Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Bucin akut.


__ADS_3

Adam yang sedang menonton tv di ruang tengah dengan sela saling pandang,pasal nya mereka mendengar deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah nya.


"mas itu mungkin Anggara mengantar Renita pulang" ucap Sela


Adam yang sedang memangku laptop di paha liat nya memindahkan barang tersebut ke atas meja kecil yang ada di samping nya, kemudian melepaskan kacamata tipis yang bertengger di hidung mancung nya. lalu kembali menatap Sela.


"dari mana kamu tahu itu Anggara mi? sok tahu kamu" Adam hanya menggeleng kan kepalanya pelan merespon ucapan istrinya yang menurutnya sok tahu.


"ya tahu ajah, sudah beberapa kali Anggara datang ke sini dan tak pernah ganti mobil nya tentu aku bisa mengenali suara mesin mobil nya" jelas Sela percaya diri


Adam hanya tersenyum tipis mendengar penjelasan Sela


"wah, sedetail itu kamu mi?" puji Adam


Sela tersenyum tipis menanggapi ucapan suaminya yang entah memuji nya, atau meledek nya.


tapi bila di dengar dari nada bicaranya sih seperti nya meledek dirinya tapi masa bodoh lah pikir Sela seperti itu.


"eh, tapi kok mereka dari tadi belum ada tanda-tanda masuk ya?" ucap Sela merasa aneh


Adam berdiri dari duduknya


"mau kemana kamu mas?" tanya Sela meraih lengan besar Adam.


"aku mau lihat keluar.apa benar itu mobil Anggara seperti tebakan mu, aku juga heran kalau itu mereka, kenapa tidak langsung masuk?" gumam Adam yang masih bisa di dengar oleh Sela.Wanita itu ikut berdiri


"ya sudah kalau begitu kita lihat bersama mas, aku juga jadi penasaran" timpal Sela seraya berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah suami nya berjalan ke arah pintu. Adam menarik handle pintu utama perlahan dan ketika pintu itu sudah terbuka langkah Adam dan Sela terhenti di ambang pintu sejenak


"mas" ucap Sela menoleh ke arah wajah suaminya yang menegang Sela menjadi khawatir.bukan karena melihat pemandangan yang dia lihat


tapi Sela khawatir dengan raut wajah Adam yang terlihat tidak senang.sela buru-buru memegang tangan kekar suami nya dengan kedua tangan nya dengan lembut


Adam menoleh sekilas ke arah istrinya dia mengerti maksud istrinya yang mencoba menenangkan diri nya.melihat Renita dan Anggara dengan posisi sangat intim membuat dada Adam bergemuruh dengan emosi nya walaupun dia sadar Renita dan Anggara hanya tinggal menghitung hari saja akan menjadi pasangan yang sah secara agama dan hukum tapi tetap saja apa yang sedang dia lihat sekarang adalah salah. dan sebagai seorang kakak dari pihak perempuan tentu saja Adam tidak terima karena merasa di rugikan


dengan sikap Anggara.

__ADS_1


Adam bisa bersikap seperti itu karena sewaktu dia mendekati Sela dirinya tidak pernah berbuat lebih jauh pada Sela hanya berpegang tangan saja yang pernah dia lakukan selama mengenal berpacaran dengan sela itupun hanya beberapa kali


karena selanjutnya mereka melakukan hubungan secara "LDR"


Sela yang melanjutkan S2 nya di Amerika dan Adam yang tetap menunggu cinta nya di Indonesia


dengan sabar menunggu sang kekasih nya selama lima tahun.


Adam berjalan keluar mendekati kedua anak muda yang sedang di mabuk cinta itu.


kheem! Adam akhirnya mengeluarkan deheman nya agar kedua manusia yang terlihat intim itu menyadari keberadaan nya dengan wajah yang masih menegang.dan benar saja Anggara dan Renita menoleh ke arah nya dengan tatapan terkejut. kontan saja kedua nya langsung menjauh kan diri nya masing-masing


Renita wajah nya terlihat pias, sedangkan Anggara terlihat santai?


apakah pria itu tidak merasa bersalah dengan sikap nya tadi yang di ketahui oleh dirinya? apa pria tampan itu hanya berusaha tidak gugup di depan nya pikir Adam seperti itu dengan wajah gusar nya


menginterupsi kedua nya


"Renita sebaiknya kamu masuk sudah malam" ucap Adam masih berusaha mengendalikan kegusaran nya.


"i_iya mas" sahut Renita lalu menepis tangan Anggara yang masih berada di pinggang.


gumam Renita dalam hati nya merutuki Anggara yang sangat berani mati dengan tindakan nya.


di bawah tatapan Adam yang setajam pedang milik sultan Bahrain


yang siap menebas leher musuh di Medan perang.


pria itu hanya tersenyum lebar tanpa beban menanggung sentakan tangan Renita dari pinggang nya


dan dengan sikap tenang pria itu sedikit menunduk kan kepala nya tanda memberikan hormat nya pada Adam.


"selamat malam mas, mbak. kalau begitu saya permisi karena sudah malam"


pamit Anggara tersenyum tipis terlihat canggung.karena memang waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam dirinya tidak mungkin untuk duduk kembali di rumah Adam tubuh nya pun rasanya sudah sangat penat ingin cepat sampai ke rumah nya untuk beristirahat.

__ADS_1


"kamu tidak mampir dulu Anggara untuk minum teh hangat?" Sela yang sedari tadi hanya diam maju berdiri di sebelah suaminya, menawarkan Anggara untuk mampir.


Anggara tersenyum ke arah Sela


"tidak, terima kasih mbak Sela, sepertinya saya harus pulang


karena sudah malam" Anggara menolak halus ajakan Sela yang entah hanya sekedar basa-basi saja atau itu ajakan tulus tapi yang jelas


Anggara akan pamit pulang dan itu lebih baik, pikir nya seperti itu.


"itu lebih baik"gumam Adam pelan yang bisa di dengar jelas oleh Sela yang berdiri di samping nya.


Adam langsung mendapatkan sikutan tajam dari Sela di perut liat nya hanya bisa meringis menoleh ke arah Sela seraya tangan mengusap usap jejak sikutan Sela di perut liat nya yang lumayan sakit


"sakit mi" lirih Adam


Sela melirik tajam ke arah suaminya itu.


"biarin, nggak bisa nahan emosi kamu mas" ucap Sela, sebal.


Anggara mengulum senyum nya melihat itu.


setelah pamit Anggara benar-benar pergi meninggalkan rumah Adam


sepanjang perjalanan nya pria bule nan rupawan itu terus saja mengukir senyum di wajah nya karena pikiran nya saat ini sedang memutar semua kejadian seharian ini dengan gadis pujaan hati nya yang sangat membuat dirinya bahagia.


"ah, Renita.. rasanya aku sudah tidak sabar ingin tinggal satu atap, dan satu ranjang dengan mu sebagai istri sah ku" ucap Anggara bicara sendiri berpikir fulgar tentang Renita tak sadar tangan nya meremat stir mobil nya karena tiba-tiba saja angannya itu berhasil membangkitkan sesuatu di bawah sana. dan pria tampan itu sadar, menurunkan sekilas pandangan nya ke arah sesuatu yang mengembang di antara kedua pahanya liat nya dan..


Hahaha.. astaga Anggara.. hanya membayangkan Renita saja aku sudah seperti ini.. RENITA.. kamu harus tanggung jawab!" Anggara tertawa dan bicara sendiri sedikit lantang di dalam mobil nya merutuki dirinya sendiri karena telah berpikir yang iya-iya tentang gadis pujaan hati nya.


mobil Pajero sport bewarna hitam legam itu terus melaju menembus keramaian jalan ibukota yang macet dan gelap nya malam yang di terangi dengan cahaya lampu-lampu jalan ibukota serta gedung pencakar langit yang dia lewati. hanya deru mesin mobil nya saja yang menyahut teriakan nya itu seperti nya Anggara sudah bucin akut pada gadis pujaan nya sehingga membuat pria yang mempunyai tingkatan IQ di atas seratus dua puluh itu, seperti nya tidak berpungsi saat ini karena sedang tertutup oleh cinta pada gadis pujaan hati nya yang hanya tinggal menghitung hari akan menjadi istri sah nya dan ratu dalam rumah tangga nya.


"MY GOD... i'm crazy because of you


RENITA"

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2