Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
HOT


__ADS_3

Renita tertegun sejenak hanya berdiri tanpa masuk ke dalam pintu lift yang sudah terbuka.kesadaran kembali saat..


"Anda mau ikut masuk apa tidak Bu?" tanya salah satu orang pria yang ada di dalam lift tersebut.


"oh, iya.maaf" Renita pun dengan tergesa masuk ke dalam lift di sebelah kanan bagian depan sedangkan Raga berdiri di kiri bagian belakang tempat Renita berdiri.


Ting!


pintu lift terbuka di lantai satu.


Renita pun kembali dengan tergesa keluar dari lift tersebut menuju Restoran yang memang awalnya dia ingin sarapan pagi dulu sebelum seminar di mulai Renita berjalan cepat menuju Restoran, langkah nya berhenti manakala Suara pria yang dia kenal itu memanggil nya


"Bu Renita" panggil Raga yang berjalan dengan langkah lebar nya berusaha mengejar langkah Renita.tapi gadis itu tidak menoleh, ketika Raga memanggil nya. dan Raga tahu bukan berarti Renita tidak mendengar suara nya gadis itu terus saja melangkah.


"Renita Khadijah" Raga kembali memanggil gadis itu dengan nama lengkap Renita tanpa ada embel-embel lain nya.membuat gadis itu mau tidak mau menoleh ke belakang tepat nya ke arah Raga.Renita memicingkan matanya menatap Raga.


sedangkan pria itu tersenyum tipis melihat reaksi Renita.Raga berjalan cepat mendekati Renita dan..


Renita melebar kan matanya tak kala Raga dengan berani nya menarik lengan kecil Renita..


"pak Raga hei! mau apa kamu?! lepasin tangan saya pak!"


"ikut saya dulu sebentar Ren, saya mau bicara" Raga menarik gadis itu ke sebuah ruang kosong untuk penyimpanan alat-alat cleaning servis.


Cklekk!


Raga menarik handle pintu ruangan itu dan masuk ke dalam nya dengan tangan nya masih mencekal lengan Renita.


"lepas tangan saya pak" Renita memutar lengan nya yang di pegang kuat oleh Raga,tapi cekalan tangan Raga sangat kuat sehingga Renita tak mampu untuk melepaskan tangan nya.


"pak, lepasin tangan saya! sakit" rintih Renita pergelangan tangan nya terasa sakit karena genggaman Raga yang sangat kuat pada tangannya.


Raga menatap lekat wajah Renta.


"baik, saya lepas, tapi tolong diam di sini, saya hanya ingin bicara sebentar" ucap Raga memohon.


Renita mengangguk pelan merespon permintaan Raga lalu pria itu pun melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Renita.


"cepat pak apa yang akan kamu katakan ke saya, karena saya sedang buru buru ingin sarapan, sebelum seminar di mulai"


Raga menghela nafasnya berat.


"apa benar kamu punya hubungan dengan pak Anggara? sejak kapan Ren?" cecar Raga.


dan Renita sudah bisa menebak apa yang akan Raga tanyakan dan benar saja Raga menanyakan perihal hubungan nya dengan anggara.


"iya, seperti yang kamu lihat dan kamu dengar kemarin" jawab Renita cepat.

__ADS_1


Raga tersenyum kecut menatap tak percaya pada Renita.


"apa aku harus percaya dengan ucapan mu ini Ren?"


"terserah, kamu mau percaya atau tidak itu urusan mu"


"kok kamu tega sih Ren?"


ucap Raga menatap lekat Renita.


"tega? tega apa?"


"tega bohong pada saya"


Renita mengerutkan dahinya merespon ucapan Raga.


"lho, emang nya saya harus mengumbar soal pribadi saya begitu? hak saya dong kalau saya mengatakan atau tidak hubungan saya pada orang, lagian apa urusanmu?"


"karena... saya menyukai mu Ren" sahut Raga lugas dan yakin.


Deg.


Renita tertegun sejenak mendengar ucapan Raga.dan Renita pun tertawa kecil.


"kamu jangan bercanda pak pagi-pagi.sudah ah, saya mau sarapan dulu nanti terlambat nggak sempat sarapan lagi" Renita melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"mau apa kamu pak Raga" ucap Renita dengan raut wajah yang bingung.


Raga memejamkan matanya merasai sesaat tersenyum miring mendengar ucapan Renita memanggil namanya.


"harus nya seperti itu kamu panggil saya, hanya nama saya saja"


gadis itu malah tambah gugup dengan sikap Raga yang seperti itu Renita mendorong tubuh Raga dengan sekuat tenaga nya.


"maaf pak saya mau sarapan pagi perut saya kok, tambah lapar denger ucapan kamu"


Raga terkekeh mendengar ucapan Renita dan dia pun mundur membiarkan Renita menyingkir dari hadapan nya.Renita.tapi sebelum gadis itu melangkah menjauh Raga mencekal lengan Renita.


menatap tajam ke Renita.


"aku akan terus mengejar mu Renita"


"kamu jangan ngaco pak, saya nggak akan pernah mengkhianati perasaan saya, karena saya sudah memilih Anggara"


"terserah anggapan mu apa, saya akan tetap mengejar mu"


"ya Tuhan Raga.. kamu jangan mempersulit diri mu sendiri.masih banyak gadis yang lebih dari pada aku"

__ADS_1


"tapi gadis yang aku suka adalah kamu"


Renita mendengus kesal mendengar ucapan Raga.


"terserah lah! yang perlu kamu ketahui, saya setia dengan apa yang sudah saya pilih"


"apa karena dia lebih muda dan kaya Ren?"


"jaga bicaramu Raga, kamu mengenal ku, aku bukan wanita seperti itu"


setelah bicara seperti itu Renita pergi dari hadapan Raga dengan emosi karena Raga menuduh nya wanita matre.


sedangkan pria itu tersenyum miring menatap punggung kecil Renita yang sudah melangkah ke luar dari ruangan Tersebut.


baru melangkah beberapa langkah Renita menjerit kecil karena kembali ada tangan kekar mencekal lengan nya dari belakang.


"Anggara?!" ucap Renita dengan wajah terkejut nya.


"kenapa kamu?" tanya Anggara heran melihat wajah Renita yang seperti itu.


"ah, nggak apa-apa.kamu mau sarapan?"


"menurut mu? aku tadi ke kamar mu di ketuk tidak ada jawaban, aku telpon kamu tidak menjawab, kemana sih kamu hm?!" tanya Anggara.


"ah maaf aku terburu buru karena.. Renita menahan ucapan nya kembali melihat jam tangannya.


"aduh,tiga puluh menit lagi, ayo kalau kamu mau sarapan" Renita spontan menarik tangan kekar Anggara.pria itu hanya tersenyum simpul tak kala Renita menarik tangan nya berjalan masuk ke dalam Restoran.Anggara seperti anak kecil di tuntun ibu nya mengikuti langkah Renita dengan tangan nya di genggam erat Renita.tak Sadar sikap Renita menjadi perhatian khusus nya oleh para dosen yang mengenal Anggara itu siapa.


"Anggara?" tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri Anggara dan dan Renita dengan tersenyum manis.menepuk pelan pundak Anggara.


membuat Anggara menoleh ke arah wanita itu dan Renita dengan spontan melepaskan genggaman tangan nya pada Anggara, menekuk wajahnya.


"Paula?"


"hai, Anggara, kamu di sini?" balas Paula.


kemudian wanita itu tersenyum dan menoleh ke Renita.


"ini, gadis yang kamu ceritakan itu? Paula memindai pandangan ke seluruh tubuh Renita.


"nggak salah pilihan mu" bisik Paula pelan. dan wanita itu mendekatkan wajahnya ke telinga Anggara.


"dan hot" lagi bisik Paula.tersenyum genit pada Anggara


"tentu, aku tidak akan salah memilih wanita"balas Anggara dengan bangganya seraya melirik Renita yang hanya diam menyimak.


*

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2