Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
sembilan puluh persen.


__ADS_3

"makan kamu tidak kamu habiskan Ren?" tanya Anggara melihat piring Renita masih ada makanan.


"selera makan ku hilang" sahut Renita malas.


"habiskan Ren.. nanti perut mu lapar,mubazir juga kan"


"nggak bisa Angga.. di paksa nanti yang ada perut ku mual"


"apa kamu mau yang lain?"


"tidak, mungkin untuk nanti malam aku beli cemilan saja"


"kalau begitu kita pergi ke luar ya? cari camilan untuk mu"


"kemana? eh, tapi jam sembilan aku dan rekan dosen yang lain nya ada pertemuan membahas materi seminar untuk besok"


"kenapa malam sekali?"


"entah" Renita mangangkat kedua bahu nya.


"CK.. merepotkan" keluh Anggara


" ini kan urusan kampus mu sendiri" protes Renita.


Anggara terdiam, lalu pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku celana bahan nya tampak Anggara memainkan jemari kokohnya di layar ponselnya tersebut seperti mengirim pesan pada seseorang.


"done" gumam Anggara tersenyum miring lalu memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celana nya.


Renita mengerutkan dahinya menatap heran Anggara.


tak lama ponsel Renita yang ada di dalam tas selempang nya bergetar dia mengeluarkan ponselnya dari tas tersebut lalu melihat ada notifikasi pesan masuk. di gulir nya layar ponselnya itu dan membaca satu pesan masuk di grup WA dosen yang saat ini datang ke seminar


"di batalkan?" gumam Renita


"kenapa Ren?" tanya Anggara


"meeting nya di batalkan" jawab Renita.


"oh ya?" ucap Anggara tersenyum samar merespon ucapan Renita.


"kalau begitu jadi dong kita jalan keluar untuk cari camilan untuk mu"


"iya jadi" sahut Renita tersenyum


Anggara berdiri dari duduknya


mendekati Renita dan..


"kalau begitu ayo nanti keburu malam" ajak Anggara meraih tangan Renita untuk berdiri. Renita menurut saja ketika Anggara menggenggam tangan nya dan berjalan menuju arah keluar Restoran.


"lho pak Anggara? Bu Renita?" tiba-tiba Anggara dan Renita di hadang oleh Bu Sari, Santoso dan Raga mereka menatap heran pada Anggara dan Renita.bukan karena mereka jalan berdua tapi karena pandangan mereka tadi mengarah pada kedua tangan Anggara dan Renita yang saling bertaut.sesaat mereka saling pandang dan..

__ADS_1


"pak Anggara dan Renita.. ucap Sari menahan ucapan nya seolah minta penjelasan tentang apa yang mereka lihat sekarang.Renita yang terlihat menatap gugup ke arah Anggara berusaha melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Anggara.tapi pria itu menahan nya malah menambah erat menggenggam tangan Renita.


Anggara tersenyum tipis merespon tatapan para dosen itu. dengan tenang nya Anggara mengangkat tangan nya yang sedang menggenggam tangan Renita.


"Renita calon istri saya" ucap Anggara mantap seraya menunjuk kan jemari mereka tampak melingkar sebuah cincin di jari manis di kedua nya.


para dosen itu tertegun sesaat ada keterkejutan di wajah mereka melihat ada cincin melingkar indah di jari Anggara dan Renita.


"waah,, kalau begitu selamat ya pak, Bu.ucap Santoso memberikan selamat sekaligus memecah kecanggungan.


"iya, selamat ya pak Anggara dan ibu Renita.kalau begitu kita tunggu lho undangan nya" Sari ikut menimpali


"pasti, kalian akan saya undang bulan depan pernikahan saya"


balas Anggara melirik sekilas ke arah Raga yang sedari tadi hanya diam tampak wajah nya menegang.menatap Lekat ke arah Renita seolah tidak percaya lebih tepatnya minta penjelasan mungkin.


Renita hanya tersenyum canggung merespon ucapan selamat dari rekan Dosen nya.


"kalau begitu saya permisi dulu" ucap Anggara.


"oh iya silahkan pak" sahut Santoso dengan sopan secara Anggara adalah pemilik yayasan.


setelah mereka berdua sudah jalan menjauh.


"aduh, beruntung sekali Bu Renita itu ya,kok bisa sih dosen baru itu calon istri pak Anggara?" ucap Sari antara iri dan penasaran.


"mungkin mereka sudah punya hubungan sudah lama Bu, mana kita tahu..ah sudah jangan gosip ajah" Santoso menimpali ucapan sari.


"Angga" panggil Renita.


Anggara menoleh


"hm?"


"eh, nggak jadi deh" ucap Renita Ragu apa yang akan katakan dia khawatir membuat Anggara marah.


Anggara menghentikan langkahnya.


"ada apa Ren? apa ada yang mau kamu katakan?" tanya Anggara melihat Renita yang nampak gelisah.


"apa kamu mempermasalahkan hal yang tadi? kamu memikirkan si Raga?" tebak Anggara mengerutkan dahinya menatap tajam Renita.


"apaan sih kamu, pikiran mu kenapa ke situ"


"terus apa? apa aku salah ucap? apa kamu kecewa Raga tahu kalau kamu calon aku? kamu.. belum selesai Anggara bicara. Renita merapat kan diri nya pada tubuh Snggai. sebelum nya dia menengok ke kanan dan kiri seperti melihat keadaan di sekitar nya.lalu gadis itu berjinjit karena tubuh Anggara yang lebih tinggi dari nya dan Renita dengan cepat mengecup lembut bibir tipis Anggara yang sedari tadi terus saja mengoceh.


Anggara terkejut Renita yang tetiba mengecup bibir nya.


"Ren, kamu sudah berani menggoda ku ya" ucap Anggara tersenyum simpul karena melihat wajah Renita merah seperti tomat matang.


"biar kamu berhenti bicara nggak karuan" jelas Renita terbata lalu dengan cepat berlalu dari hadapan Anggara.

__ADS_1


"eh,Ren.. tunggu! kalau begitu kurang sogokan nya" Anggara sedikit berteriak karena Renita sudah berjalan di depan nya menuju mobil nya.Anggara terkekeh dan mempercepat langkahnya menghampiri Renita yang sudah berdiri di samping mobil milik Anggara.


Tut


Tut


Anggara menekan tombol kunci mobil dan membuka pintu mobil untuk Renita.


"masuklah" ucap Anggara masih menatap Renita dengan tatapan menggoda.


membuat Renita salah tingkah dan buru buru masuk ke dalam mobil tersebut.kemudian Anggara pun masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi.


"lagi dong" ucap Anggara setelah di dalam mobil pria itu mencondongkan tubuhnya ke arah Renita.


"Anggara.. mau apa kamu sih" Renita mendorong tubuh Anggara karena merasa risih rupanya kecupan kecil nya tadi berbuntut Renita menyesal.


*dasar pria!*batin Renita.


"ayo dong Ren, masa cuma segitu doang" pinta Anggara.


"Anggara..ayo mau jalan apa nggak, aku lebih baik nggak jadi deh" sungut Renita kemudian dia memutar posisi nya hendak menarik handle pintu mobil


tapi dengan cepat Anggara menahan tangan Renita yang hendak membuka pintu mobil.


"eh, iya,iya.. sayang..kita berangkat" Anggara menyerah tapi di barengi dengan gelak nya merasa gemas dengan tingkah gadis pujaan nya.


lalu Anggara menyala kan mesin mobil nya. melajukan kendaraannya keluar dari area parkiran hotel.


"issh, mesum sekali sih kamu Ngga.aku jadi takut, nggak kebayang nanti.. Renita tak kuasa melanjutkan ucapannya karena dia merasa terjebak dengan ucapan nya sendiri dan sekarang wajah nya terasa panas.


"nanti apa Ren? kok nggak di terusin ucapan mu" tanya Anggara.


"kamu mesum Anggara"


Anggara tersenyum simpul menanggapi ucapan Renita.


"memang seperti itu lah kaum pria Renita.. sembilan puluh persen, kaum pria kalau sudah bersama wanita yang dia suka,apa lagi yang mereka cintai pikiran nya pasti MESUM" jelas Anggara buka kartu.


"issh,, Bangga sekali kamu wahai kaum pria" sarkas Renita melirik tajam ke arah Anggara.


"tapi sepertinya kebanyakan wanita juga suka di mesumin sama pasangan nya ya kan? karena kalau tidak mesum maka hubungan akan dingin tidak ada kehangatan sayang" ucap Anggara pede dan yakin.sembari menjawil gemas dagu Renita.


"sudah Anggara.. kamu jangan bicara begitu terus ah" pekik Renita dengan wajah memerah.


Hahaha.. kamu tunggu saja waktu mu sayang"


Renita mendelik tajam merespon tingkah Anggara. Renita jadi bergidik melihat sikap pria tampan yang ada di sebelah nya ini.


*


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2