucap Renita tersenyum mempersilahkan Anggara untuk pergi ke toilet.


sementara Anggara ke toilet, Renita menyibukkan diri nya dengan bermain dengan ponselnya melihat medsosnya. di saat Renita sedang asik dengan gadget nya..


"Renita??" sapa seorang perempuan pada Renita.gadis itu mendongak karena posisi Renita berleseh ria. melihat siapa yang menyapa nya seorang wanita cantik dan pandangan nya turun pada perut wanita itu yang membuncit.


"siapa ya?" tanya balik Renita pada wanita yang menyapa nya Renita menatap lekat wanita yang sedang hamil yang menyapa nya. Renita mencoba mengenali wanita itu.


"kamu nggak inget aku Ren,? aku Widya mantan Puteri kampus masa kamu lupa kita pernah satu kos lho sama kamu.. walaupun sebentar" ucap wanita yang bernama Widya dengan sangat antusias mencoba memperkenalkan dan mengingat kan diri nya pada Renita.


Renita menyipitkan matanya mencoba menggali ingatan nya sosok wanita yang memang cantik yang berdiri di hadapan nya.


"oh, Widya Nitama ya?" balas Renita sedikit ragu.dan memang benar Widya pernah satu kos dengan dirinya walaupun sebentar karena tak lama wanita ini pindah bersama pacar nya ke apartemen.


'iya,bener aku Widya Nitama kamu di Bandung lagi main? atau ada pekerjaan? kamu udah nikah?" serentetan pertanyaan keluar l dari mulut Widya kemudian dengan santai nya wanita hamil itu mengambil posisi duduk di depan Renita.


"kamu tinggal di sini Wid? dengan suami mu?" Renita tidak menjawab pertanyaan Widya malah dia bertanya balik pada Widya.


"oh, iya.aku tinggal di Bandung.aku di sini dengan suami ku bekerja sebagai manager di hotel Handers"


"oh ya, hamil anak ke berapa?"


bukan nya itu hotel milik Anggara yang kemarin aku nginep? gumam Renita dalam hati.


"yang pertama, kamu gimana? apa kamu sudah menikah? sudah anak berapa?" todong Widya langsung

__ADS_1


"belum, aku belum nikah mungkin sebentar lagi" jawab Renita datar


"oh ya, kenapa kamu belum nikah Renita,usia kita kan pantes nya sudah menikah dan punya anak"


seloroh Widya tanpa beban.


Renita tersenyum tipis merespon ucapan Widya yang terkesan menyentil.


"kamu kerja di mana Ren?" tanya Widya lagi.


"aku jadi dosen di tempat kampus kita dulu" terang Renita.


"oh ya? wah enak banget kamu bisa ngajar"


"kalau kamu?" tanya Renita.


"aku buka butik di sini kamu boleh mampir ke butik ku Ren" ucap Widya antusias.


"wah, hebat nanti kapan-kapan aku pasti mampir ke butik mu"


"oke, aku tunggu ya"


kedua wanita itu menoleh bersamaan ke arah Anggara yang sudah berdiri di arah belakang Renita Widya tertegun melihat Anggara. pandangan seperti ingin menerkam pria bule itu.


"oh, kamu sudah kembali Anggara.kenalin ini teman kuliah ku Widya Nitama mantan Puteri kampus" Renita dengan lengkap memperkenalkan wanita hamil yang ada di temannya.


"oh" hanya itu jawaban Anggara dengan wajah datar nya tersenyum tipis hanya untuk menunjukkan ramah nya.


"i_ini siapa Renita?" tanya Widya terbata dengan tatapan takjub melihat Anggara pria tampan berwajah bule yang berdiri di samping Renita.


Ck, lagi hamil aja mata nya begitu lihat lelaki. nggak sadar sama perut! gumam Renita dalam hati merasa kesel dengan tatapan Widya yang lapar melihat Anggara.


"oh, ini kenalin calon suami ku Anggara" ucap Renita memperkenalkan pria yang berdiri di samping nya.


"CALON SUAMI???" ucap Widya kaget.


"iya" balas Renita dengan nada jengah karena melihat expresi wajah Widya yang penuh minat melihat Anggara.

__ADS_1


sementara Anggara duduk di sebelah Renita. mendengar kan interaksi kedua wanita yang ada di depan nya.


"ah, yang bener kamu Ren, kalau bercanda jangan kelewatan dong,masa cowok muda seperti ini calon suami mu"


mata Renita melebar karena ucapan Widya.


"lho maksud mu apa Wid?"


"ya, pantes nya, calon suami mu itu ya seumuran atau di atas umur kita gitu Ren" ucap Widya seolah tak terima Renita mempunyai calon suami yang sangat tampan dan muda pula.


"masa sih, apa aku sudah ketuaan buat punya calon suami muda?!" sahut Renita mulai terpancing emosi nya karena ucapan Widya yang terkesan merendahkan.


"saya memang calon suami Renita mbak, ini" Anggara sudah merasa ilfel dari tadi dengan sikap widya yang seolah memojokkan Renita menyela pembicaraan dan menunjukkan cincin pertunangan mereka dengan mengangkat tangan kiri Renita menunjukkan cincin pertunangan yang melingkar di jari manis kiri mereka berdua.


Widya diam, matanya menajamkan ke ke arah cincin yang melingkar di jari manis Anggara dan Renita.


lalu merasa sudah yakin Widya mengalihkan pandangannya pada Renita dan Anggara bergantian.


"sial! tampan banget calon Si Renita.jangan sampai Suami ku nyusul kesini.eh, tiba-tiba Widya ingat dengan suami nya yang dia tinggal kan di ruang depan resto tersebut. dengan tergesa, karena tadi dia izin dengan suami nya untuk pergi ke toilet. wanita hamil itu berdiri dari duduknya walaupun dengan susah payah karena perut buncit nya.


"eh, maaf ya Ren, seperti nya aku harus kembali ke meja depan takut suami ku nyariin.dan baru saja Widya akan turun dari bale-bale langkah nya terhenti karena yang di khawatir kan menjadi kenyataan.


seorang pria berusia tiga puluh lima dengan postur tubuh sedikit tambun sudah berdiri di depan Widya dengan wajah heran menatap Widya.


"mami, kamu ngapain di sini? katanya mau ke toilet..kok.. belum selesai pria itu bicara tatapannya tertuju ke Anggara.


"lho,pak Anggara? di sini pak?" tanya sapa pria itu ramah pada Anggara wajah pria itu kaget melihat Anggara berada di resto tersebut.


"iya pak Gusti , saya bersama calon istri saya Renita" balas Anggara tersenyum tipis merespon.tentu saja membuat Widya lagi-lagi kaget karena suami nya kenal dengan Anggara.melihat expresi istri yang seperti itu pria itu mengerti.


"ini pak Anggara mami, pemilik hotel tempat papah bekerja" jelas pria yang bernama Gusti itu.


"benarkah?" ucap Widya tak percaya ternyata suami nya bekerja di hotel milik calon suami Renita.wajah wanita hamil itu merah padam merasa tak enak hati.


"pap, sudah yuk kita kembali ke meja kita, nanti makanan kita keburu adem" Widya menarik tangan suaminya untuk pergi dari hadapan Renita dan Anggara.


*

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2