
setelah semua urusan cek out selesai, Anggara dan Renita berdiri di depan lobi hotel menunggu mobil yang menjemput mereka, datang menjemput nya ah tidak, tepat nya menunggu Johan datang menjemput mereka berdua.
dengan wajah yang berbinar binar dan fresh Anggara dengan mesra nya merangkul mesra pinggang istri nya sesekali memberikan kecupan manis di surai istri nya. tak sadar kalau wajah Renita terlihat masam tepat nya terlihat lelah dan gusar.
mereka tak sadar menjadi perhatian setiap orang yang melewati nya entah itu yang mengagumi ketampanan Anggara atau merasa iri akan kemesraan mereka berdua.
"kenapa kamu sayang?"
Anggara bingung melihat raut wajah istrinya yang kelihatan gusar?
Renita hanya mendengus kasar merespon ucapan Anggara.
tak juga mendapat kan jawaban dari sang istri membuat Anggara bingung. lalu Anggara melepaskan rangkulan tangan nya. sedikit memajukan tubuhnya agar bisa melihat lebih tegas wajah istrinya sembari satu tangan nya menangkup pipi istri nya.
"kamu kenapa sayang? kok seperti nya marah?" tanya Anggara lagi
belum sempat mendapat sahutan dari sang istri. Johan datang dengan sebuah mobil Mercedes Benz bewarna hitam, berhenti tepat di depan sepasang sejoli itu.
Johan turun dari mobil untuk membuka pintu mobil untuk kedua majikan nya itu kemudian mengambil tas kecil yang mungkin berisi beberapa lembar pakaian milik kedua majikan nya ke dalam bagasi mobil.
"silahkan bos"
Anggara mengangguk pelan pada Johan dan menarik tubuh istrinya untuk masuk ke dalam mobil mewah tersebut. dengan wajah yang masih di tekuk habis, Renita masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh sang suami. Renita duduk dan langsung menyandarkan tubuh dan kepala nya ke kursi mobil dengan nyaman memejamkan matanya. karena jujur saja selama di hotel tidur nya benar-benar tidak teratur cenderung berkurang karena ulah suami nya yang terus saja mengganggu kenyamanan tidur nya.
Anggara membelai lembut pipi halus istri nya dan
cup.
mata Renita terbuka lebar, melayangkan tatapan tajam pada suami nya.
"bang!"
"apa sayang"
"malu,ada mas Johan"
"mas Johan?"
"iya"
"panggil Johan, jangan pake mas"
telinga Anggara terasa panas ketika Renita memanggil Johan dengan sebutan mas.kelihatan sekali raut tidak suka Anggara terpampang.
"nggak sopan lah, masa panggil nama" protes Renita
"nggak apa-apa, pokoknya panggil Johan saja, nggak pake mas segala!" pungkas Anggara.
"issh!
kesal Renita tidak mengerti sikap Anggara yang aneh dan meributkan hal yang sepele menurut nya.
Renita menggeser posisi duduknya terus,h hingga mentok di pintu mobil dan memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.
"kamu kenapa sih sayang, aku perhatikan sedari keluar dari hotel, wajah mu cemberut gitu? kenapa? apa ada salah dengan suami mu ini?" tanya Anggara penasaran karena tidak nyaman melihat wajah istrinya yang terus saja manyun.
walaupun itu tetap saja di mata Anggara, sangat menggemaskan dan membuat dirinya ingin melahap bibir istrinya tapi keinginan nya itu berusaha dia tahan karena pasti lah istri nya ngamuk bila itu terjadi secara ada Johan di dalam mobil
walaupun pria berambut cepak itu diam, menatap lurus ke arah jalanan tidak perduli yang terjadi di kursi belakang. seakan menulikan pendengaran nya. wajah nya yang datar, tetap fokus dengan jalanan di depan nya.
__ADS_1
"iya ada!" sahut Renita cepat dengan nada datar wajah nya masih ke arah jendela mobil
"benarkah? apa? katakan" cecar Anggara tak sabar sekaligus kaget
karena dia tidak merasa punya salah pada istrinya saat ini.
seketika semburat merah merona tercipta di wajah cantik Renita dengan sedikit terbata dia berkata,
"pagi-pagi aku kamu buat mandi dua kali, katanya sebentar tapi mana? dua jam kamu ngebajak aku nggak ada berhenti nya. aku capek sekarang!"
oh itu, yang membuat istri nya sedari tadi menekuk wajahnya.. seperti dompet tanggung bulan atau Dompet tak berisi, dan itu tidak berlaku dengan Anggara karena dompet istri nya pasti lah akan selalu penuh terisi dan dia menjamin itu.
author; sombong kamu Anggara!
Anggara; "tentu saja, itu kan salah author yang bikin Anggara kaya, jadi nggak salah dong kalau saya sombong sekarang"
author; " ya wes, lanjut, karep mu Anggara"
Anggara; " oke, lanjut ke lakonan"
Anggara mengulum senyum nya karena merasa gemas
dia pun menggeser posisi duduknya mendekati istrinya dan menarik pinggang istri nya dan..
AAKh..bang!" pekik Renita tertahan sadar dirinya sedang berada di dalam mobil, juga ada Johan di dalam nya Renita yang kaget karena dengan tiba-tiba sudah ada di atas pangkuan suami nya Renita refleks menutup mulutnya dengan satu tangan nya sedangkan satu tangan nya menahan dada bidang Anggara agar lelaki itu tidak merealisasikan apa yang ada di pikiran Renita.
apa emang nya Ren yang di dalam pikiran mu?
bola mata biru milik Anggara bergerak liar menyapu wajah cantik istri nya. lalu dia pun membisikkan sesuatu di telinga Renita sehingga nafas hangat nya menerpa kulit leher jenjang nya dan itu membuat Renita meremang sempurna.
"tapi kamu tadi sangat menyukai nya kan sayang.. apa kamu lupa? tadi kamu yang sangat liar bergerak di atas tubuh suami mu ini, mengerang nikmat menikmati sesi bercinta kita"
wajah Renita sekarang benar-benar tidak tertolong lagi warna kulit yang putih bersihnya, sekarang seperti warna kepiting rebus dan benar apa yang di katakan oleh suami nya itu tadi, betapa liar nya dirinya bergerak di atas tubuh suaminya malah menolak suami nya mendominasi percintaan tadi karena
dirinya lah yang memimpin setengah ronde percintaan nya tadi. hingga dirinya meledak beberapa kali hingga menyerah, barulah suami nya mengambil alih dan membuat dirinya tidak berdaya selama percintaan yang sangat luar biasa tadi.wajah Renita terasa panas saat ini ketika kembali terbayang percintaan babak terakhir tadi yang memakan waktu hingga dua jam karena dengan berbagai gaya dan tempat.
"Anggara pramuja Subianto!" pekik Renita sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Anggara.
"iya sayang, itu nama suami mu yang tampan sejagat raya" sahut Anggara dengan percaya diri di susul dengan kekehan nya
senang sekali menggoda istrinya dan seperti nya itu kegiatan baru yang sangat menghibur diri nya apa lagi kalau sudah melihat rona malu di wajah istrinya sangat menggemaskan dan membuat hari nya seperti di penuhi oleh bunga penuh warna.
"aucwh! sakit sayang..kok nyubit" Anggara terdengar memelas tapi lebih terdengar seperti merajuk manja, tepat nya seperti *******.membuat Renita melebarkan matanya tak percaya apa yang dia dengar dari mulut Anggara.
Renita mendarat kan cubitan kecil namun pedas di tangan kekar Anggara.
"bang sudah, malu sama Johan" rengek Renita karena Anggara terus saja menggoda nya seperti tidak perduli dengan kondisi istri nya, Anggara melesakan wajah nya di ceruk leher Renita bahkan tidak hanya itu, Anggara memberikan sesapan serta gigitan kecil nan lembut di tulang selangka milik istri nya.
"bang" lirih Renita mencoba menyingkirkan kepala Anggara dari ceruk leher nya.
"biarin, abaikan Johan. dia sedang fokus dengan jalanan liat saja dia tidak terganggu sama sekali dengan kegiatan kita sayang" ucap Anggara tak mau tahu dan tak tahu malu.
"bang!"
"Johan, apa kamu mendengar semua yang terjadi di belakang ini?" alih-alih menanggapi protes Renita Anggara malah dengan sengaja menegur asisten nya itu.
dan liat saja, Johan sama sekali tidak menyahut sapaan Anggara.
Anggara tersenyum puas melihat reaksi Johan malah, pria berwajah datar itu menekuk spion dalam yang mengarah ke arah belakang agar dia tidak melihat apapun yang terjadi di belakang kursi kemudi nya. dan Anggara kembali menatap nakal istri nya yang masih di atas pangkuan nya.
__ADS_1
"see? Johan tidak mendengar apapun yang terjadi di sini sayang" ucap Anggara Santai
Renita hanya menatap tak percaya pada suami nya dan Johan sang asisten suami nya.
Anggara pun mengerat kan pelukan nya pada tubuh istrinya melingkar kan kedua tangan nya di pinggang ramping sang istri menempel kan pipi dingin nya ke wajah hangat istrinya menggesek gesekkan pipinya dengan nyaman.
"maaf kan aku sayang, kamu lelah karena melayani hasrat suami mu ini" ucap Anggara pelan nyaris berbisik.sementara Renita hanya terdiam meresapi setiap gesekan wajah suaminya di pipinya matanya terpejam tak ada kata yang keluar dari mulut nya karena dia tak tahu harus berkata apa, karena sebenarnya mengerti, hasrat suami nya yang sedang mengebu-gebu nya.tapi tetap saja Renita sangat kesal karena ulah suami nya itu rasanya tubuh nya terasa remuk.
"aku tidak menyangka diri mu sangat mesum, bahkan lebih mesum dari kita masih berpacaran"
keluh Renita pelan.
Anggara terkekeh mendengar ucapan istrinya,ah tidak. lebih tepatnya protes.
"jelas lah sayang.. aku tidak akan bertindak jauh di saat kita belum halal.tapi sekarang? aku tidak akan menahan nya lagi tentu saja.semua aku tumpahkan keinginan ku ini pada istri ku tercinta yang cantik ini"
Anggara mencium sekilas bibir Renita yang di poles dengan lipstik berwarna pink muda.
"tetap saja kelewat mesum!"
"itu namanya cinta sayang " elak Anggara.
"mesum!" kekeuh Renita mencebik merespon sanggahan Anggara.
pria tampan bernetra biru itu pun hanya terkekeh kecil menanggapi Omelan istri cantik nya. dan hanya membelai lembut rambut bagian belakang milik istri memberikan ketenangan .
tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah masuk ke dalam pekarangan rumah Adam.
"kita sudah sampai bos" ucap Johan datar karena dia melihat kedua sejoli yang masih di mabuk cinta itu tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di tempat tujuan karena saking asyiknya berdebat mesra.
"sudah sampai?" ucap Renita wajah nya terlihat berbinar bahagia karena sudah sampai di rumah kakak lelaki nya yang dia rindukan karena sudah tiga hari ini dia tinggalkan.
dengan segera Renita turun dari pangkuan suami nya tapi Anggara menahan nya lalu tanpa ragu langsung melahap bibir istrinya itu dengan intens memyesap nikmat bibir ranum itu menjelajahi seluruh ruangan rongga mulut manis milik istri itu dengan rakus.
aahh.. suara syahdu lolos dari mulut sang istri membuat Anggara terbakar gairah. dan semakin dalam cumbuan nya di bibir itu menghisap, mengigit pelan bibir ranum Renita dan kembali mendorong benda pipih tak bertulang milik nya ke dalam rongga mulut Renita. hingga Renita memukul pelan pundak lebar nan kekar suami nya karena dia sudah kesulitan untuk bernafas akibat serangan panas suami nya yang tiba-tiba. dan Anggara pun pelan-pelan melepaskan tautan bibir nya perlahan sambil menarik-narik bibir bawah istrinya dengan bibir nya
menuntaskan gairah karena cumbuan nya. tersenyum melihat bibir ranum istri nya menjadi sedikit bengkak dan memerah karena ulah nya.menyisir bibir itu yang basah dengan saliva mereka berdua dengan jari jempol nya, memandangi keseluruhan apa yang ada di tubuh istrinya dengan tatapan penuh damba.
"bibir ini selalu menjadi candu untuk ku, tubuh ini selalu membuat aku mabuk tidak berkesudahan" ucap Anggara. menyentuh setiap titik tubuh yang dia ucapkan penuh hasrat di setiap nada bicaranya.
Renita hanya terdiam wajah nya merona dan jujur hati nya saat ini sangat bahagia mendengar segala perkataan manis suaminya.
"sudah,kita turun.liat tuh mas Adam dan mbak Sela sudah menunggu kita" ucap Renita sedikit terbata karena malu. Johan sudah menunggu berdiri di luar mobil sedang bicara dengan mas Adam yang berdiri di depan beranda depan rumah.
"aku mencintai mu sayang, istri ku yang cantik" ucap Anggara mesra menatap memuja pada sang istri. tidak perduli dengan orang yang di luar sana yang sedang menunggu nya keluar dari mobil.
Renita tersenyum manis membalas tatapan cinta suami nya dengan tatapan mata nya yang juga sama dengan penuh cinta.
"aku juga sangat mencintai mu my hubby" kemudian Renita masuk ke dalam pelukan suami nya. tapi itu hanya sebentar karena dia sadar dia harus turun dari mobil.
"ayo turun" Renita pun turun dari pangkuan suami nya dan kali ini tentu saja Anggara melepaskan rangkulan tangan nya agar istrinya bisa turun dari atas pahanya.
Renita membenarkan penampilan nya yang sedikit berantakan serta rambutnya yang acak-acakan, karena ulah suami nya sebelum turun dari mobil dan setelah merasa semua nya terlihat baik-baik saja Renita begitu juga Anggara, keluar dari mobil. Sela yang melihat terlebih dahulu Renita keluar dari mobil, langsung menghambur ke arah Renita dan dengan heboh nya wanita cantik berusia Tiga puluh enam tahun yang masih terlihat cantik dan sempurna itu, berteriak memanggil Renita.
"Renita!! ya Tuhan.. apa kamu baik-baik saja??"
*
TBC...
__ADS_1
,.